Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 231


__ADS_3

“ woi..woi... Wanita lakcnut. Ayo bangun” Arvin sedikit mengguncang bahu Vivi.


“hmmmm” Vivi tidak merespon, matanya terasa sangat berat. Arvin merasa sudah tidak nyaman dengan kondisinya segera dia meraih tas Vivi mengalungkannya ke leher lalu membopong tubuh Vivi.


“Dasar cewek lacknut, kerjaannya bikin orang susah saja” gerutu Arvin berusaha mengontrol tubuhnya yang sudah mulai terpengaruh dengan minuman obat yang tidak sengaja di minumnya.


Arvin kini berada di parkiran, membuka pintu mobil di samping kemudinya, dengan perlahan -lahan dia mendudukkan Vivi di bangku penumpang sambil memasangkan sabuk pengaman.


Sejenak dia terhenti menatap Vivi yang masih terlelap,


Kalo di lihat-lihat, Vivi memang cantik dan di saat mabuk begini dia terlihat imut... Dan..... Whaats mikirin apa gua.... guman Arvin masih menatap wajah Vivi.


Arvin tersadar dari lamunannya dan menggeleng-gelengkan kepalanya,


Astgfirullah, sepertinya jin iprit si Vivi udah ngerasukin gua nih. Otak gua jadi nggak beres guman Arvin kemudian mencoba membangunkan Vivi untuk menanyainya.


Vivi yang mabuk tidak menggubris Arvin, dia semakin menikmati bermain di alam mimpinya. Arvin pun tidak habis pikir mencoba mencari kunci apartemen di dalam tas Vivi yang di kalungkannya.


Kembali terjadi serangan di dalam diri Arvin, si tongsky mulai berulah di balik pengamanannya.


Breng**k, kenapa gua be** begini? Pasti dalam minuman gua ada yang nyampurin sesuatu Arvin mencoba mengingat apa saja yang di minumnya. Dia teringat jika sudah tidak sengaja menghabiskan minuman soft drink milik Vivi yang di berikan oleh penggemarnya.


Ajim... breng**k, rupanya ada yang mau ngerjain ni cewek lakcnut. Tapi, karena gua yang salah ambil minum malah gua yang kena... ajim.... Naas banget nasib gua... Harus balik ke apartemen sekarang. Tapi ni si cewek lakcnut.... Arvin kebingungan, satu sisi dia harus cepat pulang ke apartemennya untuk mandi air dingin menenangkan si tong sky. Disisi lain dia harus mengantar Vivi ke apartemennya yang berjarak cukup jauh dari rumahnya.


Saat Daniel menugaskan dirinya mencari info Vivi, dia tahu di mana Vivi tinggal namun dia harus melajukan mobilnya ke jalan yang berlawanan arah dari apartemennya. Hal itu akan semakin membuat dia tersiksa dan bisa menjadi jalan kematian untuknya.


nanti saja si cewek lacknut gua antar, sekarang gua musti nenangin tong sky, terus manggil Sean buat ngobatin gua guman Arvin dalam hati.


Arvin mengambil keputusan ekstrim membawa Vivi kembali ke apartemennya, dia akan menekan reaksi obat di dalam tubuhnya dengan mandi air dingin. Dia segera masuk ke dalam mobilnya, menyalakan mesin menuju ke apartemen miliknya.


***


Arinda sedang duduk bersantai di depan televisi sambil memainkan ponselnya, Daniel datang menghampiri dengan membawa beberapa cemilan untuk mereka santap.


“sayang.... Ini cemilannya” Daniel meletakkan cemilan di atas meja, Arinda meletakkan ponselnya di meja dan mengambil satu cemilan lalu memakannya.


Daniel memangku laptopnya dan fokus mengabaikan Arinda yang memasang wajah jutek. Wajahnya kesal melihat suaminya kembali sibuk dengan pekerjaannya,

__ADS_1


“Sayaaaang....” Arinda duduk bersila menghadap suaminya yang duduk di samping.


“Hmm iya sayang” mata Daniel terfokus pada layar laptopnya. Arinda sedikit kesal di abaikan Daniel,


“Sayaaang....” panggil Arinda lagi.


“iya sayang, ada apa?” Daniel masih sibuk dengan pekerjaannya membuat Arinda semakin gemas.


Tangannya langsung meraih laptop Daniel membuatnya menatap tajam ke arah Arinda, jari jemari lentik Arinda beraksi menyimpan semua data milik Daniel dengan baik dan mematikan laptop.


“ARIN.... Kembalikan laptopnya” ujar Daniel kesal.


Daniel menatap tajam dan wajahnya memperlihatkan kekesalan. Arinda tahu akan hal itu, dia meletakkan laptop Daniel di meja lalu membalikkan tubuhnya menghadap Daniel yang terlihat sangat kesal.


