Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 129


__ADS_3

“kamu cowok brengs*k yang suka ngambil kesempatan dari aku. Kamu juga mesra-mesraan ama cewek buat bales aku, sekarang kamu harus mendapatkan balasannya” Arinda terlihat sangat mabuk, dia lalu menarik kerah baju Daniel hingga


Cup.....


Arinda berani mencium Daniel di depan umum, semuanya yang melihat sangat terkejut. Dia lalu melepaskan ciumannya dengan Danie, bibirnya manyun dan dia terlihat senang.


“hehehehe sekarang aku berhasil mengambil kesempatan dari kamu...” Arinda tertawa penuh kemenangan, Dia lalu tidak sadarkan diri bersandar di dada bidang Daniel.


Daniel menggendong Arinda membawanya ke mobil miliknya. Maya membantu membawakan tas ransel milik Arinda, Aldo menatap Arinda dan Daniel yang keluar dari restoran.


“Tasya sayang, kita kapan bisa seperti mereka ya?” Arvin berdiri di samping Tasya sambil merangkul pundaknya,


“lu juga mau kayak mereka” Tasya tersenyum misterius lalu menatap ke arah Arvin yang sudah senang dan memajukan bibir miliknya.


Plaaak....


Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi Arvin hingga meninggalkan bekas kemerahan membentuk telapak tangan. Sean dan Ansel tertawa terbahak-bahak melihat pemandangan di depan mereka.


“oooouuuch sakit Tasya, kok malah nampar sih?”


“lah katanya mau kayak mereka, ya udah gue lakukan seperti yang mereka lakukan” Tasya dengan santai meninggalkan Arvin yang memegangi pipinya. Tasya melangkah melewati meja Aldo yang masih menatap kepergian Arinda.


“udah jangan di liatin lama-lama” Tasya berdiri di samping Aldo yang tersadar dari lamunannya. Maya kembali ke meja Aldo melihat perempuan di samping Aldo yang dekat dengan Daniel.


“ye Tasya bukan?” tanya Maya,


Tasya menautkan alisnya heran saat melihat pria tampan kemayu di depannya. Dia lalu menganggukkan kepalanya membenarkan tebakan Maya,


“akika udah nyangka kalo ye, Tasya cewek yang di minta oma buat jadi tunangan pura-puranya Daniel” Maya duduk kembali di kursinya, begitu pula Aldo. Tasya heran juga duduk ikut bergabung dengan mereka.


“kok lu tau?” Tasya semakin penasaran, Ansel, Arvin dan Sean ikut bergabung duduk di meja yang sama dengan Aldo dan Maya.


“ya tau lah, kan oma Ayu juga minta bantuan Akika buat memuluskan rencananya. O ya BTW akika Maya sahabat baik Arinda dan yang ini Aldo teman baik Arinda juga” maya memperkenalkan dirinya dan Aldo pada Tasya.


“bentar Maya, tunangan?!! Pura-pura?! Maksudnya apaan ni? Apa Arinda tahu hal ini?” Aldo tampak kebingungan dengan arah pembicaraan Maya dan Tasya.


Maya akhirnya menceritakan segalanya pada Aldo, hingga niat. Oma Ayu nenek Daniel yang ingin arinda segera menjadi menantunya. Dia juga menceritakan akibat ulah ibu Aldo, Arinda memutuskan untuk melupakan Daniel. Sehingga membuat oma Ayu merencanakan pernikahan pura-pura untuk membuat Arinda menyadari perasaannya dan tiidak membohongi dirinya sendiri.


Ternyata benar Arin, punya hubungan dekat dengan tuan Daniel. aku ikut senang akhirnya Arin bisa menemukan orang yang bisa menjaga dan selalu meliindunginya


Kata Aldo dalam hati yang senang sahabatnya sudah memiliki seseorang di hatinya.

__ADS_1


maafin nyokap gue Rin, karena fitnahan dia dan Raisa lu harus menderita seperti ini


Aldo merasa sangt bersalah dengan ulah ibunya.


***


Di mobil Daniel, Arinda duduk dalam pangkuan Daniel. Kepalanya bersandar di bahu Daniel, sebelah tangannya membelai lembut pipi Arinda. Sudah hampir tiga bulan lamanya dia tidak bertemu dengan Arinda, rasa rindu yang teramat membuatnya mendekap erat tubuh Arinda.


“dasar cowok brengks*k.... aku benci kamu... cowo... rese. Tapi... kenapa aku...nggak...bisa....ngelupain kamu? Aku... terjebak... dengan... cinta yang kamu... tunjukkan padaku. Hiks... hiks.... aku udah... jatuh... cinta... ama... kamu... tapi aku nggak... mau... keluarga kamu ... mendapat... malu... dengan... cewek miskin... seperti aku” Arinda mengigau menyatakan perasaan dia sebenarnya pada Daniel yang tersenyum senang mendengar pengakuannya. Merasa kepalanya sangat pusing Arinda tertidur di bahu Daniel,


“aku Mencintaimu, aku tidak peduli dengan penilaian orang lain. Meski bibirmu mengatakan Tidak tapi hatimu selalu berkata jujur, Aku akan mencintai segala kekuranganmu karena dirimulah pelabuhan terakhirku Arinda” Daniel menatap Arinda dengan penuh kasih sayang.


