Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep.103


__ADS_3

Daniel mencari-cari keberadaan Ansel namun tidak di jumpainya, sebelum Ansel pergi sempat memberitahu pada Daniel jika ada client yang ingin bertemu dengannya. Sudah hampir lima belas menit Daniel menanti client yang di maksud, namun client itu belum juga menampakkan batang hidungnya. Sementara itu, Arinda yang baru turun dari mobil dan melangkahkan kakinya ke pelataran resto Arvin. Dia tampil begitu cantik dan memukau hingga menjadi pusat perhatian bagi para tamu di resto Arvin.


Aduh gue lupa nanya sama si Maya, nama client yang mau gue temui. Gue kirim pesan aja ke si Maya...


Guman Arinda dalam hati


📱


May....nama clientnya?


Arinda menunggu balasan dari Maya yang tak kunjung datang,


Apa gue tanya aja ke dalam ya? Kata Arinda dalam hati. Dia lalu melangkahkan kakinya memasuki resto milik Arvin.


Daniel yang bosan menunggu memilih pergi ke toilet, Tanpa sengaja dia melihat seseorang yang sangat di kenalnya masuk ke sebuah ruangan. Daniel mengikutinya, terdengar samar-samar olehnya suara yang sangat di kenal.


“Sel, daniel nggak curiga kan lu pergi gitu aja” kata Sean


“semoga saja” kata Ansel


“kalo Dan sampai curiga, rencana kita bakalan berantakan” kata Aileen


“akika berharap semuanya sesuai dengan rencana kita” kata Maya.


“semoga setelah candle light dinner ini Arin bisa tambah dekat dengan Daniel” kata Amanda.


“mommy juga berharap begitu” kata Aileen.


Oooo Jadi mereka merencanakan dinner untukku dan Arin. Baiklah aku akan ikuti rencana mereka guman Daniel dalam hati.


Kebetulan seorang waiter melintas dekat ruangan itu, Daniel lalu bertanya pada waiter itu di ruangan mana tempat dinner yang telah di rencanakan Aileen dan lainnya.


Daniel membuka pintu ruangan private itu, terlihatlah sebuah ruangan yang telah di hiasi dengan sangat bagus. Lampu lilin yang di susun membentuk hati, kelopak mawar dibentuk seperti jalan yang menuju ke meja dengan dua kursi yang saling berhadapan. Daniel memanggil waiter itu kembali,


“tuan memanggil saya?” tanya waiter itu

__ADS_1


“apakah nona ini sudah datang?” tanya Daniel memperlihatkan foto Arinda di ponselnya.


Waiter itu memperhatikan foto perempuan di dalam ponsel Daniel.


“sudah tuan dan sepertinya sedang di arahkan kemari” kata waiter itu.


“baiklah” kata Daniel memberi kode pada waiter untuk segera meninggalkan ruangan itu.


Daniel mengambil posisi di samping meja menunggu kedatangan Arinda, namun gadis yang di tunggunya tak kunjung datang.


Sementara itu Aileen dan yang lainnya juga resah menunggu kedatangan Arinda yang belum juga menampakkan batang hidungnya.


“May, arin kok belum datang juga? Tadi kan dia datang sama kamu?” tanya Cantika duduk di samping Ansel.


“tadi diana udah turun dari mobil akika, trus udah jali kesindang. Iya kan Vira?” kata Maya.


“iya mom tadi vira dan kak Maya liat kok kak Arin jalan ke dalam resto” kata Davira.


“trus sekarang Arin nya ke mana?” tanya Aileen, mereka semua tampak kebingungan.


“kamu kenapa?” tanya Daniel saat melihat pakaian Arinda yang berlumuran darah. Wajahnya semakin panik melihat tangan Arinda juga berlumuran darah.


“kamu terluka?! Ayo kita sekarang ke rumah sakit” kata daniel menarik tangan Arinda. Namun langkah Daniel terhenti dengan ucapan Arinda.


