Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 139


__ADS_3

“maaf mbak, kami juga hanya menjalani perintah. Jangan buat kami harus kehilangan pekerjaan, kami juga ada keluarga yang harus di beri makan mbak” jelas MUA sudah lelah dengan penolakkan Arinda,


“tapi, saya benar-benar...” Arinda kembali mencoba menghalangi pekerjaan MUA


“ mbak kami mohon jangan mempersulit kami” MUA mulai melakukan tugas mereka.


Rambut panjang Arinda disanggul rapi dengan bergaya modern menambah kecantikannya yang hakiki. Dengan di hiasi hiasan rambut yang bertatahkan berlian, hiasan rambut pilihan oma Ayu yang di serahkan Maya sebelum Arinda datang. Oma ayu ingin Arinda memakai hiasan rambut yang merupakan harta turun temurun di keluarga Arsenio.


Setelahnya selesai menghias dan menata rambut Arinda, mereka segera membuka pakaian Arinda dan membantunya memakai kebaya putih yang di bawanya tadi.


“loh kok, mbak ini... bukan.... kalian ini salah” lagi-lagi Arinda menolak memaki baju kebaya. Tapi merek lagi-lagi tidak mengindahkan penolakkan Arinda. Hingga akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaan mereka.


MUA dan para asistennya termenung melihat Arinda yang terlihat sangat cantik, kebaya putih yang dihiasi dengan payet yang bertaburan swarovski dan berlian. Membuat Arinda terlihat sangat sempurna.


Mereka lalu keluar dari ruang tunggu meninggalkan Arinda sendirian di sana, mereka sengaja membawa baju Arinda agar dia tidak bisa mengganti pakaiannya.


Salah pelayan masuk ke dalam ruang tunggu Arinda mereka langsung memasang alat-alat dan mulai menghidupkan proyektor yang terhubung langsung dengan kamera yang meliput langsung acara pernikahan Daniel.


Mata indah Arinda menatap layar yang tergambar suasana di area taman tempat akad nikah. Dia melihat Daniel yang tampak gagah dan sangat tampan dengan pakaian yang di kenakannya. Kedua tangan Arinda menutup mulutnya terkejut saat melihat Ifan adiknya memakai seragam militer duduk berhadapan dengan Daniel.


Arinda semakin terkejut saat melihat Tasya yang di akui Daniel sebagai tunangannya duduk di samping Davira memakai seragam kebaya yang sama dengan Davira.


Ada apa ini sebenarnya, kenapa adik gue ada di acara akad nikah? Trus kenapa nona Tasya ada di sana, seharusnya dia ada di sini dengan memakai baju kebaya ini? Gue harus ganti baju Arinda akan membuka kebaya dan memakai bajunya kembali, namun dia tidak menemukan baju miliknya di mana pun.


Mana baju gue?


Arinda mencari-cari di setiap sudut ruangan dan tidak menemukan baju miliknya. Matanya kembali menatap layar dimana kini Ifan berbicara dengan suara yang terdengar serak.


Mc Acara memberikan microfon pada Ifan yang duduk di depan Daniel, dia menatap daniel


“bang, selama ini Mbak Arin selalu menjadi sosok ayah buat Ifan dan mama saat mama masih hidup. Mbak Arin tidak pernah sekalipun mengeluh dan tetap berusaha membahagiakan kami. Sekarang saat Ifan melihat keseriusan abang untuk memperistri mbak Arin, besar harapan Ifan pada abang untuk membahagiakannya. hiks.... tolong jaga mbak Arin bang, lindungi dia, cintai dan sayangilah dia dengan sepenuh hati abang” Ifan tampak menitikkan air mata saat menyerahkan kakaknya pada pria yang dengan tulus mencintainya.

__ADS_1


Arinda akhirnya menyadari situasi yang saat ini terjadi, dia sangat marah dan kesal setengah mati. Tangannya mengepal kuat hingga jari-jarinya memutih. Arinda akan melangkahkan kakinya menuju acara akad nikah terhenti saat Daniel berucap.


“fan, aku tahu aku bukanlah sosok yang sempurna di mata Arinda, namun aku tau Arinda akan menjadi penyempurna di kehidupanku. Menjadi detak di jantung kehidupanku, menjadi makmum penyempurna ibadahku. Aku berjanji akan mencintai dan menyayanginya hingga jantungku berhenti berdetak. Hatiku ini adalah miliknya dan hatinya adalah milikku, dalam setiap ibadah ku aku selalu meminta pada Allah untuk menjadikannya pendamping ku di dunia dan di akhirat kelak” Daniel mengucapkan janjinya di hadapan Ifan dan seluruh keluarganya.


