
Dengan kode mata Aileen menyuruh Michael untuk melihat Daniel dan Arinda. Michael menatap ke arah dua sejoli itu, dia melihat betapa besar perhatian Daniel pada Arinda. Dia tersenyum senang dan mengerti dengan maksud Aileen istrinya.
Darren, Ansel, Arvin dan Sean ikut melihat ke arah pasangan di depan mereka. Perhatian dan sikap Daniel membuat para jomblo saat itu menggigit jari dan hati menjerit.
“hah” Arvin menghela nafas berat dengan raut wajah sedih.
“Napa lu?” Tanya Darren heran.
Daniel mengambil serbet dan memberikannya pada Arinda yang masih terbatuk-batuk.
“inilah nasib para jomblo, hanya bisa melihat saja” keluh Arvin.
Ansel, Sean, Arvin dan Darren menatap Daniel dan Arinda yang tampak begitu mesra.
“gue kan udah tunangan, jadi status gue nggak jomblo lagi” kata Darren sombong.
“Tapi sekarang lu kan jomblo sementara karena Amanda ga di samping lu” kata Arvin santai.
Darren langsung diam mendengar perkataan sahabat adiknya yang to the point. Arvin lalu melirik ke arah Sean.
“Se, sepertinya lu bakalan dapet predikat Jomblo sejati” sindir Arvin
“bukannya lu juga jomblo, Ansel juga” kata Sean tidak terima di panggil jomblo sejati.
“Eitss, lu salah bro, gue kan playboy banyak cewek yang ngantri, kalo Ansel hehehe udah lama tu hati dia di culik ama pemilik Pearl Stars, persis ama bosnya yang sekarang udah kepincut ama cewek cantik di sebelahnya” sindir Arvin, Daniel menatap dingin ke arah Arvin.
Semuanya langsung tertawa berjamaah mendengar penuturan Arvin, membuat Arinda menjadi canggung menundukkan wajahnya yang merona.
Di depan gerbang kediaman Arsenio , sebuah mobil polisi datang menghampiri gerbang kediaman Arsenion. Salah seorang bodyguard menghampiri mobil polisi itu.
“Selamat pagi” sapa polisi pada penjaga pintu gerbang kediaman Arsenio
“selamat lagi, pak polisi. Ada yang bisa kami bantu?” tanya penjaga
“ Kami ingin bertemu dengan tuan Daniel Arsenio. Katakan saja komandan Anton ingin bertemu dengan beliau, urgent”
“Mohon di tunggu sebentar ,pak” penjaga gerbang Arsenio segera menelepon Ansel dan memberitahu kedatangan komandan polisi.
Ansel tengah memakan sarapan, melirik ponselnya yang berbunyi.
“Maaf, permisi” kata Ansel bangkit dari tempat duduknya menjauh sejenak dari ruang makan.
Daniel menatap Ansel yang mengangkat ponselnya, begitu juga Sean dan Arvin.
“Ada apa?” tanya Ansel pada si penelepon
__ADS_1
“maaf tuan Ansel, komandan Anton ingin bertemu dengan tuan Daniel. Kata beliau urgent” kata si penelepon.
“biarkan beliau masuk” perintah Ansel lalu mematikan sambungan telepon. Dia menatap Daniel, lalu mengetik pesan dan mengirimnya langsung pada Daniel.
Ponsel Daniel bergetar menandakan ada pesan yang masuk. Matanya melihat ke arah ponsel miliknya, lalu membaca pesan dari Ansel dengan wajah yang sangat serius. Darren menyadari hal itu,
“ada apa Dan?” Tanya Darren, semua menatap ke arah Daniel.
“Tidak ada apa-apa. Dan, sudah selesai permisi” Daniel berdiri dari tempat duduknya meninggalkan ruang makan. Darren pun mengikuti Daniel menyudahkan sarapan paginya.
Sean dan Arvin pun ikut menyelesaikan sarapannya,
“Loh loh kok pada udahan, ini makanannya juga belum abis” protes Aileen.
“Udah kenyang Tante” kata Arvin, dia dan Sean segera mengikuti Daniel yang berjalan ke ruang tamu.
“Permisi tante, oma dan om” kata Sean pamit.
