
Jantungku....aku tidak pernah merasakan debaran ini lagi semenjak wanita ular itu mengkhianatiku. Tapi debaran jantung yang kurasakan apakah semua karena gadis ini guman Daniel dalam hatinya. Daniel berusaha mengontrol dirinya dan debaran di dadanya.
“Tuan muda Daniel, perkenalkan ini event manager kami. Namanya Arinda” Cantika memperkenalkan Arinda pada Daniel, mata Daniel menatap lekat padanya.
“apakah kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Daniel dengan sengaja.
“hm...tidak mungkin tuan muda, anda orang penting bagaimana bisa bertemu dengan saya rakyat jelata, mungkin saja wajah saya yang terlalu pasaran” kata Arinda pura-pura lupa dan tidak mengenal Daniel.
Berbohong dan sengaja lupa!!! cerdik sekali. Tapi aku akan membuatmu tidak akan bisa melupakanku guman licik Daniel dalam hati
Arinda memicingkan matanya mencoba untuk mengintimidasi Daniel, berharap tidak mengungkit kejadian yang sudah lama.
Ansel menatap ke arah Daniel dan Arinda,
Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang panjang, semoga akan ada hal yang baik nantinya guman Ansel dalam hati. Ansel tersenyum melihat sikap Daniel yang berbeda dari biasanya.
“Sel....bukankah gadis ini yang sudah menyiram minuman kepada....” belum selesai Daniel berbicara spontan Arinda langsung membungkam mulut Daniel dengan tangannya. Jarak mereka sangat dekat, Daniel dapat mendengarkan debaran jantung Arinda.
“Arin.....kamu ngapain?!” mata Cantika melotot melihat tingkah Arinda yang berani, membuat Arinda tersadar kalau dia telah melakukan kesalahan.
“Ma...ma...maaf” tersadar dengan tindakannya Arinda segera melepaskan tangannya dari mulut Daniel dan langsung mundur beberapa langkah.
Daniel langsung meraih tangan Arinda dan menariknya hingga berdiri sangat dekat. Perlahan Daniel mendekatkan mulutnya ke telinga Arinda hingga jarak wajah mereka sangat dekat.
“Urusan kita belum selesai. Setelah meeting ini usai, kita akan menyelesaikan urusan kita. Jika kamu pergi begitu saja jangan harap kerja sama ini akan terjadi” bisik Daniel ke telinga Arinda. Ingin rasanya Arinda mendorong Daniel untuk menjauh darinya, tapi niat itu di urungnya.
Mata indahnya menatap mata Daniel, mereka tidak sadar ada 2 pasang mata yang memperhatikan mereka sedari tadi.
Arin, kayaknya sangat dekat dengan tuan muda Daniel. Sebenarnya mereka ada hubungan apa? Kata Cantika dalam pikirannya.
Daniel melepaskan tangannya meninggalkan Arinda termangu menatapnya berjalan menuju sofa di ruangannya
Dasar beruang kutub, cowok rese. Kenapa sih gue musti ketemu ama cowok super duper menyebalkan kayak dia. Tapi kalo nggak di turuti bisa-bisa dia batal make Eo Pearl Stars, mbak Cantika bakalan sedih dan kecewa, kata Arinda dalam hati menatap tajam dan kesal pada Daniel.
__ADS_1
Cantika mendekati Arinda sambil berbisik padanya.
“Rin, emangnya ada hubungan apa kamu ama tuan Daniel. Sepertinya kalian terlihat dekat sekali” tanya Cantika penasaran sambil berbisik.
“nggak... kami nggak ada hubungan apa-apa mbak. Maaf mbak...nanti aja Arin ceritain ama mbak ya” bisik Arinda.
"oke deh, ntar di kantor aja kita bicarain. Sekarang kita fokus aja dulu ama meeting kita hari ni" bisik Cantika lagi.
“Nona Cantika.... Nona Arinda silahkan duduk” Ansel mempersilahkan Arinda dan Cantika untuk duduk di sofa yang tersedia.
Setelah itu Ansel permisi meninggalkan ruangan untuk meminta sekretaris Daniel memesankan minuman ke pantry untuk tamu bosnya. Ansel kembali masuk ke dalam ruangan Daniel dan duduk di sofa single di sebelah tempat duduk Arinda.
