
Setelah memasangkan kalung berlian itu, Daniel kembali mengecup leher belakang Arinda dengan penuh Cinta membuat Arinda merasa geli lalu membalikkan tubuhnya kembali berhadapan dengan Daniel.
“Daniel, sebaiknya kamu kembali ke ruanganmu. Sebentar lagi mommy akan kemari” pinta Arinda pada Daniel yang kembali memeluknya. Kedua tangannya merangkul pinggang Arinda,
“baiklah, aku akan kembali tapi dengan syarat kamu menciumku sekarang” Daniel memberi syarat pada Arinda.
“Dan..” arinda mencoba melepaskan dirinya dari Daniel. Namun kedua tangan Daniel merangkul pinggang Arinda erat,
“aku tidak akan pergi sebelum kamu menciumku” Daniel semakin memeluk erat pinggang Arinda.
“baiklah, tapi...” Arinda menggantungkan perkataannya membuat Daniel penasaran.
“hmmm” Daniel menatap Arinda dengan sebelah tangannya kembali membelai wajah Arinda.
“aku...malu... jika kamu melihatku” Arinda menundukkan wajah, mata indahnya menatap kedua tangannya di dada bidang Daniel.
Danil tersenyum, dengan sebelah tangan yang membelai wajah Arinda tadi, dia perlahan mengangkat wajah cantik Arinda. Perlahan-lahan daniel mendekatkan wajahnya dan mendaratkan dengan mulus bibir miliknya pada bibir mungil milik Arinda.
Bibir mereka saling memagut, saling mencecap rasa manis. Mata mereka berdua terpejam menikmati pagutan bibir yang mereka lakukan, Lidah Daniel mulai mengabsen setiap detail di dalam mulut dan mengajak lidah Arinda untuk bermain hingga membuatnya semakin terhanyut dan kembali lupa mengatur nafasnya.
Perlahan Daniel melepas pagutannya, membiarkan Arinda menghirup udara sebentar. Kening dan hidung mereka Saling menempel, samar-samar Daniel mendengar ada yang akan masuk ke ruangan Arinda. Dia lalu mengecup kening Arinda dengan lembut,
“sampai bertemu di acara pesta nanti” Daniel kembali mengecup kening dan punggung tangan Arinda. Segera dia meninggalkan Arinda yang memegangi kedua pipinya tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.
Dia kembali duduk di depan meja dan kaca rias, matanya menatap kaca yang seperti menampilkan adegan berciumannya tadi dengan Daniel. Tangannya menyentuh lembut bibir yang tadi sempat merasakan manis dan hangatnya ciuman mereka tadi.
Davira masuk ke ruang ganti Arinda, menatap ke arah Arinda yang duduk termenung di depan cermin sambil menyentuh bibirnya yang terlihat sedikit merah dan bengkak.
“hayo....kak Arin lagi ngapain? Bibir kak Arin kenapa?” tanya Davira, dia tahu ulah siapa yang membuat bibir Arinda memerah dan sedikit bengkak namun tidak terlihat begitu jelas.
Arinda terkejut dan hanya diam tidak mampu menjawab pertanyaan Davira
Dasar cowok rese, udah bikin gue dalam masalah lagi. Gimana caranya gue mo jelasin ke Vira kalo ini semua ulah dari Daniel, wajah arinda merona merah bingung menjelaskan pada Davira.
“itu... anu.... itu” Arinda kebingungan tidak tahu harus menjelaskan apa.
__ADS_1
Tidak berapa lama Aileen masuk dan melihat dari cermin rias wajah Arinda yang merona.
“sayang kamu kenapa? Kok wajah kamu begitu merona, dan dari mana kamu mendapat kalung indah ini ” Aileen memegangi kalung yang ada di leher jenjang membuat Arinda salah tingkah.
Davira mengedipkan matanya pada Aileen seolah memberitahu jika pelakunya kini berada di samping ruangan sedang berganti pakaian.
“apa Daniel kemari?” tanya Aileen langsung to the point pada Arinda, membuatnya langsung menatap Aileen.
“si Daniel ini, nggak bisa sabaran apa?” Aileen mengomel kesal pada putra keduanya, membuat Daniel bersin seketika.
Hatsyi..
Daniel menggosok hidungnya dengan jari telunjuk, para sahabat Daniel menatap ke arahnya yang bersin-bersin.
“lu sakit Dan?” tanya Sean yang akan memeriksanya.
