Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 45


__ADS_3

“Trus gi mana Rin, tenggat waktunya udah dekat nih” Cantika mulai panik.


“Tenang Tika, kan ada akika dan lu yang bisa bantuin Arin” saran Maya pada Cantika dan Arinda


“yeee mau nya kamu may, biar bisa ketemu ama tuan Daniel kan?” kata Arinda menebak ke inginan Maya.


“Ya namanya juga sambil menyelam minum Air say. Boleh lah akika nyuci mata selagi my lovely masih di PS” kata Maya.


“Serah lu deh May tapi makasih ya karena lu udah mau bantuin gue” Arinda mengucapkan terima kasih pada Maya


“Lu kayak sama siapa aja. Nggak perlu bilang makasih, akika pasti akan bantuin lu. Secara lu juga udah sering bantuin akika” kata Maya.


Arinda tersenyum pada Maya dan Cantika.


“Iya iya lu emang teman gue yang paling baek bener” puji Arin


“ya iyalah..... udah malam, akika mo balik dulu” pamit Maya pada Cantika dan Arinda.


“tumben kamu udah mau balik, biasanya nunggu di usir dulu baru balik” canda Cantika.


“Justru itu sebelum akika di usir, ya akika pamit” Maya melangkah pergi.


“Makasih ya may, udah nganterin” Arinda mengucapkan terima kasihnya.


“iyee...tapi besok besok kalo ketemuan ama tuan Daniel akika ikut ya” modus Maya


“pamrih nih critanya!!!” canda Arinda.


“Bukan pamrih say, tapi menyelam sambil minum air. Kesempatan ketemu ama idola harus di manfaatkan,” kata Maya berlalu pergi meninggalkan apartemen Cantika


“Maya...maya....” cantika menggeleng gelengkan kepalanya lalu duduk di samping Arinda.


“Rin kamu udah makan blom?” tanya Cantika.


“Udah mbak tadi di masakin sama Maya di kos-kosan. Sebaiknya sekarang Arin mulai mengatur kembali konsep pestanya apalagi waktunya udah mepet” Arinda berdiri dari duduknya melangkah mengambil laptop miliknya.


“Biar mbak bantu Rin, kita kerjain sama-sama biar cepat kelar. Apalagi tangan kamu cedera pasti nggak leluasa” Cantika mengambil laptop Arinda dari tangannya.


Cantika dan Arinda memulai pekerjaan mereka membuat konsep dengan tambahan acara pertunangan Darren.


***


Mobil Bugatti Veyron 16.4 berhenti di depan cafe Afra coffe, cafe yang sering di kunjungi Daniel dan teman-temannya untuk refreshing setelah penat bekerja. Daniel menyerahkan kunci bugattinya ke petugas valet untuk di parkirkan.

__ADS_1


Ansel dan Daniel berjalan masuk kedalam Cafe menuju ke meja tempat dia dan teman-temannya sering duduk. Tampak Sean melambai ke arah mereka dengan Arvin tengah asyik mengobrol dengan perempuan yang baru di kenalnya di cafe itu.


Daniel duduk di sofa single di sebelah Sean, sedangkan Ansel duduk di sebelah di sofa single sebelah Arvin setelah perempuan yang berkenalan dengan Arvin pergi. Seorang waiter datang menghampiri dengan buku menu di tangannya, menyerahkan pada Daniel dan Ansel.


“Black coffe satu dan espressonya satu” Ansel memberikan menu itu kembali pada waiter.


“Maaf tuan, espressonya ingin single atau double?” tanya Waiter pada Ansel.


“Single saja” kata Ansel lagi.


“saya ulangi lagi pesanan anda, one black coffe and one espresso single” waiter itu mengulangi lagi pesanan Ansel yang di jawab oleh anggukan dari Ansel.


“Baiklah, mohon di tunggu sebentar tuan” waiter itu pamit untuk menyerahkan pesanan mereka pada barista.


“Gimana bro udah ketemu tu cewek udah buat masalah ama lu” tanya Arvin to the point tanpa melihat sikon Daniel.


