
Selesai menjalankan ibadah, mereka segera menaiki pesawat jet pribadi, Arinda langsung mendapatkan sambutan baik dari kru pilot dan pramugari. Daniel menyerahkan tas Arinda pada seorang pramugari yang kemudian membawa masuk ke dalam pesawat.
“Nona Arinda... senang bertemu dengan anda kembali dan selamat atas kehamilan anda” sapa pilot dengan ramah.
“terima kasih” ujar Arinda melangkah dengan anggun. Para kru pilot dan pramugari terpesona dengan kecantikan Arinda, walaupun sudah memakai hijab aura kecantikannya tidaklah berkurang namun semakin bertambah. Itu dapat terlihat saat mereka berjalan melewati bandara banyak pasang mata terutama pria menatap kagum pada Arinda.
Daniel menjadi sangat posesif dan menatap tajam pada setiap pria yang melirik istrinya.
Berani kalian mendekati istriku, maka segera akan ku kirim kalian bertemu dengan malaikat maut itulah Arti tatapan tajam yang di layangkan Daniel pada para pria yang mencoba mengajak Arinda berkenalan.
Arinda duduk di kursi tepat di samping Daniel sambil mengenakan sabuk pengaman. Dia juga meminta pramugari untuk menyalin rujak buah yang di beli Danil sebelumnya.
Semua sudah siap, pilot pun meminta izin pada tower bandara untuk melakukan penerbangan menuju kota J. Pesawat jet pribadi mengudara dengan stabil, saat lampu sabuk pengaman padam Daniel melepaskannya begitu juga Arinda dan yang lainnya. Pramugari segera menghidangkan rujak yang di minta Arinda tadi.
Ansel tampak sangat sibuk dengan laptop yang sudah di persiapkan oleh pramugari, Daniel mengamati laporan yang baru saja di terimanya lewat email. Arinda memakan rujaknya dengan nikmat, dia melihat ke arah suaminya yang sibuk dengan pekerjaannya.
Matanya menyipit menatap suaminya fokus pada pekerjaannya dan mengabaikan Arinda yang menjadi sangat bosan. Dengan iseng Arinda menyuapi buah rujak pada Daniel, suapan pertama di makan dengan lancar oleh Daniel. Dia tersenyum menatap istrinya lalu kembali fokus ke pekerjaannya kembali, membuat Arinda semakin kesal.
Arinda memilih buah yang menurutnya tidak akan di sukai Daniel, suapan kedua masih di terima dengan nikmat oleh suaminya. Mata elang itu masih terfokus dengan pekerjaannya, membuat Arinda semakin jahil.
Hehehe.... maaaf daddy.... tapi kamu sudah bikin aku bosan guman Arinda menyuapi Daniel dengan buah yang menurutnya paling asam.
Ooo sepertinya sayangku ini ingin menjahili ku, maaf sayang tapi kamu masih pemain baru dalam jahil menjahili guman Daniel tersenyum diam-diam.
Buah itu masuk ke dalam mulut Daniel yang memakannya dengan santai tanpa mengeluh apa pun. Membuat Arinda menatapnya heran dan takjub,
“sayang... kamu baik-baik saja kan?” tanya Arinda menatap khawatir suaminya. Daniel menatap istrinya dengan senyum yang terkembang nackal. Dia mengangkat map menutupi wajahnya dan Arinda.
Bibir mereka saling bertemu, Daniel mengecup dan memasukkan buah terakhir yang di makannya ke dalam mulut istrinya. Ciuman itu terhenti saat buah itu sudah masuk dan tertelan oleh Arinda. Pipi dari wajah cantik itu seketika merona merah atas perlakuan dari Daniel,
__ADS_1
“enakkan sayang!!” ujar Daniel tersenyum nackal yang kembali mengecup lembut bibir Arinda, map masih menutupi wajah mereka membuat pramugari dan Ansel bertanya-tanya apa yang sedang mereka berdua lakukan.
Kedua tangan Arinda segera mendorong perlahan dada bidang Daniel, membuat map yang di pegangnya turun. Senyuman nackal terukir dari wajah Daniel,
“Sayang... kamu tidak akan bisa menjahili ku. Karena aku akan membalasnya dengan berkali-kali lipat hingga membuat wajahmu merona seperti ini” bisik Daniel ke telinga Arinda, Sebelah tangannya meraih tangan Arinda mengecup lembut jari-jari tangan itu.