“nggak, aku rasa ada yang membicarakanku” Daniel kembali memakai pakaiannya dengan di bantu asisten Maya.
Maya, Cantika dan MUA datang dengan membawa koper milik Arinda dan sebuah gaun pesta yang dengan beberapa pernak pernik yang banyak.
Sore itu acara pesta pernikahan Daniel dan Arinda di mulai, di depan hotel Vern De international berjejer hingga ke jalan karangan bunga ucapan selamat dari kolega bisnis Daniel dan klien Arinda yang tahu dengan kabar pernikahannya.
Para tamu undangan sudah mulai berdatangan dan memasuki ball room. Daniel dan Arinda berjalan beriringan menuju Ball room tempat acara pesta di adakan, mereka tampil sangat perfect dan serasi.
Arinda memakai gaun bergaya cathedral length Train berwarna biru lembut dengan hiasan bunga-bunga kecil dengan di padukan batu swarovski. Lehernya yang jenjang di hiasi dengan kalung berlian berbentuk hati yang di berikan Daniel.
Para tamu takjub dan terpana melihat pasangan yang memasuki ruang acara di iringi dengan keluarga Arsenio yang berjalan di belakang mereka.
Mc acara pun membuka pesta sore itu, dengan di iringi musik dan penampilan dari penyanyi papan atas yang sengaja di undang Daniel.
Ansel menyuruh kepala bodyguard untuk berjaga dengan sangat ketat, hingga para tikus-tikus kiriman Alexa dan Lutfi tidak dapat masuk dan mematai-matai keluarga Arsenio.
Acara pesta berlangsung hingga malam, setelah shalat isya Arinda kembali mengganti pakaiannya dengan gaun berwarna biru tua dipadukan dengan warna abu-abu di bagian bawah gaun dengan di hiasi bunga-bunga berwarna silver. Daniel pun tampil sempurna dengan tuxedo rancangan Maya.
Daniel terpana saat melihat Arinda keluar dari kamar ganti, kecantikan Arinda telah menghipnotis dirinya. Arinda salah tingkah saat Daniel menatap lama dirinya,
__ADS_1
“apakah terlihat aneh saat aku memakai gaun ini?”Arinda bertanya pada Daniel.
“kamu terlihat begitu sempurna” Daniel menghampiri Arinda mengecup keningnya, dia lalu meraih tangan menautkan jari jemarinya di antara jari jemari Arinda.
Mereka berjalan beriringan kembali menuju ruangan pesta, kembali para tamu berdecak kagum dan terpana dengan pasangan yang baru menikah.
“pasangan yang sempurna, yang satu cantik dan yang satu tampan”
“jadi iri ngeliat pasangan ini, kapan gue bisa ketemu ama cowok yang se perfect ini”
Berbagai komentar dari para tamu memuji Daniel dan Arinda, satu persatu mereka naik ke atas panggung pelaminan memberikan ucapan selamat pada Arinda dan Daniel.
Arvin berjalan menghampiri Mc acara dan berbisik di telinganya, sang Mc acara lalu menyerahkan mikrofon pada Arvin.
“selamat malam semuanya, mohon perhatiannya sebentar. Saya Arvin mengucapkan selamat pada sahabat saya Daniel semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Selamat menempuh hidup baru dengan status baru lu bro, trus Arinda, smoga lu sabar dan nggak kaget dengan tingkah ajaib sahabat gue.” Arvin lalu meminta music pengiring melantunkan sebuah music lembut.
“ bro, gue undang lu sama Arinda untuk turun di lantai dansa ini” tantang Arvin dengan menaik turunkan kedua alisnya. Dia sengaja meminta Daniel untuk berdansa dengan Arinda karena selama mereka bersahabat tidak pernah sekalipun mereka melihat Daniel berdansa termasuk keluarga Arsenio.
Sudah berbagai acara Daniel hadiri, namun tidak pernah sekalipun dia berdansa dengan lawan jenisnya. Padahal begitu banyak gadis yang berharap bisa berdansa dengan CEO dingin itu. Para tamu dan kolega kerajaan bisnis Arsenio pun ikut penasaran menanti melihat pasangan yang baru menikah tampil di hadapan mereka.
Daniel tersenyum smirk membuat Arvin berpikir jika dia telah membuat kesalahan menantang seorang Daniel Arsenio. Dia menggandeng tangan Arinda untuk turun dari panggung pelaminan.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1