Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 201


__ADS_3

“maka dia akan ku buat sepeti ini, siapapun yang menghalangi jalanku akan ku kirim dia ke dunia sana walau pun darah daging ku sendiri” Marcus melirik ke arah Lutfi,


“ayolah Dad, lepaskan dia” Lutfi menatap Marcus dengan memberi kode, Marcus kemudian melepas Jeni. Kini kamera berfokus ke lantai, terdengar suara Jeni yang terbatuk-batuk berusaha mengambil udara sebanyak-banyak mungkin.


Video itu berhenti sampai di sana, Arvin , Ansel dan Yuda hanya terdiam menanti perintah selanjutnya dari Daniel yang menatap rekan-rekannya kembali. Mereka mulai menyusun rencana untuk menghadapi Marcus.


***


Marcus mencari informasi keberadaan Darren, hanya dalam hitungan menit dia bisa mengetahui keberadaannya. Dia pun menyuruh supir untuk melajukan mobil miliknya menuju hotel di mana Darren sedang membicarakan bisnis dengan rekan kerjanya.


Mobil Marcus memasuki pelataran hotel, dia duduk dengan tenang di resturant lalu menyuruh anak buahnya untuk menemui Darren yang baru saja menyelesaikan pertemuannya.


Marcus tersenyum smirk menatap Darren yang berdiri di luar restoran. Darren menatap sejenak ke arah Marcus lalu melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya.


Marcus menatap tajam anak buahnya yang datang hanya sendiri,


“Kenapa kau datang sendiri” Marcus membuat anak buahnya ketakutan.


“tu..tuan.... tuan Darren mengatakan jika ingin menemuinya anda bisa datang ke kantornya. Dia sudah menyuruh asistennya untuk mengantarkan anda ke ruangannya” jelas anak buah Marcus dengan taku-takut.


Sebuah senyuman jahat muncul di bibir Marcus,


“dia memang keturunanku, begitu angkuh dan sombong. Walau bagaimana pun dia adalah pion untuk memuluskan jalankan mengambil kembali milikku”


Marcus berdiri dari kursinya lalu menemui Darren di kantornya. Mata Darren menatap tajam Marcus yang juga balas menatap Darren.


“apa tujuanmu datang kemari? Di mana oma?” Darren dengan langsung mempertanyakan oma Ayu pada Marcus.


“apakah begitu ajaran Michael, kamu akan berkata kasar pada orang tua yang jelas-jelas aku adalah ayah kandungmu” Marcus menatap ekspresi Darren yang terkejut saat mendengar penjelasan.


“apaa... aku adalah putramu? Apakah anda bermimpi? Aku adalah putra tertua dari keluarga Arsenio, aku adalah putra Michael Arsenio” Dareen menegaskan identitasnya pada Marcus yang di balas dengan tersenyum smirk.


“sungguh hebat Michael sudah mencuci otakmu dengan mengatakan jika dia daddy mu. Padahal kenyataannya aku adalah daddymu yang asli” Marcus berdiri dengan angkuh di hadapan Darren yang terlihat kebingungan.


“aku tahu kamu merasa bingung. Tapi ketahuilah nak, aku adalah daddymu yang asli. Michael dengan sengaja mengambilmu dari ku, tidak hanya kamu, dia juga mengambil paksa mommy dan juga harta keluarga yang seharusnya menjadi milik kita” Marcus memulai tipu muslihatnya untuk membuat Darren di pihaknya.

__ADS_1


Tidak hanya membuat Darren menentang Michael, Marcus pun membuat Darren yang masih kebingungan menentang Daniel. Dengan wajah yang di buat sedih, dia memancing kemarahan dan rasa benci Darren kepada keluarga Arsenio.


Marcus juga memberitahu Darren jika dia bukanlah menahan Oma Ayu, tetapi menyelamatkannya dari Michael yang ingin membunuhnya. Marcus dengan begitu lihai membujuk Darren untuk berada di pihaknya.


Marcus membuat perjanjian dengan Darren jika dia mau membantu Marcus untuk mengambil tampuk kekuasaan Arebeon dan seluruh kekayaan Arsenio. Dia akan membantu meyakinkan oma Ayu untuk mau bertemu dengan keluarganya.


“aku akan membantumu, tolong jaga oma dengan baik” Darren memberi keputusan yang membuat Marcus tersenyum senang. Dia selangkah lagi akan berhasil dengan rencananya,


“kamu sudah memutuskan yang terbaik. Aku akan menjaga oma mu dengan baik” Marcus lalu akan melangkah pergi meninggalkan ruangan Darren.


“kenapa... kenapa selama ini anda tidak pernah mencari ku?” Darren menunggu jawaban Marcus.


“selama ini aku di penjarakan oleh Michael yang telah merampas kekasihku, padahal kami saling mencintai namun Michael merebut segalanya dari ku” Marcus melangkah pergi meninggalkan ruangan Darren yang masih terlihat bingung dengan situasi yang berbeda dengan cerita Michael dan Aileen.


Apakah karena aku bukan anak daddy jadi di membuat Daniel menjadi CEO di Arebeon dan hanya menjadikan ku bawahan dari adikku. Jadi selama ini aku sudah di bodohi oleh daddy dan juga adikku? Darren sangat geram, tangannya mengepal kuat teringat dengan semua apa yang di sampaikan Marcus.


Darren melangkah pergi meninggalkan hotel menuju Mansion Arsenio. Dia ingin mendapat jawaban atas pertanyaan yang berputar-putar di benaknya dan jawaban itu hanya bisa di jawab oleh keluarganya.


***


Dia menatap Ranjangnya di mana Vivi tampak tertidur tanpa menggunakan benang sehelai pun. Hanya selimut yang menutupi tubuhnya, masih terlihat jejak sisa-sisa dari pertempuran yang baru saja selesai beberapa menit yang lalu.


Lutfi menggenggam erat gelas wine yang di pegangnya, dia terlihat sangat kesal mengingat pembicaraan Marcus dan Oma Ayu mengenai anak Marcus selain dirinya.


Breng**k untung gue udah memindahkan sebagian saham dan kepemilikan perusahaan ke tangan gue melalui Vivi Lutfi menatap wajah Vivi yang tidur lelap.


Untung saja Vivi mau menolong gue dengan dirinya mengurus perusahaan milik Daddy untuk menjadi milik gue begitu pun mafia bawah tanah yang akan segera jadi milik gue. Secepatnya gue bakalan nyingkirin anak Ha**m itu dari jalan gue untuk menguasai semuanya guman Lutfi sambil menatap pemandangan kota dari balik jendela apartemen.


Let’s kill this love...


Yeah, yeah, yeah, yeah, yeah...


Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum...


Let’s kill this love....

__ADS_1


Rum, pum, pum, pum, pum, pum, pum...


Terdengar ringtone bunyi ponsel milik Vivi yang membuatnya terjaga, dengan malas dia mengangkat telepon yang di layar ponselnya tertulis nama anak buahnya.


“bos kita udah dapat orangnya” lapor anak buah Vivi.


Senyuman indah langsung terkembang di bibir Vivi, dia lalu bangkit dari rebahannya dan mematikan sambungan telepon dari anak buahnya.


Tangan Vivi mulai meraih baju miliknya yang berserakan dan memakainya. Lutfi menatap Vivi yang tanpa malu-malu memakai bajunya di depannya.


“Sayaaang.... Kamu akan kemana?” Lutfi memeluk Vivi dari belakang dia telah selesai berpakaian, dia menciumi tengkuk leher Vivi yang sibuk memakai anting miliknya.


“maaf sayang, ada pekerjaan yang tidak bisa aku tunda, aku harus segera ke sana” Vivi berbalik menatap Lutfi dan langsung memberikan ciuman di pipi Lutfi.


“ kapan aku akan duduk di perusahaan yang sudah kita kuasai?” Tanya Lutfi memeluk pinggang ramping Vivi.


“sabar sayang, setelah kita menyingkirkan batu besar penghalang kita, kamu akan segera duduk di perusahaan yang sudah kita kuasai” Vivi merayu dengan manja pada Lutfi.


“baiklah,” Lutfi kembali mencium bibir Vivi dengan ganas. Lalu dia melepaskan pelukannya, Vivi segera mengambil tas miliknya berjalan keluar apartemen Lutfi.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2