Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 293


__ADS_3

“Oma tahu, kalian begitu hormat dan menyayangi oma. Tapi kali ini oma ingin kalian mengatakan sejujurnya pada oma, jangan ada lagi sesuatu yang kalian sembunyikan” Oma Ayu menyadari sikap aneh Arvin dan Ansel.


Arvin dan Ansel masih terdiam, mereka benar-benar kebingungan harus mengatakan yang sebenarnya apa tidak.


“Arvin, oma tahu kamu adalah anak yang selalu berkata jujur. Katakan sebenarnya keadaan Arin” Oma menatap Arvin dan memberi tekanan padanya. Tatapan intimidasi oma Ayu membuat Arvin dilema dan semakin bingung, mau tidak mau dia akhirnya mengatakan keadaan Arinda sebenarnya.


Arvin menceritakan kronologi dari Arinda di culik oleh Richard hingga menderita luka tembak di bahunya serta Evan yang juga terkena luka tembakan melindungi Daniel.


“...dari yang Arvi dengar Arin harus operasi sesar untuk menyelamatkan babynya, baru setelahnya melakukan operasi untuk mengangkat peluru di bahunya. Evan saat di bawa kesini sudah tidak sadarkan diri dan dalam kondisi yang kritis juga” Jelas Arvin.


Oma Ayu merasa sangat sedih dan cemas dengan kondisi Arinda, hampir saja dia jatuh pingsan namun segera di tahan dan di dudukkan oleh Aileen di bangku ruang tunggu.


Ansel segera mengambil air putih hangat untuk oma Ayu untuk menenangkannya.


“ma.... sebaiknya Aileen minta body guard untuk mengantar mama pulang ya. Biar mama bisa istirahat dengan nyaman di mansion” ujar Aileen khawatir.


“tidak Leen, mama mau di sini. Menunggui Arinda dan cicit mama sebentar lagi akan lahir, juga Evan yang sekarang berada di ambang pintu kematian” Oma Ayu sangat sedih. Ifan mendengar cerita Arvin merasa sangat marah pada Richard yang sudah menyakiti Arinda, ingin sekali dia menghajar pria itu sekarang juga.


“di mana bajingan itu bang Arvin?” Tanya Ifan dengan tangan terkepal kuat, dia sudah tidak sabar untuk menghajar pria itu.


“ Tenang Fan, lu jangan gegabah. Cowok gila itu sudah di tangkap oleh pihak yang berwajib, dia akan mendekam di penjara untuk waktu yang lama” Arvin menenangkan Ifan.


Tampak raut penyesalan dan sedih di wajah Ifan,


“ sudahlah Fan... sekarang lebih baik lu do’akan Arin agar di beri keselamatan untuknya dan juga calon ponakan lu...” belum selesai Arvin berbicara, seorang perawat tampak keluar dari ruang operasi Arinda. Wajahnya terlihat panik dan terburu-buru, dia setengah berlari menuju ke tempat stock darah di Arsen medical.


Oma Ayu, Aileen dan Ifan semakin tampak khawatir berharap-harap cemas bagaimana dengan kondisi Arinda dan bayi kembarnya.


“haaaa aaa... hoooaa....haaaa aa... hoaaa aaa” terdengar oleh mereka suara tangisan bayi yang baru lahir.


***


Daniel senantiasa berada selalu di samping Arinda, tangannya menggenggam tangan Arinda yang tampak sangat lemah. Operasi sesar yang langsung di tangani oleh dokter Yuki sedang berlangsung saat ini.

__ADS_1


“dokter denyut jantung pasien melemah. Tekanan darahnya juga menurun” ujar perawat yang bertugas memantau monitor pergerakan denyut jantung Arinda. Davira melihat ke arah layar monitor,


“segera ambil stock darah tipe AB resus negatif” ujar Davira pada perawat itu. Segera perawat itu pergi keluar dari ruang operasi, Daniel tampak cemas dan khawatir saat kondisi Arinda semakin melemah.


Davira menghampiri Daniel yang terus tampak menyemangati Arinda,


“ Kak Dan, buat terus kak Arin tetap sadar dan semangati dia” ujar Davira khawatir. Daniel segera setengah berlutut, bibirnya berada tepat di telinga istrinya.


“sayang... aku tahu kamu kuat, kamu adalah wanita tangguh bidadari di istana kecil kita, sebentar lagi... sebentar lagi kita akan bertemu dengan baby kita... sayang... Kamu kuat” Daniel memanggil-manggil Arinda. Rasa cemburu dan posesif di rasakan Daniel saat dokter Yuki menangani Arinda, namun perasaan itu di abaikannya demi keselamatan istri dan anak.


Dokter Yuki meminta salah satu perawat memijat kantung darah yang tergantung di samping infus lainnya. Seakan mendapat kekuatan baru, Arinda terjaga menanti dan menunggu Dokter Yuki menyelesaikan tugasnya.


