Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 159


__ADS_3

“bos” sapa Reno membuat Ansel dan Sean terjaga dari tidur lelap mereka.


Yuda bangkit dari duduknya menghampiri ranjang Arvin, begitu juga Sean dan Ansel yang langsung mengerubungi Arvin yang ingin bangkit dari tidurnya.


“vin...lu jangan bangun dulu, lu baru beberapa jam selesai di operasi. Berbaringlah” perintah Sean pada Arvin.


“Sh*t sakit banget, baj*ngan itu nggak bakalan gua lepasin” Arvin kesal dengan luka yang di deritanya.


“siapa maksud lu?” Ansel menatap bingung Arvin karena dari cerita yang dia dengar semua penjahat itu sudah tewas tepat sebelum Arvin meninggalkan markas.


“Lutfi Pradigta A. Apa dia yang abang maksud?” Yuda ikut berkomentar lalu duduk di kursi samping ranjang Arvin.


Perkataan Yuda mengisyaratkan pada Arvin jika dia sudah berhasil menyelidiki micro chip yang di beri Sean padanya.


“ lutfi!!! Maksud lu, Lutfi selingkuhan wanita ular itu?” tanya Ansel penasaran.


“ya, dan dia juga yang sudah menyuruh Yoga buat racunin keempat penjahat itu dengan racun. Dia juga yang nyuruh orang buat nyerang markas gua” Arvin mulai memberi info penting pada Ansel.


“brengs*k Baj*ngan, jadi dia dalang otak penculikan Davira? berani dia nyari ribut ama kita” kata Sean bereaksi kesal.


“dia nggak sendirian, sewaktu gua coba nolong Yoga di saat nafas terakhirnya dia bilang jika ada yang lebih kuat dan berkuasa di belakangnya” jelas Arvin lagi.


Ansel dan Sean mulai berpikir keras siapa yang berani mencari gara-gara dengan keluarga Arsenio.


“Yud, apa proteksi dari microchip itu berhasil lu tembus?” Arvin menatap Yuda menunggu jawaban darinya.


“baru 25% yang bisa gua buka bang, proteksinya terlalu tinggi. Gua musti nyari akses kuat buat membuka proteksi dari micro chip itu” jelas Yuda.


“Vin, gua penasaran dari mana lu dapat micro chip itu? Kenapa lu rela kehabisan darah buat nyari micro chip ini?” Sean menatap ke arah Arvin.


“tiga hari yang lalu, Yoga mulai menyerah dengan lemah dia ngasih tahu gua tentang micro chip yang di sembunyikan di tempat dia bersembunyi. Gua dan Reno menuju tempat yang di tunjuk Yoga dan menemukan micro chip ini tersembunyi di suatu tempat rahasia” jelas Arvin mencoba bangkit dari tidurnya.


“lu jangan bangun dulu Vin, itu akan memperparah luka di perut lu. Berbaring saja” perintah Sean.


“bosan gua Se, punggung gua juga terasa pegal berbaring terus” Alasan Arvin keras kepala ingin duduk.


Sean dan Ansel membantu Arvin untuk duduk menyandarkan kepalanya ke kepala ranjang tempat tidurnya.


“lu ngeyel banget jadi pasien. Nyerah gua, nggak Daniel nggak lu bikin gua naik tensi. kalo ada pasien kayak lu dan Daniel bakalan gua ikat di ranjang biar kagak banyak gerak. Buat gua makin esmosi” Sean menggerutu kesal saat Arvin tidak mengindahkan nasehatnya.

__ADS_1


“aduuh si bambang, kalo marah bikin gua makin gemes aja” goda Arvin bergaya seperti Maya.


Sean langsung menggeplak kepala Arvin dengan kesal,


Plaak...


“sakit Sean, lu nggak liat gua jadi pasien sekarang?” Arvin mengelus kepalanya bekas pukulan dari Sean.


“lu pasien yang kagak punya akhlak” Sean semakin kesal dengan tingkah laku Arvin.


Ansel diam memikirkan tentang kejadian yang menimpa Arvin,


“gua musti hubungi tuan muda buat ngasih tahu hal ini” Ansel menatap jam di layar ponselnya.


“pending dulu Sel, kita tunggu Yuda menembus proteksi micro chips yang gua temukan. Baru kita kasih bukti ini ke Daniel” Arvin pada Ansel untuk menunda memberi tahu Daniel.


