Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 211


__ADS_3

“halo oma, apa kabar?” Sapa Vivi menatap oma Ayu yang terlihat lesu di atas ranjangnya.


“alhamdulillah keadaan oma baik-baik saja, terima kasih sudah mau menjenguk oma” sapa Oma Ayu ramah, Aileen membantu oma Ayu untuk duduk dengan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


“Vivi, tante tinggal sebentar, o ya kamu mau minum apa?” tanya Aileen akan beranjak pergi ke dapur.


“terserah mommy saja” Vivi dengan lancang memanggil ‘mommy’ pada Aileen, membuat oma Ayu dan Aileen tertegun.


“itu vi, kamu panggil tante apa tadi?” Aileen tampak canggung.


“oh maaf tan, Vivi kalo melihat tante seperti melihat mommy Vivi, jadi nggak sadar keceplosan manggil mommy ke tante” Vivi memasang wajah tidak berdosanya.


“oh ya, orang tua kamu tinggal di mana Vi?” tanya Aileen yang penasaranj dengan orang tua Vivi.


“Kedua orang tua Vivi udah meninggal tan karena kecelakaan pesawat” wajah Vivi tampak sendu teringat dengan nasib kedua orang tuanya.


“maaf, bukan maksud tante mengungkit kesedihanmu. Tante benar-benar minta maaf Vi” Aileen tidak enak hati.


“nggak apa-apa kok Tan, kebaikan tante dan keluarga yang lain mengobati rasa rindu Vivi pada keluarga yang sudah tenang di sana” Vivi menatap oma Ayu yang tersenyum ramah memegang lembut tangan Vivi.


Dengan mengodekan kepalanya, Oma Ayu meminta Vivi untuk lebih mendekat padanya. Tanpa di duga Vivi, oma ayu memeluk dan membelai lembut rambutnya membuat dirinya tertegun. Kehangatan keluarga yang selama ini dia rindukan terbayar saat oma Ayu memeluk tubuhnya, menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut.


Kehangatan ini! Sudah sangat lama aku merindukannya. Sebentar lagi aku akan mendapatkan semua ini dengan secepatnya menyingkirkan Arinda dari jalan ku tekad Vivi dalam hati.


Teringat olehnya serum yang ada dalam tasnya, perlahan-lahan Vivi merenggangkan pelukannya dengan oma Ayu.


“oma , tante... permisi sebentar Vivi mau ke kamar mandi” Vivi dengan sedikit menundukkan kepalanya.


“silahkan, kamu pakai kamar mandi di sini saja, tante akan keluar sebentar untuk mengambil makanan buat oma sekalian minuman untukmu” Aileen beranjak pergi menuju dapur.


“sebentar oma, vivi akan kembali” Vivi beranjak menuju kamar mandi. Dia masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam.


Vivi menatap dirinya di cermin lama, teringat olehnya kehangatan yang di berikan oma Ayu, kebaikan hati yang begitu mempercayainya.

__ADS_1


Apa aku harus memberikan ini? Oma sudah begitu baik padaku, apakah oma layak menjadi korban dari rencana ku? Tidak, ini tidak seharusnya begini Vivi lalu mengeluarkan sebuah jarum suntik dan serum yang sudah di bawanya.


Dia menatap dua botol kecil berisi cairan berwarna biru dan merah, dia lalu membuka paksa botol berwarna merah dan membuang isinya ke dalam kloset. Dia lalu meraih suntik mengisinya dengan cairan biru dalam botol.


Oma tidak layak mendapatkan ini Vivi lalu memasukkan kembali jarum suntik yang sudah berisi cairan biru ke dalam tas miliknya.


Vivi keluar dari kamar mandi, dia menatap ke sekeliling kamar oma Ayu berharap Aileen belum kembali ke kamar oma. Dia menatap oma Ayu yang terlihat tertidur dengan lelap, dengan cepat dia mengambil jarum suntik dalam tasnya sambil menatap ke pintu kamar oma Ayu .


Dengan perlahan-lahan dia menyuntikkan cairan biru itu ke tangan oma Ayu tanpa membangunkannya. Oma Ayu sempat merasakan rasa sakit di lengannya, ingin dia membuka mata melihat apa yang terjadi.