Mobil polisi memasuki halaman kediaman Arsenio, setelah memarkirkan mobil komandan Anton dan Ajudannya turun dari mobil. Ansel segera menyambut komandan Anton,
“Selamat datang komandan, saya Ansel asisten pribadi tuan Daniel, silahkan masuk” kata Ansel mempersilahkan komandan Anton dan ajudannya masuk kekediaman Arsenio.
Ansel mempersilahkan komandan Anton duduk di ruang tamu, dia memanggil maid untuk menyuguhkan minuman pada tamu Daniel.
Daniel, Sean, Arvin dan Darren datang menghampiri tuang tamu lalu melihat kedatangan komandan Polisi.
“ Tidak masalah pak, silahkan duduk” kata Daniel mempersilahkan duduk.
Mereka semua duduk di ruang tamu, maid datang menyuguhkan minuman pada mereka.
“Maaf sebelumnya, saya akan langsung saja mengatakan maksud kedatangan saya pagi ini. Semalam saya sudah bertemu dengan penjahat yang berniat untuk menculik adik anda dan sudah mendengar laporannya dari ajudan saya. Lalu tadi pagi saya mendapat laporan dari petugas kami yang menjaga kamar para penjahat itu, jika mereka berempat sudah meninggal” jelas Komandan Anton.
“Mereka berempat?!” Arvin sedikit terkejut mendengar informasi dari komandan Anton.
“ ya benar tuan Arvin, kami akan meng otopsi jenazah mereka untuk mengetahui penyebab kematian mereka” jelas komandan Anton.
“Apakah ada yang mengunjungi mereka sebelumnya?” tanya Darren penasaran.
“ Kedua polisi yang menjaga memberi info kalau sebelumnya ada seorang perawat pria masuk ke dalam kamar perawatan tersangka memberikan suntikan. Setelah itu mendadak para tersangka menjadi hening karena sebelumnya mereka sempat ribut merintih kesakitan. Saat pagi saat perawat lain memeriksa, semua tersangka meninggal dalam tidur mereka” kata komandan Anton.
“bagaimana dengan CCTV?” tanya Ansel.
Komanda Anton dan ajudannya saling berpandangan.
“Sepertinya orang yang mencelakakan para tersangka sudah mengantisipasi hal ini, CCTV di rumah sakit itu telah di rusak. Anda bisa mengeceknya sendiri” kata ajudan polisi sambil menyerahkan rekaman CCTV dalam bentuk micro sd.
__ADS_1
“Vin, gue serahkan CCTV ini ke lu. Cek sedetail mungkin” kata Daniel.
Arvin mengambil micro sd segera mengantonginya,
“Akan segera gue cek” kata Arvin
“apakah otopsinya sudah di lakukan?” tanya Sean.
“belum, maaf kenapa anda bertanya seperti itu?” tanya ajudan
“Jika otopsi belum di lakukan, bawa jenazah ke empat tersangka ke Arsen Medical. Saya sendiri yang akan mengepalai proses otopsi ini” kata Sean
Komandan Anton dan Ajudannya saling berpandangan menatap ke arah Sean.
“Tenang saja komandan Anton, dia ini seorang dokter dia Arsen Medical. Lakukan saja apa yang dimintanya” kata Daniel
Sean sedikit kesal dengan reaksi dari para polisi
Apa tampang gue kurang menyakinkan sebagai dokter? Banyak banget yang meragukan kemampuan gue guman Sean kesal dalam hati.
“jika itu permintaan tuan Daniel, akan kami antar jenazah tersangka secepatnya ke Arsen Medical. Kalau begitu kami akan berangkat sekarang” pamit komandan Anton.
“Terima kasih, anda sudah jauh-jauh datang kemari dan memberikan kabar penting ini” kata Daniel menjabat tangan komandan Anton.
Tanpa sengaja komanda Anton melihat seorang perempuan yang sangat di kenalnya.
Arinda tidak sengaja melintas dekat ruang tamu untuk menuju kamarnya.
“Arinda!!” kata komandan Anton membuat Daniel tertegun.
Arinda yang merasa namanya di panggil melihat ke arah ruang tamu. Keningnya berkerut saat seorang pria berseragam polisi memanggilnya.
“Kamu Arinda kan?” tanya komandan Anton sekali lagi, dia berdiri dari duduknya lalu menghampiri Arinda.
Daniel tampak sangat tidak menyukai hal itu, awan gelap segera menyelimuti dengan gemuruh guntur.
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