
“Ponsel gue” pekik Arinda yang melihat ponselnya tergeletak di lantai.
“Opss maaf....maaf.... Saya nggak sengaja,” pria itu segera memungut ponsel Arinda dengan layar yang sudah retak kemudian memberikannya kembali ke Arinda.
“Maaf....saya benar benar tidak sengaja” kata pria itu terpana melihat perempuan di depannya.
Maya mengambil ponsel Arinda dari tangan pria itu,
“Yaaa Rin, ponsel lu rusak” kata maya melihat layar ponsel Arinda yang retak parah.
Arinda hanya bisa menghela nafas,
Naas banget gue hari ini, udah tangan kena pisau sekarang ponsel gue rusak guman Arinda dalam hatinya memperhatikan ponsel yang kini sudah beralih ke tangannya.
Maya melihat ke arah pria yang menabrak Arinda tadi yang ternyata adalah dokter yang bekerja di rumah sakit Arsen Medical.
“Dokter, harus tanggung jawab nih, gantiin lagi ponselnya teman akika” kata Maya.
Dokter itu terpana melihat Arinda tersadar dari lamunannya, dia melihat kearah Maya yang bertingkah gemulai.
“Astagfirullah....” dokter itu kaget melihat Maya.
“pada kenapa sih....kok kaget banget liat akika? Pada takjub ya liat kecantikan Akika” kata Maya.
“Maaf....” dokter itu takjub melihat Maya pria gemulai memiliki wajah yang tampan.
“Akika maafin kok dok,” Maya mengedipkan matanya pada dokter itu langsung bergidik merinding. Dia melihat ke arah Arinda yang bersedih
“maaf, saya benar-benar tidak sengaja. Saya akan bertanggung jawab, saya akan mengganti ponsel anda” kata dokter itu.
“Nggak usah di ganti dok. Cukup di perbaiki saja” pinta Arinda.
“Loh kenapa sih say, bagusan juga kalo ponsel lu di ganti” protes Maya.
“Nggak deh may, ponsel ini blom bisa gue ganti, karena banyak data-data dan nomor klien kita di dalamnya. Dan juga ada kenangan terakhir bokap gue di dalamnya” jelas Arinda.
“Kalo begitu ini kartu nama saya. Saya akan bertanggung jawab atas perbaikan ponsel anda” kata dokter itu menyerahkan kartu namanya pada Arinda.
Kartu nama dokter itu langsung di rebut Maya,
“Dokter Sean, namanya keren orangnya juga tampan” Kata Maya.
Arinda menepuk kepalanya pelan melihat tingkah sahabatnya.
“May....kamu ya....nggak bisa liat cowok langsung aja genit gitu” kata Arinda.
Dokter itu yang tidak lain adalah Sean sahabat Daniel tersenyum melihat Maya yang di omelin Arinda.
“baiklah ini kartu nama teman saya, jika smartphonenya udah di perbaiki anda bisa menelepon ke nomor teman saya ini” kata Arinda meminta Maya untuk memberikan kartu namanya pada Sean.
Sesaat Sean menatap Arinda lama
Sepertinya aku pernah liat ni cewek. Tapi di mana ya...kata Sean dalam hati mengingat-ingat.
“kalo gitu, kami permisi dok” kata Arinda undur diri.
Sean tidak menyahut berusaha mengingat dimana pernah bertemu dengan Arinda. Mata Sean menatap kartu nama milik Maya yang berisi alamat di mana dia bekerja dan nomor ponsel Maya.
“ternyata dia dan pria stengah tadi bekerja di Pearl Stars. Tapi sepertinya aku pernah ketemu dia tapi dimana ya?” Sean terus mengingat-ingat di mana dia pernah bertemu dengan Arinda. Ponsel Arinda di masukkannya ke saku celananya.
***
Mansion Arsenio terlihat ramai karena kedatangan Amanda dan juga orang tuanya. Aileen dan keluarganya menyambut dengan hangat,
__ADS_1
“Selamat datang di kediaman kami tuan Handoko” sapa ramah Michael berjabat tangan dan memeluk.
“Terima kasih tuan Arsenio, saya sangat senang bisa bertemu dengan anda” Tuan Handoko
“Anda jangan sungkan tuan Handoko. Sebentar lagi kita akan menjadi keluarga” kata Oma Ayu
Keluarga Amanda dan keluarga Arsenio duduk di ruang tamu sambil bercerita tentang keluarga masing-masing.
Mercedes Benz-Maybach S 560 terpakir di halaman Mansion Arsenio, Daniel dan Ansel turun dari mobil, Ansel mengikuti Daniel masuk ke kediaman Arsenio.
“Sepertinya Daniel sudah pulang“ kata Aileen.
Daniel dan Ansel masuk ke mansion langsung di sambut oleh Aileen
“tuan dan nyonya Handoko, perkenalkan ini putra kedua kami. Daniel Arsenio” Aileen memperkenalkan Daniel pada kedua orang tua Amanda.
“Selamat Datang tuan Handoko, maaf saya baru datang. Ada sedikit urusan yang harus saya tangani” sapa Daniel sambil berjabat tangan.
“Terima kasih nak Daniel, tidak apa-apa nak, saya senang bisa bertemu dengan CEO muda terkenal di kalangan pembisnis. Sepak terjang nak Daniel sudah tidak di ragukan lagi” puji tuan Handoko pada Daniel.
