Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 120


__ADS_3

“tatap aku Arin, katakan apa yang baru saja kamu ucapkan adalah bohong” daniel menatap tajam dan dingin mata Arinda.


“semua itu bukan kebohongan, aku mengatakan yang sebenarnya padamu” kata Arinda, Daniel menatap mata Arinda dalam-dalam.


“sayang aku tahu kamu berbohong padaku”


“tuan muda Daniel, kamu bisa melihat dari mataku tidak ada kebohongan. Semua ini adalah kebenaran yang seharusnya aku sampaikan terus terang padamu”


“ARINDA...” Daniel kesal dan marah pada Arinda yang terus membohonginya. Maya, Cantika, Ifan dan Ansel terkejut saat mendengar suara keras Daniel memanggil Arinda. Ifan segera menghampiri kamar kakaknya dan membuka pintu kamar itu,


“mbak ada apa?” tanya Ifan yang heran. Daniel menatap dingin ke arah mereka memberi kode keras pada mereka untuk tidak ikut campur. Ansel memahami tatapan Daniel yang dingin mengajak semua orang untuk meninggalkan kamar Arinda dan membiarkan mereka berdua berbicara.


“Tuan muda Daniel, aku mohon tolong anda pergi dari sini” kata Arinda menundukkan kepalanya. Daniel semakin kesal dan marah pada Arinda yang terus saja berbohong,


“jika benar kamu tidak berbohong, cium aku sekarang juga” kata Daniel menantangnya membuat wajah Arinda yang tertunduk menatap ke arahnya. Daniel tahu jika Arinda tidak akan mau melakukan hal itu.


“jika kamu mengatakan hal yang sebenarnya tentunya kamu tidak akan takut bukan untuk menciumku sekarang juga” tantang Daniel, Arinda menatap Daniel yang berdiri di hadapannya. Dengan sekuat tenaga Arinda bangun dari tempat tidurnya, berdiri tepat di hadapan Daniel. Dengan sedikit berjinjit Arinda mendekatkan wajahnya pada Daniel dan mencoba untuk mencium Daniel.


Sebegitu inginnya kamu membuktikan jika kamu tidak berbohong padaku, apa yang kamu lakukan saat ini benar-benar telah menyakitiku Arinda kata Daniel dalam hati menatap dingin wajah Arinda yang sudah sangat dekat dengan wajahnya. Kedua tangan Daniel memegang pundak Arinda menghentikan aksinya.


Arinda menatap Daniel yang terlihat sangat marah, tanpa diketahui Daniel Arinda meremas kuat tepian baju menahan rasa sakit di hatinya. Dia tidak tega melihat Daniel yang terlihat hancur, kecewa, marah dan benci kepadanya. Tapi Arinda harus melakukan hal itu bukan karena tersinggung dengan ucapan Aileen, melainkan karena dia yang tidak layak dan setara untuk Daniel.


Mendapat penolakkan dari Arinda membuat Daniel sangat sedih dan kecewa, dia memutuskan untuk kembali ke kota J malam ini juga.


“Ansel, minta pilot untuk bersiap kita kembali ke kota J malam ini” kata Daniel melangkahkan kakinya keluar dari rumah Arinda. Maya, Ansel, Cantika dan Ifan terlihat bingung saat mendengar Daniel memutuskan untuk kembali ke kota J malan itu juga.


“anda yakin tuan muda?” tanya Ansel

__ADS_1


“apakah kamu meragukan keputusan ku saat ini?” tanya Daniel balik melangkah menuju mobilnya. Mobil Daniel melaju menuju bandara dengan kecepatan sedang, Daniel tampak sangat kecewa dan hancur dengan keputusan yang di ucapkan Arinda.


Semua orang kebingungan, Cantika menghampiri kamar Arinda dan melihatnya berdiri mematung menatap ke arah pintu kamar. Tangan Cantika memegang pundak Arinda,


“Rin” panggil Cantika, Arinda terduduk di lantai membuat Cantika, Maya dan Ifan bingung harus melakukan apa.


Arinda menangis merasakan sakitnya rasa cinta yang harus dia kubur paksa, kedua telapak tangannya menutup wajah cantiknya menangisi Daniel. Dia menyadari telah begitu menyakitinya, namun semua itu tetap harus Arinda lakukan agar kelak pria yang di telah membuatnya merasakan apa itu cinta mendapatkan perempuan yang sepadan, setara dan sederajat dengan Daniel.


