Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 75


__ADS_3

Aileen keluar dari kamar tamu dengan pertanyaan besar di benaknya. Seorang maid menghampirinya memberi tahu jika dokter yang ditelepon Sean sudah datang dan saat ini Sean sedang menemani dokter perempuan itu diruang tamu .


Aileen lalu menyuruh maid untuk mengantar dokter perempuan itu ke kamar tamu untuk memeriksa Arinda.


“terima kasih Hana, udah datang kemari,” ucap Sean pada dokter perempuan bernama Hana.


“iya, tapi gue heran lu kan juga dokter. Kenapa bukan lu yang langsung ambil tindakan? Kenapa ku malah manggil gue? Masih untung laki gue masih bangun dan berbaik hati nganterin gue kemari” cerocos dokter Hana heran.


“Ntar lu liat dan ngerti kenapa gue musti manggil lu ke sini. Ayo ikut gue” kata Sean mengajak dokter Hana menuju kamar Tamu.


Aileen masih berada di depan pintu kamar tamu melihat Sean datang menghampiri dengan dokter perempuan.


“Tan, ini dokter Hana yang akan memeriksa Arinda” kata sean,


“Mari silahkan masuk dok” Aileen mempersilahkan dokter Hana masuk ke kamar tamu.


Dokter Hana melihat seorang pria tampan yang duduk tenang di samping seorang perempuan Cantik yang tampak tertidur pulas. Dia juga melihat Davira yang duduk di tempat tidur di bawah kaki Arinda.


Dokter Hana sempat terpana sejenak melihat ketampanan pria yang duduk di samping tempat tidur, terlihat begitu mengkhawatirkan perempuan yang tertidur lelap di hadapannya.


Davira berdiri melangkah menghampiri Aileen memberi ruang untuk dokter Hana memeriksa Arinda.


“Dan, ini teman sejawat gue dokter Hana” kata Sean memperkenalkan dokter Hana pada Daniel.


Daniel melepaskan sebelah tangan kanannya yang menggenggam tangan Arinda menjabat tangan dokter Hana. Tangan kiri Daniel masih tetap menggenggam tangan kanan Arinda.


Daniel Arsenio jadi Sean temannya Daniel Arsenio. CEO yang terkenal dingin dan nggak Ada ampunnya dengan lawan bisnis kata dokter Hana dalam hati.


“Saya akan memeriksanya” kata dokter Hana, dia lalu mengeluar stetoskopnya dan mulai memeriksa Arinda. Dia akan membuka beberapa kancing piama Arinda langsung di cegah oleh Daniel.


“Sebentar dokter” kata Daniel, dia langsung menatap tajam ke arah Sean. Mendapat tatapan seperti itu, Sean menghela nafas dan membalikkan tubuhnya untuk tidak melihat ke arah Arinda yang di periksa.


Aileen dan dokter Hana terkejut dengan sikap Daniel


Ini gue nggak salah liat, CEO yang terkenal dingin nggak hanya dengan lawan bisnisnya juga terkenal dingin ama cewek, sebegitu posesifnya ama ini cewek guman dokter Hana heran melihat sikap Daniel.


Daniel senantiasa duduk di samping sambil menggenggam tangan Arinda,

__ADS_1


“Vira, apa hanya perasaan mommy saja atau kakakmu ini sangat posesif terhadap Arinda?” tanya Aileen melihat ke arah Daniel yang masih duduk di samping Arinda.


Davira hanya tersenyum melihat tingkah laku kakaknya tanpa menjawab pertanyaan dari Aileen.


Dokter Hana membuka kancing paling atas piama Arinda, lalu memasang stetoskop ke telinganya menempelkan benda dingin itu ke dada Arinda. Daniel menatap wajah Arinda dengan tatapan penuh kasih sayang, dokter Hana dapat melihat hal itu. Dokter Hana melihat ada bagian dada Arinda yang terlihat memerah, dia ingin membuka beberapa kancing lagi untuk memeriksa.


“Sebentar Dokter” kata Daniel, telinga Daniel terlihat memerah walaupun wajahnya terlihat dingin dan datar. Dari sikap Daniel, Dokter Hana menyimpulkan jika saat ini Daniel merasa malu dan canggung.


