Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 143


__ADS_3

“apa semua sudah beres?” tanya Aileen,


“sudah nyonya Aileen, mari saya antar ke kamar anda” General Manager mengantar para wanita keluarga Arsenio menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.


Tidak berapa lama Cantika dan Maya datang langsung di antar oleh salah satu pegawai menuju kamar milik Davira.


“terima kasih ya mbak sudah mengantarkan kami” Cantika mengucapkan terima kasih saat Davira sudah membukakan pintu untuk mereka.


Cantika melihat Davira yang sedang membantu Arinda buat mengganti kebaya yang di kenakannya dengan baju lain.


“say...akika senang banget akhirnya lu jadi juga ma my idol” Maya memeluk Arinda yang baru selesai menjalankan kewajibannya.


“tapi kalian semua kejam, masak aku harus menyiapkan semuanya jika ini pernikahan ku sendiri, ini namanya event manager menghandle pernikahannya sendiri” Arinda sedikit cemberut.


“ya kapan lagi kita bisa liat kamu nyiapin pernikahan kamu sendiri” Cantika tersenyum melihat Arinda yang cemberut.


“sebaiknya sekarang kamu istirahat, siap Ashar kamu akan di dandani lagi buat pesta sore nanti” Cantika menyuruh Arinda untuk istirahat, dia merebakan tubuhnya yang lelah di ranjang kingsize.


“vira juga mau istirahat,” Davira merebahkan tubuhnya di samping Arinda kiri Arinda. Cantika pun ikut merebahkan tubuhnya disamping kanan Arinda,


“trus akika di mana?” protes Maya,


“ya kamu istirahat di sofa sana gih!” kata Cantika yang memeluk Arinda.


“iiiih jahara deh, akika di lupain” Maya akhirnya ikut merebahkan tubuhnya di sofa panjang kamar Davira.


***


Mobil para lelaki sudah sampai di Vern de, mereka mulai menanyakan keberadaan para wanita pada staff. Ansel, Sean, Arvin, Ifan dan Aldo memilih masuk ke kamar yang sudah di sediakan untuk mereka.


Daniel menanyakan kamar Davira, dia ingin menemui Arinda. Setelah tahu kamar Davira, Daniel segera bergegas menuju lift menekan lantai kamar Davira. Darren dan Michael menemui pasangan mereka di kamar masing-masing.


Tiing tong....ting ton...,


Suara bel di pintu kamar Davira memaksanya untuk bangun dari tidurnya.


“iiih siap sih gangguin orang istirahat aja” Davira bangkit dari tempat tidur melihat ke samping kanan dimana Arinda masih terlelap.


Davira lalu menyelimuti Arinda, turun dari ranjang menuju pintu kamarnya. Dia mengintip di lubang pintu kamarnya melihat siapa yang sudah mengganggu istirahat siangnya.

__ADS_1


Davira melihat Daniel yang berdiri dengan wajah kesal di luar pinntu kamarnya, dengan memasang rantai kunci Davira membuka pintu kamarnya.


“iiih kak Dan, berisik tau” Davira membentak dengan suara pelan Daniel yang terus membunyikan bel pintunya.


“mana Arin? Buka pintunya” perintah Daniel yang tak menghiraukan Davira.


“kak Dan!!! Kak Arin lagi bobok, kak Dan mau nanti saat pesta kak Arin ke capekan terus pingsan?!” Davira dengan berbisik memarahi Daniel.


“tapi...” belum selesai Daniel berbicara Davira langsung memotongnya,


“udah sana, istirahat di kamar kak Arvin. Davira mau istirahat” Davira menutup pintu saat daniel mencoba masuk.


Daniel harus menelan pil pahit tidak bisa bertemu dengan Arinda yang sudah di monopoli oleh Adik bungsunya. Dengan kecewa dia menuju kamar Arvin di mana Sean, Aldo, Ifan dan Ansel sedang beristirahat.


Di kamar Arvin dan lainnya hanya menahan tawa melihat Daniel yang bergabung bersama mereka.


“sabar bro, ini ujian” Arvin menenangkan sahabatnya dengan menahan tawanya. Kilatan kemarahan tampak di mata Daniel menatap tajam pada Arvin yang masih menahan tawanya.


“sebaiknya lu istirahat sekarang Dan. Biar lu agak segaran saat pesta nanti” Sean menengahi dan menenangkan Daniel. Dia menuruti nasehat Sean dan beristirahat di ranjang kingsize dalam kamar Arvin.


