
"pantas aja si Daniel tertarik ama tu cewek. Selain cantik dia juga imut, gue yang playboy aja suka ama tu cewek" jelas Arvin.
Para pengunjung cafe berbisik-bisik membicarakan Arinda dan Cantika. Ada yang kagum dan ada pula yang syirik pada kedua perempuan itu.
Tidak berapa lama, Daniel dan Ansel datang ke cafe itu. Arvin melihat ke datangan mereka langsung melambaikan tangan tetapi tidak di tanggapi Daniel yang berjalan mendekati meja Arinda dan Cantika.
Kedatangan Daniel dan Ansel selalu menarik perhatian kaum hawa, ketampanan Daniel memakai pakaian casual sukses mencuri perhatian setiap perempuan.
Debaran jantung kini di rasakan Daniel saat melihat penampilan Arinda yang telah mencuri perhatiannya dan menghiasi setiap mimpi-mimpinya saat malam. Seakan berjodoh, Arinda dan Daniel memakai warna baju yang senada membuat semua yang melihat berpikir jika mereka adalah pasangan.
“waah lihat pasangan itu, manis banget pake baju couple. Bikin iri”
“yang cowoknya tampan banget dan yang cewek cantik dan imut. Pasangan yang serasi banget”
“cewek si***n berani-beraninya deketin calon suami masa depan gue”
Berbagai komentar positif dan negatif terlontar dari mereka saat melihat Daniel dan Arinda. Ada yang merasa iri dan juga ada yang kagum.
Daniel duduk di hadapan Arinda melihat tangan Arinda yang terperban.
“Kenapa tanganmu bisa seperti ini?” tanya Daniel langsung meraih tangan Arinda.
Arinda terkejut dengan sikap spontan Daniel, Begitu juga Cantika.
“Ini...ini...ini hanya kecelakaan tuan Daniel. Terima kasih atas perhatian anda, tapi bisakah anda melepaskan tanganku karena semua orang mulai memperhatikan kita” Arinda melihat ke kanan dan ke kiri.
Sadar dengan sikapnya, Daniel berdehem lalu melepaskan tangan Arinda dan duduk di depannya. Ansel hanya tersenyum diam-diam melihat tingkah Daniel.
Ansel dan Cantika saling melempar senyum, dari mata mereka terpancar suatu rasa yang hanya di mengerti oleh orang yang sedang jatuh cinta.
“Tuan Daniel sesuai permintaan anda kami sudah mengatur konsepnya kembali” Cantika profesional memulai pertemuan mereka.
“Rin, tolong perlihatkan konsep yang udah kita buat” perintah Cantika pada Arinda.
“baik, mbak” Arinda menghidupkan laptopnya dan memulai menjelaskan.
Posisi mereka yang saling berhadapan membuat Daniel kesulitan melihat laptop Arinda.
“Rin kamu pindah gih sana tukeran duduknya ama tuan Ansel. Tuan Daniel kesulitan tu” bisik cantika berinisiatif menyuruh Arindan pindah duduk dengan Ansel.
“kok harus Arin sih mbak” bisik Arinda pada Cantika.
“ Masak iya harus mbak yang tukaran tempat duduk, konsep kamu yang atur tentu kamu jelasin ke tuan Daniel”
__ADS_1
“tapi mbak...” Arinda merasa keberatan dengan ide Cantika untuk tukar tempat duduk.
“Udah sana cepat,” perintah Cantika gemes melihat Arinda yang ragu-ragu.
Arinda terpaksa pindah tempat duduk dengan Ansel,
Kesel banget gue musti duduk di sebelah cowok rese ini guman Arinda dalam hati, Daniel tersenyum melihat wajah kesal Arinda yang menurutnya tampak menggemaskan.
Cantika mengode Ansel untuk bertukar tempat duduk dengan Arinda.
Ingin sekali aku menciumnya saat ini juga guman Daniel dalam hati melihat Arinda duduk di sebelahnya.
Arinda melanjutkan penjelasan konsepnya pada Daniel yang tidak fokus dan terus menerus menatap Arinda.
Bibir pink natural milik Arinda yang hanya di poles dengan lipbam membuat Daniel semakin tidak fokus. Diam-diam Daniel memegang tangan kanan Arinda dengan tangan kirinya menggenggamnya erat.
melihat mu kesal seperti ini, semakin membuatku ingin menjadikanmu milikku selamanya guman Daniel dalam hati.
