Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 257


__ADS_3

Dengan sangat hati-hati body guard mengawal Arinda dan Daniel, mereka dengan sigap di bantu dengan pihak keamanan bandara mengawal mereka menuju mobil yang sudah di pesan oleh Ansel.


“Sayang, hati-hati melangkah. Kemarilah” Daniel memeluk istrinya melindungi dengan sangat ketat. Dia sangat khawatir dengan istri dan baby di kandungannya, dia juga menginstruksikan pada body guard untuk lebih memprioritaskan Arinda.


Mobil jemputan Daniel dan Arinda sudah terparkir cantik di pelataran bandara, dengan hati-hati Arinda menaiki mobil itu dan duduk dengan tenang di samping Daniel. Tangannya perlahan membelai perut Arinda merasakan gerakan baby mereka, senyuman tersungging di bibirnya saat merasakan gerakan lincah baby twinsnya.


“kita langsung ke hotel tuan” tanya supir yang membawa mobil itu.


“hmmm” seperti biasa Daniel menjawab singkat padat dan jelas, dia lebih fokus memperhatikan istrinya.


Iring-iringan mobil Daniel melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel yang telah di pesan oleh Ansel. Daniel menggenggam tangan istrinya dengan penuh cinta,


“sayang, kamu sudah menyiapkan hadiah untuk Arvin dan Aisyah?” tanya Arinda.


“tenang saja sayang, Ansel sudah menyiapkan semuanya” Daniel sesekali mencium tangan Arinda, sebelah tangannya merangkul pundak istri membuat supir yang sedang menyetir merasa baper dan iri.


Nasib jones (jomblo ngenes) liat tamu VVIP mesra gini pengen cepat-cepat punya pendamping juga, tapi apalah daya....hanya guling serta selimut sebagai peneman dan penghangat tidur tangis sedih supir dalam hati melihat kemesraan Daniel dan Arinda.


***


Arvin dan Ansel tengah makan siang di restoran hotel, setelah pertemuannya dengan Aisyah dan jawaban yang di berikannya membuat Arvin bersikap aneh dan seperti orang linglung. Ansel heran melihat Arvin dengan kelakuannya yang aneh bin ajaib, dia yang biasanya pecicilan dan slengekan mendadak bersikap tenang juga gugup.


“Vin, kamu nggak apa-apa?” tanya Ansel menatapnya.


“haa... apa?” Arvin melihat ke arah Ansel dengan tatapan bingung.


“kamu benaran tidak apa-apa? Kamu kelihatan gugup dan sangat aneh” Ansel meraih minumnya.


“iya aku baik-baik saja” ujar Arvin memegang sendok dengan erat.


“ jika kamu baik-baik saja, kenapa kamu memakai baju ke balik begitu?” Ansel berusaha menahan tawanya melihat pakaian Arvin dengan bagian belakang berada di depan dan bagian depan berada di belakangnya. Mata Arvin segera melihat baju yang di kenakannya dan kebingungan dengan posisi baju yang salah.


“ ha.... astagfirullah, ajim... pantasan aja orang-orang pada ngeliatin gua. Lu napa kagak bilang dari tadi?” ujar Arvin bermaksud akan membuka bajunya, langsung dengan cepat di hentikan Ansel.


“kamu mau ngapain?” cegah Ansel.

__ADS_1


“mau balikin ke semula lah, kagak mau gua jadi bahan tertawaan mereka” ujar Arvin mulai mengangkat bajunya. Ansel kembali mencegah apa yang di lakukan Arvin,


“setidaknya kamu lakukan di toilet, masak kamu mau membuka baju kamu di depan umum begini?” tanya Ansel mengingatkan Arvin jika mereka saat ini ada di depan umum,


“sh*t... baru nyadar gua” Arvin bergegas menuju ke toilet yang di tunjuk oleh seorang waiter.


Ansel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat Arvin, untuk pertama kalinya dia melihat temannya gugup dan salah tingkah. Tidak berapa lama, Arvin kembali duduk di kursinya dengan tanpa memakai baju atasannya membuat Ansel yang tengah menikmati makanannya tersedak.


Dia terbatuk-batuk melihat tampilan Arvin dengan pede tingkat dewa. Segelas air putih langsung di berikan Arvin pada Ansel yang langsung di minumnya. Mata kaum hawa yang tengah makan siang serta para karyawan terutama perempuan terpesona melihat tubuh Arvin yang tidak jauh berbeda dengan Daniel. Ada beberapa bagian bekas jahitan menambah kesan jantan padanya.


Daniel dan Arinda baru saja sampai di hotel langsung menuju ke restoran, mereka berdua terheran melihat para kaum hawa terpesona menatap ke satu arah. Arinda menatap ke arah para kaum hawa menatap, mata indahnya terpesona melihat pemandangan langka yang tidak pernah siapa pun melihatnya.


