
“kamu sudah tahu bagaimana aku dan masa laluku. Aku tidak akan menyalahkan mu jika keputusanmu yang ingin terbebas dari ku akan ku kabulkan” ujar Arvin menatap Aisyah.
Ada keraguan dalam hati Aisyah mengetahui tentang Arvin, dia terdiam begitu lama larut dalam pemikirannya. Diamnya Aisyah membuat Arvin mengerti perempuan mana yang mau tetap berada di sampingnya,
“aku sudah tahu jawabanmu, setelah acara pesta pernikahan nanti. Secepatnya aku akan mengurus surat...” belum selesai Arvin berbicara, sebelah tangan Aisyah menyentuh bibir Arvin menghentikannya untuk tidak mengucapkan kata yang sangat tidak ingin di dengarnya.
Jari jemari Aisyah berada tepat di depan bibir Arvin, mata mereka saling bertatapan.
“bang, jangan pernah abang mengucapkan kata-kata yang akan membuat Allah membencinya. Aisyah tidak pernah dan tidak akan pernah berpikiran untuk meninggalkan Abang. Itu semua sudah menjadi masa lalu abang, sekarang abang adalah masa depan Aisyah. Kelak jika Abang di jalan yang salah Aisyah akan mengingatkan Abang karena itu tugas Aisyah. Juga Abang akan mengingatkan di kala Aisyah berbuat salah” jelas Aisyah menatap mata Arvin, semula tatapan Arvin terkejut saat mendengar ucapan Aisyah yang menerima apa adanya.
Tatapan itu berubah menjadi tatapan yang memiliki makna berbeda, bukan keterkejutan lagi tapi ada sebuah rasa yang mulai tumbuh menjadi benih di namakan cinta. Mata Arvin menatap tangan dengan jari jemarinya yang masih berada di bibirnya, sadar dengan tindakannya Aisyah mulai menurunkan tangannya perlahan hingga jari-jemarinya menyentuh bibir itu.
Wajah Aisyah merona menambah kecantikannya masih berada sangat dekat dengan wajahnya. Wajah cantik itu perlahan akan mundur sedikit menjauh dari Arvin, namun dengan cepat sebelah tangan Arvin melingkar di pinggang ramping istrinya. Mata Aisyah segera melihat sekeliling kelas bisnis di mana semua penumpang sudah tertidur.
“bang...” Aisyah tampak khawatir, tapi tidak dengan Arvin. Dia menarik istrinya untuk lebih mendekat padanya, Arvin mendekatkan bibirnya ke telinga istrinya yang tertutup hijab,
“terima kasih telah mau menerima segala kekuranganku dan menjadi penyempurna ibadahku” ujar Arvin sambil memberi kecupan singkat di pipi Aisyah.
Wajah itu berubah menjadi merah seperti udang rebus, dengan sedikit mendorong perlahan tubuh suami dia duduk kembali dengan posisi yang benar. Senyuman terlukis di wajah tampan Arvin sangat senang menggoda Aisyah.
***
Arinda menatap suaminya dengan rasa kagum dan bangga di hatinya, di sangat menyukai sikap Daniel. Iringan mobil mewah memasuki gerbang kediaman Arsenio, debaran jantung terasa begitu kuat di rasakan Arinda. Mendadak di menjadi sangat gugup dan takut,
“sayang...” panggil Daniel ternyata sudah membuka pintu mobil di samping Arinda dan mengulurkan tangannya untuk membantu turun.
“iyaaa...” Arinda sedikit terkejut dan mendongakkan wajahnya menatap Daniel yang masih mengulurkan tangannya.
“sayang, kamu tidak apa-apa?” tanya Daniel berjongkok di samping mobil menyamakan tingginya dengan Arinda.
Dia menggeser tubuhnya ke tempat duduk yang kosong agar Daniel dapat duduk di tempatnya.
“aku gugup sayang, aku sudah mengecewakan mereka semua” Arinda terlihat ragu-ragu.
“sayang, kamu tenang saja. Ada aku di sampingmu” ujar Daniel menenangkan belahan jiwanya.
__ADS_1
Ansel sudah lebih dulu masuk ke kediaman Arsenio, dia sudah sangat merindukan istri yang di tinggalkannya beberapa hari.
Aileen dan anggota keluarga yang melihat kedatangan Ansel segera berdiri dari tempat duduk mereka masing-masing,
“Ansel... mana Arinda?!” tanya Aileen dengan wajah sedikit khawatir dan sedih,
“mungkin masih berada di mobil nyonya besar” ujar Ansel, matanya menatap Cantika yang berdiri di samping Maya. Dia segera menghampiri Cantika namun krah baju bagian belakangnya ada yang menahan.