“huu... hoaaaaa.... haaaa... hoaaa....aaaa...” terdengar tangisan Bayi yang langsung di sambut oleh perawat untuk segera di bersihkan. Tangisan yang membuat senyuman terkembang di bibir pucat Arinda, kembali Dokter Yuki melakukan tugasnya.


Bayi dengan berjenis kelamin laki-laki itu segera di masukkan ke dalam inkubator, para perawat segera mengurus bayi itu dengan memasang beberapa alat di tubuhnya.


Kembali terdengar tangisan bayi kedua yang sama nyaringnya dengan tangisan bayi pertama. Bayi dengan jenis kelamin yang sama dengan bayi pertama, perawat segera melakukan prosedur yang sama dan memasukkan bayi kedua ke dalam inkubator.


Daniel menciumi kening Arinda memberi kekuatan dan semangat untuk istrinya. Tangisan dari bayi kembar yang selama ini sudah sangat mereka rindukan, membawa ketenangan dan kedamaian bagi Arinda juga Daniel.


Dokter Yuki segera mengambil tindakan, dia kembali membantu Arinda mengeluarkan baby Twins ketiga.


“tunggu sebentar” Dokter Yuki bertindak dengan cepat akhirnya berhasil mengeluarkan bayi kembar ketiga yang berjenis kelamin perempuan.


“dokter, kenapa bayi ketiga kami tidak menangis?” tanya Daniel membuat Arinda cemas dan khawatir. Matanya yang sayu menatap ke arah bayi yang masih berada di tangan dokter Yuki.


Davira juga merasa sangat khawatir dengan keadaan ponakannya yang masih belum menangis, beberapa perawat juga tampak khawatir dan cemas. Keadaan hening sebentar, Perlahan-lahan dokter Yuki membalikkan tubuh bayi perempuan Arinda, mengusap punggungnya dan melakukan pemijatan dengan hati-hati. Sebelah tangannya pun melakukan tindakan dengan sedikit memukul bagian pantat bayi Arinda.


“hoooaaaa....hoooaaaa...... aaa..aaaa hooaaa...” akhirnya terdengar suara tangisan dari bayi ketiga Arinda. Tanpa membuang banyak waktu, dokter Yuki segera menyelesaikan pekerjaannya. Membersihkan serta kembali menjahit bekas bagian perut Arinda, dia harus bergegas dan berpacu dengan waktu melihat kondisi Arinda yang semakin melemah.


Perawat kembali dengan wajah tampak semakin pucat dan panik, Ansel pun langsung bertanya pada perawat itu.


“suster, bagaimana dengan keadaan pasien yang akan melahirkan? Kenapa suster terlihat begitu khawatir?” tanya Ansel penasaran.

__ADS_1


“ saya di tugaskan dokter Davira mengambil stock darah untuk pasien, tapi stock darah AB resus negatif kosong. Keadaan pasien begitu lemah, bila tidak segera mendapatkan darah AB resus negatif....” perawat itu terdiam dengan wajah cemas. Mereka yang mendengar penjelasan perawat itu menyimpulkan jika saat ini Arinda dalam kondisi genting.


“suster... Ambil saja Darah saya. Tipe darah saya sama dengan tipe darah Mbak saya” ujar Ifan, dia segera membuka jaket yang di kenakannya bersiap untuk melakukan donor darah.


“Baiklah kalo begitu, mari ikuti saya untuk melakukan prosedurnya” perawat berjalan lebih dulu menuju sebuah ruangan tempat donor darah.


Dokter Yuki menyelesaikan pekerjaannya, Davira menatap stock darah yang tergantung di tiang infus.


“Apakah tambahan darahnya sudah ada?” tanya Davira, dia berusaha untuk tenang agar bisa berkonsentrasi dalam operasi Arinda. Dalam hatinya dia sangat mengkhawatirkan Arinda,


Ya Allah.... Tolonglah aku. Kak Arin sudah banyak kehilangan darah, peluang persen kehidupannya hanya empat puluh lima persen... Gumam Davira dalam hati menatap Arinda yang mulai melemah. Daniel senantiasa selalu berada di samping Arinda, tidak sedetik pun dia meninggalkannya sebentar.


Kebanyakan para ayah akan melihat bayi mereka yang telah hadir di dunia ini, namun tidak untuk Daniel. Dia tidak mau meninggalkan Arinda, nafasnya mulai terdengar melemah walaupun istrinya masih memperlihatkan senyuman manis untuknya Daniel tahu jika keadaan istrinya tidaklah baik.


“Sayang....” Daniel membelai wajah Arinda lembut, mengecup keningnya penuh kasih sayang. para perawat wanita yang melihatnya menjadi baper melihat Daniel begitu mesra dan sangat menyayangi Arinda.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2