
Arinda baru datang dari toilet, dia meraih ponsel miliknya memeriksa pesan yang belum sempat dia lihat. Maya dan Cantika menatap ke arah Arinda yang sibuk membalas pesan.
Setelah selesai, Arinda dengan santai meletakkan ponsel itu dengan kasar ke atas meja kerjanya.
“Hati hati” kata Maya dan Cantika panik.
“hati hati? Apanya yang harus hati-hati?” tanya Arinda.
“ponsel lu itu, kalo narok itu yang lembut dikit napa” kata maya.
“Ha....emang kenapa?” tanya Arinda lagi.
“Ponsel kamu kan baru, masak iya harus di rusakin lagi!” kata Cantika.
“Hehehe” Arinda hanya tertawa cengngesan.
Maya dan Cantika hanya tertegun melihat Arinda menggunakan ponsel dengan santai tanpa tahu jika harganya bisa membuat seseorang menjadi horang kaya mendadak.
***
Dua hari sebelum pesta ulang tahun perusahaan Arebeon corp.
Pesawat jet pribadi milik keluarga Arsenion mendarat mulus di bandara INM internasional. Tampak Davira menuruni anak tangga pesawat satu persatu, dengan menggeret koper kecilnya Davira menuju pelataran bandara.
Mobil mewah terparkir di pelataran bandara, pak Yanto turun dari mobil dan menyapa nona mudanya yang baru kembali ke negara IN.
“Selamat datang nona muda,” sapa Pak Yanto supir pribadi keluarga Arsenio.
“Terima kasih pak, langsung pulang ya pak!” Kata Davira duduk di bangku penumpang. Setelah menutup pintu mobil, pak Yanto mengambil koper Davira dan memasukkannya ke bagasi mobil.
Davira asyik memainkan ponselnya sambil membalas pesan wa ke teman – temannya. Pak Yanto duduk di kursi kemudi lalu menjalankan mobil menuju kediaman Arsenio.
Tanpa Davira sadari sebuah mobil hitam tampak mengikuti mereka dari belakang. Mobil hitam itu terus mengikuti hingga sampai di persimpangan, mobil hitam itu berhenti karena kehilangan jejak mobil Davira.
Mobil Davira memasuki kediaman Arsenio, dia langsung turun dan masuk ke mansion.
“Mommy....,” davira langsung berhamburan memeluk Aileen yang sedang duduk di ruang keluarga.
“Davira... anak mommy. Kalo masuk itu ucapin salam dong”
“ hehehe maaf mommy, davira lupa. Kelamaan di KO , Davira jadi lupa”
__ADS_1
“ baru juga beberapa hari kamu di sana”
“ hehehe”davira hanya cengengesan di tegur Aileen.
“pada kemana semuanya mom, kok sepi?”
“daddy ikut sama oma ke panti asuhan, Darren sedang ngepasin baju buat acara tunangannya nanti. Kalo Daniel, tentunya kamu tau kan kemana dia”
“jadi juga kak Darren tunangan sama kak Amanda? Trus kak Dan gimana mom? Bukannya dia benci sama kak Amanda lantaran dia mirip Alexa?”
“satu-satu dong nanya nya Davira, kamu nanya udah kayak kereta api nggak da berhentinya”
“Hehehe, abisnya Vira penasaran pake banget mom”
“Darren jadi tunangan sama Amanda, dan kami semua sudah menyetujuinya. Kesalahpahaman di antara mereka udah selesai dan Daniel sendiri sudah meminta maaf”
“Ooo, syukurlah kalo begitu. Jadi sebentar lagi mommy punya teman shopping dong” goda Davira.
“Sekarang saja momy udah punya teman buat shopping” Aileen melihat davira penuh arti.
Davira segera mengambil langkah seribu menuju tangga mansion.
“ vira mau istirahat dulu mom, jetlag”
“Davira...davira” Aileen menggeleng gelengkan kepalanya sambil membaca majalah yang di lihatnya tadi.
Davira memasuki kamar yang di dominasi cat warna hijau dan orange, dia sangat menyukai kedua warna ini. Sebelum istirahat, Davira melihat daya ponselnya tinggal sepuluh persen. Dia membuka tasnya untuk mencari charger miliknya,
“Mana charger milikku ya?” tanya Davira pada dirinya sendiri.
