
Perlahan-lahan Ansel, Arvin dan kedua anak buahnya keluar dari persembunyian, saat petugas kebersihan itu lengah dan tidak menyadari orang asing di apartemen itu mereka berempat segera keluar. Mereka berempat segera melangkahkan kaki mereka menuju lift dan turun ke loby bawah.
Mereka berempat berada di parkiran mobil, Arvin akan naik ke dalam mobilnya terhenti saat merasa ada yang memperhatikan mereka. Dia memperhatikan ke sekeliling parkiran dan merasa curiga dengan mobil hitam yang terparkir jauh,
“sel, lu tunggu di sini sebentar” Arvin melangkahkan kakinya menuju mobil yang menurutnya mencurigakan.
“woi... Vin kamu mau ke mana?” panggil Ansel yang sudah duduk di belakang kemudi mobil.
Arvin tidak menjawab pertanyaan Ansel, dia terus mendekati mobil hitam itu. Saat sudah hampir dekat dengan cepat mobil itu pergi dari sana. Meninggalkan Arvin yang terdiam menatap kepergian mobil itu.
Ansel yang mengendarai mobil mendekati Arvin yang lalu masuk ke dalam mobil itu.
“kita jemput Yuda dulu di tempat gua, baru kita ke mansion Daniel” Arvin mengontak Yuda untuk bersiap-siap.
Mereka lalu menuju tempat Arvin menjemput Yuda, setelahnya mereka pergi ke mansion Arsenio.
Dalam perjalanan menuju mansion Arsenio terdengar suara azan sholat Ashar, mereka memutuskan untuk pergi ke mesjid terdekat untuk melaksanakan kewajiban mereka.
***
Daniel terbangun dari tidurnya saat azan sholat ashar berkumandang, dia meraba-raba ranjang di sebelahnya yang kosong. Matanya terbuka sempurna saat menyadari jika istrinya tidak ada di sampingnya, dia bangun dari tidurnya menatap ke sekeliling kamarnya mencari keberadaan Arinda.
Matanya terpaku pada sosok perempuan yang berdiri dekat jendela kamarnya, memakai kemeja putih miliknya berdiri di antara tirai yang bergoyang karena hembusan angin pada siang menjelang sore.
Tangan kiri Arinda terlipat di atas perut datarnya dengan tangan kanan yang menggenggam ponsel, dia tampak serius dalam pembicaraan dengan seseorang menelepon. Daniel terpana saat melihat betapa seksi Arinda mengenakan kemeja miliknya yang kebesaran, pundaknya sebelah kiri bahkan terlihat karena kemeja yang tidak terkancing seluruhnya.
Kemeja itu hanya menutupi tubuh hingga paha mulusnya, kembali membuat sesuatu di sana kembali terjaga. Hasratnya kembali membara, dia lalu turun dari ranjang memakai celana boxer mendekati Arinda yang membelakanginya. Daniel melihat king kobra tidak menurut dan ingin kembali bersarang di gua miliknya.
Perlahan-lahan dia mendekati istrinya dengan sejuta harapan yang tentunya akan menyenangkan hati king kobra miliknya. Saat akan memeluk Arinda dari belakang ternyata istrinya telah menyelesaikan panggilan dan dengan cepat membalikkan tubuhnya.
Tanpa sengaja tangan Arinda yang memegang ponsel melambai sedikit kuat hingga memukul king kobra yang sedang terjaga.
“aaaakh....” pekik tertahan saat benturan keras antara ponsel yang di pegang Arinda dengan king kobra membuat Daniel merasakan sakit dan ngilu bersamaan. Dia langsung jatuh terduduk di lantai memegangi king kobra yang tidak sengaja terkena benturan Arinda.
“Sayaaaang, kamu kenapa?” Arinda kebingungan mendapati Daniel yang jatuh terduduk dengan menahan rasa sakit pada king kobra yang menerima pukulan telak. Dia dapat melihat jelas betapa kesakitannya dan rasa ngilu yang di rasakan Daniel saat ini.
“maaf sayang, aku benar-benar tidak sengaja. Apakah begitu sakit?” tanya Arinda yang duduk di samping Daniel. Wajahnya terlihat cemas dan merasa bersalah karena tidak sengaja memukul king kobra.
Daniel berusaha mengatur nafasnya agar dapat mengurangi rasa ngilu pada king kobra, dia berusaha bangkit dibantu Arinda berjalan menuju ranjang mereka.
__ADS_1
“Sayang, kamu nggak apa-apa?” tanya Arinda, wajah Daniel memerah berusaha menahan rasa ngilu di sana.
“A a aku nggak apa-apa, sepertinya pelayananku sangat kurang memuaskan bagi mu sayang ku” Daniel duduk menyandar ke kepala ranjang melihat keadaan king kobra yang begitu mengenaskan.
Arinda sangat merasa bersalah, memperhatikan sesuatu yang di intip suaminya di balik boxer yang menutupi.
