
Awalnya Arinda merasa ada yang aneh dengan penampilan Cantika, namun dengan alasan kalo Tasya tidak ada keluarga yang menemaninya Arinda percaya begitu saja.
Mobil keluarga Arsenio memasuki parkiran halaman mesjid jahan, mobil mewah itu berjejer rapi dengan salah satu mobil yang telah di hiasi dengan cantik. Keluarga Arsenio turu dari mobil mereka, terlihat mereka sangat cantik dan anggun dengan seragaman kebaya buatan Maya yang berwarna abu-abu dengan di hiasi kain batik berwarna abu-abu dan putih. Tampak sangat elegan dan anggun, para pria keluarga Arsenio memakai memakai kemeja putih dengan di padukan jas berwarna silver dan celana berwarna sama.
Sang raja yang akan mempersunting permaisurinya tampil dengan begitu tampannya, dengan jas balzer beskap berwarna putih di hiasi dengan kristal Swarovski dan juga berlian. Memakai celana dasar berbahan lembut berwarna putih dengan kopiah putih yang juga bertabur swarovski dan berlian menambah ketampanan yang hakiki dari seorang Daniel Arsenio.
Keluarga Arsenio menuju area akad nikah untuk menyambut para saudara dan tamu yang berdatangan. Pernikahan Daniel sudah lama tercium oleh pemburu berita, dia pun memperketat penjagaan di sekitar area masjid Jahan. Hanya dua stasiun televisi terpercaya di perbolehkan untuk meliput pernikahan yang di katakan sebagai pernikahan termegah dari keluarga Arsenio.
Hari ini di jadikan hari Galau international bagi seluruh penggemar Daniel Arsenio, banyak perempuan yang patah hati dan menangis sedih karena idola mereka akan melepaskan masa lajangnya. Ada pula yang sangat penasaran dengan perempuan yang menjadi pelabuhan hati seorang Daniel Arsenio.
Dengan di temani sahabat-sahabatnya Daniel melangkahkan kakinya menuju ruang tunggu yang sudah di siapkan. Di saat dia melangkah menuju ruang tunggu, matanya menangkap sosok pria yang menggunakan seragam militer lengkap tampak gagah menunggu di depan pintu ruang tunggu.
“Ifan” panggil Daniel yang langsung menghampiri pria berseragam militer yang tidak lain adalah adik kandung Arinda.
“Bang Daniel” sapa Ifan tersenyum ramah pada Daniel mereka bersalaman dan berpelukan.
“ayo kita masuk ke dalam” Daniel mengajak Ifan untuk masuk ke ruang tunggu di ikuti dengan sahabat-sahabatnya. Mereka duduk di tempat duduk yang sudah tersedia,
“o ya, kenalkan ini Ifan, Adik Arinda” Daniel memperkenalkan Ifan pada sahabat-sahabatnya. Arvin dan Sean bersalaman dengan Ifan,
Sean menyalami Ifan dan memperkenalkan dirinya, Arvin hanya termenung menatap Ifan yang tampak sangat gagah.
“woi... lu ngeliat ampe segitunya banget, kenapa?” Sean menepuk pundak Arvin hingga membuatnya terkejut.
“gue nggak nyangka adek kakak cakep-cakep semua. Apa Arinda nggak punya adek cewek ya” Arvin berharap jika Arinda mempunyai adik perempuan.
“maaf bang, Cuma gua saja adik mbak Arin satu-satunya. Dan gua belom mau buat ganti kelamin” Canda Ifan pada Arvin yang di sambut dengan gelak tawa dari yang lainnya. Hanya Daniel yang tampak tersenyum,
“Tuan Muda anda baik-baik saja?” Ansel menatap Daniel yang terlihat gugup.
“Aku baru pertama kali merasa gugup seperti ini” Daniel menarik nafas dan mengeluarkannya secara perlahan.
__ADS_1
“tenang aja Dan, saat lu di depan ntar semua gugup lu akan menghilang dengan sendirinya” Darren datang menghampiri adiknya diruang tunggu bersama Michael.
“kamu tenang saja Dan, daddy yakin kamu pasti bisa. Kamu bisa berhasil memimpin puluhan perusahaan besar milik kita, untuk hal ini pastinya kamu mampu” Michael menenangkan dan memberi wejangan pada putra keduanya. Daniel mulai sedikit tenang,
“ntar kalo lu nggak sanggup, gua bersedia dengan suka rela untuk menggantikan lu” Arvin menatap Daniel dengan wajah mupengnya.
