
“bagus, o ya May kamu juga bawa buku contoh pakaian akad nikah, sama resepsinya. Jangan lupa kamu juga bawa buku untuk baju seragaman keluarga” kata Cantika, belum Maya menjawab pertanyaan Cantika, arinda langsung menjawab pertanyaan dari bosny.
“udah Arin siapin mbak” kata Arinda. Mendengar hal itu Maya sangat senang dan memeluk Arinda dari samping,
“oooo, thank you my sweet heart,lu emang the best deh. Apa jadinya Akika tanpa lu” kata Maya senang.
“Yang pastinya pizza favorit untuk gue jangan lupa” canda Arinda
“Jadi, ceritanya nggak ikhlas nih?” Tanya Maya, melepaskan pelukannya.
“sekali-sekali nggak deung, demi pizza favorit sama milkshake” canda Arinda tersenyum.
“Ya udah deh. Ntar aku yang traktir pizza nya. Sekarang kita siap-siap berangkat ke Mansion Arsenio, lebih baik kita cepat datang setengah jam dari jam pertemuan” kata Cantika.
“Oke ciin. Akika mau dandan cetar membahana dulu ah” kata Maya mengambil peralatan make up.
“May, nggak usah centil. Ntar ku telepon Leo mau?” ancam Cantika bercanda.
“Is is is jahara deh, akika kan perlu tampil perfect juga” Maya memanyunkan bibirnya.
“Kita kesana mau kerja Maya, ingat kita musti profesional loh” kata Arinda.
“iya iya iya mak” kata Maya berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah pintu.
“ Mbak sama Maya duluan aja, ntar Arin nyusul” kata Arinda.
“Ya udah mbak tunggu di bawah ya. Yuk may” kata Cantika berjalan beriringan menuju tangga untuk turun ke loby.
Arinda kembali ke meja kerjanya mengambil tas ransel lalu memasukkan ponsel ke dalamnya. Setelah beres, Arinda turun ke lobi dengan menjinjing tas laptop di tangan kanannya.
Perjalanan dari kantor Pearl Stars menuju ke Mansion Arsenio hanya membutuhkan waktu dua puluh menit.
Arinda, Maya dan Cantika sudah berada di depan gerbang Mansion Arsenio. Penjaga gerbang sudah dapat informasi jika hari ini ada tamu dari Pearl Stars.
“silahkan masuk nona” kata penjaga membukakan pintu gerbang.
“makasih pak” kata Cantika lalu melajukan mobilnya masuk menuju halaman Mansion Arsenio.
Cantika memarkirkan mobilnya di halaman luas Mansion Arsenio. Aileen mendapat info jika Pearl Stars sudah sampai di rumahnya langsung menghampiri dan menyambut mereka.
“Assalamulaikum, tante” sapa Cantika sambil cipika cipiki dengan Aileen
“Waalaikum salam Cantika” sapa Aileen.
“Holla hallo tante Aileen, makin kinclong aja” sapa Maya.
“Kamu bisa aja Maya, ini semua berkat usulan kamu buat make krim malam itu. Jadi makin kinclong deh” kata Aileen lalu melihat kesamping Maya.
“Arinda sayang, mommy kangen sama kamu” kata Aileen sambil memeluk Arinda.
__ADS_1
“Arin juga kangen sama mo mommy” kata Arinda membalas memeluk Aileen.
Cantika tertegun saat Arinda memanggil Aileen dengan sebutan Mommy,
“May, sejak kapan Arin di angkat anak sama tante Aileen” bisik Cantika ke Maya.
“ Bukan di angkat anak Tika, sebaliknya mo di jadikan calon menantu” kata Maya santai membuat Cantika terkejut.
“Haaa” keterkejutan Cantika membuat Aileen dan Arinda menatap ke arahnya.
“Ma maaf tante, tadi nggak sengaja ke gigit lidah sendiri” kata Cantika,
Calon menantu, jadi Arin dan Tuan Daniel? Tapi Arin nggak pernah crita guman Cantika dalam hati.
“ooo nggak pa-pa , ayo mari masuk” kata Aileen menggandeng tangan Arinda menuju ruang keluarga.
Oma Ayu dan Davira sedang menikmati acara di televisi, sesekali mereka mengomentari acara yang mereka tonton.