“bang, gue butuh akses yang lebih canggih. Kira-kira di mana gua bisa bekerja” Yuda mengambil laptop miliknya lalu memasukkan ke dalam tas miliknya.


“Se, lu tentunya tahu tempat dengan koneksi terbaik di rumah sakit ini?” Arvin menaik turunkan alisnya dengan maksud tersembunyi.


Sean menyipitkan matanya menatap ke arah Arvin dengan wajahnya tanpa dosa. Akhirnya dia pun mengalah menuruti keinginannya, lalu mengajak Yuda menuju tempat di mana dia bisa mengerjakan perintah Arvin.


***


Tangan Daniel memeluknya dengan posesif dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Arinda yang menghadap ke arahnya.


Arinda menatap wajah tampan pia yang sudah resmi menjadi suaminya. Tangannya mulai membelai lembut wajah Daniel di mulai dari alis terbentuk sempurna, hidung yang mancung serta bibir sexy yang tidak pernah absen memberinya ciuman.


“sudah puas menatapnya?” Daniel bersuara membuat Arinda tersadar dari terpesonanya. Dia membuka matanya sempurna dengan menarik tubuh Arinda semakin dekat ke arahnya.


Daniel menelentangkan tubuhnya dengan menarik tubuh Arinda hingga istrinya kini berada di atasnya.


“Danieeeel...” pekik Arinda di atas Daniel. Tangannya menyentuh dada bidang Daniel yang tidak tertutupi oleh apapun.


“hmmm” mata Daniel kembali terpejam. Arinda mencoba melepaskan dirinya dari pelukan Daniel, dia tidak menyadari jika king cobra juga ikut terbangun karena tindakannya.


“sayangku, apa kamu berusaha untuk menggodaku?” mata elang itu kembali terbuka menatap lekat istri yang di peluk erat.


“siapa yang meggodamu? Sayang, ayo lepaskan” pinta Arinda dengan wajah memelas. Dia merasa sudah saatnya untuk menggannti sesuatu di bawah sana.

__ADS_1


“bagaimana aku bisa melepaskanmu jika kamu sudah membangunkan sesuatu di bawah sana” bisik Daniel dengan penuh godaan, wajah Arinda merona saat mendengar bisikan mesra suaminya.


Arinda memberanikan dirinya menatap wajah tampan suaminya,


“sayangku...”


“hmmm...” Daniel mulai bertindak saat melihat perbukitan hampir muncul karena lingerie sexy Arinda.


Dengan lembut dia mulai memassage perbukitan itu, sebelah tangan Arinda menahan tangan Daniel dari perbuatan nackalnya.


Daniel membenamkan wajahnya di ceruk leher Arinda mulai menciumi leher jenjangnya. Dengan meninggalkan beberapa tanda membuat Arinda semakin kalang kabut menahan hasratnya.


“tidak sayang ku... tidak untuk hari ini dan tujuh hari ke depannya” tolak Arinda lembut membuat Daniel mendaratkan kembali kepalanya ke bantal empuk miliknya. Menatap Arinda dengan penuh tanda tanya,


“kenapa? Ada apa dengan tujuh hari kedepan?” kening Daniel berkerut mendengar perkataan istrinya.


Arinda tersenyum manis pada Daniel,


“sayangku, kamu harus berpuasa untuk 'itu' dari hari ini hingga tujuh hari kemudian karena hari ini aku tanggal merah” Arinda beranonim membuat Daniel semakin bingung.


“maksudnya?”


“aku sedang kedatangan tamu bulanan, sebaiknya sekarang kamu lepaskan tanganmu agar aku bisa mengganti sesuatu di bawah sana” jelas Arinda membuat Daniel semakin tidak mengerti.


Huh....sangat sulit membuat beruang kutub ku ini mengerti Arinda lalu meraih ponsel milik Daniel dan memberikan pada suaminya.


“kamu cari saja. Apa yang aku maksud dengan kedatangan tamu di internet. Kamu akan paham sendiri” Arinda melepaskan paksa tangan Daniel bangkit menuju kamar mandi untuk bersih-bersih.


Daniel penasaran dengan maksud istrinya mulai mencari informasi di Internet. Matanya membuka sempurna saat mendengar penjelasan di internet yang menghancurkan harapan king kobra untuk menempati sarangnya.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2