Arinda dan Cantika duduk berdampingan di sofa panjang, Arinda sengaja duduk di samping kanan Cantik, dia merasa sangat canggung mengingat tindakannya yang spontan dan disamping kiri Cantika Daniel yang duduk di sofa single sedang membalas e-mail dan pesan dari partner bisnisnya.
“Rin, lebih baik kamu duduk di tempat mbak rin. Biar tuan Daniel bisa melihat konsep acara di laptopmu” kata Cantika meminta Arinda untuk bertukar posisi dengannya.
“Nggak usah mbak. Biar aku di sini aja” tolak Arinda. Tentu saja hal itu dia lakukan karena dirinya masih kesal dan canggung. Kesal karena Arinda teringat saat Daniel merendahkannya dan canggung karena tindakan spontannya.
Daniel diam-diam tersenyum melihat Arinda dengan wajah cemberut pindah ke dekat sofanya. Wajah Daniel kembali datar dan dingin saat Arinda melihat ke arahnya.
Tanpa berbasa-basi Daniel meminta Arinda dan Cantika untuk mulai menjelaskan konsep acara pesta ulang tahun perusahaan Arebeon corp..
Arinda berusaha untuk menenangkan dirinya dan meredam rasa kesalnya
Ayo Arin kamu harus fokus dan profesional, lupakan semua masalahmu dengan cowok menyebalkan itu kata Arinda dalam hati menyemangati dirinya, Lalu dia pun memulai menjelaskan konsep acara pesta Arebeon.
Arinda membuka laptopnya dan mulai menjelaskan secara detail konsep yang di susunnya sesuai dengan keinginan CEO Arebeon corp. yaitu Daniel. Arinda juga menjelaskan konsep acara pesta cadangan jika konsep acara yang di tawarkan Aribda tidam berkenan bagi Daniel.
Tidak hanya cantik, tapi juga pintar dan jenius. Konsep ini sangat bagus dan sesuai dengan apa yang kuinginkan guman Daniel dalam hatinya.
Saat Arinda menjelaskan setiap konsep acara, Daniel diam-diam menatap Arinda yang fokus menjelaskan pada Daniel.
Ada apa denganku? kenapa aku tidak henti-hentinya terus menatap gadis ini? Aku seperti terhipnotis oleh matanya yang indah dan....guman Daniel terhenti saat Arinda dan Cantika menatap dirinya.
__ADS_1
"bagaimana menurut anda tuan?" tanya Cantika,
"apanya yang bagaimana?" tanya Daniel kembali membuat Arinda dan Cantika bingung.
Tawa Ansel hampir saja meledak melihat Daniel yang bingung di tanya oleh Cantika. Ansel berusaha keras menahan tawanya hingga hanya senyuman yang terlukis di bibirnya, saat dia diam diam memperhatikan Daniel yang terus menatap Arinda.
"heem tuan muda tadi nona Cantika bertanya pada anda tuan muda, apakah ada hal yang harus di tambahkan dalam konsep acara yang di jelaskan oleh nona Arinda" jelas Ansel.
Seakan menyadari dirinya yang tertangkap basah oleh Ansel, Daniel segera mengubah sikapnya menjadi dingin dan datar.
"hmm... sejauh ini Konsep acara ini sudah sangat bagus, aku menyukainya" kata Daniel mengalihkan pandangannya ke layar latop Arinda.
Sepertinya nona Arinda sudah berhasil menarik perhatian Tuan muda guman Ansel dalam hati, terlukis senyuman di bibir Ansel yang senang Daniel berubah.
Cantika meminta Arinda melanjutkan presentasinya. Dengan seksama Cantika, Ansel dan Daniel mendengar setiap konsep penjelasan Arinda, sesekali Cantika menambahkan beberapa ide
Tok...tok...tok.....
Sekretaris Daniel masuk bersama OB yang mengantarkan minuman untuk tamu bossnya. OB meletakkan satu persatu minuman di atas meja, tampak asap masih mengepul menandakan minuman itu masih panas.
“Terima kasih” Cantika mengucapkan terima kasih. Sekretaris dan OB undur diri meninggalkan ruang kerja Daniel.
"mari silahkan di minum" Ansel mempersilahkan Cantika dan Arinda meminum minuman yang di hidangkan.
Cantika meraih cangkir minuman di atas meja, tanpa sengaja tangannya menyenggol gelas minuman lain hingga menumpahkan isinya yang masih panas ke tangannya.
***************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
( Π_Π )
__ADS_1