Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 59


__ADS_3

“ciyus?” tanya Maya di angguki Cantika.


Arinda baru selesai menjelaskan tentang acara pesta pada anggota teamnya. Cantika dan Maya mengikuti Arinda ke ruangannya.


“Rin, ciyus tu si tuan Daniel minta acaranya di buat di hotel keluarganya?” tanya Maya


“ya gitu deh mak. Kayaknya tuh tuan Daniel sentimen ama gue,” kata Arinda


“Sentimen, gi mana maksud kamu Rin?” tanya Cantika.


Arinda menghela nafas panjang, dia menatap ke arah Cantika dan Maya. Arinda lalu menceritakan kejadian hari ini saat di perusahaan Daniel tadi.


“Aduuuuh Ariiiin, kenapa sih ye polos banget? Gemes deh akika ama ye” kata maya gemes dengan Arinda.


Cantika tersenyum senang saat mendengar cerita Arinda,


“Polos maksudnya pa sih nggak ngerti gue”


“Arinda Anindira, lu nggak pernah pacaran ama jatuh cinta ya?” tanya Maya semakin gemas dengan Arinda.


“Jatuh cinta???” Arinda kini menyadari jika dirinya belum pernah pacaran alias jomblo sejati. Walaupun dia memiliki paras yang cantik, Arinda belun pernah pacaran dan jatuh cinta. Dia lebih fokus bekerja untuk membiayai keluarga dan dirinya sendiri, semenjak Ayahnya meninggal arinda menjadi tulang punggung keluarganya.


Arinda tidak pernah mengizinkan adiknya Ifan untuk membantunya mencari uang. Bagi Arinda ini adalah kewajibannya sebagai kakak.


“Pantesan aja lu nggak menyadari kalo tuan Daniel itu suka ama lu. Dan lu sendiri juga suka ama dia” kata Maya.


“Hahahaha Maya lu becanda, nggak akan mungkin seorang Daniel Arsenio CEO terkenal dan tajir jatuh cinta ama gue yang se level debu di sepatunya. Gue tau diri Maya, nggak akan mungkin itu” kata Arinda.


“Betul kata Maya Rin, dari sikap dan cerita kamu. Kita aja tahu kalo Daniel memiliki perasaan lebih untukmu” kata Cantika.


“Trus sikapnya berubah dingin saat lu nuduh dia mau balas dendam. Cowok mana sih yang nggak akan kesal kalo lu nuduh kayak gitu, secara dia bilang kalo dia ingin lo selamanya berada di sisinya” Maya kesal dengan Arinda.


“jadi menurut lu, tuan Daniel itu marah karena gue udah nuduh dia. Bukan karena mau bales dendam ama gue” tanya Arinda


“Iya Arinda Anindira” kata maya dan Cantika kompak


“Baguslah kalo dia marah” kata Arinda santai.


“Loh kok, kamu malah santai begitu Rin. Apa kamu senang kalo dia bakalan jauhin kamu?” tanya Cantika heran.

__ADS_1


“mbak, di kota J masih banyak cewek cewek yang lebih dari Arin yang se level ama tuan Daniel. Kalo pun Arin emang suka ama dia, apa ortunya dan keluarga yang lainnya bakalan setuju? Apalagi dengan latar belakang Arin yang seperti langit dan bumi. ” kata Arinda


Maya dan Cantika diam, mereka juga membenarkan apa yang dipikirkan Arinda. Suatu hubungan itu tidak akan mungkin selamanya akan berstatus pacaran, suatu saat status itu akan berubah menjadi pernikahan. Keluarga Arsenio merupakan keluarga terpandang dan terkaya di kota J,


“ kalaupun emang Arin jatuh cinta ama tuan Daniel, lebih baik perasaan ini Arin kubur dalam dalam mbak” kata Arinda kembali ke meja kerjanya.


“Rin, jujur ya ama Akika, sebenarnya lu ada trauma apa sih. Ampe lu mau tuan Daniel jauhin lu?” tanya Maya.


Arinda diam menatap Maya dan Cantika, dia menghela nafas panjang. Arinda lalu menceritakan masa lalunya saat dia di hina dan di caci maki depan umum, saat ibunya sakit oleh orang tua sahabatnya yang kaya. Arinda di fitnah memoroti uang anaknya, dan menjadi perempuan bayaran.


