Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 82


__ADS_3

Benerkan tebakan gua, alamat nggak tidur dah gua malam ini guman Arvin dalam hati.


“gue pamit, sampein ke tante, om dan oma Ayu ya” kata Sean memilih kabur.


“Gua juga pamit, ntar kalo gua udah dapet kabar, gua kontak lu secepatnya” kata Arvin mengikuti Sean dan polisi.


Komandan Anton sambil melangkah ke mobilnya berpikir tentang sikap Danielbyng posesif pada Arinda.


sepertinya ada hubungan spesial antara tuan Daniel dan Arinda. Kalo tidak kenapa Tuan Daniel tampak begitu tidak suka aku dekat dengan Arinda. Ah... sudahlah jika memang mereka ada hubungan spesial aku turut senang kata komandan Anton dalam hati.


Arvin menaiki mobil sean dan duduk di samping kemudi.


“ Lu mau ikut kerumah sakit juga?” tanya Sean.


“Kagak, gua nebeng ampe apartement. Kan kemaren gua datangnya di jemput lu, sekarang supir lu antar gua balik ke apartement” perintah Arvin menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi.


“Si*lan lu, emang gua supir lu.” Kata Sean sambil memukul lengan Arvin


“Aaww... Aduh se...jangan kasar dong sama aku, abang udah nggak sayang lagi ya ama aku” kata Arvin yang berlagak kemayu.


Sean melihat tingkah Arvin langsung memasang mimik hendak muntah.


“Hueeeek pengen muntah gua liat gaya lu Vin” kata Sean.


“ Ah abang bisa aja, bikin aku tambah ke sem sem sama Abang” kata Arvin ingin meraih lengan Sean.


“Vin lepasin gua. Lu mau gua turunin di tengah jalan” ancam Sean kesal.


“Ih si babang nggak bisa di ajak becanda dikit” kata Arvin.


Sean menghidupkan mobilnya dan melajukan menuju apartemen Arvin. Sebelum meninggalkan kediaman Arsenio, Sean sudah meminta Komandan Anton untuk membawa ke empat jenazah tersangka ke Arsen Medical.


Arinda masuk ke kamarnya untuk membereskan semua barang miliknya. Dia ingin kembali ke kos-kosan nya, lalu ke Apartemen milik Cantika. Daniel, Darren dan Ansel ke ruang kerja Daniel untuk membicarakan kasus yang di bicarakan komandan Anton.


Michael, oma Ayu, Aileen dan Davura sedang duduk di halaman belakang. Arinda sudah selesai membereskan barang-barang miliknya, lalu dia keluar kamar.


Kok sepi ya


guman Arinda dalam hati.


Seorang maid yang barimu saja membereskan ruang tamu melintas melewati Arinda.


“Maaf bi, nyonya Aileen dan yang lainnya di mana?” tanya Arinda.

__ADS_1


“Nyonya Aileen ada di halaman belakang nona, anda bisa lewat dari ruang makan menuju halaman belakang” kata maid itu.


“Terima kasih banyak ya bi” kata Arinda melangkah ke ruang makan menuju halaman belakang tempat Aileen dan yang lainnya berkumpul.


“Nona itu sangat cantik, ya. Sangat cocok sama tuan Daniel” kata maid pertama.


“benar katamu, semoga dia cepat menjadi istrinya tuan Daniel” kata maid yang lainnya mulai berkomentar tentang Arinda.


Aileen, oma Ayu, Michael dan Davira sedang menikmati teh pagi dengan siraman matahari yang menyehatkan,


“Vira, kapan kamu akan kembali KO?” tanya Aileen sambik meletakkan cangkir tehnya di meja.


“ mungkin sesudah pernikahan kak Darren dan kak Amanda. O ya mom, kapan tanggal pernikahan kak Darren?” tany Davira.


“Mommy kurang tahu, rencananya mommy akan diskusikan dengan Darren agar secepatnya melaksanakan pernikahan mereka” kata Aileen.


“ lebih cepat lebih baik. Kalo niat baik tidak baik untuk di tunda -tunda” kata Oma Ayu.


Arinda datang menghampiri Aileen dan yang lainnya.