Namun entah mengapa matanya begitu berat dan tidak bertenaga. Vivi berhasil menyuntikkan cairan itu ke lengan oma Ayu, di saat bersamaan pintu kamar oma Ayu terbuka membuat Vivi terkejut.


Tidak sengaja jarum suntik itu terjatuh hingga masuk ke bawah kolong ranjang oma Ayu. Arinda masuk ke kamar oma Ayu mendapati Vivi yang berdiri termenung menatap ke arahnya,


“Vivi?” Panggil Arinda heran melihatnya, Vivi sedikit bernafas lega karena dia sudah berhasil menyuntikkan seluruh isi cairan biru itu ke tubuh oma Ayu.


Kening Arinda mengkerut menatap Vivi yang menghela nafas lega,


“kamu kenapa Vi?” tanya Arinda,


Arinda menatap oma Ayu yang tertidur dengan lelapnya, saat akan masuk ke kamar oma Ayu dia sempat melihat apa yang di lakukan Vivi. Dia lalu berjongkok mencari sesuatu yang tanpa sengaja di jatuhkan Vivi, di meraba-raba di lantai hingga kolong ranjang oma Ayu. Hingga tangannya menyentuh sesuatu, dia segera meraihnya,


Jarum suntik? Obat apa yang di suntik Vivi pada oma Ayu? Aku harus mencari tahu, sebaiknya aku memberitahu Daniel Arinda meraih ponselnya akan menghubungi Daniel. Namun, telepon dari Cantika membatalkan niatnya.


sebaiknya aku berikan ini pada Dokter Sean agar dia bisa memeriksa cairan apa yang sudah di berikan Vivi pada oma Arinda langsung menggeser icon tombol hijau ponselnya.


“Assalamualaikum mbak” sapa Arinda masih menatap jarum suntik di tangannya. Masih ada sedikit cairan biru di dalam suntikan itu, dia langsung memasukkan jarum suntik itu ke dalam tasnya.


“..........”


“mungkin aku agak sedikit terlambat balik ke kantornya mbak, nggak apa-apa kan?”


“.........”

__ADS_1


“baiklah mbak, sampai ketemu di kantor” Arinda mematikan ponselnya memasukkan kembali dalam tas ransel. Saat menerima telepon dari Cantika, oma Ayu terbangun dan menatap Arinda yang memunggunginya.


“oma udah bangun?” Tanya Arinda ramah,


“hmm iya sayang. Kapan kamu sampai?” Tanya oma Ayu.


“Arin baru saja datang oma” Arinda duduk di samping ranjang oma Ayu, di saat bersamaan Aileen masuk ke kamar oma Ayu bersama maid membawa makanan untuk oma Ayu.


“Sayang, kamu di sini. Di mana Vivi?” Tanya Aileen tidak menemukan ke beradaan Vivi.


“dia udah pamit Mom, vivi juga nitip salam buat mommy dan oma” Jelas Arin yang membantu oma Ayu menyuapi makanannya. Mereka bertiga mengobrol sedikit lama, hingga tidak terasa makanan oma Ayu sudah habis di suapi Arinda.


Jam sudah menunjukkan jam tiga, Arinda berpamitan dengan Aileen dan oma Ayu untuk kembali ke kantor Pearl Stars. Sebenarnya Aileen ingin Arinda menginap saja di Mansion, namun dia mengerti jika menantunya juga memiliki tanggung jawab dengan pekerjaan dan Daniel putranya.


Arinda masuk ke dalam mobil, si supir menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya menuju Arsen Medical. Arinda merasa ada yang tidak beres dengan jarum suntik yang di temukannya tadi, dia lalu bermaksud ingin bertemu dengan Sean dan Davira untuk mengetahui cairan biru di dalam suntikan yang di temukannya.


Di saat bersamaan, Sean sudah mendapatkan hasil laporan tes darah oma Ayu. Alangkah terkejutnya dia melihat hasil tes oma Ayu yang menunjukkan ada kadar rcun di dalam darahnya.


*************


mohon maap... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


hari ini Author up satu episode dulu, karena kondisi fisik author yang kurang sehat 🤒🤒🤒🤒....


secepatnya author akan usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2