Terdengar suara azan yang menandakan waktu magrib sudah masuk. Mereka melaksanakan kewajiban mereka berjamaah, setelahnya mereka menikmati hidangan makan malam yang telah di sediakan Aileen.
Setelah menikmati makan malam, mereka semua duduk di ruang tamu, sambil membicarakan pertunangan Darren dan Amanda.
“Begini saja, bagaimana jika pertunangan Darren dan Amanda di laksanakan bertepatan dengan pesta ulang tahun perusahaan? Oma ingin semua orang mengenal Amanda sebagai calon menantu keluarga Arsenio” ide oma Ayu
“ itu ide bagus ma, bagaimana menurut jeng Maira?” tanya Aileen pada Maira ibu Amanda.
“Saya terserah Amanda saja jeng, bagaimana menurutmu sayang?” tanya Maira pada Amanda.
Amanda melihat ke arah Darren untuk meminta pendapatnya. Darren mengangguk menyetujui pendapat oma Ayu.
“Amanda ikut saran Oma saja, ma” kata Amanda malu-malu.
Daniel duduk di samping Ansel tidak begitu tertarik dengan pembicaraan orang tua tentang pertunangan Darren. Dia dan Ansel sibuk dengan ponsel mereka, Ansel sibuk berbalas pesan dengan klien bisnis dan pesan dari perempuan yang telah mencuri hatinya.
“Tuan muda” panggil Ansel
“Hmmm” Daniel melihat kearah Ansel
“Oma memanggil anda sedari tadi” kata Ansel memberitahu Daniel. Semua orang yang berada di ruang tamu menatap ke arahnya.
“Iya oma...maaf Dan tidak fokus, oma mau katakan apa tadi?” tanya Daniel.
“ Tadi oma nanya, kamu bisa mengatur acara pertunangan Darren saat pesta ulang tahun perusahaan?” Tanya oma Ayu sekali lagi.
“nanti Dan akan mendiskusikan dengan Eo yang mengurusnya oma” kata Daniel.
“Kalo begitu kamu segera memberi tahu pihak Eo itu. Takutnya mereka akan menolak dengan adanya penambahan acara” oma Ayu merasa khawatir.
“Baik oma, sel tolong kamu hubungi Cantika sekarang” perintah Daniel pada Ansel.
“Sudah tersambung tuan Muda” Ansel telah menghubungi Cantika sebelum di perintahkan oleh Daniel.
“Assalammualaikum nona Cantika, selamat malam” sapa Daniel sambungan telepon
“Waalaikum salam, tuan Daniel. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Cantika.
“Begini nona Cantika. Apakah masih memungkinkan dari pihak kami menambahkan acara lain?” tanya Daniel.
“Acara lain? Kalau boleh saya tahu acara apa tuan Daniel?”
“acara pertunangan kakakku Darren, apakah bisa?”
__ADS_1
“Akan saya coba untuk membicarakannya dengan Arinda. Secepatnya saya akan mengabari anda tuan Daniel”
“baiklah, saya tunggu kabar dari anda lagi nona Cantika”
“baik Tuan Daniel, assalamualaikum” kata Cantika mengakhiri pembicaraan mereka melalui sambungan telepon.
Semua menatap ke arah Daniel
“sudah oma, kita hanya menunggu kabar dari pihak Eo nya saja” kata Daniel.
“selagi menunggu kabar dari Eo kita bisa memilih dress di tempat langganan mommy ya Amanda” kata Aileen senang mendapat teman belanja.
“iya tante” kata Amanda
“Amanda, kenapa kamu masih manggil tante? Mulai sekarang kamu harus memanggil mommy” kata Aaileen
“iya Amanda, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu. Jadi mulai sekarang kamu harus memanggil kami mommy dan daddy” kata Michael.
“Baik om...eh daddy” panggil Amanda. Mereka semua merasa senang.
“Mom, Dan ke kamar dulu. Sel kamu tunggu di sini dulu” kata Daniel pada ibunya.
Daniel melangkah menuju kamarnya di lantai dua, meninggalkan mereka yang masih membicarakan acara pertunangan Darren dan Amanda.
Cantika terus menerus mencoba menghubungi Arinda tapi tetap tidak tersambung.
Kenapa Arin nggak bisa di hubungi? Sudah berkali-kali aku mencoba tetap nggak tersambung guman Cantika merasa heran.
Lalu Cantika mencoba menghubungi Maya,
“Iya tika, ada apa say?” tanya Maya.
“may, dari tadi aku coba menghubungi Arin kok nggak nyambung ya? Kamu tahu kenapa?” tanya Cantika penasaran.
“Ya pasti nggak nyambung tika, hp Arin rusak. Mang ada apa sih cin?” tanya Maya.
“Rusak kok bisa?”
“panjang ceritanya, lu ada di apartemen kan?”
“ Iya, emang kenapa?”
“Akika sama Arin mo ke sana sekarang”
“Ya udah datang aja, aku tunggu”
Cantika mengakhiri telepon dari Maya, dia lalu ke dapur untuk memasak makan malam.
Maya membantu Arinda memasukkan beberapa pakaian ke dalam tas koper kecil milik Arinda.
“udah semuanya kan Rin?”
“udah may”
“Yuk capcus” ajak Maya membantu Arinda membawa tas koper kecil miliknya.
Setelah mengunci kamar kosnya Arinda berpamitan pada ibu yang punya kos untuk menginap di rumah temannya sementara.
*************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