Arinda menatap Daniel, dia terlihat kesal dan marah pada Daniel.


"kenapa kamu.... selalu muncul di depanku... hingga buat aku semakin...sulit melupakanmu" Arinda menatap mata Daniel, perlahan-lahan dia mendekatkan wajahnya pada Daniel dengan sedikit memajukan bibirnya seperti akan mencium. Daniel juga mendekatkan wajahnya, belum bibir mereka bertemu Arinda kembali tidak sadarkan diri dengan wajahnya di bahu Daniel.


***


Menjelang magrib Mobil Daniel membelah jalanan beraspal menuju ke apartemen Cantika, sesampainya di pelataran apartemen Daniel turun dengan menggendong Arinda menuju Apartemen Cantika. Daniel sedikit kewalahan menghadapi Arinda yang mabuk dan berulah, beberapa kali bodyguard mencoba membantu Daniel tapi dia terus menolak dan tidak mengijinkannya.


Bodyguard Daniel lalu mengetuk pintu Apartemen Cantika, tapi tidak ada jawaban apapun dari dalam apartemen. Cantika baru kembali dari kantornya memasuki lift menuju lantai apartemennya. Dia terkejut saat melihat Daniel yang membopong Arinda, dia segera menghampiri mereka.


“tuan Daniel? Arinda kenapa lagi?” Cantika bingung melihat Arinda yang di gendong Daniel. Mata Arinda membuka saat mendengar suara Cantika,


“dia salah minum, sebaiknya biarkan dia beristirahat” Daniel masih memegang pundak Arinda yang berdiri tidak tegap.


“mbaaak... aku udah .... balas ni... cowok... rese” Arinda berkata tidak jelas pada Cantika yang segera membuka pintu apartemennya dan membantu Daniel memapah Ake kamarnya. Daniel membantu menidurkan Arinda di Ranjang dan Cantika menyelimutinya.


“baiklah kalo begitu saya kembali sekarang” pamit Daniel,


“saya ucapkan terima kasih karena anda sudah mau mengantarkan Arinda” Cantika mengantar Daniel menuju pintu.


Daniel hanya menganggukkan kepalanya berlalu pergi meninggalkan Apartemen Cantika dengan hati bahagia. Sakti supir pribadi Daniel menjalankan mobil menuju kediaman Arsenio, rona bahagia terpancar di wajah Dingin Daniel dengan senyuman terus terukir di bibirnya. Sadar dirinya di perhatikan dengan cepat Daniel mengubah ekspresinya menjadi dingin dan Datar.


***


Kediaman Arsenio...


Setelah melaksanakan kewajiban berjamaah sembari menunggu makan malam di siapkan. Michael, oma Ayu, Aileen, Darren dan Amanda duduk di ruang keluarga. Michael dan Darren mengisi waktu mereka dengan bermain catur, Mata mereka teralihkan saat melihat kedatangan Tasya, Arvin dan Ansel,


“malem oma” sapa tasya,

__ADS_1


“malam juga Tasya, bagaimana acara kumpul kalian” Oma Ayu menatap ke arah Tasya.


“seru oma, dan tasya punya kejutan buat oma, tante dan kak Amanda” tasya mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas.


“kejutan apa sayang?” Aileen penasaran dan duduk di samping Oma Ayu.


“kalo tante liat ini, tasya yakin tante dan semuanya senang” Tasya membuka ponselnya lalu memutar video yang sempat merekam kejadian saat di restoran tadi.


Michael dan Darren juga penasaran ikut melihat ponsel Tasya, mereka tersenyum senang saat melihat kejadian langka yang sama sekali belum pernah mereka lihat.


“Arinda,” mata mereka semua membulat sempurna saat melihat kelanjutan dari video itu. Oma Ayu tersenyum senang dengan rencananya yang berhasil.


“sepertinya, rencana oma berhasil jadi rencana pernikahan pura-pura ini nggak usah di lanjutkan lagi” jelas Tasya, oma Ayu dan Aileen mengangguk setuju untuk tidak melanjutkan rencana mereka sampai pernikahan.


“rencana tetap lanjut” potong Daniel yang baru kembali dan tidak sengaja mendengar ucapan Tasya.


“Daniel...”mereka serempak melihat ke arah Daniel dan bingung mendengar ucapannya.


Michael dan Darren kembali ke tempat duduk mereka masing-masing untuk mendengar penjelasan Daniel. Begitu juga oma Ayu, Aileen, Amanda dan Tasya. Arvin dan Ansel menatap penuh tanya pada Daniel yang duduk dengan santai di sofa singel samping mereka.


“kenapa Daniel? Bukannya lu udah tahu dengan perasaan Arinda sebenarnya?” tanya Arvin sangat penasaran.


Daniel lalu menceritakan apa yang terjadi saat di mengantarkan Arinda, dia juga menceritakan rencana yang sudah di pikirkannya.


“kamu yakin akan menjalankan rencana ini?” tanya Michael.


“Dan yakin”


“apa kamu yakin rencana ini akan berhasil?” oma Ayu sedikit khawatir jika rencana yang di bicarakan Daniel akan mengalami ke gagalan.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2