Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 79


__ADS_3

It's been a long day without you, my friend


And I'll tell you all about it when I see you again (I'll see you again)


We've come a long way (yeah, we came a long way) from where we began


(You know what we started


Oh, I'll tell you all about it when I see you again (I'll tell you)


When I see you


Terdengar notifikasi panggilan masuk di ponsel Arinda yang berada di sampingnya. Arinda menatap layar ponselnya tertulis nama Maya di sana


“Sebentar ya Vir” kata Arinda meraih ponselnya, Davira tersenyum lalu melanjutkan membalut perban di tangan Arinda.


“Assalamualaikum...”


“astaga naga, Arinda Anindira.... Lu udah selamat malah nggak hubungi akika, lu tau akika udah semalaman nungguin kabar dari lu. Kuatir akika....” omelan panjang kali lebar dari Maya membuat Arinda sedikit menjauhkan ponsel dari telinganya.


Davira menatap Arinda


“Kok teleponnya di jauhin kak” tanya Davira heran


“Arinda, tu suara cewek dari mana? Lu di mana sekarang? Kenapa lu nggak kasih kabar? Trus gi mana ama penjahatnya?” tanya Maya datang bertubi-tubi membuat Arinda bingung menjawabnya.


“Aduuuuh maaaak. Kalo mau nanya itu satu-satu dong, gimana gue mau ngejawab kalo nanya udah kayak Shinkansen nggak ada titik komanya” Arinda mendekatkan kembali ponsel miliknya.


“ya udah sekarang lu di mana, biar akika samperin sekarang” tanya Maya kuatir.


“Nggak usah deh may, gue sekarang lagi di rumahnya Davira”


“Davira... Davira? Davira Arsenio, lu di rumahnya Arsenio sekarang...” maya kembali komentar panjang lebar membuat Arinda mematikan langsung ponselnya.


“Loh kok mati?” tanya Maya melihat layar ponselnya sudah kembali ke menu ponselnya.


“Dasar hawa satu ini, seneng banget metong telepon dari akika. Telepon Cantika dulu ngasih tau dia kalo tu hawa udah selamat” kata Maya berbicara sendiri, dia lalu menghubungi Cantika dan memberitahu jika Arinda sudah selamat dan sekarang ada di kediaman Arsenio.


Cantika memberitahu Maya jika dia sudah tahu kalau Arinda sudah selamat dan menginap di sana.

__ADS_1


“kenapa ye nggak ngasih tau akika,Cantika?akika kan juga kuatir ciin?” kata Maya.


“sorry may, semalam sudah dapet kabar kalo Arin baik-baik aja. Aku langsung tidur jadi lupa buat ngasih tau kamu” kata Cantika.


“Ooooo begindang, ya udah deh. Akika mo luluran dulu” kata Maya langsung mematikan sambungan teleponnya.


Cantika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menatap ponsel yang sudah kembali ke menu utama ponsel miliknya.


Davira sudah selesai membalut luka Arinda lalu mengajaknya untuk sarapan bersama.


“Kak ponsel kak Arin bagus ya, beli di mana?” tanya Davira sambil melangkah ke arah pintu.


“Oh ini, ponsel aku yang dulu rusak jadi Sean mengganti dengan yang ini”


“Kak Sean?”


“Ponsel aku nggak sengaja rusak ama Sean, trus dia nitip ke tuan Daniel buat ngasih ke aku karena dia sedikit sibuk” jelas Arinda


Oooo jadi kak Dan bohong sama kak Arinda kalo ponselnya rusak dan di ganti baru trus couple gitu. Duuuh kakak ku ini romantis banget Kata Davira dalam hati sambil membuka pintu.


Karena terlalu lama, Aileen menyusul Davira dan Arinda ke kamar tamu. Saat dia akan mengetuk pintu, pintu itu terbuka.


