Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 64


__ADS_3

Cantika datang menghampiri Maya dan Arinda di ruang pesta.


“Rin, semuanya sudah beres?” tanya Cantika melihat ruangan pesta terlihat mewah dan indah. Arinda masih larut dalam pikirannya tidak menjawab pertanyaan Cantika.


“Arin kenapa may?” tanya Cantika melihat Arinda termenung.


“nggak tau juga akika. Tadi tuan Daniel kesini ngomong ama si Arin. Trus tuan Daniel pergi Arin udah kayak orang linglung” jelas Maya.


“Apa yang mereka omongin ya?” Tanya Cantika, Maya menggidikkan bahunya.


Cantika memegang pundak Arinda,


“Dari tadi mbak manggil kamu loh ,Rin? Kamu kenapa? Ada masalah?” tanya Cantika.


“Eh mbak. Nggak ada apa apa kok mbak, Arin cuma capek aja” alasan Arinda.


“kalo semua udah beres kita balik sekarang aja, istirahat buat besok” ajak Cantika.


“oke deh mbak” kata Arinda menyudahi semua pekerjaan yang sudah rampung.


“Nggak sabar nunggu besok ngeliat lu berdua pake gaun pesta rancangan akika” kata Maya berjalan beriringan dengan Arinda dan Cantika.


“gue besok kerja may, mana bisa pake gaun. Pasti sulit banget” kata Arinda


“ yaaaa.... Kok gitu sih Rin. Padahal kan Akika udah nyiapin gaun buat lu” Maya sedih Arind tidak bisa memakai gaun rancangannya.


“Nggak mungkin gue pake gaun May, lu kan tau gue bakalan mondar mandir trus buat mastiin semua berjalan lancar” jelas Arinda.


“betul kata Arin May, bakalan ribet kalo pake gaun. Kita musti profesional mengerjakan segala sesuatunya dengan baik” Kata Cantika mengingat betapa sibuknya mereka nanti.


“Lu jangan sedih May, kan masih ada mbak Cantika yang bisa pake gaun rancangan lu” kata Arinda menghibur Maya.


“Mau nya akika sih, gaun nya lu berdua pake biar bisa kembaran gitu. Tapi ya mau gi mana lagi namanya juga kerjaan, tapi lain kali lu musti pake gaun rancangan akika. Okay!!” kata Maya.


“Iya emakku yang bawel!!” kata Arinda membuka pintu mobil Cantika dan duduk manis di samping kemudi.


Mereka masing masing kembali ke apartemen untuk mengistirahatkan tubuh lelah mereka.


***


Hari H pesta Arebeon Corp.


Arinda sudah datang ke hotel JK International, Arinda tampil dengan menawan memakai baju kemeja putih dengan aksesoris mutiara di leher baju yang tanpa kerah. Menggunakan blazzer berwarna biru tua senada dengan celana dasar perempuan.

__ADS_1


Arinda sengaja memakai blazzer menutupi Tangannya masih di perban. Tampilannya elegan dengan memakai sandal high hells berwarna biru. Kali ini Arinda mengikat rambut dengan gaya Ponytail, semakin membuatnya menawan.


Para tamu sudah berdatangan dan menempati tempat duduk yang tersedia di ruangan pesta yang begitu besar dan megah. Beberapa tamu undangan memuji konsep acara yang berkelas dan megah.


Di loby hotel JK International, pengamanan begitu ketat dengan walkthrough metal detector di setiap pintu masuk ruangan pesta.


Arinda tampak mondar mandir di dalam ruangan pesta memberi arahan pada Anggota teamnya. Tangan kanannya memegang Walkie Talkie berukuran kecil.


Walaupun tidak memakai gaun pesta, Arinda tampil dengan sangat cantik, elegan dan menawan. Banyak pasang mata menatapnya, terutama pria yang juga teman dan client perusahaan Arebeon corp.


Tidak berapa lama, sang bintang acara keluarga Arsenio datang memasuki ruangan pesta. Aileen dan Michael begitu serasi, mereka tampil begitu menawan. Kedatangan mereka di iringi dengan oma Ayu yang di gandeng Darren, dan Daniel bersama Davira. Di ikuti dengan keluarga Amanda di belakang keluarga Arsenio.


