Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 150


__ADS_3

area 21+....


*************


Dikamar Arinda dan Daniel, tepatnya di kamar mandi Arinda sedang bersih-bersih dan mengambil koper pakaian yang berisi piama. Arinda sangat terkejut saat melihat lingerie dari yang transparan hingga berbahan dasar sutra. Dia membongkar semua isi koper yang berisi lingerie dengan berbagai macam mode.


“pakaian apaan ini? Aku yakin ini pasti kerjaan Maya” Arinda segera meraih ponselnya dan menelepon Maya.


Namun sayang, ponsel Maya dalam keadaan tidak aktif karena saat ini Maya berada dalam pesawat menuju PS.


“kenapa nggak nyambung gini?” kesal Arinda, berkali-kali dia terus mencoba menelepon namun tetap gagal. Dia lalu mengeletakkan begitu saja ponselnya dengan kesal di meja wastafel.


Mata Arinda kembali menatap sebuah lingerie yang berbahan dasar sutra, mau tidak mau dia terpaksa memakainya.


Baju yang di kenakan Arinda sudah berada di cucian kotor dan basah terkena air, dia melihat ke sekeliling kamar mandi hanya menemukan handuk dan itu pun tidak dapat menutupi lingerie yang di pakainya.


Jubah mandi miliknya tertinggal di luar karena dia terburu-buru masuk ke kamar mandi. Arinda teramat gugup hingga melupakan jubah mandinya yang terlampir di kursi meja rias. Dengan menghela nafas berat, Arinda memakai lingerie yang menurutnya masih layak di pakai.


Arinda menatap dirinya di kaca, jantungnya berdegup sangat kencang. Dia menghirup nafas dan membuang nafas berkali-kali, hingga mendadak seluruh rumah menjadi gelap gulita.


Arinda meraba-raba mencari stopkontak, di cobanya menghidupkan berkali-kali namun tetap tidak menyala,


kenapa tiba-tiba mati lampu sih...


Arinda meraba-raba dinding berjalan ke arah wastafel.


Dia kembali mendekat ke meja dekat wastafel mencari keberadaan ponselnya yang di letakkannya secara sembarangan karena kesal pada Maya.


Dia tidak dapat menemukan ponselnya, akhirnya memilih keluar dari kamar mandi dan memanggil Daniel.


Setelah Daniel minum air putih, dia teringat ada beberapa file dalam mobil yang lupa di turunkannya. Dia lalu membuka pintu bertepatan saat salah satu bodyguardnya akan mengetuk pintu memberikan file yang tertinggal di mobil.


“tuan muda... ini saya ingin memberikan ini pada anda. O ya tuan tadi ada pemberitahuan dari resort jika akan ada pemadaman listrik sementara tuan” jelas bodyguard pada Daniel sambil menyerahkan file miliknya.


“kenapa?”


“ ada sedikit kerusakan dan segera di perbaiki oleh teknisi. Jadi, kami sudah menyiapkan genset, tuan muda” jelas bodyguard lagi,

__ADS_1


“hmm” Daniel menanggapi dingin lalu menutup pintu menuju tangga, tepat saat akan menaiki anak tangga lampu rumahnya padam.


“Daniiieel” panggil Arinda berjalan sambil meraba-raba, Daniel menyalakan lampu senter di ponselnya segera dia menuju kamar.


“Daniieeel” panggil Arinda sekali lagi,


“iya sayang” jawab Daniel membuka pintu kamar lalu menutupnya. Lampu senter dari ponselnya menyorot ke arah Arinda yang menghalangi matanya dari silau lampu senter dengan tangannya. Daniel mengetahui posisi Arinda yang berada di dekat Ranjang,


“Daniel,” panggil Arinda lagi,


“maaf sayang” Daniel mengarahkan cahaya ponselnya ke lantai.


“kenapa gelap begini?”


“ada sedikit kerusakan pada pembangkit listriknya. Jadi, bodyguard sudah menyiapkan genset dan mungkin sebentar lagi lampu akan menyala”


Lampu kembali menyala, Arinda merasa tenang saat melihat kamar kembali terang. Daniel terpana saat melihat penampilan Arinda yang menggunakan lingerie, terlihat sangat seksi.


Daniel meneguk kasar air liurnya saat melihat Arinda dengan rambut di sanggul asal-asalan, leher putih di hiasi tanda kissmark darinya. Arinda melangkahkan kakinya menuju tombol lampu utama untuk menghidupkan lampu tidur yang minim penerangan. Arinda sudah terbiasa tidur dengan lampu yang minim penerangan.


Dia lalu mendekati ranjang, menatap heran pada suaminya yang bernafas tidak beraturan di iringi dengan degupan jantung yang berdetak kencang, Arinda menatap Daniel yang sedari tadi terus menatap dirinya.