Setelah sholat Ashar Davira mengajak Arinda turun menuju ruang yang sudah di siapkan dan di sulap menjadi ruang ganti untuk pengantin berganti pakaian. Maya sudah mempersiapkan dua gaun yang harus di pakai Arinda hari ini. Dia juga sudah menyuruh staff lain menyiapkan pakaian khusus untuk Daniel di ruangan ganti untuk Daniel.


Saat berganti pakaian Daniel mendengar tawa cekikikan di ruang sebelah tempat Arinda berganti pakaian. Dia mempertajam pendengarannya mendengar apa yang di lakukan oleh para wanita di ruangan Arinda.


***


Maya meminta bantuan staff di ruang Arinda untuk membawa peralatan yang ada di mobilnya. MUA yang akan mendandani Arinda sudah datang, Maya meminta Arinda untuk mengganti pakaiannya dengan gaun yang sudah di siapkannya. Davira yang menemani Arinda ikut membantu maya memakaikan gaun pesta rancangan Maya.


“Arin sayang kamu udah makan?” tanya Aileen yang di gelengi langsung oleh Arinda.


“kok kamu belum makan sayang, pesta ini akan berlangsung lama. kamu harus makan sekarang, Vira ayo temani mommy ngambil makanan untuk kakak iparmu” ajak Aileen.


Maya tengah sibuk mengeringkan rambut panjang Arinda yang masih basah, dia baru teringat ada beberapa barang yang masih ada di dalam mobilnya.


“tika, bantuin Akika bentaran ama kamu sekalian (menunjuk MUA yang membantu mengeringkan rambut Arinda) ngambil barang akika yang tertinggal di mobil” Maya meminta bantuan Cantika dan MUA juga staffnya.


“rin, akika tinggal bentar sendirian nggak apa-apa kan. Bentaran doang ko ngambil barang yang ketinggalan di mobil” kata Maya.


“oke” Arinda menatap Maya melalui kaca meja rias dan tersenyum manis.

__ADS_1


Maya, Cantika dan MUA berjalan menuju parkiran mobil hotel Vern De international meninggalkan Arinda sendirian.


Kesempatan yang tidak di sia-siakan oleh Daniel, degan cepat dia melangkahkan kakinya menuju ruang ganti Arinda.


Daniel membuka pintu dan menatap ke sekeliling ruangan mencari wanita yang baru beberapa jam di nikahinya.


“May, itu kamu ya? Tolongin ada kancingnya yang terlepas” terdengar suara Arinda dari balik tirai tempatnya mengganti pakaian.


Daniel masuk ke dalam tirai melihat Arinda membelakanginya mencoba meraih kancing baju pernikahan yang di kenakannya. Sebuah senyuman tersungging di bibirnya, perlahan tangannya membantu memasang kancing yang terlepas. Dia menatap punggung putih dan pundak Arinda yang terekspos, dengan rambut panjang berada samping pundak kanannya.


Perlahan Daniel mengecup pundak kiri Arinda membuat matanya terbelalak sempurna, dengan segera di membalikkan tubuhnya melihat Daniel berada tepat di depannya.


“Daniel...kenapa kamu disini?” Arinda terkejut dan khawatir jika ada yang akan memergoki mereka berdua.


Daniel mendekati Arinda, merangkul pinggangnya agar lebih mendekat padanya.


“Dan...” panggil Arinda yang terdengar panggilan manja di telinga Daniel.


“memangnya kenapa? hemm” Daniel menatap Arinda, sebelah tangannya membelai wajah Arinda yang terlihat panik.


“Daniel, sebentar lagi mommy akan kemari...” Daniel meletakkan jari telunjuknya di atas bibir mungil milik Arinda.


“aku hanya ingin menemuimu sebentar, sayang” Daniel merogoh saku celananya mengambil Kalung brlian yang sempat mencuri perhatian Arinda.


“aku ingin memasangkan ini padamu” Daniel memperlihatkan kalung berlian itu. Arinda termangu melihat kalung berlian dengan lambang hati kecil,


“kapan kamu...?” perkataan Arinda kembali terpotong saat Daniel membalikkan tubuhnya lalu memasangkan kalung berlian itu ke leher jenjangnya.


Setelah memasangkan kalung berlian itu, Daniel kembali mengecup leher belakang Arinda dengan penuh Cinta membuat Arinda merasa geli lalu membalikkan tubuhnya kembali berhadapan dengan Daniel.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2