Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 88


__ADS_3

Arinda lalu meletakkan ponselnya di nakas samping tempat tidur. Tangannya yang cedera telah sembuh dan sudah di buka jahitannya. Dia melipat mukenanya dengan rapi, lalu keluar menuju ruang makan.


Cantika sedang duduk di ruang Tv sambil berbalas chattingan, terkadang di senyum-senyum sendiri.


“Mbak..” arinda memanggil Cantika namun tidak di hiraukannya, dia terlalu asyik membaca pesan dari sang pujaan hati.


Arinda lalu duduk di samping Cantika yang senyum-senyum sendiri.


“Mbaaak” Arinda sedikit meninggikan suaranya memanggil Cantika.


“Eh iya. Loh sejak kapan kamu duduk di samping mbak Rin?”


“Sejak dari tadi mbak senyum-senyum, cie...cie... Yang lagi bucin sama tuan Ansel”


“Iiih apaan si Rin, jangan di ledekkin dong” pipi Cantika merona.


“cieeee yang udah jadian. Selamat deh kalo gitu”


“iiih kamu ini Rin, suka banget sih godain mbak” cantika mencubit gemas pipi Arinda


“aduuh mbak sakit” arinda memegang kedua pipinya.


“O ya mbak Arin lupa ngomong, besok kita di undang ke mansion Arsenio. Tadi nyonya Aileen telepon Arinda ngasih tau kalo tanggal pernikahan udah di tentuin. Jadi mereka mau make jasa kita”


“tapi besok kan kita Ada meeting Rin"


“nggak usah kuatir mbak, nyonya Aileen setuju kita datangnya sebelum makan siang. Beliau ngundang kita untuk makan siang bersama”


“kalo gitu, ajak sekalian Maya buat ngurusin pakaian buat penganten dan keluarganya”


“ boleh juga mbak, ntar Arin kabarin nyonya Aileen kalo kita datangnya besok bareng Maya”


“Oke deh, ntar mbak kabarin Maya. Pasti dia senang banget kalo kita ajak ke mansion Arsenio”


“pastinya mbak, kalo gitu Arin ke kamar dulu ya mbak. Buat nyiapin contoh-contoh untuk di tunjukkn ke calon pengantennya besok”


“ Oke deh”


Arinda beranjak dari tempat duduk menuju kamarnya, dia mulai menyiapkan contoh-contoh konsep Wo yang akan di tunjukkan ke Darren dan Amanda. Tidak lupa materi-materi Acara pernikahan semuanya Arinda siapkan, hingga dia tidak menyadari sebuah panggilan telepon dari seseorang yang sangat merindukannya.


Tuuuut......tuuut.....tuuuut....tuuuut....

__ADS_1


Tuuut....tuuut....


Daniel berada di kamarnya sedang mencoba menelepon Arinda, tersambung namun tidak di Angkat. Dia menatap ponsel miliknya, melihat wallpaper ponsel foto pujaan hati, foto Arinda yang terlihat cantik.


Arinda, apa kamu sudah tidur? Tahukah kamu bila aku mencoba menutup mata ini wajah dan senyuman manismu selalu terbayang. Membuatku semakin merindukanmu kata Daniel dalam hati sambil melihat foto Arinda yang tersimpan di ponselnya.


Malam telah larut, Arinda meregangkan tubuh yang terasa sedikit kaku. Dia menatap jam di dinding kamarnya sudah menunjukkan tengah malam,


Sudah tengah malam sebaiknya istirahat kata Arinda dalam hati menyimpan laptop dan lembaran file ke dalam tas laptop miliknya.


Arinda mengambil ponselnya, sambil tiduran dia menatap layar ponselnya. Ada beberapa panggilan tidak terjawab dari Daniel (calon imamku).


Sejak kapan nomor tuan Daniel ada di ponselku dan namanya kenapa calon imamku...pertanyaan demi pertanyaan bermunculan di benaknya. Arinda segera mengganti nama Daniel menjadi Tuan Muda Daniel,


Ada apa dia menelepon ku, apa sebaiknya aku telepon kembali? (Arinda langsung menggelengkan kepalanya) nggak usah aja, ini sudah larut malam. Mungkin saja dia sudah tidur, saat bertemu dengannya saja akan kutanyakan kata Arinda dalam hati menarik selimut hingga dada, berdoa dan menutup matanya melangkah menuju alam mimpi.


