
Arinda lalu mendudukkan tubuhnya, sedikit beranjak menjauhi Daniel yang berada di belakangnya.
“Ma...ma...maaf” kata Arinda dengan wajah yang bersemu merah.
Daniel berdiri dari tempat tidur melangkah pergi menuju kamarnya untuk berganti pakaian dan melaksanakan kewajibannya.
Davira masih tersenyum, dia lalu duduk di samping tempat tidur menatap Arinda yang baru menyadari dirinya berada di tempat asing.
“Ini... ini... ini Di mana?” tanya Arinda menatap ke sekeliling kamar
“Kakak sekarang ada di rumah ku. Semalam kak Dan membawa kakak ke sini”
Sebuah kilasan peristiwa tergambar di benak Arinda, seperti sebuah video yang memutar kejadian yang hampir saja menghancurkan hidupnya.
Tes....tes...
Air mata Arinda kembali menetes teringat kejadian itu, Davira langsung memeluk Arinda memberi ketenangan untuknya.
“sudah kak... Semua sudah berlalu. Kak Dan sudah menghajar mereka, kakak jangan takut ya”
“Hikss....hikss.... Aku menangis bukan takut, tapi aku menangis karena aku selamat. aku masih di beri kesempatan untuk bertemu dengan keluargaku lagi, hikss..hikss...” kata Arinda menyeka air matanya.
Davira melepaskan pelukannya menatap Arinda, matanya berkaca kaca teringat saat dia membantu dokter Hana merawat luka Arinda
“Kak Arin, Davira minta maaf dan ingin mengucapkan terima kasih banyak karena sudah menolong vira. Kalo bukan karena kakak, Vira pasti nggak...” perkataan Davira terhenti saat Arinda menggenggam tangannya.
"kenapa kamu minta maaf? kamu kan tidak berbuat salah?" tanya Arinda bingung.
"ini semua salah Vira kak, jika saja Vira mau di temani dengan bodyguard mungkin saja kejadian ini..." perkataan Davira terhenti saat Arinda membelai lembut pipi Davira.
“Sudahlah Vira, tidak usah di ingat-ingat lagi. Semuanya sudah berlalu yang terpenting sekarang kamu dan aku baik-baik saja” hibur Arinda.
“Tapi...”
“Vira jika orang lain di posisi yang sama sepertiku, pasti dia akan melakukan hal yang sama seperti apa yang aku lakukan, Alhamdulillah aku bersyukur karena kita berdua selamat!" kata Arinda menghibur Davira, dia melihat jam dinding dikamar tamu.
"Begini saja, kamu bisa membalas ku dengan meminjamkan ku peralatan sholat. Bolehkan?” kata Arinda lagi di balas oleh Davira dengan senyuman. Dia menyeka air mata yang menggenang di matanya.
“tentu saja boleh kak, sebentar akan Vira ambilkan” kata Davira melangkah keluar kamar tamu menuju kamar miliknya.
Saat akan menuju kamarnya, Davira berpapasan dengan Aileen yang akan menyiapkan sarapan pagi.
“Vira, kamu dari mana?” tanya Aileen melihat Davira.
“Dari kamar tamu mom, kak Arin udah bangun, sekarang Vira mau ke kamar buat ambil peralatan sholat buat kak Arin. Sekalian Vira mo ambil baju juga, nggak lucu dong kalo kak Arin sarapan ama kita pake piama” kata Davira.
__ADS_1
“O Ya udah, kalo gitu mommy akan siapkan sarapan pagi dulu” kata Aileen menuju dapur mansion.
Davira masuk ke kamarnya, lalu dia mengambil mukena dan juga pakaian miliknya untuk di berikan pada Arinda agar dia bisa mengganti pakaiannya.
Arinda masih duduk di tepi ranjang, dia melihat ke arah tangannya sudah ter perban rapi. Tidak berapa lama Davira kembali membawa mukena dan baju baru buat Arinda. Dia menaruh di kursi di ujung tempat tidur.
“Baju ini?” tanya Arinda melihat ada pakaian di samping mukena.
“Baju buat kak Arin untuk ganti baju, setelah kakak mandi dan sholat kita akan sarapan bersama” jelas Davira.
