
Sengaja dia melakukan hal itu karena dia tahu jika saat ini ada yang salah dengan tuan mudanya. Mobil Daniel memasuki pelataran rumah sakit Arsen Medical, dengan cepat Daniel berlari menuju IGD di mana Arinda dan Davira di tangani.
“tuan muda” sapa para dokter yang menyambut Daniel, Ansel bingung karena dia tidak melihat Sean di antara para dokter yang sedang bekerja.
Daniel terkejut saat melihat istrinya terbaring lemah tidak berdaya, dia segera menghampiri dan menggenggam tangan Arinda.
“bagaimana kondisi istri saya?” Tanya Daniel pada dokter Lira.
“ kami harus mengoperasi nona Arin sekarang juga. Sebaiknya anda segera menanda tangani ini secepatnya” dokter Lira menyerahkan Form persetujuan operasi untuk mengeluarkan janin. Daniel menatap form itu dan dokter Lira menunggu penjelasan darinya.
“Maaf tuan Daniel, Nyawa nona dalam bahaya saat ini, dari hasil pemeriksaan janin yang ada dalam kandungan nona Arinda sudah meninggal. Maaf kan kami tuan muda, kami turut berduka cita” jelas dokter Lira dengan raut wajah sedih.
Bagaikan bom atom yang membumi hanguskan kota Hiroshima, perasaan Daniel seketika hancur mengetahui buah cintanya sudah tidak bisa terselamatkan.
“tuan muda, sudah tidak ada waktu lagi. Kami harus mengoperasi nona sekarang juga” Dokter Lira menunggu keputusan dari Daniel.
“lakukan yang terbaik” Daniel menahan perih di hatinya, Ansel dapat melihat kesedihan yang teramat dalam di mata Daniel. Tangan Daniel tampak bergetar hebat saat menandatangani persetujuan pada form itu.
Para dokter segera bersiap untuk mengoperasi Arinda. Perawat mendorong bankar Arinda menuju ruang operasi, sepanjang perjalanan menuju ruang operasi tidak sekalipun Daniel melepaskan tangan Arinda.
Dia sangat menyesali sikap dinginnya terhadap Arinda, Daniel terpaksa melakukan itu semua demi keselamatan istri dan oma yang di cintainya. Daniel tidak ingin bersikap dingin pada belahan jiwanya, namun demi melindungi istrinya dia harus membuat Arinda pergi darinya.
Awalnya dia menganggap remeh ancaman dari pesan itu. namun saat melihat pesan dengan foto Sean yang di tangkap polisi, oma Ayu di tangan mereka dan mereka yang dengan sengaja membunuh buah cintanya bersama Arinda membuat Daniel hanya bisa menuruti sementara perintah penjahat itu.
Samar-samar Arinda membuka mata melihat Daniel di sampingnya,
“sayang... aku ada di sini. Tidak akan terjadi apa pun padamu” Daniel terlihat sangat menderita dan sedih saat melihat belahan jiwanya yang lemah.
Mata Arinda kembali menutup dan tidak sadarkan diri. Daniel tertahan di depan pintu operasi, menatap istrinya yang di bawa masuk ke dalam ruang operasi. Daniel berdiri di depan pintu ruang operasi menatap ke dalamnya, hatinya sangat ingin menemani Arinda saat ini. Namun dia harus membiarkan dokter bekerja dengan tenang.
Ansel heran karena tidak menemui Sean sedari tadi, dia pun bertanya pada salah satu perawat di Arsen Medical,
“maaf sus, apakah dokter Sean sedang liburan atau ada pekerjaan lain? Sedari tadi saya mencoba menghubungi namun tidak di angkat olehnya. Apakah suster tahu ke mana dokter Sean?” tanya Ansel penasaran.
__ADS_1
“dokter Sean, tadi siang di jemput oleh polisi. Saya dengar ada keluarga pasien yang melapor pada polisi dengan menuduh dokter Sean sudah melakukan malpraktek mengakibatkan keluarga mereka meninggal dunia” jelas suster itu.
“bagaimana bisa? Pihak rumah sakit tentunya tahu jika dokter Sean tidak pernah melakukan hal itu” Ansel terlihat geram atas tuduhan pada sahabatnya.
“kami tahu itu tuan, sekarang pihak rumah sakit mengumpulkan bukti jika Dokter Sean memang tidak bersalah” jelas suster itu kembali.
Di saat bersamaan Ansel mendapatkan pesan dari Yuda yang berisi pesan Ancaman serta foto Sean dan oma Ayu.
Brengs**, pantas saja tuan daniel bersikap aneh guman Ansel yang kesal menatap ponselnya.
Arvin, Michael dan Aileen baru saja datang. Ansel segera menghampiri mereka di lobi rumah sakit dan menjelaskan apa yang terjadi pada Davira juga Arinda, mendengar hal itu Aileen hampir pingsan langsung di pegangi Michael.