Jantung Arinda berdebar keras, dia langsung menatap ke arah Daniel yang juga menatapnya.
“Ada apa nona Arinda?” tanya Daniel sengaja dengan wajah tanpa dosa dan bersalah.
Dalam hati Daniel terasa hangat dan senang saat menggoda Arinda. Mata Arinda menatap tajam ke arah Daniel
Cantika dan Ansel memperhatikan mereka berdua,
“Arin, kamu kenapa? Kok belum di lanjutin penjelasannya” tanya Cantika melihat Arinda yang gelisah dan berhenti menjelaskan konsep pesta pada Daniel.
“iya mbak, Arin lanjutkan” Arinda kembali menatap tajam ke arah Daniel yang masih menggenggam erat tangannya.
Daniel menatap Arinda untuk melanjutkan penjelasannya, wajahnya menunjukkan tidak terjadi apapun.
Ni cowok rese ngapain sih!! Di kira mo nyebrang apa pake pegangan tangan segala. Di lepasin juga kagak ma ni cowok, mana ni jantung ga bisa di ajak kompromi lagi guman kesal Arinda dalam hati.
Arinda bersikap profesional dengan menjelaskan konsep secara detail dan rinci pada Daniel. Diam-diam senyum kemenangan terukir di wajah Daniel saat melihat pipi Arinda yang merona.
Terlihat perbedaan yang berbeda dari cafe Afra, disisi sebelah meja Arinda terpancar aura penuh bunga-bunga cinta dan disisi tepatnya di tempat biasa Daniel dan sahabatnya kumpul, seperti musim dingin dengan para jomblo yang menatap ke arah mereka termasuk Sean dan Arvin. Eh maaf... hanya Sean saja yang berstatus jomblo, sedangkan Arvin mengaku dirinya seorang playboy cap kadal.
Sean dan Arvin saling berpandangan
“ Sepertinya Daniel ada meeting dengan para cewek itu” Kata Sean.
“Apa kita Samperin aja Kesana?” tanya Arvin.
__ADS_1
Seorang pria tampan masuk ke dalam cafe dengan gaya maskulinnya,
“ hei...hei... Liat ada Cowok cakep, nggak sia-sia gue nongkrong di sini”
“gue juga, gila cakep banget. Cowok cakep kota J pada ngumpul di cafe ini serasa gue punya harem sendiri”
Berbagai komentar terlontar dari kaum hawa yang berada di Cafe Afra. Pria tampan itu melihat ke sekeliling cafe, mengedarkan pandangannya ke seluruh bagian Cafe.
Cantika melihat pria tampan itu langsung melambaikan tangannya ke arahnya.
“Maya” panggil Cantika sukses membuat semua pengunjung cafe terkejut.
“Hi ciiiin” gaya centil Maya membuat semuanya syok, terutama para kaum hawa.
Maya berjalan mendekati meja Cantika.
“Sorry akika lama, tadi abis manipedi dulu” kata Maya menghampiri Cantika dan Arinda. Maya melihat di samping Arinda,
“OMG, akhirnya akika bisa ketemu ama idola akika. Ternyata Daniel Arsenio lebih cakep yang aslinya dari pada di tv tv” kata Maya langsung mengambil satu kursi kosong lalu duduk di samping Arinda. Daniel hanya menanggapi Maya dengan dingin.
"tuan Daniel boleh dong akika foto-foto ama minta tanda tangan?" kata Maya genit.
"May, jangan mulai genit deh" Cantika memperingati Maya untuk tenang. Maya memanyunkan bibirnya dan menyandarkan kepalanya ke bahu Arinda. Sikap manja Maya membuat Daniel kesal,
"Arin liat tu tika, marahin akika mulu" adu Maya sedih. Arinda diam dan hanya menanggapi dengan senyum yang di paksa.
"Rin, Lu napa sih? kok beda dari biasanya" tanya Maya,
gimana nggak beda, ni cowok rese seneng banget bikin masalah ama gue guman Arinda kesal.
"Maaf tuan Daniel atas gangguannya. Rin, kamu bisa jelasin lagi" kata Cantika.
Di meja Sean, Arvin tersedak dengan minuman miliknya melihat pria tampan menghampiri meja Cantika. Sean membantu Arvin menepuk nepuk punggungnya.
*************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1