Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ekstra Part 1


__ADS_3

Kediaman Mansion Arsenio tampak begitu ramai dengan anak-anak kecil yang berlarian. Terlihat para orang dewasa memperhatikan mereka sambil tersenyum senang melihat tingkah anak-anak itu yang menggemaskan.


“Bundaaaaaaaa” terdengar pekikkan di sertai tangisan dari seorang gadis kecil yang berusia tiga tahun berlari mendekati perempuan yang di panggilnya bunda.


Perempuan berparas cantik menatap ke arah gadis kecil yang menangis tanpa henti, Arinda sedang duduk bersama Oma Ayu, Aileen dan Amanda yang sedang berbadan dua. Pemilik mata indah itu menatap Tanisha putri kembarnya sudah berlinang air mata.


“Nisha sayang, kamu kenapa?” Arinda membelai lembut rambut hitam Tanisha putri kembarnya.


“Afwi merusak mainan Nisha... Huaaaaaa.... Mainan kesayangan nisha.... Bundaaaaa....” tangisan Tanisha begitu nyaring.


“oooo... cup....cup.... cup sayang, princessnya oma... sudah sayang jangan nangis. Sini sama oma” Aileen ikut menenangkan Tanisha yang masih berlinang air mata. Tangisan Tanisha semakin menjadi membuat Aileen kebingungan, Amanda pun ikut menenangkan Tanisha tapi tidak berhasil.


Arinda menatap ke arah Afwi sedang memegang boneka berbie mainan Tanisha dalam kondisi kepala dan kaki sudah terpisah dari tubuhnya. Dia hanya bisa menghela nafas saat melihat Afwi dengan wajah tanpa dosa tersenyum ke arahnya.


Tangan lembut Arinda membelai kepala Tanisha untuk menenangkannya.


“sudah sayang, jangan nangis ya. Nanti cantiknya hilang kalo kamu nangis terus” bujuk Arinda dengan lemah lembut.


“tapi... tapi.... mainan Nisha bundaaa....” Tanisha masih sangat sedih dengan nasib mainannya. Perlahan tangis Tanisha mulai berkurang, hanya terdengar isakkan tangis yang masih sesekali terdengar.


“Oma, Mommy, Kak Manda... Arin hampiri Afwi dulu ya” Arinda berdiri dari kursinya setelah mendapat jawaban anggukan juga senyuman hangat dari mereka. Dia menggandeng tangan Tanisha menghampiri putra kembarnya yang tertawa menggemaskan ke arahnya.


Afwi langsung memeluk tubuh Arinda sambil tersenyum manis, senyuman hangat tersungging di bibir pink natural dengan tangan membelai lembut kepala salah satu putra kembarnya.


“Afwi sayang, kamu tahu ini mainan Tanisha kan?” tanya Arinda lembut. Afwi menganggukkan kepalanya, matanya menunduk ke bawah sadar jika dirinya sekarang ini dalam masalah. Mainan itu masih ada dalam genggaman tangan mungilnya, perlahan-lahan mainan itu di sembunyikannya ke belakang punggungnya.


“Sayang, kamu tahu bukan jika mainan ini sangat di sayangi Nisha? Seharusnya Afwi tidak boleh merusak milik saudarimu atau milik orang lain” degan penuh kelembutan Arinda menasehati putranya.


“maafin Afwi bunda...” Afwi menundukkan wajahnya menyesal dengan apa yang di lakukannya.


“ sayang.... bunda tidak marah padamu. Sebaiknya sekarang Afwi minta maaf pada Nisha karena sudah merusak mainannya” Arinda menatap ke arah Tanisha dengan wajah yang masih tampak kesal.


“maafin Afwi ya Nisha...” Afwi mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Mata bulat menggemaskan milik Tanisha menatap ke arah Arinda yang di balas dengan senyuman dan anggukan meminta Tanisha untuk berbaikan dengan saudara kembarnya.


Tanisha masih tampak tidak senang dan kesal, dengan bujukan lembut Arinda akhirnya putri kembar Arinda mau berbaikan dengan Afwi.


“mbaak Ariiiin...” sapa Aisyah yang baru saja datang bersama Arvin.


“Aisyah... apa kabar?” tanya Arinda memeluk sambil cipika cipiki dengan Aisyah.

__ADS_1


“alhamdulillah Aisyah baik mbak, hi princess dan princenya aunty” Aisyah menyapa Tanisha dan Afwi yang berdiri di samping Arinda. Tanisha dan Afwi dengan santun menyalami Aisyah satu persatu.


“ o ya, baby Zaid mana?” tanya Arinda.


“Itu bersama abinya, mbak!!” tunjuk Aisyah ke arah Arvin yang sedang menggendong baby cowok usia sebelas bulan. Arvin berdiri di samping Sean Dan Darren, dia memilih bergabung dengan para pria sambil menggendong putra pertamanya.


Baby di gendongan Arvin terlihat sangat menggemaskan dengan pipi tembemnya, asyik tertawa saat Sean menggodanya.