Ansel melihat Aileen yang memegang krah bajunya,
“ eits, kamu belum boleh mendekati Cantika. Jawab dulu apakah Arin juga ikut pulangkan?” Aileen memastikan jika menantunya benar-benar kembali.
“my bunny beneran balik kan, Sel? Akika udah kangen pake banget malah ama my bunny” Maya ikut menimpali.
Ansel akan menjawab pertanyaan mereka terhenti saat semua orang melihat ke satu arah yaitu ke arah belakangnya. Daniel masuk dengan Arinda yang berada di belakangnya, karena terhalang tubuh kekar Daniel semua keluarga kurang jelas melihat wajah perempuan di belakangnya.
Perempuan yang sangat berbeda dengan penampilan Arinda, membuat keluarga Arsenio berpikiran jika Daniel membawa perempuan lain menggantikan Arinda.
Aileen menatap nanar dengan penuh kemarahan ke arah Daniel.
“kenapa my? Bukannya mom...” belum selesai Daniel berbicara Maya dengan kesal maju ke depan.
“OMG, my idol.... Akika kira my idol akan nyariin my bunny, ternyata my idol malah membawa pere lain buat gatiin my bunny. He pere sastra, kagak bisa ya ye nyari lekong yang masih berondong. Malah lekong yang udah punya bini ye embat” Maya mengomel dengan panjang lebar membuat Arinda yang di belakang Daniel tersenyum mendengar omelan emak Maya.
Daniel akan berbicara kembali dipotong oleh Aileen yang sudah sangat kesal, seluruh keluarga Arsenio tampak sangat kecewa padanya.
“Daniel Arsenio, mommy tidak pernah menyangka jika hatimu bisa berpaling pada perempuan lain. Dasar Anak ini...” Aileen menghampiri Daniel langsung menarik telinganya. Namun Daniel sama sekali tidak bergeming, membiarkan Aileen memarahinya. Rasa sakit di telinganya tidaklah berarti apa-apa baginya,
“my...jangan my.... Jangan... Kasihan Daniel my” cegah Arinda membuat semua orang termenung menatapnya. Aileen terkejut dan terpana saat mendengar suara perempuan itu mirip dengan suara Arinda, tangannya perlahan melepaskan jeweran di telinga Daniel. Matanya menatap perempuan yang mengusap lembut telinga putranya,
“Sayang... Kamu nggak apa-apakan?” Arinda membelai telinga Daniel yang membalas dengan senyuman. Dia menggelengkan kepalanya sambil membelai lembut pipi Arinda,
“Arinda...” Aileen terpana saat melihat perempuan yang di sangkanya bukan Arinda. Penampilan baru Arinda membuat semuanya menjadi pangling,
“O M Giiiiiiiii..... My bunnyyyyyy...” Maya senang bukan kepalang langsung mendekatinya.
__ADS_1
“Ariiiiiin....” Cantika turut bahagia beriringan dengan Maya menghampiri Arinda. Keluarga Arsenio lain tampak bingung dan terpana melihat perempuan di samping Daniel.
Daniel langsung memasang badannya menghalangi Maya yang akan mendekat, Aileen segera menghampiri menantunya bersamaan dengan Cantika.
“Ariiiin... Sayang...” Aileen memeluk Arinda yang setengah menunduk sedikit memberi ruang pada perutnya agar tidak menghalangi mereka berpelukan.
“Issss jahara my Idol, akika kan juga kangen dengan my bunny. Kok nggak boleh mendekat gitu, ayo minggir ato akika ci**k ya” ancam Maya sukses membuat Daniel segera menghindarinya.
Maya mendekat ke arah Arinda yang masih di peluk Aileen, perlahan Arinda melepaskan pelukannya. Giliran Cantika memeluknya, melepaskan kerinduan pada perempuan yang sudah di anggapnya sebagai adik sendiri.
“Ariiin... Mbak kangen banget sama kamu” Cantika memeluk merasakan bagian perut Arinda yang sedikit menghalanginya.
“Arin juga kangen sama mbak” Arinda memeluk Cantika lalu melepaskan perlahan menatap ke arah Maya.
“My Bunny.....” Maya berhenti sejenak langsung melayangkan cubitan lembut di pipi Arinda.
“ luu ya.... Senang bingits bikin akika kuatiran. Lima bulan akika nyariin ye kemindang, krejong akika nggak ada yang beres mikirin lu di mana....iiiiih gemezzzzz akika...” Maya mencubit lembut pipi Arinda tanpa bermaksud menyakitinya.
*************
dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...
secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author 😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ for all...
__ADS_1