Lagi dan lagi Arinda kalah dari Daniel, niat hatinya yang ingin menjahili Daniel malah berujung dengan dia yang di jahili oleh suaminya sendiri. Dengan kesal dan sedikit merajuk, Arinda bangkit dan masuk ke dalam kamar yang sudah di bersihkan oleh pramugari.
Daniel tersenyum senang, membuat Pramugari dan Ansel yang melihatnya ikut senang.
“Apa kalian akan menatapku terus?” tanya Daniel sambil menatap kembali map yang masih di tangannya.
“maaf tuan muda” ujar Ansel yang kembali fokus dengan pekerjaannya. Pramugari menyiapkan secangkir kopi dan teh untuk Daniel juga Ansel.
Akhirnya badai sudah pergi, aku sangat senang melihat tuan muda yang bahagia seperti ini. Aku sudah tidak sabar menantikan bonus akhir bulan nanti guman Ansel dalam hati sambil fokus dengan pekerjaannya.
Kepulangan Daniel dan Arinda segera di kabari Ansel ke kediaman Arsenio melalui pesan wa ke ponselnya. Aileen menata layar ponselnya membaca baris per baris pesan yang di kirimkan Ansel.
“kamu kenapa Aileen?” tanya oma Ayu segera menyeka air minum yang membasahi bajunya, Aileen merasa bersalah langsung membantu mengelap tangan ibunya.
“maaf ma... ini Aileen baru dapat kabar gembira... jadinya...” Aileen masih membantu mengelap baju ibunya.
“kabar gembira Apa yang membuatmu se girang ini?” tanya oma Ayu.
“malam nanti, Arinda cucu menantu kesayangan mama dan Daniel akan pulang ma. Sekarang mereka dalam perjalanan kembali ke kota J” ujar Aileen membuat senyuman oma Ayu terkembang di wajah rentanya.
“Arinda akan kembali, Alhamdulillah.... akhirnya keluarga kita kembali utuh mama sangatt senang mendengarnya” oma Ayu mengucapkan rasa syukur pada Maha Kuasa. Aileen turut mengucapkan hamdalah dengan kepulangan menantunya,
“leen, segera kamu persiapkan makan malam. Buatkan makanan kesukaan Arinda juga jangan lupa undang Cantika dan Maya, kita harus menanyakan sampai mana persiapan acara pesta untuk pernikahan Arvin” kata Oma Ayu langsung di angguki Aileen. Dia segera mengirim menghubungi Cantika dan Maya, memberi kabar kepulangan adik mereka.
__ADS_1
Aileen juga menyuruh anggota keluarga Arsenio untuk kembali lebih cepat. Michael akan menghubungi istrinya mengabari kepulangan Daniel dan Arinda, malah di dahului istrinya yang memintanya untuk cepat pulang. Dia hanya bisa tersenyum melihat betapa antusiasnya Aileen, Michael juga di minta Aileen untuk segera mengabari Darren dan Amanda.
Darren dan Amanda sudah tinggal sendiri di mansion yang tidak jauh dari mansion milik keluarga Arsenio. Mereka ikut bahagia dan senang mendengar berita kepulangan Arinda, Darren yang sengaja pulang lebih cepat hari itu segera membantu Amanda untuk mempersiapkan putri kecil mereka Nufaira untuk pergi ke mansion Arsenio.
***
Sore hari di kediaman Arsenio...
Aileen tengah sibuk mempersiapkan jamuan makan malam untuk seluruh keluarganya, Michael baru kembali dari Arebeon langsung di sambut Darren dan Amanda yang juga baru datang. Michael akan memeluk Nufaira mengurungkan niatnya membuat Amanda dan Darren bingung,
"kenapa Daddy?” tanya Amanda.
“daddy baru kembali dari kantor, sebaiknya sekarang Daddy bersih-bersih dulu agar bisa bermain dengan cucu cantik opa ini” Michael akan mencubit gemas pipi Nufaira kembali menahan dirinya. Dia segera bergegas menuju kamar utama untuk bersih-bersih agar bisa bermain dengan cucu pertama keluarga Arsenio.
Darren merasa sangat beruntung dan bersyukur memiliki daddy seperti Michael yang tidak mempermasalahkan asal usulnya. Menerima Darren sebagai putra kandungnya dan memperlakukannya sama, mata Darren tampak berkaca-kaca yang langsung di sekanya. Amanda menyadari hal itu, dia tersenyum lalu meminta Darren untuk menemani Nufaira sementara dia akan membantu Aileen.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...