“holllaaaaaa...... Mimi Maya it’s comiiiiiiinggg” Maya dengan keceriaannya menyapa semua orang yang hadir di sana.


Arinda tersenyum senang saat melihat kedatangan Maya dengan tangan di penuhi hadiah untuk si kembar, tidak hanya maya saja. Cantika dan Ansel juga baru datang dengan putra mereka yang berusia dua tahun. Penampilan putra Cantika begitu menggemaskan dengan tuxedo yang di kenakannya. Cantika menghampiri Arinda, menyapa sambil bercipika dan cipiki.


Tanisha dan Afwi mendengar sapaan Maya segera menghampirinya, mereka berdua semakin senang saat melihat Maya membawa banyak hadiah untuk mereka.


“mimiiiiiii....” mereka berdua segera memeluk Maya.


“aiiiih si kembar kesayangan mimi .... Gi mana kabar-kabarinya princess juga princenya mimi?” Maya dengan gemas mencium kedua pipi Tanisha dan Afwi.


“Kami baik mimi, kami kangen sama mimi” Tanisha memeluk erat Maya.


“Kenapa mimi lama sekali di PS? Om leo mana?” Afwi mencari-cari sosok Leo Hubby Maya. Saat baby twins berusia setahun, Maya terpaksa harus ke negara PS untuk menangani butik miliknya yang terkena masalah hingga membuat Maya menetap agak lama di sana.


Mereka memutuskan untuk menikah di PS, Arinda yang mendapat kabar pernikahan Maya segera berangkat dengan pesawat pribadi Daniel menuju negara PS. Tentunya di temani suami tercinta dan ketiga baby twins, tidak ketinggalan para baby sitter yang juga di ajak untuk menjaga para twins.


Awalnya Arinda menolak memakai jasa baby sitter, namun kondisi kesehatan dan sibuknya mengurus si kembar memaksanya menerima baby sitter pilihan Aileen.


“maaf kesanyangan mimi... my hubby tinta bisa datang karena pekerjaannya seabrek begindang. Tapi om Leo mengirimkan ini untuk kalian bertiga.... eh bentar-bentar... princenya mimi Afwa mana? Kenapa hanya kalian berdua saja?” Maya mencari-cari Afwa.


“bundaaaa” terdengar panggilan sapaan dari Afwa putra kembar Arinda langsung memeluknya.


“afwa sayang” Arinda mencium gemas pipi putranya. Afwa baru saja kembali bersama Daniel, mereka berdua baru saja kembali dari membeli kejutan untuk Arinda.


“Afwa sayang.....” maya ikut menyapa Afwa dengan memeluknya gemas.


“mimiiii..... mimi adakan bawa pesanan Afwa?” Tanya Afwa dengan mata berbinar-binar.


“tenang saja my Prince... mimi sudah membawanya” Maya mengedipkan sebelah matanya, di balas dengan sorakan bahagia Afwa.


“May.... emang anak gue pesan apa ama lu?” Arinda penasaran.

__ADS_1


“is... is... is... kepo... ini rahasia akika whit my twins...” Maya tersenyum misterius membuat Arinda semakin penasaran. Matanya berbinar senang saat melihat pria tampan yang tidak lain adalah Daniel datang menghampiri ke arah mereka.


“holaaaa my Idol....” sapa Maya pada Daniel yang datang menghampiri ibu dari anak-anaknya dengan tangan kiri merangkul pinggang Arinda mesra. Seperti biasa Daniel hanya membalas dengan sikap dingin juga kakunya.


Tangan kanan Daniel menyerahkan bucket mawar merah yang di hias dengan sangat cantik.


“sayang.... Kenapa kamu malah memberiku bunga mawar? kan aku yang berulang tahun sayang, tapi si kembar. ” Arinda bingung.


“ aku sengaja memberi ini untukmu, sayang. Terima kasih untuk hadir dalam kehidupanku, menjadi istri, sahabat dan ibu dari anak-anak kita. setiap harinya aku selalu merasa jatuh cinta padamu. Aku akan mendampingimu apa pun yang terjadi dan kita akan selalu bersama untuk selamanya” Daniel memberikan bunga mawar sambil mencium mesra pipi istrinya.


“aaaaaah.... akika juga mau di cumi...” Maya terpesona dengan perlakuan Daniel yang semakin mesra pada Arinda.


“May.... ingat Leo di Ps” Canntika mengingatkan Maya dengan Hubbynya.


“iiiiih.... Cantika nggak asyik deh” Maya memanyunkan bibirnya kesal. Arinda yang lainnya tersenyum senang melihat tingkah Maya, Mata cantik itu melihat ke arah Daniel yang berdiri di sampingnya.


Arinda menatap suaminya penuh cinta begitu pun sebaliknya dengan Daniel. Membuat pasangan ini menjadi sorotan di acara pesta ulang tahun si kembar.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...



Idul Fitri telah tiba di tahun 2021. Kita kembali menjadi suci setelah berperang melawan diri sendiri.


Taqobballahuminna wa minkum, taqobbal ya kariim.


Author mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin....


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2