Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 125


__ADS_3

"dua orang berbeda?" alis kening Daniel bertaut mendengar ucapan Ansel.


"untuk lebih jelasnya, anda bisa mendengar rekaman suara yang baru saja di kirim" kata Ansel sambil memutar rekaman suara baru saja di terimanya.


Daniel mendengar rekaman yang baru saja di terima Ansel, percakapan Nadira dengan seseorang bernama ki Jamblang dan Yoga.


“Yoga?!” alis di kening Daniel bertaut tatkala mendengar Nadira menyinggung nama Yoga.


“Menurut saya Yoga yang di bicarakan oleh Maid ini kemungkinan besar adalah Yoga yang selama ini kita cari tuan muda”


“ternyata sudah berani menyusup ke kediaman Asenio,” Daniel tersenyum smirk.


Bulu kuduk Ansel merinding menatap Daniel, dia sangat tahu apa yang terjadi pada orang-orang yang mencari masalah dengan keluarga Arsenio. Kebanyakan musuh-musuh keluarga Arsenio berakhir dalam penjara atau hilang tanpa bekas.


Sepertinya akan ada yang menyusul para penjahat yang mencoba menculik Davira, huh... kerja lembur lagi. Kapan bisa aku nge datenya ama sayangku, beginilah nasib kerja sama bos yang lagi galau tingkat dewa


raut wajah Ansel tampak sedih , sudah beberapa bulan semenjak Daniel di tolak Arinda dia tidak bisa mengajak Cantika pergi keluar bersama sekedar makan siang atau dinner.


mari kita ikuti permainan perempuan jal*ng ini guman Daniel dalam hati sembari menatap langit yang telah berwarna jingga. Dia menatap jam mewah yang melingkar di pergelangan tangannya.


“it’s time to Act” Daniel berdiri lalu melangkah keluar dari ruang kerjanya. Ansel mengikuti Daniel kembali ke mansion Arsenio, tidak lupa pula dia membawa paperbag berisikan jas milik Daniel yang di berikan Arinda siang tadi.


***


Arinda baru saja selesai membantu Cantika dan Maya membuat makan malam, setelah melaksanakan kewajibannya Arinda makan malam bersama dengan Cantika dan Maya.


“Ciiin, dari tadi akika liat lu bad mood pake banget. Da paan sih?” Maya begitu penasaran bertanya pada sahabatnya.


Arinda diam sejenak, matanya menatap Cantika dan Maya bergantian.


“gue... gue tadi ke perusahaan Arebeon buat ngembaliin jas punya tuan Daniel” Arinda menatap makan malamnya dan memainkan sendok garpu di atasnya.


“trus?” Cantika penasaran,


“gue liat ada cewek yang nyium tuan Daniel, bikin gue tambah kesal tuan muda Daniel malah senang sama cewek tukang nyosor itu” Arinda menusuk-nusuk makanannya dengan garpu.


Maya dan Cantika diam-diam tersenyum senang dengan reaksi Arinda,


Sepertinya rencana oma Ayu udah mulai ada efeknya Kata Maya dan Cantika dalam pikiran mereka masing-masing.


“loh.... bukannya Lu udah nolak tu tuan Daniel. Kenapa lu malah kesel kayak gini? Wajar dong kalo Tuan Daniel mencari pere lain” Maya dengan santai mengemukakan pendapatnya, tanpa di sadarinya mata Arinda mengeluarkan kilatan api kemarahan yang siap menerkam siapa saja.


Cantika menyenggol tangan Maya mengode dengan mata melihat ke arah Arinda, aura kegelapan tampak mengitarinya.


“tika, kok mendadak dingin ya? lu nurunin suhu ACnya ya?” Maya mengalihkan pandangannya dari Arinda yang sudah terlihat kesal.


“kagaklah May, remote AC aja tu jauh di sana” Cantika menunjuk dengan bibirnya ke arah remote AC letaknya jauh darinya.

__ADS_1


Iiiis si Tika nggak bisa di ajak kompromi nih Maya kesal dalam hati.


Arinda menghela nafas panjang,


Kenapa jadi sensi gini ya? Gue nggak boleh kayak gini. Udah keputusan gue buat melupakan cinta di hati ini untuk tuan Daniel, kalo pun tuan Daniel udah ada pasangan itu bukan urusan gue


guman Arinda dalam hati.


“o ya mbak lupa ngasih tahu kamu Rin, kita ada client baru minta kamu jadi Wo buat weddingnya” Cantika mulai menjalankan rencana oma Ayu.


“oke mbak, ntar Arin atur. Clientnya siapa mbak?”Arinda melanjutkan makan malamnya.