Arinda masih menatap layar yang terpampang jelas di depannya, matanya melihat Maya dan Cantika berada di antara tamu dan keluarga Daniel. Arinda begitu marah dan kesal, dia merasa di bohongi.


Dengan pengarahan dari penghulu, Ifan menjabat tangan Daniel, dengan mantap dan lantang dia mengucapkan kalimat ijab kabul di hadapan para saksi


“Daniel Arsenio, aku nikahkan kakakku Arinda Anindira binti Hardi Kusumo (Almarhum) dengan seperangkat alat sholat, kalung berlian 1karat dan penthouse Botanical residence, dibayar tuunaii”


“saya terima nikahnya, Arinda Anindira binti Hardi Kusumo (almarhum) dengan mas kawin tersebut di bayar tunai” dengan mantap dan lantang Daniel menjawab ijab kabul dihadapan seluruh keluarga Arsenio, sahabat dan tamu undangan.


Penghulu pun bertanya pada saksi yang dengan lantang menjawab


“SAAAH”


Arinda terduduk saat mendengar ijab kabul Daniel yang mengubah statusnya menjadi istri sah Daniel dalam agama dan negara. Mc pun meminta pengantin wanita untuk ke tempat acara akad nikah untuk melanjutkan acara selanjutnya.


Mereka membuka pintu ruang tunggu dan heran saat melihat tidak ada siapapun di dalam sana.


“mbak, pengantin perempuannya mana?” Cantika bertanya pada salah satu pelayan.


“tadi katanya mbak itu mo ke toilet” pelayan itu memberi tahu kemana Arinda pergi.


Entah mengapa perasaan Cantika dan Maya menjadi tidak enak, mereka segera menyusul Arinda ke toilet masjid. Mata mereka menangkap sosok penganti perempuang yang berjalan menuju ke arah mobil terparkir.


“Ariiin” panggil Maya dan Cantika. Arinda menghentikan langkahnya saat mereka memanggilnya.


Mereka berdua segera menghampiri Arinda yang berdiri mematung di tempatnya berdiri.


“kamu mau kemana?”tanya Cantika berdiri di hadapan Arinda.

__ADS_1


“Arin mau Pulang mbak, kalian semua sudah membohogi Arin. Kenapa mbak, kenapa mbak dan Maya tega membohongi Arin begini?” Arinda kembali melangkahkan kakinya.


“Ariiin, tunggu dulu dong say, ye jangan marah dulu. Kami punya alasan buat melakukan ini semua pada lu”


Arina menatap tajam ke arah Maya dan Cantika,


“kami melakukan ini semua, untuk kebahagiaan kamu Rin. Selama ini kamu terus membohongi dirimu sendiri, ini saatnya kamu jujur dengan perasaanmu” Cantika memgang kedua pundak Arinda.


“kau harus jujur dengan perasaanmu Arin, dengan kamu bersikap seperti ini bukan kamu sendiri yang terluka. Semua orang yang menyayangimu juga terluka, Oma Ayu, Tante Aileen dan semua yang mencintaimu terutama tuan Daniel dengan tulus sayang dan cinta. Mereka juga terluka dengan sikap keras kepalamu ini” Cantika menasehati Arinda yang selalu membohongi hati dan cintanya.


“tapi...kenapa harus seperti ini? Kenapa kalian membohongi Arin?” mata Arinda berkaca-kaca menatap Aileen dan Maya.


“jika kami jujur, apa lu akan jujur dengan perasaa lu sendiri?” Maya kini ikut berbicara, Arinda hanya diam dan menatap ke arah Cantika dan maya yang mulai meneteskan airmata.


“ udah cukup lu menahan perasaan, berusaha melupakan perasaan yang lu miliki. Ini saatnya lu meraih kebahagiaan Rin. Coba lu pikir jika lu pergi meninggalkan pernikahan ini bagaimana perasaan Oma Ayu dan Tante Aileen hati mereka akan hancur. Tidak hanya itu tuan Daniel akan semakin hancur” Maya menasehati Arinda.


Terbayang oleh Arinda wajah sedih. Oma Ayu dan Aileen jika dia pergi begitu saja. Dia menatap lekat pada Cantika dan Maya, mereka menganggukkan kepala agar Arinda mau kembali ke acara akad nikah.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2