Dengan berani Arinda duduk di pangkuan Daniel, ke dua pahanya berada di sisi kanan dan kiri Daniel seperti menaiki motor ojek dengan tubuhnya menghadap ke Daniel. Kening Suaminya berkerut menatap Arinda yang bertingkah sedikit menyebalkan baginya.


“Seharian kamu sudah bekerja di kantor, lalu di rumah kamu malah bekerja” Arinda mengalungkan kedua tangannya ke leher Daniel. Dia merajuk dan melayangkan protes pada Daniel yang masih sibuk dengan pekerjaannya.


Sebuah senyuman terbit di bibir Daniel, dia menyadari jika saat ini istrinya menginginkan perhatiannya. Kedua tangan Daniel melingkar di pinggang ramping Arinda, membelai lembut punggung Arinda.


“Maafkan aku sayang karena fokus bekerja aku mengabaikan istri ku yang menggemaskan ini. Sekarang kamu ingin aku bagaimana agar istriku ini tidak ngambek begini” Daniel mencium lembut pipi Arinda,


“Hmmmm.... Sayang kita jalan-jalan keluar ya, aku pengen banget jalan-jalan sekarang” pinta Arinda dengan wajah imutnya.


Siapa yang tidak akan tunduk dengan sikap Arinda yang terlihat begitu menggemaskan, Daniel seperti terserang panah menancap tepat di hatinya. Dia tersenyum senang menatap istrinya, melirik ke jam dinding di ruangan yang masih menunjukkan pukul sembilan malam.


“Apa kamu tidak capek?? Tenaga kamu kan habis terkuras saat olahraga sore kita” senyuman nackal tersungging di bibir Daniel, kini wajah Arinda merona mengingat pergulatan mereka yang di menangkan mutlak oleh Daniel.


“Aku hanya ingin jalan-jalan berdua dengan suamiku ini,” Arinda memanyunkan sedikit bibirnya dan membulatkan matanya. Dua panah sekaligus menancap tepat kembali di hati Daniel.


Imutnya...aku tidak akan membiarkan siapapun melihat tingkah manja mu ini. kamu yang imut dan menggemaskan ini adalah milikku guman Daniel dalam Hati menatap wajah istrinya.


“Baiklah, ayo” Daniel mengikuti keinginan Arinda di sambut bahagia olehnya. Dia segera mencium kedua pipi, kening serta bibir Daniel lalu turun dari pangkuan suaminya.


Daniel berdiri dari kursinya akan melangkah menuju pintu keluar, tapi dia berhenti sejenak melihat istrinya.


“Sebentar sayang” Daniel melangkah masuk ke dalam kamar mereka, mengambil jacket untuknya dan Arinda di walk in closet.

__ADS_1


Daniel sudah memasang jacketnya, dia lalu keluar dari walk in closet menghampiri Arinda yang masih menunggu di depan pintu apartemen. Dengan penuh kasih sayang, Daniel memasangkan jacket dan menggeraikan rambut panjang istrinya. Dia sedikit mengatur rambut istrinya lalu mengecup lembut penuh kasih sayang kening Arinda.


Mereka lalu keluar dari Apartemen, Arinda menggandeng tangan suaminya. Namun Daniel melepaskan gandengan itu membuat Arinda bingung, sebelah tangan Daniel kemudian melingkar di pinggang Arinda. Memperlakukannya begitu romantis,


“ sayang, bagaimana ya reaksi para penggemar kamu jika melihat begitu romantisnya suamiku ini” ujar Arinda sambil melangkah berbarengan dengan Daniel menuju mobil Bugatti veyron 16.4 yang terparkir di basement apartemen.


Daniel membuka pintu mobil untuk Arinda,


“sikap romantis ku ini hanya untuk istri yang sangat aku sayangi ini, karena kamu yang lebih berhak atasku” ujar Daniel mempersilahkan Arinda naik ke dalam mobil bugatti. Dia memasang sabuk pengaman istrinya lalu menghadiahi kecupan lembut di bibir Arinda.


Daniel menutup pintu mobil, lalu melajukan mobilnya menuju jalanan raya. Hari itu Arinda meminta Daniel untuk pergi berdua saja tanpa adanya pengawalan dari body guard Daniel.


Diam-diam tanpa sepengetahuan Arinda, Daniel menyuruh body guard mengikuti mereka dengan penyamaran yang sempurna agar tidak di sadari istrinya.


***


Sean mengantar Evan hingga masuk ke dalam apartemen miliknya, dengan sempoyongan Sean memapah Evan menuju kamar tidurnya.


“Ariiin.... Ariin.... aku sangat mencintai mu.... aku men... cin... tai...” Evan mulai terlelap dalam tidurnya. Sean terduduk di lantai kamar, lelah memapah Evan yang masih mengigau memanggil nama Arinda.


*************


dear para readers...


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2