“belum tahu Rin, soalnya clientnya ini anak temannya teman client yang baru mbak temui tadi. Jadi mungkin lusa mereka datang ke kantor buat meeting ama kita” jelas Cantika.


“oke deh mbak, besok Arin akan mengatur rancangan weddingnya ”


“akika juga akan nyiapin contoh wedding dress buat mereka” Maya antusias.


Dreeting...


Ponsel Arinda bergetar menandakan sebuah pesan masuk ke ponsel miliknya, dia melihat di layar ponsel tertulis wa dari Aldo


📱


Arin, besok aku akan berkunjung ke kota J, kita bisa ketemuan?


📱



“Baik, Rin?” tanya Maya penasaran.


“si Aldo wa, dia mau ngajak gue ketemuan” Arinda menjawab pertanyaan Maya sembari membalas pesan Wa Aldo.


Maya dan Cantika saling berpandangan


“Akika lupa, kalo selain tuan Daniel ada Aldo yang menjadi saingannya tuan Daniel” bisik Maya pada Cantika


“tapi saat aku dengar cerita dari Arin, si Aldo sama dia hanya bersahabat nggak lebih dari itu” Cantika mengingat cerita Arinda jika dia dan Aldo hanya bersahabat.


Arinda menatap Maya dan Cantika yang saling berbisik,


“Ayo lagi gibahin gue ya?” Arinda tersenyum


“hehehe tahu aja ni pere sastra. Akika penasaran lu sama si Aldo sebenarnya hubungannya gimana sih?” Maya penasaran tingkat dewa.


“gue sama Aldo murni temenan, emang sih dulu si aldo sempat nembak gue saat kuliah. Tapi gue tolak, karena gue tahu ada cewek yang menempati hati dia” jelas Arinda.

__ADS_1


“tapi bisa aja kan CLBK” Cantika menatap Arinda,


“NOOOO akika nggak akan bakalan setuju kalo lu jadian sama si Aldo. Apalagi ampe nikah, nggak akan ke bayang deh sama akika lu bakalan jadi menantunya emak-emak rempong. Yang ada lu bakalan jadi bulan-bulanan buat tu emak rempong untuk ngehujat lu lagi” ceramah Maya panjang lebar.


“ya nggak lah May, gue sama Aldo just temenan aja. Nggak lebih” Arinda menegaskan jika dirinya dengan Aldo hanya bersahabat.


“kalo lu sih iya, kalo Aldonya gimana? Ntar diana baperan ama lu gimana?” Maya sedikit khawatir jika Arinda juga memiliki perasaan yang sama pada Aldo.


Arinda hanya mengangkat bahunya, berdiri dari kursi lalu meletakkan piring kotor di sink. Begitu juga Cantika dan Maya, Arinda akan mencuci piring namun segera di ambil alih oleh Cantika.


“biar mbak yang cuci Rin,” Cantika mengambil spons cuci piring untuk mencuci piring kotor di sink.


“mbak Tika, May, mau teh hijau nggak? Gue mau bikin nih”


“boleh Rin” Cantika meneruskan mencuci piring dan menyimpanya di rak piring. Setelah itu dia duduk di ruang TV bersama Maya.


“akika juga mau” Maya membolak balikkan majalah.


Arinda, Cantika dan Maya lalu duduk di depan tv sambil minum teh hijau buatan Arinda,


“emang besok lu ketemuan ama Aldo di mana?” Maya mulai interogasi Arinda yang sibuk membalas chattingan dengan Aldo.


“ di cafe dekat Pearl Stars, emang napa?” Arinda menatap penuh tanya pada Maya.


“nggaaak, Cuma nanya aja kok” Maya hanya tersenyum misterius melirik ke arah Cantika. Timbul ide di benak maya untuk mengacaukan pertemuan Arinda dengan Aldo besok.


***


Kediaman Arsenio...


Suasana tampak ramai saat Tasya bercerita tentang masa lalu mereka kuliah di luar negeri. Nadira tampak marah dan kesal melihat kedekatan Tasya dengan Daniel,


Brengs*k cewek sial*n, brani-braninya dia deket ama calon suami gue. Liat aja nanti gue mampusin lu Nadira mengepal tangannya hingga jari-jarinya memutih.


************


dear para readers,


maaf para Readers 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻


🤒🤒🤒 karena flu dan demam hanya satu episode di up.


secepatnya bakalan di up tiap hari,


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....🤗🤗🤗

__ADS_1


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss... plisss... pliisss 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


makasih..... tetap semangat 🤒🤒🤒🤒


__ADS_2