Daniel meletakkan tangan Arinda di samping tubuhnya, lalu melangkah pergi menarik lengan Sean untuk keluar dari kamar tamu. Aileen hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Daniel yang menurutnya aneh dan berlebihan.


Kini Daniel dan Sean berdiri di depan pintu, mereka berdua mendapat tatapan aneh dari Michael, Darren, Ansel dan Arvin.


Aileen menghampiri dan duduk di tempat Daniel duduk sebelumnya. Dokter Hana membuka lebar piama dan memperhatikan tanda merah ke hijau hijauan di bagian dada Arinda. Dokter Hana juga melihat bekas merah di kedua pipi Arinda.


“Sepertinya nona ini telah di lecehkan, apakah anda mengetahui ini” tanya Dokter Hana tegas.


Aileen dan Davira saling berpandangan, mereka lalu menceritakan apa yang terjadi pada Arinda yang hampir saja di rudapaksa oleh penjahat yang seharusnya akan menculik Davira.


Dokter Hana lalu melihat tangan kiri Arinda yang di balut menggunakan kain. Dia lalu mengambil gunting di dalam tas dokternya lalu menggunting kain yang menutupi luka di tangan kiri Arinda.


“Nona bisa anda menekan luka ini sebentar” kata dokter Hana pada Davira lalu naik ke atas tempat tidur menekan luka Arinda. Dokter Hana kembali memeriksa bagian tubuh yang lain, terdapat beberapa memar di punggung.


Dokter Hana memasang sarung tangan dan dia mulai memastikan sesuatu dibawah sana. Sebuah senyuman terkembang di wajah Dokter Hana jika perempuan yang di periksanya masih suci.


“bagaimana dokter?” tanya Aileen.


“Sejauh pemeriksaan saya, nona ini baik-baik saja. Dan hanya mengalami luka memar, saya akan memberikan salep untuk luka memarnya” kata dokter Hana mulai merapikan piama Arinda dibantu Aileen.


Dokter Hana mengeluarkan jarum suntik, botol bius berukuran kecil, serta beberapa alat lainnya.


“Nyonya Aileen bisa saya meminta wadah, luka nona ini harus segera saya rawat. Takutnya akan infeksi jika di biarkan terlalu lama” kata dokter Hana.


“baik dokter” Aileen meraih telepon di samping nakas menghubungi maid untuk membawa tempat wadah ke kamar tamu.


Maid datang dengan membawa mangkuk kaca cukup besar ke kamar tamu, Daniel masih senantiasa berdiri di depan pintu bersama Sean. Dia ingin masuk ke dalam kamar Tamu,


“Lu mau kemana?” tanya Sean pada Daniel

__ADS_1


“Aku ingin masuk”


“lu di sini saja ama gue, biar Hana, tante Aileen dan Davira yang mengurus Arinda” cegah Sean


Daniel menatap tajam pada Sean yang mencegahnya masuk,


“lu mau ke ulang lagi kejadian seperti tadi” ucap Sean mengingatkan Daniel yang hampir saja melihat aset pribadi dan tentunya belum boleh untuk di lihatnya.


Telinga Daniel kembali memerah teringat saat Dokter Hana membuka piama Arinda, Sean menyadari hal itu.


“Nggak nyangka gue” kata Sean


“Nggak menyangka apa?” tanya Daniel.


“Kalo lu juga bisa berpikiran mesum” kata Sean santai.


Plaaak....


Sebuah pukulan mendarat di belakang kepala Sean.


“Aaawww...” Sean memegangi kepalanya yang terkena pukulan Daniel lalu melihat ke arahnya. Wajah Daniel kini kembali dingin dan datar, Sean hanya senyum senyum sambil mengelus kepalanya


Gue senang liat lu bahagia Dan, akhirnya hati lu yang dulu beku kini mencair berkat Arinda yang berhasil meluluhkan hati seorang Daniel guman Sean melihat Daniel.


Dokter Hana dengan telaten mengobati kembali tangan Arinda, dia meminta maid mengisi wadah kaca dengan air hangat untuk membersihkan luka di tangan Arinda.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2