“Ma, liat siapa yang datang” kata Aileen.
“Arin” oma Ayu mengulurkan tangannya dan di sambut Arinda dengan menyalami dan mencium tangannya.
“oma Apa kabar?” tanya Arinda.
“oma baik sayang” kata oma Ayu menggenggam tangan kanan Arinda.
“Maaf oma karena Arin terlalu sibuk jadi jarang bisa menemani oma” kata Arinda,
“Kak Arin” Davira bangkit dari duduknya lalu memeluk Arinda.
“Gi mana kabar kamu Vir?” tanya Arinda seraya melepaskan pelukannya.
“Alhamdulillah Vira baik kak, pantesan aja mommy senyum-senyum senang saat sarapan tadi” kata Davira menuntun Arinda duduk di antara dia dan oma Ayu.
“Mommy kan mau bikin surprise buat semuanya. O ya sampai lupa, Cantika Maya ayo silahkan duduk. Beginilah kami kalo udah ketemu sama Arinda bawaannya lupa sama sekitar” kata Aileen senyum.
“ nggak apa-apa kok tan,” kata Cantika duduk di sofa single begitu juga Maya.
“ ya gitu deh si tante, liat Arinda lupa ama Akika dan Cantika” canda Maya, duduk di samping sofa Cantika.
Mereka semua tertawa mendengar candaan Maya, diam-diam Davira memotret Arinda lalu mengirimnya ke wa Daniel.
Dreeting...
📱
Kak Dan, kak Arin ada di mansion sekarang. Mommy ngundang mereka buat membicarakan Wo kak Darren dan kak Amanda.
Ponsel milik Daniel berbunyi menandakan adanya pesan Wa yang masuk. Karyawan Daniel sejenak berhenti menatap ke arah Daniel.
__ADS_1
“Lanjutkan” kata Daniel datar sambil menatap layar ponsel miliknya.
Pesan dari Davira, sepertinya bukan hal yang penting guman Daniel kembali meletakkan ponselnya di atas meja lalu memperhatikan penjelasan Materi dari karyawannya.
Dreeting...
📱
Kak Dan kok nggak di bales...
Deringan notifikasi pesan Wa kembali terdengar dari ponsel daniel, membuat karyawan meenghentikan penjelasan materinya. Semua mata tertuju pada Daniel,
“Teruskan saja,” kata Daniel, dia lalu meraih ponsel miliknya lalu membuka pesan dari Arinda.
Daniel terpana melihat isi pesan Davira di sertai dengan foto Arinda, terlihat begitu cantik dan elegan. Senyuman tersungging di bibir Daniel saat melihat foto Arinda duduk di samping Oma Ayu.
Semua karyawan pria yang ikut meeting saling berpandangan saat melihat Daniel tersenyum. Berbeda dengan karyawan perempuan yang terpesona melihat wajah Daniel dengan senyumannya.
Ya Tuhaann, tampan banget guman para karyawan perempuan Dalam hati.
“Heehm tuan muda” panggil Ansel menyadarkan Daniel, seketika itu senyuman di wajah langsung menghilang berubah menjadi Dia biasanya datar dan dingin.
Daniel menatap ke arah semua yang menghadiri meeting
“meeting kita tunda” kata Daniel beranjak dari kursinya, melangkahkan kakinya menuju pintu keluar di ikuti Ansel dengan berbagai pertanyaan di benaknya.
Ada apa dengan tuan muda? Tidak biasanya tuan Daniel menunda meeting hari ini. Sejak menerima pesan tadi wajahnya terlihat senang guman Ansel dalam hati terus memperhatikan Daniel.
“ada apa dengan tuan Daniel, tidak biasanya beliau menunda meeting penting ini” kata salah satu karyawan
“Apakah ada suatu yang mendesak? Dari tadi ponsel tuan muda berdering berkali-kali, mungkin terjadi sesuatu” Kata karyawan yang lainnya.
Daniel dan Ansel berjalan menuju lift khusus untuknya, Ansel menekan tombol lift ke lantai Atas. Daniel sedari tadi menatap ponselnya tidak menyadari jika Ansel menekan tombol yang salah.
Ting....
Daniel masih menatap ponselnya masuk ke dalam lift di ikuti Ansel yang lalu menekan tombol menuju lantai atas tepatnya keruangan Kerja Daniel.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