“Maaf jika kedatangan Arin mengganggu,” sapa Arin


“Arin, sini duduk di samping oma” ajak Oma Ayu.


“Ada apa sayang, sepertinya ada hal yang ingin kamu bicarakan” tanya Aileen.


“Begini nyonya” kata Arinda yabg langsung di potong oleh Aileen.


“Arin, kan tadi udah di bilang harus manggil mommy seperti Davira” kata Aileen.


“hm...” Arinda belum sempat berbicara Michael langsung memotong pembicaraannya.


“Kalo Arin manggil mommy, berarti Arin juga harus manggil Daddy juga” kata Michael.


Semula Arinda mengira jika Michael akan mendukungnya untuk memanggil Aileen dengan nyonya namun Michael lebih mendukung istrinya.


“maaf nyo.... Eh mo...mom..mommy, sebenarnya Arin mau bilang jika hari ini Arin akan pulang ke kos-kosan, sekalian akan ke apartementnya mbak Cantika untuk mengurus beberapa hal. Arin mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan dari keluarga nyonya Aileen, tuan Michael, oma Ayu dan Davira atas keramahan dan mengizinkan Arinda menginap disini” kata Arinda.


“Loh kok Arin kembali sekarang, besok saja ya. Biar Daniel yang mengantar mu.oke?” kata Aileen.


“Maaf sebelumnya nyonya, tapi saya harus bekerja. Masih banyak pekerjaan di Pearl Stars yang nggak bisa di handle semuanya oleh mbak Cantika, bisa-bisa mbak Cantika keteteran” kata Arinda.


“Yaaa...padahalkan Vira masih mau ngobrol banyak sama kak Arin” kata Davira sedih.

__ADS_1


“lain waktu kita akan mengobrol banyak, selain itu nomor WA Davira sudah saya save. Kita bisa chatingan atau VC” kata Arinda.


“ Oma juga masih ingin ngobrol lama dengan mu” kata oma Ayu.


“Insyaallah, kapanpun oma manggil Arin. Akan Arin usahakan untuk datang untuk menemui oma” kata Arinda.


“Ya...sedih deh” kata Aileen dengan wajah sedih.


“Nyo eh... Mo mommy bisa juga kok telepon Arin, akan Arin usahakan untuk mengatur waktu bisa bertemu dengan nyo....eh mommy” kata Arinda terbata-bata.


“Ya udahlah mom, kita jangan memaksa Arin. Sebentar lagi pernikahan Darren tentu sebagai EO dengan predikat baik Arin tidak ingin mengecewakan kita” kata Michael.


“ ya mau bagaimana lagi, tapi Arin janji ya setiap mommy mau ketemu harus bisa datang ya” kata Aileen


“ insyaallah Nyo eh mo mo mommy, akan Arin usahakan” kata Arinda yang masih belum terbiasa memanggil mommy pada Aileen.


“kalo begitu biar kamu di antar Daniel ya” kata oma Ayu.


“ eh nggak usah oma, tadi Arin udah hubungi teman Arin buat jemput kesini, tadi Arin udah Share lokasinya” kata Arinda.


“ baiklah kalau itu yang di inginkan Arin, oma tidak akan mencegah. Kamu jaga kesehatan kamu ya, o ya Jam berapa temanmu akan menjemput?” tanya oma Ayu


“mungkin setengah jam lagi oma, o ya oma apakah oma tau tuan Daniel ada di mana? Ada sesuatu yang ingin Arin bicarakan dengan tuan Daniel” tanya Arinda.


“Mungkin kak Dan di ruang kerjanya kak, ayo Vira antar ke sana” ajak Davira.


“ Kalo begitu Arin permisi dulu oma, tuan, dan nyo eh mommy” kata Arinda.


Oma Ayu mengangguk dan tersenyum pada Arinda, begitu juga Aileen dan Michael.


“ma... Aileen harap mereka secepatnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan” kata Aileen sepeninggal Arinda Davira.


“ aamiin... Semoga leen, kita lihat saja dulu perkembangannya, jika mereka berjodoh pasti ada jalan” kata Oma Ayu.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2