Daniel ingin melupakan perempuan yang sudah mengobrak abrik hatinya kembali teringat Arinda karena Arvin. Tatapan tajam dan menusuk dari Daniel membuat udara menjadi dingin di sekitar Arvin dan Sean. Ansel memberi kode jika mereka sudah membuat kesalahan,


“Se, kok dingin ya, apa yang punya cafe sengaja buat nurunin temperatur ac nya?” tanya Arvin pada Sean merasa dingin dan mencekam.


Sean menyenggol tangan Arvin dengan mata menatap ke arah Daniel, Arvin hanya cengengesan saat di tatap tajam oleh Daniel.


Sepertinya mood Dan lagi nggak baik guman Arvin dalam pikirannya.


“Sel, bos lu kenapa? Kok moodnya langsung berubah saat gue bahas soal cewek yang divideo itu” tanya Arvin.


Ansel menggidikkan bahunya, dia tahu apa yang membuat mood Daniel berubah tapi dia tidak ingin membahasnya dengan Sean dan Arvin


Lebih baik diam aja, dari pada di potong gaji ama bos yang lagi galau guman Ansel dalam hati mencari aman.


“Video? Video yang mana?” tanya Sean yang lupa akan video Daniel dengan perempuan yang berani menyiram milkshake ke wajahnya.


“masak lu lupa Se, itu... Video yang waktu Daniel di siram ama cewek” Arvin mengingatkan Sean tentang video Daniel.


Plak...


Sean baru mengingat video itu, reflek dia langsung menepuk pundak Arvin saat mengingat sosok perempuan itu sama persis dengan perempuan yang di temuinya di rumah sakit.


“Sakit woi” pekik Arvin.


“Eh sorry sorry bro, reflek gue. Gue inget ama cewek yang baru ketemu tadi, sama persis sosoknya ama yang di video itu” kata Sean.


“Cewek yang mana? cewek yang nyiram Daniel?” tanya Arvin

__ADS_1


“Yoi” jawab Sean singkat.


“emang lu ketemu dimana?” tanya Ansel


“di rumah sakit hari ini, sesudah Daniel konsultasi ama gue. Nggak sengaja gue nabrak tu cewek pas mau ketempat teman gue” kata Sean.


“Serius lu?!” Arvin semakin penasaran.


“Seriuslah, gara-gara gue nabrak dia ponselnya rusak terjatuh ke lantai. Nih ponselnya ama gue sekarang” kata Sean memperlihatkan ponsel Arinda yang rusak meletakkannya di atas meja.


Daniel yang baru kembali dari toilet berdiri di belakang sofa yang diduduki Sean dan Arvin, tanpa sengaja dia mendengar cerita Sean yang bertemu dengan Arinda.


“ trus cewek itu gimana?” tanya Ansel memancing informasi dari Sean agar Daniel bisa mengetahuinya juga.


“Cewek itu sepertinya cedera dan di antar ama cowok ganteng. Semula gue kira itu cowoknya tapi ternyata....” sean menghentikan ceritanya meminum minuman yang di pesannya.


“Tapi ternyata apa?” tanya Daniel penasaran.


Ansel diam-diam tersenyum saat melihat Daniel yang terpancing untuk bertanya tentang apa yang di lihatnya di rumah sakit. Sean dan Arvin saling berpandangan heran melihat ke arah Daniel bertanya tentang apa yang terjadi selanjutnya.


Sean lalu melanjutkan ceritanya, setelah Daniel kembali duduk ke sofanya,


“Yaaa...ternyata... Cowok itu sama ama cowok-cowok transgender, cowok gemulai gitu deh” jawaban Sean sukses membuat mood Daniel kembali baik.


Hati Daniel yang semula bergemuruh seperti badai di lautan luas kembali cerah saat mendengar cerita Ansel, pertanyaan pertanyaan yang bermunculan di benaknya telah terjawab semuanya. Daniel melihat ponsel Arinda di atas meja,


“Ponsel itu?” daniel menatap ponsel Arinda yang tergeletak di meja cafe.


“Ponsel punya cewek itu, nggak sengaja gue rusakin” jelas sean


“kenapa nggak lu ganti aja sekalian?” tanya Arvin memakan cemilan di atas meja cafe.


Waiter menghampiri meja mereka dengan membawa pesanan Daniel dan Ansel, dengan hati-hati waiter itu meletakkan cangkir coffe yang di pesan oleh Ansel.


*************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2