Para tamu mulai membicarakan keluarga Arsenio dan keluarga Handoko,


“Wow benar benar pasangan yang serasi dan sederajat ya”


“Kaum elit emang pantesnya sama kaum elit. Kalo sama kita bagaikan pungguk merindukan bulan”


Berbagai komentar terlontar dari para tamu undangan, berbagai komemtar terdengar oleh Arinda. Hatinya semakin menciut dan sakit saat mendengar beberapa komentar yang secara tidak langsung juga menyinggungnya.


Benar kata mereka, kaum elit hanya pantas bersanding dengan kaum yang sederajat. Gue harus tau diri jika gue nggak sebanding ama mereka kata Arinda dalam hati memperhatikan kedatangan keluarga Arsenio.


Cantika dan Maya baru datang menghampiri Arinda yang sibuk mengatur para pelayan untuk menyebar memberikan minuman pada para tamu.


“Jangan norak dong may, tenang” kata Cantika melihat ke sekeliling yang menatap mereka karena ke hebohan Maya.


Mata Arinda melihat ke arah yang di tunjuk Maya,


“Itu...bukannya.....” arinda tampak begitu terkejut dengan apa yang di lihatnya.


“ napa sih Say? Lu kenal?” tanya Maya.


“ Yang di depan itu, nyonya Aileen dan tuan Michael, tante Meiling yang mengenalkan mereka ke gue. Dan yang di belakang itu oma Ayu, lu ingatkan cerita gue tentang nenek yang hampir di serempet mobil. Nah beliau itu nenek yang gue tolong” jelas Arinda baru mengetahui jika Aileen, Michael dan Oma Ayu adalah bagian dari keluarga Arsenio.


Mata Arinda tertegun saat melihat Daniel tampil dengan begitu sempurna memakai tuxedo yang di rancang oleh perancang terkenal, dia berjalan bersama seorang perempuan yang tampil dengan begitu cantik dan menawan.


Ada rasa sakit dan sedih terasa di dada Arinda,


Ternyata dia sudah memiliki pendamping, syukurlah kalau begitu guman Arinda dalam hati tatapan matanya tampak begitu sedih.


Arinda kembali melanjutkan pekerjaannya meninggalkan Maya dan Cantika di ruangan pesta, dia lalu mengecek persiapan untuk acara pertunangan Darren dan Amanda. Dia mengerahkan anggota teamnya untuk mempersiapkan kue untuk memulai acara.


Walkie Talkie yang di pegangnya tak henti-hentinya berbunyi, pikiran Arinda pun teralihkan dengan begitu banyaknya pekerjaan. Rasa sakit dan pedih di hati Arinda hibur dengan pekerjaan.

__ADS_1


Cantika melihat Daniel menggandeng tangan perempuan cantik.


“May, lihat tu. Tuan Daniel datang bareng siapa? Cantik banget!” kata Cantika melihat perempuan berjalan beriringan dengan Daniel.


“Tunggu...tunggu... Tunggu akika ingat, cewek yang di gandeng tuan Daniel itu kalo nggak salah adiknya. Davira Arsenio, di jarang banget di ekspos karena lagi lanjutin kuliahnya di KO” jelas Maya membuktikan dirinya fans Daniel.


“Loh Arinda mana May, bukannya tadi ada di samping kamu?” tanya Cantika.


“Eh iya? Mana orangnya ya? Tadi kan di samping akika” kini maya ikut mencari cari keberadaan Arinda.


Maya memanggil salah seorang anggota team mereka menanyakan keberadaan Arinda.


“Mbak Arinda lagi nge cek persiapan pertunangan Tuan Darren dan nona Amanda kak” kata anggota itu.


“Ya udah, kembali kerja sana” perintah Maya.


“Tika, menurut akika Arinda pasti salah paham ama tu hawa. Jadi dia menghindar dengan keluar dari ruangan ini” kata Maya.


“ Kita cari dia, ngasih tau dia kalo cewek itu adiknya Daniel”


“Eh... Ntar dulu tika, jangan kasih tau Arin”


“ Loh kenapa?”


“biar Arin bisa jujur ama perasaannya, udah tau suka tapi masih aja membohongi diri sendiri”


“kasian Arin dong,May”


“Untuk jujur ama perasaan sendiri, nggak apa apa galau bentar. Biar dia tau bagaimana perasaannya sendiri ke Tuan Daniel"


“terserah kamu May” Cantika mengambil minuman di sampingnya. Sebuah tangan juga ikut meraih minuman itu, cantika melihat kearah pemilik tangan itu.


************


terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya....😊😊😊


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2