“mommy harus tenang dan kuat, saat ini Dan membutuhkan kita mom” Michael merangkul istrinya.
Aileen dan Michael segera menemui putra mereka yang berdiri termangu di depan pintu ruang operasi.
“Dan...”panggil Aileen dengan memegang lembut pundak Daniel, sekilas dia melihat Aileen memegang lembut tangan ibunya. Daniel teringat dengan sikap Aileen dan Michael yang begitu memusuhi Marcus. Dia terkejut saat mengetahui jika Marcus adalah adik Dari Michael.
“Dad, sebenarnya siapa Marcus?” Daniel masih menatap pintu ruang operasi, lalu mengalihkan pandangannya pada Michael dan Aileen yang menatapnya terkejut.
***
Ansel dan Arvin masih berada di lobi rumah sakit, dia menceritakan apa yang baru saja di ketahui olehnya tidak lupa juga dia menceritakan apa yang terjadi pada Sean dan oma Ayu.
“baj***n aku sudah menduga semua ini bakalan terjadi. Kita semua kecolongan karena tuan Rendra, aku yakin tuan Rendra tidak mengetahui hal ini. Dia terlihat sangat terkejut sama seperti kita mengetahui siapa dia sebenarnya” Ansel tampak sangat geram. Arvin masih diam, dia lalu mengeluarkan ponsel miliknya menghubungi seseorang. Dia berbicara dengan sangat serius, lalu menatap ke arah Arvin.
Dia menyelesaikan menelepon lalu mengajak Ansel untuk menemui Daniel dan keluarganya. Di saat bersamaan ponsel Ansel berdering dengan nama Darren di layar ponselnya. Darren sangat terkejut saat kembali ke ADR hotel untuk menjemput Oma Ayu. Dia melihat beberapa body guard yang tidak sadarkan diri dengan pintu kamar yang terbuka.
Keluarga Arsenio tidak semuanya mengetahui oma Ayu sudah di tangan penjahat, mau tidak mau Ansel pun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Darren sangat terkejut saat mengetahui ada yang menculik oma Ayu dan konsis Arinda juga Davira.
Darren dengan cepat melangkahkan kakinya menuju lobi hotel, di saat bersamaan Marcus berjalan di samping Darren. Mereka berdua bersamaan membuka pintu lobi, mata Darren berserobok dengan mata Marcus. Mereka sama-sama tertegun satu sama lain, wajah yang begitu mirip dengannya membuat Darren kebingungan.
Perhatiannya teralihkan saat mendengar panggilan Ansel di ponselnya. Dia lalu bergegas meninggalkan ADR Hotel menuju mobil lalu melajukannya ke Arsen Medical.
__ADS_1
Marcus terdiam sejenak saat menatap Darren yang sangat mirip dengannya saat muda.
Siapa dia? Kenapa dia sangat mirip dengan ku saat masih muda. Apakah saat itu Aileen... satu-satunya yang bisa menjawab ini hanya wanita tua sia**n itu guman Marcus menatap mobil Darren yang sudah menjauh.
Marcus menaiki mobilnya yang ternyata Vivi sudah ada di dalamnya.
“kerja yang sangat bagus. Apa kamu sudah memasang alat yang sama pada tubuh si bo**h itu?” Marcus menyalakan ponselnya,
“tentu saja sayang, alat itu sudah terpasang di sana. Dia tidak akan menyadari alat itu ada di sana” Vivi dengan santai duduk di pangkuan Marcus.
“bagus, kamu sangat pintar rubah licikku” Marcus menggenggam erat bongkahan bukit yang hampir terekspos keluar.
***
Daniel masih terdiam dia mulai dengan hati-hati meraba setiap jengkal tubuhnya dengan hati-hati, membuat Aileen dan Michael menatap kebingungan. Michael melihat telinga Daniel yang terpasang Spylistener berukuran kecil.
Saat Daniel di pesta lelang, dia sudah sangat curiga pada Vivi yang membaur dengan mereka. Begitu banyak Ceo muda dan berkompeten yang hadir dalam acara itu, namun Vivi malah mendekatinya.
Daniel sudah mencurigai Vivi, dia teringat dengan alat yang di berikan Yuda. Dengan perlahan dia merogoh sakunya dan menyembunyikan sementara alat itu di lengannya. Alat itu hampir saja hilang saat Arinda memeluk lengannya, dengan perlahan dia melepaskan tangan Arinda dan memintanya untuk menemani oma Ayu.
Di saat Vivi lengah dengan sedikit menggoyangkan lengannya alat itu jatuh ke telapak tangannya dan dengan diam-diam dia memasukkan ke dalam tas milik Vivi. Dia lalu menunjukkan wajah datar membuat Vivi tidak curiga.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...