Mata Daniel terbuka lebar saat melihat sahabatnya tidak mengenakan baju memperlihatkan dada bidang dengan perut sikspacknya. Kecemburuannya meningkat drastis saat melihat Arinda yang ikut terpesona dengan pemandangan di depannya. Dengan sigap dia menutup mata Arinda yang langsung beristigfar,


“Lu kagak Apa-apa?” tanya Arvin dengan wajah tanpa dosa.


“Huuk... Huukk... Kamu kenapa? Mana baju kamu?” tanya Ansel membuat Arvin tersadar kembali jika dia tidak mengenakan bajunya.


“Aaaaaa” tangannya langsung menutupi tubuh bagian atasnya, dia membalikkan tubuhnya ke belakang dan terkejut saat melihat Daniel dengan tatapan tajam laksana elang yang akan menerkam mangsanya.


“sayang...” panggil Arinda memegangi tangan Daniel yang menutup matanya.


“Kita ke kamar sekarang” Daniel menurunkan tangannya menarik tangan istrinya menuju lift. Dia sudah menyuruh salah seorang body guardnya mengambil kunci di front office.


Ansel segera menyusul Arvin di toilet memastikan tidak ada kesalahan yang di lakukannya. Arvin keluar dari toilet dengan wajah panik, telinganya memerah seperti kulit lobster. Dia sudah mengenakan bajunya, menutupi tubuh bagian atasnya.


tidak ku sangka jika seorang mantan bos dunia bawah bisa terkena pre marrisge syndrome,, apa dia sangat gugup? guman Ansel dalam hati menatap Arvin.


“kamu sebenarnya kenapa?” tanya Ansel.


“ gua.... gua kalo gugup ya gitu. Semua yang gua lakukan pada rada salah” ujar Arvin membuat Ansel tepuk jidat.


“bisa-bisannya mantan bos dunia bawah, gugup di hari akad nikahnya, di mana keberanian kamu saat melamar Aisyah?” Ansel menggeleng - gelengkan kepalanya, tawanya hampir saja meledak namun harus di tahannya saat mengingat wajah Daniel.


“si Dan kemana?” tanya Arvin melangkah menuju lift, dia tidak melihat Daniel saat melewati restoran. Sindiran Ansel sama sekali tidak di gubrisnya,

__ADS_1


“sepertinya tuan muda langsung ke kamar. Di lihat dari raut wajahnya, dia terlihat sangat marah dan kesal” ujar Ansel berdiri di samping Arvin.


“Apa Arinda ngeliat gua?” tanya Arvin panik.


“sepertinnya...” ujar Ansel prihatin. Wajah Arvin pucat pasi, saat menunggu lift beberapa kaum memberi nomor kontak mereka pada Arvin dengan sebelah tangan mengisyaratkan untuk menghubungi mereka.


Arvin dan Ansel hanya terdiam sekaligus bingung, efek dari pertunjukkan tadi membuat Arvin mendapat banyak nomor kontak dari perempuan yang sempat menonton mereka. Ada juga beberapa pria yang juga membberi nomor kontaknya pada Arvin, membuatnya bergidik ngeri.


***


Pintu lift terbuka di lantai yang Arinda dan Daniel tuju, Arinda hanya menahan senyumnya melihat kecemburuan Daniel yang sangat terlihat jelas. Walau terlihat kesal Daniel menarik tangan Arinda dengan lembut, dia tidak ingin menyakiti istri dan baby twins. Body guard membukakan pintu kamar president suite mempersilahkan Arinda dan Daniel masuk.


Daniel masih memegang tangan Arinda menariknya menuju kamar tidur, dia terlihat sangat tidak senang saat istrinya yang sempat terpesona menatap tubuh Arvin. di kamar tidur tangan Arinda langsung di lepas Daniel, dia tampak mengatur nafas dan meredam emosinya.


“sayang....” sapa Arinda dengan hati-hati. Daniel mengabaikan panggilan Arinda, dia masih berusaha meredam rasa cemburunya. Perlahan Arinda mendekati Daniel yang membelakanginya, tangannya terbuka memeluk suaminya dari belakang. Dia berusaha semampunya memeluk Daniel namun sedikit terhalang karena perut besarnya.


“daddy sayaaang” goda Arinda berusaha membujuk suaminya. Namun Daniel malah menghindarinya dengan melepaskan tangan Arinda, dia memilih masuk ke dalam kamar mandi membuat Arinda tampak sedih.


Terdengar suara bel di pintu depan kamar president suite, Arinda memutuskan melihat siapa yang datang. Dia membuka melihat body guard yang membawa tas berisi pakaian miliknya dan pakaian baru milik Daniel.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulis karya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for All...


__ADS_2