Ia baru ingat kalau charger miliknya tertinggal di KO,
Pinjam punya kak Daniel ah guman Davira dalam hati melangkahkan kakinya menuju kamar Daniel.
Davira membuka pintu kamar Daniel, kamar yang di dominasi cat berwarna abu-abu khas laki-laki. Tercium bau harum kamar dari pengharum ruangan, Davira menuju nakas samping tempat tidur kingsize milik Daniel. Di bukanya laci nakas itu dan menemukan charger serta sebuah ponsel yang sudah ketinggalan jaman.
Ponsel siapa ini? Dari warna chasingnya jelas bukan milik kak Daniel guman Davira memperhatikan ponsel itu. Karena kekepoan tingkat tinggi dia menghidupkan ponsel itu.
Ponsel itu hidup dan menampilkan layar dengan foto seorang perempuan yang tidak di kenal Davira.
Siapa dia? Kenapa ponsel ini ada di kamar kak Daniel tanya Davira pada diri sendiri.
__ADS_1
Davira membuka ponsel dan memilih icon kamera pada ponsel miliknya, di fotonya foto perempuan itu dengan kamera ponsel miliknya.
Gadis ini cantik juga. Apa dia pacar kakak ya? Apa sebaiknya ku tanyakan mommy? nggak... nggak... mommy orangnya kepoan. Pasti mommy akan langsung cerita tanpa di tanya. Sebaiknya aku tanya sama kak Sean saja. Pasti dia tahu guman Davira sangat penasaran.
Davira mencharger ponsel miliknya, lalu bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit Arsen Medical. Sebelumnya Davira sudah memberi tahu Sean kalo dia akan berkunjung ke rumah sakit. Setelah bersiap-siap Davira menuruni anak tangga sambil memasukkan ponsel miliknya.
“Davira...katanya kamu mau istirahat. Kamu berpakaian rapi seperti ini mau kemana?” tanya Aileen melihat Davira sudah rapi.
“Vira, mau ketemu sama kak Sean mom, ada yang mau vira tanyakan. Vira buru-buru mom, bye mommy. Assalamualaikum” davira langsung pamit pada Aileen yang belum sempat menjawab salamnya.
Dia bergegas meminta supir untuk mengantarkan ke Arsen Medical. Kembali tampak sebuah mobil hitam mengikuti dari belakang mobil Davira.
***
Di hotel JK International, Arinda tampak sibuk mengurus pekerjaannya. Karena tangannya masih sakit, Arinda hanya bisa mengerjakan pekerjaan ringan saja dibantu dengan pekerja yang lain.
Cantika datang bersama Daniel untuk melihat persiapan yang di kerjakan Arinda dan teamnya. Beberapa hari tidak melihat Arinda memberikan kerinduan di hati Daniel. Ingin Daniel menghampiri Arinda, namun ego yang tinggi membatalkan keinginan Daniel.
Daniel hanya menatap Arinda dari kejauhan, di saat yang sama Arinda membalikkan tubuhnya. Dia melihat ke arah Cantika yang berdiri di samping Daniel, Daniel lalu mengalihkan pandangannya pada Cantika yang sedang berbicara padanya.
Hati Arinda terasa nyeri dan sakit melihat sikap Daniel yang dingin.
Kenapa dengan hati gue? Kenapa terasa nyeri saat dia dingin ama gue? Apa betul kata Maya dan mbak Cantika kalo gue udah....guman Arinda terhenti saat dia tidak lagi melihat sosok Daniel lagi.
Hei hati, kenapa jadi galau gini sih?bukannya bagus kalo tu si cowok rese jauh dari gue, Dia bisa dapatin cewek yang lebih baik dan tentunya selevel ama dia guman Arinda dalam hati menatap kosong ke arah tempat di mana Daniel berdiri.
Maya ikut membantu Arinda untuk melakukan persiapan heran melihat dia berdiri mematung di tempatnya.
*************
Sambil menunggu up, boleh mampir ke karya terbaru ku " Cinta Sabrina"
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