Setelah Arinda sedikit tenang, Maya dan Cantika bertanya sebenarnya apa yang terjadi antara Arinda dan Daniel, juga kepulangan Daniel begitu mendadak. Dia lalu menceritakan Alasan dan perkataannya pada Maya dan Cantika,


“Astaga naga Ariiiiin, lu beg* ato apa sih? Lu nggak tahu dengan perjuangan tuan Daniel yang membersihkan nama lu dari fitnahan si emak-emak tukang gibah itu. Perjuangan dia yang nyariin lu, jauh-jauh datang ke sini hanya buat lu” kata Maya kesal.


Arinda hanya diam, Cantika duduk di samping Arinda merangkulnya pundaknya. Masih terasa olehnya demam Arinda yang belum turun,


“maaf Rin, tapi apa yang di katakan Maya benar. Kenapa kamu masih berbohong pada diri sendiri kalo kamu juga sudah mencintai tuan Daniel” tanya Cantika mentap Arinda yang masih tertunduk.


“aduuu Rin.... kamu bo**h banget sih. Akika jadi gemes ama lu, nggak semua keluarga orang kaya seperti emak-emak rempong itu. Alasan kamu menolak tuan Daniel itu sama sekali nggak masuk di akal, kamu membuang perasaan cinta yang tulus dari Daniel hanya karena omongan dari orang-orang yang iri dan syirik sama lu” Maya semakin kesal dengan kekerasan kepala Arinda.


“lalu menurutmu aku harus datang ke keluarga di mana mereka meragukan moralku, kehormatan diriku dan jati diriku, saat Daniel membuktikan diriku tidak bersalah semuanya bisa menerimaku. Lalu di mana mereka saat menuduhku dan menganggap semua perkataan nyonya Sutomo itu adalah benar? Saat mereka menghujatku dan menghinaku apa yang mereka lakukan Maya, mereka mengusirku lalu sekarang kamu...” perkataan Arinda memberi tamparan keras pada Maya dan Cantika.


Mereka juga tidak bisa menyalahkan keputusan yang di buat Arinda, kebenaran di mana keluarga Arsenio telah menyakiti harga diri dan kehormatannya dengan menerima begitu saja fitnahan yang belum tentu kebenarannya. Cantika memaklumi apa yang di rasakan Arinda tidaklah salah, karena meragukan moral, kehormatan dan kesucian Arinda.


***


Satu bulan telah beralu semenjak meninggalnya ibu Arinda, semenjak Arinda menolak cinta Daniel sikapnya menjadi lebih dingin dan datar. Daniel semakin kejam dan bertindak menakutkan dalam dunia bisnis, tidak sedikit lawannya di buat bangkrut olehnya. Sikap dinginnya berdampak pada teman dan keluarganya, mereka melihat Daniel yang seperti menyiksa dirinya, bekerja tanpa henti. Hal yang sengaja dia lakukan untuk menghilangkan pikirannya pada Arinda gadis yang telah melukai hatinya.


Awal bulan kedua Aileen sudah tidak tahan dengan sifat daniel, hingga tanpa sepengetahuan Daniel Aileen datang untuk berbicara dan meminta maaf atas sikapnya pada Arinda. Dia memaksa Ansel memberi tahu alamat Arinda di kota CH karena saat dia mencari Arinda di Pearl Stars Wo&Eo Arinda masih libur. Cantika sengaja memberi libur cukup lama untuk Arinda agar dia bisa menenangkan dirinya.

__ADS_1


Aileen berkunjung ke rumah sederhana Arinda yang tertegun melihat kehadirannya di rumah sederhana Arinda.


“nyonya Aileen” panggil Arinda termenung melihat Aileen dengan beberapa bodyguard datang ke rumahnya. Beberapa tetangga tampak mulai berbisik-bisik dengan kedatangan Aileen yang begitu mendadak.


“boleh mommy masuk?” tanya Aileen tampak sedih dengan panggilan Arinda padanya berubah.


“silahkan nyonya” kata Arinda, Aileen duduk di sofa panjang.


“mohon tunggu sebentar nyonya” kata Arinda melangkahkan kakinya menuju dapur rumahnya. Setelah membuat minuman, Arinda kembali ke ruang tamu dan duduk di sofa single berdampingan dengan sofa panjang yang di duduki Aileen.


“silahkan nyonya di minum” kata Arinda menyuguhkan minuman teh hangat pada Aileen.


“bagaimana kabarmu, Rin? Mommy mengkhawatirkanmu belum masuk bekerja jadi mommy datang ke sini” kata Aileen,


Arinda hanya diam, Aileen lalu meminta maaf atas sikapnya yang begitu percaya pada sahabatnya Dian tanpa mencari tahu kebenarannya. Dia memegang tangan Arinda menggenggam dan menatap lekat mata Arinda.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2