***


Pagi hari di Mansion Arsenio


Keluarga Arsenio tengah menikmati sarapan pagi bersama. Aileen menuangkan air putih untuk suaminya. Aileen tersenyum senang membuat keluarganya heran, dia tidak menceritakan pada keluarganya jika hari ini Arinda akan datang ke Mansion.


“Ada deh, kepo aja!” kata Aileen tersenyum.


“Kayaknya ada yang menang undian nih, makanya senyum-senyum gitu” kata Michael ikut tersenyum melihat istrinya.


“Ini bukan sekedar undian dad, tapi jackpot” kata Aileen membuat keluarganya bertanya-tanya.


“o ya Dan, nanti makan siang di rumah ya” kata Aileen.


“Maaf mom, Dan hari ini ada meeting dengan client sekalian makan siang” kata Daniel datar.


“Tapi Daniel Sayang...” Aileen belum selesai berbicara, Daniel berdiri dari kursinya.


“Maaf mom, Dan harus berangkat pagi. Banyak pekerjaan yang harus Dan selesaikan, assalamualaikum oma” kata Daniel sambil mencium kening oma Ayu dan Aileen. Dia melangkah keluar menuju ruang tamu.


Ansel telah menunggu di ruang tamu dengan laptop di pangkuannya,


“Kita berangkat sekarang” perintah Daniel pada Ansel,


“Baik Tuan muda” Ansel segera menyimpan file pekerjaan yang baru di selesaikannya.

__ADS_1


Mereka berjalan beriringan menuju mobil milik Daniel, bodyguard membukakan pintu kursi penumpang. Dia duduk sambil mengecek email di ponsel miliknya.


Di Pagi yang sama Kantor Pearl Stars Wo&Eo...


Semua karyawan Pearl Stars fokus pada meeting pagi itu, sesekali ada yang memberi pendapat dan ide-ide baru untuk perubahan pada Pearl Stars. Begitu banyak client sangat puas dengan kinerja mereka, sehingga Pearl Stars menjadi Eo terbaik nomor satu di IN.


Arinda tampil segar dengan baju kaus lengan panjang tanpa kerah berwarna coklat muda, di padu dengan celana palazzo hijau lumut. Rambut bergelombang tergerai menambah kecantikan Arinda, jari tangannya menari indah di atas tombol keyboard laptop miliknya. Dia terlihat fokus mendengar materi meeting yang di sampaikan rekannya.


Cantika memimpin meeting hari itu tampak sangat senang dengan kemajuan kantornya, begitu banyak client yang menyukai kinerja mereka.


“Semuanya, aku selaku owner Pearl Stars sangat berterima kasih dengan kinerja semuanya. Semua client merasa puas, untuk itu bulan ini bonus akan naik 2 kali lipat” Kata Cantika di sambut baik oleh karyawan Pearl Stars.


“Yessss... Makasih mbak Cantika” semua karyawan Pearl Stars bersorak gembira.


“Aku harap kita semua dapat meningkatkan kinerja kita. Jangan sampai ada client kita yang merasa kecewa atau kurang puas. Kita harus bersikap profesional ” kata Cantika.


Meeting di akhiri tepat sejam sebelum jam makan siang. Semua karyawan keluar dari ruang meeting, ada yang menuju meja kerjanya dan ada juga pergi makan siang di luar kantor. Arinda membenahi laptopnya dangan beberapa lembar kertas di atas mejanya.


Maya, Cantika dan Arinda masih berada dalam Ruang meetinng,


“ Rin, kamu udah siapin materi untuk keluarga Arsenio?” Tanya Cantika.


“Udah beres semua mbak, tinggal di perlihatkan pada calon penganten. Arin udah menyiapkan beberapa konsep dan acara pernikahannya” kata Arinda memperlihatkan beberapa lembar kertas pada Cantika.


“bagus, o ya May kamu juga bawa buku contoh pakaian akad nikah, sama resepsinya. Jangan lupa kamu juga bawa buku untuk baju seragaman keluarga” kata Cantika, belum Maya menjawab pertanyaan Cantika, arinda langsung menjawab pertanyaan dari bosnya.


“udah Arin siapin mbak” kata Arinda. Mendengar hal itu Maya sangat senang dan memeluk Arinda dari samping.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2