Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 297


__ADS_3

Arinda melangkahkan kakinya berjalan di hamparan padang hijau, di hiasi bunga-bunga indah yang tumbuh dengan subur. Mata indahnya menatap sebuah gerbang di selimuti awan dengan cahaya yang begitu indah. Dia melangkahkan kakinya ke sana, senyuman indah terukir di bibir berwarna pink natural.


Tiit tiit tiit tiit...


Mesin yang mendukung kehidupan Arinda berbunyi dengan sangat cepat, denyut jantung serta tekanan darahnya menurun. Ifan yang mengenakan pakaian khusus untuk bisa duduk di samping kakaknya di ruang ICU terkejut saat mendengar bunyi mesin itu.


“dokter... suster... tolong mbak saya” ujar Ifan panik saat melihat kondisi Arinda semakin drop. Ifan akan kembali masuk ke ruang ICU langsung di cegah oleh seorang perawat.


“maaf tuan, sebaiknya anda menunggu di luar. Biarkan dokter kami bekerja saat ini” kata perawat itu. Maya dan Cantika baru kembali mengantarkan oma ayu dan Aisyah ke mobil untuk mengantarkan mereka ke kediaman masing-masing.


Beberapa saat yang lalu Aisyah dan Oma Ayu terlihat begitu kelelahan membuat Cantika juga Maya tidak tega.


“oma... Sebaiknya Tika minta supir untuk mengantar oma ke mansion ya. Oma sudah terlihat begitu lelah” Cantika menggenggam tangan oma Ayu.


“Tidak apa-apa, cantika. Oma masih ingin di sini menemani Arin sampai Daniel dan lainnya kembali”


“oma.... benar kata si Tika, oma capcus balik ke mansion. Ntar saat my bunny bangun trus liat oma sakit, akika bakalan diceramahin ama dia” ujar Maya.


“baiklah, oma akan menuruti keinginan kalian. Jika ada apa-apa segera beritahu oma ya” Oma ayu di bantu Maya berdiri dari kursi di ruang tunggu samping ruang ICU.


“iya oma, ntar akika bakalan tele-tele oma ngasih tahu kabar-kabari my bunny ( maya menatap Aisyah yang juga tampak kelelahan) Syah ye juga sebaiknya balik juga, ye baru hamil mesti kudu jaga kandungan ye. Tinta boleh kecapekan” ujar Maya.


“tapi....”


“tinta tapi-tapian, sekarang ye musti balik. Di sini ada Cantika, akika dan Ifan yang jagain my Bunny” perintah Maya dengan mutlak.


Kehamilan Aisyah baru memasuki trisemester pertama di mana janin miliknya dalam masa sangat rentan, Maya juga meminta Cantika untuk pulang lebih dahulu. Tapi, Cantika tidak mau karena dia ingin menemani Arinda sampai dia bangun.


Aisyah sangat ingin menemani mereka menjaga Arinda, semenjak kehamilan tubuhnya tidak bisa di ajak kompromi. Mau tidak mau Aisyah dan Oma ayu mengikuti saran Maya juga Cantika, mereka lebih dulu kembali ke kediaman mereka masing-masing di antar oleh Yuda yang selalu standby.


Cantika dan Maya menatap heran Ifan yang berdiri dengan wajah panik, mereka segera menghampirinya.


“Fan, kamu kenapa?” tanya Cantika.


“mbak Tika...mbak... mbak Arin kembali drop. Sekarang sedang di tangani oleh dokter di dalam” Ifan khawatir dan panik.


“Apaaa?!! aduh bunny jangan tinggalin kita-kita, baby twins juga butuh ye...” Maya tampak histeris dan khawatir.


“Maya kamu tenang dong jangan buat Ifan semakin panik (menatap Ifan dan memegangi pundaknya) Fan kamu jangan panik dan harus tenang, kita berdoa sama-sama semoga tidak terjadi apa-apa dengan Arin ( Cantika menenangkan Ifan, wajahnya juga terlihat sangat mencemaskan keadaan Arinda) May, hubungi Tuan Daniel sekarang, minta dia balik ke Arsen Medical sekarang” pinta Cantika yang segera di turuti Maya.

__ADS_1


Ponsel kini berada di tangan Maya, dia segera menghubungi Daniel yang juga sedang dalam perjalanan kembali ke Arsen medical.


“halo”


“hola my Idol, capcus balik ke Arsen sekarang... kondisi Arin kembali drop” ujar maya to the point. Daniel segera tancap gas menuju rumah sakit, dengan kelihaiannya dia mengendarai mobil miliknya. Arvin dan Ansel berpegangan kuat juga berdoa dalam hati untuk di beri keselamatan.


Mobil Daniel memasuki gerbang, dia lalu melakukan drift dengan menggunakan rem tangan.