“Mommy... Kenapa?” tanya Davira


“Alhamdulillah sudah nyonya, terima kasih atas pertolongan nyonya dan keluarga nyonya” kata Arinda


“Arinda...pertolongan kami ini tidak sebanding dengan pertolongan dan budi baikmu. Jika tidak ada kamu entah bagaimana nasib Davira dan Omanya anak-anak” kata Aileen tersenyum ramah pada Arinda.


Dia sangat menyukai sifat Arinda yang sopan dan tulus. Aileen semakin menyukai Arinda semenjak melihat bagaimana posesif dan perhatian Daniel pada Arinda, membuatnya paham jika Arindalah perempuan yang sudah memenangkan hati putranya.


“mulai sekarang jangan panggil nyonya, panggil mommy saja seperti Davira” kata Aileen lagi membuat Arinda terkejut.


“maksudnya nyonya?” tanya Arinda kebingungan.


Aileen tersenyum pada Arinda ,


“Aku akan lebih senang jika kamu memanggil ku mommy seperti Davira, kamu sudah ku anggap seperti putriku sendiri. mau kan?” tanya Aileen.


“maaf nyonya... sepertinya permintaan Anda tidak bisa saya turuti. Karena hal ini akan membuat saya merasa canggung, maaf sekali lagi jika saya sudah tidak sopan dan menyinggung nyonya” kata Arinda sopan.

__ADS_1


Aku semakin menyukai gadis ini, tidak hanya cantik, baik dia juga sopan dan tau menempatkan diri. Jika gadis lain tidak akan malu-malu langsung mengambil kesempatan ini guman Aileen dalam hati.


“Mom kalo kak Arin merasa canggung, kak Arin bisa manggil mommy tante. Seperti teman-temannya kak Dan” usul Davira di sambut baik Arinda.


Aduuh Davira ini nggak tau sikon apa. Mommy sengaja lagi sayang, biar Arinda bisa secepatnya jadi menantu mommy, kata Aileen kesal dalam hati.


“ jika mengobrol di sana terus, kapan Arin bisa sarapan bersama kita? Semua sudah menunggu kalian tapi kalian belum juga datang!” kata oma Ayu ikut menyusul.


“maaf ma, keasyikan ngobrol sama Arin lupa kalo semua udah nugguin kita” kata Aileen.


“Arin, sini... Ayo kita sarapan bersama” ajak oma Ayu,


Arinda menghampiri oma Ayu dan menggandeng tangannya menuju ruang makan bersama.


Diruang makan semua sudah berkumpul, oma Ayu meminta Arinda untuk duduk di sampingnya. Daniel terpana melihat Arinda terlihat cantik dan manis dengan pakaian yang di kenakannya.


Arinda melihat kursi di sebelah oma Ayu bersebelahan dengan Daniel, karena tidak ingin membuat oma Ayu sedih Arinda terpaksa duduk di samping Daniel.


Jantung Arinda berdegub kencang, teringat kejadian saat dia memeluk erat Daniel. Dia lalu meminum air putih yang di hidangkan untuknya untuk menetralkan degub jantungnya.


“mommy harap kamu suka dengan makanannya Rin. o ya apa kamu mau makan yang lain, sayang? biar mommy suruh maid membuatkannya” kata Aileen pada Arinda sukses membuat semua orang hampir tersedak dengan makanan mereka. Kecuali Daniel dan oma Ayu yang tersenyum senang dengan perkataan Aileen.


Arinda terbatuk batuk tersedak oleh minuman yang di minumnya, Daniel membantu Arinda dengan mengusap usap lembut punggungnya penuh perhatian.


Aileen menatap heran dan bingung pada semua menatap heran padanya


“Mom, tadi bilang apa?” tanya Michael.


“loh emang salahnya di mana Dad, kan Arin udah seperti putri kita sendiri” kata Aileen dengan penekanan kata di kata putri sendiri membuat Michael sedikit bingung.


Dengan kode mata Aileen menyuruh Michael untuk melihat Daniel dan Arinda. Michael menatap ke arah dua sejoli itu, dia melihat betapa besar perhatian Daniel pada Arinda. Dia tersenyum senang dan mengerti dengan maksud Aileen istrinya.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊

__ADS_1


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2