“aku nggak apa-apa kok”


“jika kamu tidak apa-apa, dari mana asalnya darah ini? kita ke rumah sakit sekarang” kata Daniel menarik tangan Arinda namun di tahannya.


“aku beneran nggak apa-apa, darah ini bukan punyaku”


“lalu punya siapa?”


Arinda lalu menceritakan apa yang terjadi saat dia akan masuk ke dalam restoran. Dia melihat seorang ibu hamil berjalan melewatinya, saat akan bertanya pada waiter tentang klien yang akan di temui terdengar pekikan kuat dari arah luar resto. Arinda melihat ibu hamil itu sudah tergeletak di tanah sambil memegangi perutnya, darah segar pun mengucur deras lewat jalan lahir. Semua orang tampak panik dan tidak tahu harus melakukan apa. Dengan sigap Arinda meminta Waiter resto untuk menghubungi ambulance.


Arinda mencoba menenangkan ibu hamil itu untuk tidak panik, tidak berapa lama ambulance yang di telepon pun datang. Dia membantu mengangkat ibu hamil itu ke atas bankar hingga darah dari si ibu hamil mengenai bajunya. Arinda melihat ponsel si ibu hamil terdapat sebuah panggilan dari suami si ibu hamil, dia lalu menceritakan keadaan ibu hamil yang sedang dalam penanganan sementara oleh perawat di ambulance.

__ADS_1


“begitulah kejadiannya” kata Arinda mengakhiri ceritanya, Daniel langsung memeluk erat Arinda dengan tangan gemetaran.


“daniel, jangan... nanti pakaian kamu kotor” cegah Arinda, dapat di rasakan oleh Arinda tangan Daniel yang gemetar. Daniel sempat tersenyum saat Arinda mencegahnya untuk memeluk dengan alasan pakaian Daniel akan kotor.


“aku tidak peduli dengan pakaian ku yang terpenting untukku sekarang kamu baik-baik saja, jantungku hampir saja berhenti berdetak saat melihat darah di bajumu” kata Daniel memeluk erat Arinda, pelukan itu perlahan-lahan di balas olehnya. Dapat di rasakan olehnya debaran jantung Daniel yang berdetak sangat cepat.


Aileen dan yang lainnya keluar dari ruangan mereka mencoba mencari keberadaan Arinda, tidak sengaja mereka mendengar cerita dari waiter tentang ibu hamil yang di tolong oleh Arinda. Mereka pun keluar dari resto melihat Daniel dan Arinda yang berpelukan.


“mom, walaupun rencana dinnernya gagal, tapi mereka semakin dekat” kata Davira.


“sekarang mommy hanya tinggal menemui orang tuanya Arinda” kata Aileen. Cantika mendengar Aileen menyinggung orang tua Arinda teringat dengan alasan nya menolak Daniel , dia ingin menyampaikan hal itu pada Aileen. Dia menatap Aileen, Davira dan Amanda tampak senang dan bahagia,


Sepertinya ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal ini, lebih baik saat pernikahan Darren dan Amanda selesai aku menceritakan alasan Arinda dan kegalauan hatinya pada tante Aileen kata Cantika dalam hati.


Mereka menikmati pemandangan dengan penuh bunga cinta yang bertebaran di hadapan mereka. Dalam hati mereka masing-masing berharap dan berdoa agar Arinda dapat segera bersatu dengan Daniel.


***


Sehari sebelum pernikahan Darren dan Amanda, Arinda dan teamnya tampak begitu sibuk dari mengurus dekorasi, menata bangku dan tenda-tenda yang di pasang di halaman luas kediaman Arsenio. Mereka bekerja dengan sepenuh hati dengan harapan client mereka senang dan bahagia. Walaupun mereka merasa lelah, namun melihat kepuasan di wajah client memberikan semangat bagi Arinda dan teamnya.


Di dalam kediamannya, oma Ayu menatap Arinda dan teamnya sedang serius bekerja. Dia lalu meminta salah satu maid membuatkan minuman dan cemilan untuk di suguhkan pada Arinda dan teamnya.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2