Plaak....
Sebuah geplakan tangan mendarat di belakang kepalanya,
“lu pada sentimen banget ya ama gua. Dulu Ansel yang suka geplak gua, sekarang lu. Teraniaya banget gua dah” Arvin melodrama
“ya lu ngomong asal nyerocos aja. Ini pernikahan bukan sepak bola yang bisa ganti pemain. Ada-ada aja lu” Sean tampak kesal dengan ucapan Arvin.
“hehehe canda gua Se, nggak mungkinlah gua mo makan punya teman. Gua mo bikin si Dan rileks dan nggak gugup lagi” kilah Arvin.
Mobil Cantika memasuki halaman parkir, Arinda tampak anggun dengan pakaian kerjanya. Dengan HT di tangannya dia sudah mulai untuk bekerja, langkah Arinda terhenti saat Maya datang dengan tergopoh-gopoh menghampirinya.
“ada apa May?” Arinda mantap Maya yang tampak panik.
Tuuut... tuuut...
“ntar ada pere yang akan masuk ke ruang tunggu buat nganterin baju weddingsnya. Tu pere pake baju kemeja warna merah hati dengan lengan pendek dan celana palazzo warna hitam kalo kurang yakin lu tanya namanya Arinda, kalo dia jawab iya langsung aja kalian dandan. Trus pakein baju wedds yang dia bawa tadi. Kalo diana nanya, diam aja oke” jelas Maya begitu teleponnya tersambung pada MUA yang sudah menunggu di ruang tunggu untuk pengantin perempuan.
“baik kak May” MUA segera mengakhiri hubungan teleponnya. Sementara itu, Cantika dan Arinda menuju ruang tunggu dengan baju pengantin di tangan Arinda.
Tok...tok...tok...
Arinda mengetuk pintu ruang tunggu itu, di saat bersamaan ponsel Cantika berbunyi, pada layar ponselnya tertulis nama Maya. Langsung saja Cantika mengangkatnya,
“Tika, lu jangan panggil nama akika. Sekarang akika tunggu lu di parkiran, jangan bilang sama Arinda kalo lu mau nemuin akika” Maya memutuskan hubungan telepon secara sepihak. Arinda menatap Cantika yang meperhatikan ponsel miliknya.
__ADS_1
“kenapa mbak?” Arinda pada Cantika melihat layar ponselnya.
“nggak.... nggak ada apa-apa. Aku ke mobil bentar, ada barang yang musti aku ambil. Kamu masuk ke ruang tunggu aja ya” Cantika berlalu pergi tanpa mendengar panggilan Arinda.
Kok semuanya pada bertingkah aneh ya? Arinda masih berdiri menatap kepergian Cantika. Pintu ruang tunggu untuk penganti perempuan terbuka, MUA yang di tugaskan untuk menghias menatap Arinda dari ujung kaki kepala hingga kaki.
“mbak Arinda?” tanya MUA memastikan,
“iya mbak, saya di minta Maya buat nganterin baju pernikahan ini” Arinda menunjukkan pakaian yang di pegangnya. Tanpa ba bi bu MUA itu langsung menarik tangan Arinda ke dalam ruang tunggu dan memulai pekerjaanya.
Berkali-kali Arinda menjelaskan jika mereka sudah salah orang. Namun mereka tetap melanjutkan menghias tanpa memperdulikan Arinda yang terus bertanya dan tampak kebingungan.
Acara akad nikah segera di mulai, Ifan dengan mantap duduk di samping bapak penghulu dan para saksi pernikahan. MC acara pun mulai membuka acara pernikahan dengan di sorot oleh kamera yang akan mendokumentasikan pernikahan termewah dan termegah.
Seluruh televisi dan media online menayangkan acara pernikahan dari keluarga terpandang keluarga Arsenio.
Ruang tunggu, MUA terus melakukan tugasnya. Mereka tidak perlu mengaplikasikan make up berlebihan pada wajah Arinda yang sudah cantik alami. Hanya di beri polesan sedikit untuk membuat wajahnya segar dan enak di pandang.
“mbak, maaf. Anda sudah salah orang. Bukan saya yang seharusnya anda dandani” Arinda menahan tangan MUA untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.
“maaf mbak, kami juga hanya menjalani perintah. Jangan buat kami harus kehilangan pekerjaan, kami juga ada keluarga yang harus di beri makan mbak” jelas MUA sudah lelah dengan penolakkan Arinda.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