“terima kasih ya Vira, terima kasih juga kamu sudah merawat luka dan meminjamkan pakaian pada ku” kata Arinda
“Ini nggak seberapa dengan budi baik kakak, sebaiknya sekarang kakak bersih-bersih dan sholat. O ya hampir lupa, dokter kemarin pesan kalo luka kak Arin jangan ampe kena air dulu” jelas Davira.
“Terima kasih ya Vira”
“Sama sama kak, kalo gitu vira keluar dulu buat bantuin mommy bikin sarapan” kata Davira melangkah keluar kamar tamu menuju dapur di mana Aileen tengah di bantu maid lain membuat sarapan pagi itu.
Arinda lalu melangkah mencari kamar mandi, setelah ketemu dia masuk dan mulai membersihkan diri.
Daniel baru saja selesai melaksanakan kewajibannya, dia tampak segar setelah bersih-bersih. Dia terlihat gagah dan tampan memakai t-shirt polo lengan pendek dan celana jeans.
Daniel hari ini sengaja tidak masuk kantor dan meliburkan karyawan Arebeon Corp. untuk beberapa hari ke depan. Arvin, Ansel dan Sean sedang duduk di ruang keluarga bersama Oma Ayu, Michael dan Darren.
Setelah rapi, Daniel lalu turun menghampiri keluarganya yang sedang berkumpul di ruang keluarga. Arvin melihat Daniel terlihat berbeda dari biasanya,
“Aroma apa Vin?” sean ikut mengenduskan hidungnya.
“Aroma orang yang sedang jatuh cinta” kata Arvin menatap kedatangan Daniel.
Semua mendadak tertawa berjamaah, Daniel baru datang hanya diam. Dia bingung melihat semuanya tertawa bahagia,
“Ada apa? Apakah ada sesuatu yang lucu?” tanya Daniel dingin.
“Nggak, tadi si Arvin lagi ngasih lelucon” kata Darren.
“lelucon?” kedua alis daniel bertaut
“udah nggak usah di bahas, lu nggak ngantor?” tanya Darren.
“ gue sengaja meliburkan Arebeon corp. untuk Beberapa hari kedepan. Setelah kejadian kemaren, kita harus meningkatkan keamanan di Arebeon Corp. ” kata Daniel.
Seorang maid datang ke ruang keluarga memberitahukan kalo sarapan pagi sudah terhidang di meja. Mata Daniel menatap ke arah pintu kamar tamu yang sedari tadi penghuni di dalamnya belum menampakkan batang hidungnya.
Semua sudah duduk di meja makan, Oma Ayu belum melihat Arinda. Aileen sudah menceritakan pada oma Ayu jika Arinda menginap di mansion mereka sekarang.
__ADS_1
“Aileen, di mana Arinda?” tanya Oma Ayu.
“Mungkin masih ada di kamarnya ma. Vira, coba kamu cek” Aileen meminta Davira untuk memanggil Arinda di kamar tamu.
“Baik mom” Davira melangkah menuju kamar tamu.
Tok... Tok... Tok...
Pintu kamar di ketuk oleh Davira,
“Masuk saja” terdengar suara Arinda menyuruh masuk,
“Kak Arin, ayo kita sarapan” ajak Davira melihat Arinda duduk diranjang memunggunginya.
“eh kamu Vira, sebentar ya” kata Arinda tampak sedang memperbaiki balutan perban yang longgar.
“pantesan kak Arin lama” kata Davira menghampiri Arinda, dia lalu duduk di depan Arinda dan membantunya memasang perban juga obat salep dengan benar.
“maaf ya Vira, sarapan kamu jadi ke ganggu. lebih baik kamu sarapan aja duluan Sebentar lagi aku akan menyusul” kata Arinda.
“udah sini in tangan kakak, biar vira bantu” kata Davira meraih tangan Arinda membalutkan perban di tangannya.
It's been a long day without you, my friend
And I'll tell you all about it when I see you again (I'll see you again)
We've come a long way (yeah, we came a long way) from where we began
(You know what we started
Oh, I'll tell you all about it when I see you again (I'll tell you)
When I see you
Terdengar notifikasi panggilan masuk di ponsel Arinda yang berada di sampingnya. Arinda menatap layar ponselnya tertulis nama Maya di sana
************
terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊
( Π_Π )
__ADS_1
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