
“udah tapi, kita ke toko perhiasan sebelum ke panti asuhan. Nggak apa-apa kan? Ato kamu duluan aja ke panti asuhan, ntar aku susul kamu ke sana” jelas Arinda,
“nggak usah, biar gue ikut lu dulu. Baru kita ke panti Asuhan, itu jika tuan Daniel tidak keberatan jika saya ikut” Aldo menatap Daniel yang berdiri di samping Tasya meminta persetujuannya.
“tentu saja, suatu kehormatan jika tuan Aldo juga bisa ikut bersama kami” Daniel menatap tajam pada Aldo yang juga membalas tatapan Daniel. Kilatan listrik tampak dari mata mereka berdua yang saling bertabrakan.
Tasya dan Maya hanya menggeleng-gelengkan kepala mereka melihat tingkah kekanakan antara Daniel dan Aldo. Arinda menatap Daniel dan Aldo bergantian,
“kalo kalian saling menatap begitu, yang ada pengantin perempuannya bisa berganti jadi pengantin pria” Arinda dengan santai berjalan meninggalkan mereka berdua menuju mobil milik Aldo.
Daniel dan Aldo yang mendengar perkataan Arinda menelaah perkataannya, Tasya dan Maya hanya menahan tawa melihat mereka yang tampak kebingungan.
“pengantin perempuan” Daniel menatap Aldo.
“pengantin pria” Aldo menatap Daniel, mereka berdua pun bergidik jijik dan memalingkan wajah mereka seperti akan muntah.
Mereka pun berjalan ke mobil mereka masing-masing, Daniel heran saat melihat Tasya yang tidak ada di dalam mobilnya. Dia lalu menatap kearah mobil Aldo dan melihat Tasya duduk dengan manis di samping Arinda.
“tasya, kenapa kamu di sana?” Daniel menatap heran padanya.
“maaf sayangku, ada yang mau aku bicarakan dengan Maya dan Arinda. Jadi kamu ngikutin aja mobil kami oke!” Tasya mengedipkan sebelah matanya pada Daniel.
Aldo sudah duduk di belakang kemudi mobilnya, tersenyum penuh kemenangan pada Daniel. Dia lalu melajukan mobil miliknya menuju toko perhiasan yang di tunjukkan oleh Maya.
Daniel menatap tajam ke arah mobil milik Aldo, mobil Mercedes Benz-Maybach S 560 langsung terparkir di depannya. Dia langsung naik ke dalam mobil miliknya dan menyuruh Sakti untuk mengikuti mobil Aldo yang lebih dulu melaju ke toko perhiasan rekomendasi Maya.
Dalam mobil Aldo, Arinda menatap Tasya yang tengah asyik mengobrol dengan Maya. Dia pun memberanikan diri untuk berbicara dengan Tasya,
“nona Tasya, itu... saya ingin meminta maaf atas ke jadian di M J restoran. Sungguh saya benar-benar tidak sadar sudah melakukan sesuatu yang seharusnya tidak saya lakukan. Saya mohon maaf jika sikap saya telah membuat salah paham antara anda dan tuan Daniel” Arinda meminta maaf pada Tasya,
Aduuh Riin, sifat lu polos banget menganggap hubungan gue dan Daniel serius. Makin gemes gue ama lu Tasya menatap Arinda yang duduk di sampingnya.
“kenapa anda harus minta maaf? Kejadian itu juga sudah lama berlalu, tidak usah di pikirkan. Apalagi kamu melakukannya dalam keadaan yang tidak sadar” Tasya tersenyum manis pada Arinda.
“Saya benar-benar merasa tidak enak dengan andak nona Tasya, sekali lagi saya mohon maaf dengan sikap saya” Arinda penuh penyesalan mengucapkan maaf pada Tasya.
__ADS_1
Mobil Aldo berhenti tepat di depan toko perhiasan yang menjadi rekomendasi Maya, mereka berempat turun dari mobil lalu masuk ke dalam toko perhiasan itu.
“hai...hai.... Maya, Arinda...” sapa pemilik toko yang sudah mengenal mereka berdua sambil cipika-cipiki.
“hai juga tante mona“ sapa Arinda dan Maya,
“pasti mau nyari perhiasan buat gaun rancangan terbaru milik Maya” tebak tante Mona,
“nggak tante Mona, akika di sini sama Arin mo nyari cincin pernikahan” jelas Maya yang langsung di salah pahami oleh tante Mona.
“astaga naga, Arin kamu mo merit?” tanya Tante Mona histeris.
“ nggak... nggak kok tan, bukan Arin yang mo merit. Tapi klien Arin yang ini orangnya” Arinda menggandeng tangan Tasya yang berdiri di sampingnya.
“ooo, kirain tante kamu mo merit” tante Mona tersenyum senang.