Saat itu kabar Arinda sebagai perempuan bayaran tersebar di kampus Arinda. Pihak fakultas pun menyidang Arinda untuk mengetahui kebenarannya, pihak kampus menemukan bukti jika Arinda bersih dan bukanlah seperti yang di tuduhkan.


“alhamdulillah pihak kampus mau menyelidiki kasus itu, dan memberi keadilan untuk Arinda” cerita Arinda.


“Trus lu tau siapa yang nyebarin fitnah itu?” tanya Maya kesal.


“Dari penyelidikan pihak kampus di ketahui kalo nyokapnya Aldo bayar orang buat fitnah gue” kata Arinda


“Iiiis, tu emak emak ya, mulutnya nggak pernah di kasih cabe setan. Kalo ketemu ama Akika bakalan akika kasih tu mulut emak emak cabe setan ama tawon. Biar tu mulutnya bengkak sekalian” Maya sangat kesal dan geram mendengar cerita Arinda.


“Karena itu lah mbak, Arin nggak ingin berharap pada sesuatu yang semu. Setiap orang tua menginginkan anaknya mendapatkan perempuan yang baik dan selevel dengan mereka” kata Arinda


“Arin tau mbak, tapi Arin nggak ingin buat mama Arin sedih lagi. Mama sudah cukup menderita saat ortunya Aldo datang ke rumah sakit saat itu” kata Arinda, setetes butiran bening terjatuh dari mata Arinda.


Maya mengambil kursi kerja miliknya lalu menyeret dan meletakkannya di samping Arinda. Dia lalu duduk di kursi Arinda, lalu memeluk Arinda dari samping.


“Udah dong Rin, jangan nangis. Ntar akika juga ikut nangis” hibur Maya.


Cantika berdiri di samping Arinda memegang pundak Arinda.


“Percayalah Rin, saat badai menghampiri akan ada pelangi setelahnya” kata Cantika menghibur Arinda.


”makasih ya may, mbak. Arin bahagia berada di samping orang-orang menyayangi Arin” kata Arinda.


Mereka berpelukan seperti teletabies, saling memberi kekuatan dan dukungan.


Terdengar notifikasi pesan masuk dari smartphone mikik Arinda.


“Wuiiih canggih, ponsel baru ya Rin?” tanya maya merebut ponsel Arinda,

__ADS_1


“iya mak, di ganti ama dokter Sean. Ponsel yang lama udah rusak” kata Arinda, maya melihat merk ponsel itu dan iseng-iseng browsing.


“Nitip bentar ya, gue mo ke toiler dulu” kata Arinda berjalan menuju toilet.


Mata maya terbelalak saat melihat browsing di ponsel miliknya, dia pun tertegun menatap ponsel Arinda di tangannya, cantika yang duduk di kursi Arinda menatap ke arah Maya.


“May kamu kenapa?” tanya Cantika.


“Tika, kamu tau ponsel Arin ini, ponsel limited edition couple. Kamu tahu harganya?” tanya Maya,


Cantika menggeleng, Maya lalu memperlihatkan browsingnya ke Cantika. Mata Cantika ikut terbelalak saat melihat angka-angka yang tertera di layar ponsel milik maya.


“li....li...lima milyar, ponsel couple yang limited edition harganya lima miliyar” Cantika dan Maya tertegun melihat ponsel Arinda yang masih di tangan Arinda. Dengan begitu hati hati Maya meletakkan ponsel Arinda ke atas meja.


“Tika, menurut lu apa mungkin Dokter Sean membeli ini ponsel?” tanya Maya masih menatap ponsel Arinda.


“Aku nggak yakin may, tapi aku merasa ponsel ini....” Cantika menghentikan ucapannya dan melihat ke arah Maya.


“Daniel Arsenio” mereka kompak menyebut nama Daniel.


“Akika yakin 2000% nih ponsel pasti Daniel yang ngasih. Sungguh beruntung banget Arinda di sukai ama idola akika” kata Maya.


Arinda baru datang dari toilet, dia meraih ponsel miliknya memeriksa pesan yang belum sempat dia lihat. Maya dan Cantika menatap ke arah Arinda yang sibuk membalas pesan.


*************


Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"



terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2