Bangun-bangun jabang bayi, si raja iblis bawa mobil udah mo nge prank malaikat maut gumam Arvin dalam hati menepuk-tepuk dada bidang menenangkan jantungnya yang berdetak cepat.


Semenjak meninggalkan dunia bawah, Arvin sudah tidak pernah membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi lagi. Apa lagi saat mengetahui Aisyah telah hamil buah cinta mereka, membuat Arvin semakin menghargai waktu kebersamaan dengan keluarga baru miliknya.


Daniel membuka pintu mobil segera berlari ke arah ruang ICU, dia melihat Ifan, Maya dan Cantika yang menunggu di luar ruangan.


“Bagaimana Arin?” tanya Daniel dengan nafas tidak beraturan.


“bang Dan, dokter baru saja masuk dan sedang memeriksa mbak Arin sekarang” ujar Ifan berdiri di samping Daniel menatap dari balik jendela kaca. Dia melihat dokter Yuki yang berusaha untuk menyelamatkan ibu dari anak-anaknya.


Arin melangkah menuju gerbang di selimuti dengan kabut bercahaya indah, langkahnya terhenti saat Evan memegang tangannya.


“Evan....” Arinda termenung saat Evan menahannya untuk melangkah lebih jauh.


“hi Rin” sapa Evan.


“apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Arinda heran.


Dia hanya tersenyum dan menatap ke arah gerbang bercahaya itu. Mata indah Arinda juga menatap ke arah gerbang itu, dia begitu penasaran dengan apa yang ada di balik gerbang itu.


“indah bukan? Aku penasaran ada apa di dalam gerbang itu?” Arinda akan melangkah lagi namun di tahan oleh Evan.


“belum saatnya Arinda, “ ujar Evan membuat Arinda menatap heran padanya.


“belum saatnya kamu pergi ke sana, Rin. Daniel dan bayi kalian masih sangat membutuhkanmu, terlebih Daniel akan kehilangan arah tanpa kamu di sisinya” ujar Evan penuh teka teki membuat Arinda bingung.


Dokter Yuki keluar dari ruang ICU Arinda bersama beberapa perawat, Daniel dan lainnya segera menghampirinya.


“ bagaimana keadaan Arin?” tanya Daniel.


“syukurlah kami bisa menstabilkannya, untuk sekarang nyonya Arinda baik-baik saja. Namun, sebaiknya anda semua bersiap untuk kemungkinan terburuknya” Dokter Yuki tampak pesimis dengan keadaan Arinda.

__ADS_1


Daniel terdiam dan tampak sedih mendengar pernyataan dokter Yuki, dia lalu melangkah masuk ke dalam ruang ICU tanpa sama sekali memakai pakaian khusus. Perawat yang akan menghentikannya langsung di cegah dokter Yuki.


“biarkan saja, kita perhatikan saja keadaan pasien. Hanya dukungan dari tuan Daniel yang dibutuhkan oleh pasien saat ini” Dokter Yuki lalu melangkah memeperhatikan mereka di balik kaca yang membatasi ruang tunggu dan ruangan ICU. Lalu setelahnya dia kembali ke ruangan kerja, meninggalkan Daniel berdua saja dengan Arinda.


Arvin dan lainnya memberikan kesempatan pada Daniel, mereka memilih menunggu di ruang tunggu sambil meminum secangkir teh hangat.


“sayang sebaiknya aku mengantar kamu pulang, kamu sudah tampak sangat lelah dan tentunya bayi kita juga” ujar Ansel.


“tidak sayang, aku masih ingin di sini. Aku ingin berada di sini sampai Arin bangun” Cantika menolak permintaan suaminya.


“benar kata lekong ye Tika, sebaiknya ye balik dulu. Ada akika, my Idol dan Ifan di sini, ye capcus balik deh” ujar Maya.


“lah, gua kan juga ada di sini. Napa nama gua kagak di sebut?” protes Arvin.


“babang Arvin juga balik, cucian Aisyah lagi hamidah sendirian di rumah. atau babang Arvin mau nemenin Akika di sini juga nggak apa-apa” ujar Maya dengan bergaya genit.


Arvin bergidik dan merinding di tengkuknya, dia segera berdiri dari tempat duduknya.


“Gua balik dulu, Fan. Jangan lupa ngasih kabar kalo ada apa-apa” Arvin menyalami Ifan dengan gaya khas pria.


Ansel dan Cantika juga undur diri untuk kembali ke rumah mereka, tidak lupa mereka memberi semangat pada Ifan lalu mereka bertiga melangkah menuju ke pelataran rumah sakit di mana mobil jemputan mereka sudah menunggu.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


maaf pada semua reader🙏🏻


🙏🏻🙏🏻, terlambat up secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2