Tangan Arinda memegang keningnya mencoba merasakan apakah Daniel sakit atau tidak. Daniel malah meraih tangan dan menariknya hingga Arinda berada dalam pelukannya dengan kedua tangannya di dada bidang suami membuatnya sedikit terkejut, dia mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda,


“kamu dengan berpakaian seperti ini apakah ingin memberi tahuku jika aku boleh mengambil hak ku malam ini?” Daniel menatap wajah Arinda dengan nafas yang tidak beraturan dan sebelah tangannya membelai lembut pipi hingga bibir Arinda yang pink natural. Tangan Arinda dapat merasakan degupan jantung Daniel yang sama persis dengan miliknya,


Arinda teringat jika dia memakai lingerie sedari tadi, mata indahnya menatap wajah tampan Daniel. Perlahan-lahan Dia menundukkan pandangannya, merasa malu dan gugup. Arinda sadar akan sangat berdosa jika dia menolak keinginan suami, dia menganggukkan kepalanya dengan perlahan-lahan dengan wajah yang semakin merona.


Mendapat lampu hijau, Daniel tersenyum senang dan kembali mendekatkan wajahnya ke telinga istrinya,


“aku akan melakukannya dengan lembut, mungkin akan terasa sedikit sakit...” Daniel mulai mengecup kening Arinda dengan lembut, kedua matanya lalu pipinya. Sebelum Daniel mencium bibir istrinya dia berbisik di telinga Arinda


“Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa"


Lalu Daniel memulai Aksinya dengan mengecup lembut bibir Arinda, kecupan itu berubah menjadi pagutan. Kedua mata mereka terpejam menikmati sensasi ciuman yang berbeda dari biasanya. Lidah Daniel mulai mengabsen setiap detail yang ada dalam mulut Arinda, kedua tangannya membelai lembut punggung Arinda.


Kedua tangan Arinda mencengkeram baju kemeja putih yang di pakai suaminya. Daniel lalu mengarahkan tangan Arinda untuk membuka kancing baju kemeja, satu persatu kancing baju terbuka. Dengan tetap memagut bibir Arinda Daniel melepaskan kemejanya dan membiarkannya tergeletak di lantai kamar.

__ADS_1


Daniel perlahan melepas pagutannya, mata Arinda terlihat sayu dengan nafas yang tersengal-sengal. Tangan Daniel menarik lingerie Arinda ke arah atas memperlihatkan tubuh Arinda yang hanya memakai pengamanan terakhir.


Perlahan-lahan Daniel mendudukkan Arinda dan merebahkannya ke atas ranjang dengan taburan kelopak bunga mawar di atasnya. Arinda menarik nafas panjang, itu terlihat sangat jelas saat dadanya naik turun berirama. Kedua tangannya menyilang mencoba menutup aset miliknya yang masih tertutup lapisan pengamanan terakhir, Daniel membuka ikat pinggang melepaskan celana yang di pakainya. Menyisakan satu pengamanan terakhir ditubuhnya, dia menatap tubuh indah istrinya terlihat memesona di antara kelopak bunga mawar. Dengan wajah merona semerah kelopak bunga mawar yang menghiasi ranjang mereka.


Daniel merebahkan tubuhnya di atas tubuh Arinda, kedua tangannya meraih kedua tangan Arinda menarik hingga ke atas kepalanya. Bibirnya kembali memagut lembut bibir Arinda, tangan kirinya mencoba melepaskan satu pengamanan di area perbukitan.


Pengamanan itu terlepas hingga memperlihatkan perbukitan yang belum terjamah oleh Daniel. Bibirnya kini mengecup setiap jalan meninggalkan tanda kissmark di leher putih Arinda, bibir itu mulai menyusuri perbukitan dengan menghisap, menggigiti lembut dan membersihkan dengan lidah memberi tanda jika ini adalah miliknya seorang. Membuat si empunya perbukitan mengeluarkan suara yang terdengar begitu menggoda di telinga Daniel. Tidak hanya puas dengan satu perbukitan, kini Daniel bermain-main dengan perbukitan yang lain juga memberikan sensasi hingga si empunya memegangi wajah suaminya menatap lembut dan kembali menerima ciuman lembut di bibir itu.


Tangan Daniel mulai menggenggam dan bermain dengan memijat kedua perbukitan itu. Dia melepaskan pagutannya perlahan, sebelah tangannya mulai melepaskan pengamanan terakhir milik Arinda dan juga miliknya. Tangan Daniel bermain di sebuah lembah yang lembab dan memiliki gua sangat licin juga basah namun masih tersegel rapat.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


author halu part 2



Emak Maya....



Dr. Sean...



Davira Arsenio...

__ADS_1



Arvin


__ADS_2