“Maaf sayaang” Arinda meminta maaf dengan ekspresi imut membuat Daniel hanya menghela nafas. Dia pun berinisiatif membelai king kobra di balik boxer melakukan sedikit pijatan untuk mengurangi rasa sakit.
Daniel tersenyum nackal melihat Arinda yang memberi pijatan pada king kobra. Sebenarnya rasa sakit dan ngilu itu sudah berkurang, dia sengaja berakting untuk melihat bagaimana reaksi Arinda. Di luar dugaan Arinda malah memijat tubuh king kobra di mana membuat king kobra bereaksi berlebihan.
“Sayang...apakah masih terasa sakit?” tanya Arinda yang tidak menyadari modus dari suaminya. Dia menatap wajah suaminya yang berakting kesakitan, rasa bersalah menghinggapi perasaan Arinda. Dia kembali fokus membantu suaminya memijat tubuh king kobra agar tidak kesakitan lagi.
“sayang rasanya masih sangat ngilu, coba kamu duduk di sini dan memijatnya lagi” Daniel dengan maksud tersembunyi meminta Arinda duduk di atasnya. Istrinya dengan polos mengikuti kemauan Daniel memeluk tubuh Arinda dan membiarkan king kobra menemukan gua yang menjadi incarannya.
Arinda terkejut dan tidak siap dengan serangan mendadak dari suaminya,
“Daaaniiel...” suara Arinda tertahan menatap Daniel yang tersenyum nackal padanya. Wajahnya terlihat kesal dengan ulah suami yang telah menipu dan menjebaknya dalam permainan yang tidak terduga.
Terjadilah sesuatu yang tidak terbayangkan oleh Arinda sore itu di mana Daniel kembali membuatnya jatuh lemah, tidak berdaya akibat pertempuran dahsyat mereka.
Di akhir pertempuran Daniel menatap Arinda, wajahnya merona merah dan masih terlihat kesal pada suaminya.
“Menurutmu?” tanya Arinda bangkit dari tidurnya dan menurunkan kakinya dari ranjang. Dia mengancing kembali kemeja yang sempat terbuka.
Tok....tok....tok....
Terdengar ketukan di pintu kamar Daniel,
“tuan muda Daniel” terdengar panggilan suara Ishel di luar kamar Daniel.
“ya ada apa?” Daniel menyahut panggilan Ishel menatap Istrinya yang terlihat sedikit kepayahan berjalan menuju kamar mandi.
“tuan Arvin dan tuan Ansel ingin bertemu dengan anda tuan” kata Ishel.
“Suruh mereka menunggu, sebentar lagi aku akan ke bawah” Daniel lalu bangkit dari rebahannya, memakai kembali boxer miliknya. Dia mengambil ponsel miliknya, mengetik sesuatu di ponselnya.
Arinda sudah menyelesaikan ritual kewajiban, bergantian dengan Daniel yang melakukan ritual kewajibannya. Baju koko dan mengatur sejadah telah di persiapkan Arinda, dia menunggu suaminya untuk melaksanakan shalat ashar bersama-sama.
Setelah selesai seperti biasanya Arinda mencium punggung tangan Daniel yang di balas dengan mengecup mesra kening istrinya. Setelahnya Daniel memakai pakaian casual menemui Arvin dan Ansel yang sudah menunggu di ruang kerja miliknya.
__ADS_1
Arinda dan Daniel menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah, Daniel melangkah menuju ruang kerjanya. Arinda berkumpul dengan para wanita di ruang keluarga, duduk bersama saling mengobrol dan menghibur Aileen yang tampak masih sedih.
Daniel memasuki ruang kerjanya bergabung dengan Ansel, Arvin dan tentunya Yuda yang sudah sibuk mengakses data dari memory card yang di dapat mereka sewaktu
memeriksa apartemen Jeni.
Arvin cengengesan saat melihat penampilan Daniel dengan rambut yang masih basah. Dia pun tidak sengaja melihat sebuah jejak kemerahan di leher Daniel.
"Waduuh...mata ku ternoda..." Arvin bercanda menutup matnya membuat kening Daniel berkerut menatapnya. Ansel hanya menahan senyum melihat tingkah ajaib Arvin.
Dia juga ikut menatap ke arah Daniel dan melihat tanda jejak di lehernya.
"seprtinya udah adaa genjatan senjata nih bos?" Arvin mengode dan menunjuk ke arah leher Daniel. Yuda dan Ansel hanya menahan senyum, Daniel hanya bersikap dingin seperti biasanya.
“apa yang kalian dapat?” Daniel menatap wajah Ansel dan Arvin yang kebingungan. Mereka tampak ragu-ragu untuk menyampaikan pada Daniel dengan hasil temuan mereka.
“ada apa?” tanya Daniel dingin,
“Dan, sebaiknya lu lihat ini dulu” Arvin memberikan sebuah file dengan beberapa lembar foto pada Daniel yang di tatapnya.
“Alexa?!” Daniel tampak kesal saat sahabatnya memberikan foto Alexa padanya, dia lalu membuka file yang di berikan Arvin.
*************
Dear reader 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1