“ayo sini silahkan di pilih, ini perhiasan dengan desain terbaru milik toko kami. Kamu bisa milih dengan tunanganmu” tante Mona menyangka jika Aldo adalah tunangan Tasya karena dia berdiri di sampingnya.
Mobil Daniel berhenti di depan toko perhiasan tante Mona, mobilnya sedikit terlambat karena terhalang lampu merah di tengah jalan tadi. Daniel masuk ke dalam toko dan tidak sengaja mendengar ucapan tante Mona yang menyangka kalo Aldo adalah tunangan Tasya hanya tersenyum senang mendengarnya.
“baiklah tante tinggal dulu sebentar, kalian bisa memilih-milih dulu” tante Mona meninggalkan Tasya, Arinda, Maya dan Aldo. Daniel lalu menghampiri Tasya dan Arinda yang sedang melihat-lihat cincin,
“belum sayang, aku masih bingung dengan modelnya yang harus bagaimana. Semuanya terlihat-cantik-cantik” Tasya kebingungan melihat cincin yang berderet di estalase toko itu.
Para pegawai toko yang mayoritas perempuan terpesona dan terpana melihat sosok Daniel, tante Mona segera menghampiri Daniel yang berdiri di samping Arinda,
“tuan Arsenio, suatu kehormatan anda datang ke toko kami. Ada yang bisa kami bantu?” Sambut tante Mona.
“ya, saya ingin melihat rancangan cincin pernikahan” Daniel menatap ke arah Arinda yang melihat-lihat bentuk cincin yang terlihat cantik.
“anda akan menikah?” tante Mona terkejut mendengar permintaan Daniel yang masih menatap Arinda. Tante Mona melihat Arinda dan Daniel bergantian, dia menyangka jika tunangan Daniel adalah Arinda.
“jadi anda akan menikah dengan Arinda, iiisss si Ariin malah boong ama tante bilangnya bukan, ini tuan Daniel sendiri yang bilang mo merit” Tante Mona langsung menceramahi Arinda yang di sangkanya berbohong. Arinda terkejut saat tante Mona menyangka jika dirinya adalah tunangan Daniel.
“bu bu bu...” Arinda yang ingin menyanggah anggapan Tante Mona langsung di potong oleh Daniel yang tersenyum senang dengan ke salah pahaman tante Mona.
__ADS_1
“tentunya anda akan memperlihatkan rancangan terbaik di toko ini bukan” Daniel langsung meminta tante Mona untuk memperlihatkan cincin dengan rancangan terbaiknya. Tante Mona lalu mohon izin untuk mengambil rancangan cincin terbaik di tokonya.
Para pegawai toko tante Mona tampak galau berjamaah saat mendengar Daniel Arsenio akan menikah, mereka menatap ke arah Arinda yang mereka sangka adalah tunangan Daniel. Kegalauan mereka terobati saat melihat perempuan di samping Daniel terlihat sangat cantik dan serasi dengan Daniel
“gila tunangan tuan Daniel cantik banget”
“eh itu kan mbak yang dari Pearl Stars itu, mereka serasi dan cocok banget berdiri berdampingan gitu. jadi iri deh gue”
“beruntung banget tu cewek, berhasil menaklukkan hati pria paling tampan dan tajir melintir seperti Daniel Arsenio”
Beragam komentar positif di utarakan oleh para pegawai toko yang melihat Daniel dan Arinda. Ingin rasanya Arinda membantah anggapan mereka yang sudah terlalu jauh, dia merasa sangat tidak enak pada Tasya.
Arinda menata heran ke arah Tasya yang terlihat cuek dan hanya fokus dengan cincin di depannya. Tante Mona menghampiri mereka kembali dengan membawa rancangan cincin terbaru, Arinda memilih melihat perhiasan yang lain dan membiarkan Tasya juga Daniel memilih cincin mereka.
Arinda menghampiri Maya yang terlihat asyik melihat perhiasan kalung.
“may,” sapa Arinda yang duduk di sampingnya.
“gimana, udah selesai nyari cincinnya?” Maya hanya fokus dengan perhiasan kalung di depannya.
“sepertinya belum” Arinda melihat ke arah Daniel dan Tasya. Aldo juga memilih menghampiri Arinda dan Maya, dia melihat sebuah perhiasan kalung bertatahkan berlian terlihat sangat cantik.
“mbak bisa liat kalung yang ini nggak?” tanya Aldo pada salah satu pegawai toko.
“bisa tuan” pegawai toko itu segera mengambil kalung yang menarik perhatian Aldo.
“Rin” panggil Aldo, Arinda membalikkan tubuhnya melihat ke arah Aldo yang langsung mengangkat tangan dengan kalung yang di pegangnya. Dia menggantungkan kalung itu tepat di depan Arinda yang menatapnya bingung.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
__ADS_1
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )