Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 163


__ADS_3

Wajah Arinda kembali merona merah, dia masih belum terbiasa dengan wujud king kobra yang sudah bermain-main dengannya. Daniel mencium gemas pipi istrinya yang merona merah,


“ kenapa kamu masih malu, bukannya kamu sudah tahu dan merasakannya juga” goda Daniel pada Arinda semakin salah tingkah. Dia bangkit dari Ranjang akan melangkah menuju walk in closet, namun Daniel menahan tangannya menarik dirinya kembali jatuh terduduk di pangkuan.


“Danieeeel” Arinda terpekik saat tanpa sengaja tangannya menyentuh king kobra milik Daniel. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda,


“kamu Seperti candu bagiku, membuatku sulit untuk jauh dari mu walau pun hanya sebentar. seperti obat yang membuatku terus tergoda untuk melakukannya” Daniel mencium lembut pipi istrinya,


“sayang... jika seperti ini terus kapan kita akan pergi mencari oleh-olehnya?” Arinda menatap manja Daniel membuatnya tidak bisa menolak keinginan istri yang di cintainya.


“baiklah, tapi tunggu sebentar aku akan menenangkan dia dulu” Daniel akan bangkit dari ranjang menatap Arinda dalam pangkuannya. Dengan mengodekan mata, dia meminta Arinda untuk turun dari pangkuannya.


Arinda langsung beranjak pindah duduk ke ranjang samping Daniel. Setelah menunggu beberapa lama, Arinda menatap heran rambut Daniel yang terlihat basah.


“sayang, kamu mandi?” tanya Arinda heran. Dia ingat jika baru beberapa jam sebelumnya Daniel mandi, kenyataan yang sebenarnya daniel sengaja mandi air dingin kembali demi menenangkan kembali king kobra yang tidak bisa di ajak kompromi.


“lebih baik kita mencari oleh-oleh sekarang” Daniel meraih tangan Arinda mengajaknya ke toko pusat oleh-oleh di pulau Arda.


***


Malam di pulau Arda...


Pesawat jet Daniel tinggal landas meninggalkan bandara di pulau Arda, Arinda memeluk lengan suaminya sambil melihat pemandangan di luar jendela pesawat jet.


Walaupun wajah Arinda terlihat tenang, namun di hatinya masih di liputi rasa takut. Wajah mayat yang terlihat olehnya masih menghantui pikirannya, ketakutan Arinda dapat di rasakan Daniel.


“Sayang... kamu merasa tidak nyaman?” Daniel memegang tangan Arinda membelai lembut.


Arinda menatap Daniel berusaha menyembunyikan rasa takutnya,


“tidak sayang, aku hanya merasa sedikit lelah karena terlalu bersemangat belanja tadi” Arinda memberi alasan pada suaminya. Hal itu sengaja di lakukannya untuk tidak membuat Daniel mencemaskannya.


“apa kamu mau beristirahat? Aku akan meminta pramugari untuk menyiapkan kamar untukmu” Daniel menatap istrinya dengan penuh sayang. Perhatian yang di berikan Daniel pada Arinda tidak luput di perhatikan oleh para pramugari yang mulai menyiapkan makan malam dan minuman untuk Arinda dan Daniel.


“tidak usah sayang, aku ingin di sini bersamamu” Arinda tersenyum manis pada Daniel mengubah kursinya senyaman mungkin. Dia lalu mencium lembut kening istrinya dan membelai wajah cantik istrinya.


Salah satu pramugari menatap tajam pada Daniel dan Arinda , tatapan itu semakin menusuk saat melihat kemesraan dan kasih sayang Daniel pada Arinda.

__ADS_1


“kamu kenapa, Jeni?” tanya pramugari bernama Luna di papan nama seragamnya.


Luna menatap perubahan wajah pada Jeni (pramugari kedua) saat melihat ke arah Daniel dan Arinda.


“mereka terlihat sangat mesra sekali” Jeni segera mengubah raut wajahnya yang semula menatap tajam tersenyum senang pada teman sejawatnya.


“namanya juga pengantin baru, maklumin saja” Luna tersenyum manis melihat kemesaraan Daniel dan Arinda sambil membuat teh.


“jadi, dia wanita yang di nikahi oleh pria beg* itu” guman Jeni yang hampir terdengar oleh luna.


“ha... kamu bilang apa?” tanya Luna membawa baki yang berisi dua cangkir teh untuk Daniel dan Arinda.


“nggak... nggak apa-apa. O ya biar aku saja yang mengantar ke sana. Kamu panaskan saja makan malam untuk tuan Daniel” Jeni meraih baki di tangan Luna,


“baiklah, aku akan memanaskan makan dulu” Luna menyerahkan baki teh itu berjalan mengambil makanan yang akan di panaskan.


Daniel dan Arinda masih tampak berbicang-bincang dengan mesra,


“permisi tuan Daniel, ini teh Anda” Jeni menyapa Daniel, mata elangnya menatap tajam pada pramugari mengantar minuman padanya. dia terlihat marah saat Jeni hanya menyapa dirinya dan tidak pada Arinda.


Daniel menatap dari atas hingga wajah Jeni, ada yang aneh menurut Daniel.


“permisi tuan” Jeni tersenyum manis pada Daniel dan meninggalkan mereka berdua.


Arinda menatap suaminya yang sedari tadi menatap pramugari bernama Jeni.


“Sayang, ada apa? Kenapa sedari tadi kamu memperhatikan pramugari itu? Apa ada yang salah?” Arinda menatap Daniel yang di balas dengan senyuman manis.


“tidak ada yang salah sayang. Semuanya baik-baik saja, Baik-baik saja” Daniel menatap ke arah pramugari yang tampak sibuk mempersiapkan makan malam untuk mereka.


Setelah makan malam, Daniel mengajak Arinda untuk tidur di kamar yang sudah di persiapkan oleh Luna. Arinda yang begitu lelah langsung tertidur dengan tenang di pelukan suaminya.


Daniel masih saja terpikirkan pada pramugari yang bernama Jeni, ada perasaan yang berbeda saat dia melihat sorot mata Jeni.


Sorot mata itu.... Seperti pernah aku lihat.... sorot mata yang persis sama dengannya... Daniel menatap Arinda yang tertidur dengan lelap. Perlahan-lahan Daniel melepaskan pelukannya, dia turun dari ranjang bermaksud meminta air minum pada Luna atau Jeni.


Langkah Daniel terhenti saat mendengar seseorang di dalam toilet,

__ADS_1


“kalian tenang saja di sana, tidak akan ada kesalahan. Gue akan menjalankan misi ini dengan sempurna” samar-samar Daniel mendengar suara yang familiar baginya.


Daniel secepatnya kembali ke kamar saat merasa pintu toilet akan terbuka, dari balik pintu tepatnya di lubang intip pintu Daniel melihat Jeni melintasi depan kamarnya. Terlihat di balik scrafnya sebuah benda hitam yang berusaha di tutupinya.


Aku merasa sangat kenal dengan suara yang aku dengar di toilet itu. Dia semakin mencurigakan, aku harus menyelidiki dia Daniel dengan dam-diam mengambil foto Jeni. Dia lalu kembali ke ranjang merebahkan tubuhnya di samping Arinda dan memeluknya dengan sangat erat.


“aku sangat mencintaimu Arinda Anindira” bisik Daniel di telinga istrinya yang langsung tersenyum senang dalam tidur lelapnya.


***


Pagi di negara IN....


Pesawat jet milik Daniel mendarat dengan mulus di bandara, Daniel menggandeng tangan Arinda melangkah hati-hati menuruni anak tangga.


“terima kasih atas pelayanan kalian semua” Arinda dengan ramah menyapa pramugari dan pilot yang sudah mengantar mereka sampai di negara IN.


“sama-sama nona” Pilot tersenyum ramah mengulurkan tangan ingin bersalaman dengan Arinda, itu membuat Daniel cemburu dan segera menyerobot menyalami pilot.


Arinda menatap heran pada Daniel yang menyerobot menggantikannya bersalaman,


“sayang, ayo Ansel sudah menunggu” Daniel menarik tangan Arinda.


Perlakuan Daniel pada Arinda membuat Jeni geram dan kesal. Dia harus segera melaksanakan rencana yang sudah di susun mereka. Alexa alias Jeni termenung menatap punggung mereka berdua berjalan menuju bandara.


“Alexa jangan lupa sekarang kamu adalah Jeni, kamu harus bisa memperdaya bajing*an itu, buat dia bertekuk lutut padamu” seorang pria setengah baya duduk dengan angkuh di depan Alexa,


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2