
“hahahaha tenanglah tuan Daniel, anda tidak perlu bersikap seperti itu. saya benar-benar tidak memiliki perasaan apa pun pada Arin kecuali hanya perasaan sebagai sahabat. Maafkan saya untuk beberapa hari yang lalu membuat anda tidak nyaman, itu murni saya lakukan hanya untuk mengetes anda saja” Aldo tersenyum melihat sikap Daniel yang posesif pada Arinda.
“hmmm” Daniel menatap dingin pada Aldo.
“makasih ya do, lu nggak usah repot-repot kayak gini. Tapiii kok bisa lu tahu gue merit ama Daniel hari ini?” Arinda menatap Aldo dengan lekat.
“hehehe sorry, gue udah tau rencana mereka dari Maya” Aldo sambil melihat ke arah Daniel. Arinda langsung melayangkan tatapan tajam pada Daniel yang membalas menatapnya dengan tatapan tanpa berdosa.
“Dan, ayo foto bersama semua udah pada ngumpul” Tasya memanggil Daniel dan Arinda untuk melakukan sesi pemotretan dengan keluarga.
“ayo Aldo, kita ke sana” Ajak Arinda yang melepas paksa tangan Daniel lalu menggandeng tangan Aldo. Dia sengaja melakukan untuk menghukum Daniel yang sudah membohonginya.
“sayang....Ariiin....” panggil Daniel yang tidak di indahkan oleh Arinda.
Awalnya Arinda tidak mau berdekatan dengan Daniel, karena dirinya masih sangat kesal pada Daniel. Namun arahan dari Fotografer langganan keluarga Arsenio membuatnya harus berdiri di samping Daniel, dengan senyuman nakal Daniel merangkul pinggang Arinda dan menariknya lebih dekat padanya.
Arinda menatap ke arah Daniel yang langsung saja di balas dengan kecupan lembut di pipinya yang kini makin merona karena ulah Daniel. Mendapat angel yang bagus sang fotografer langsung mengabadikan peristiwa itu dengan lensa kamera profesional miliknya. Para keluarga dan sahabat mulai menyingkir secara perlahan membiarkan mereka berdua untuk di foto terlebih dahulu.
Tanpa di perintah fotografer, Daniel dan Arinda melakukan sesi foto yang fotogenik. Hasil foto-foto mereka sangat bagus, fotografer terlihat antusias dengan Arinda dan Daniel yang menjadi modelnya. Terakhir Daniel dan Arinda berfoto di bawah lengkungan bunga yang di atur sedemikian rupa.
Kedua tangan Daniel merangkul pinggang Arinda, tangan Arinda berada di dada bidang Daniel dengan kening dan hidung mereka yang beradu. Mata Arinda terpejam menambah kesan mesra di antara mereka.
Setelah itu mereka berfoto dengan keluarga dan para sahabat mereka. Dengan berbagai gaya dari yang unik hingga formal. Hanya Daniel yang berpose datar dan kaku, ciri khas seorang CEO terkenal dingin dan datar. Dia pun tidak akan segan-segan menarik Arinda ke dalam pelukannya menjauhkan dari para sahabatnya yang mencuri kesempatan.
Michael menatap jam tangan di pergelangan tangannya, hari sudah menunjukkan pukul setengah dua siang,
“sudah siang sebaiknya kita ke Vern De sekarang, setelah sholat zuhur kita makan siang bersama dan beristirahat untuk acara pesta sore nanti” usul Michael.
“ayo sayang” Daniel merangkul pinggang Arinda untuk mengajaknya ke mobil yang sudah di hias bagus.
“eits... sebentar kakakku, Vira juga ikut dengan Kak Dan dan Kak Arin” Davira tersenyum jahil.
“loh kenapa? Kamu kan bisa naik mobil bersama mommy dan daddy atau oma?” protes Daniel yang acara bermesraannya terganggu.
__ADS_1
“hehehehe, sampai acara pesta selesai kak Dan nggak boleh berduaan dengan kak Arin dan di Vern De kak Arin akan istirahat di kamar Davira” kata Davira yang membuat Daniel tidak menerima begitu saja.
“tidak, Arin akan bersama kakak” perintah Daniel. Kini Aileen ikut bergabung dengan Davira,
“tidak, Arin akan bersama Davira dan para perempuan yang lain sampai acara pesta selesai. Jika di biarkan bersama kamu bisa-bisa Arinda nggak bisa hadir di pesta karena ulahmu” Aileen segera menarik menantunya, dia segera memanggil Arvin, Sean dan Ansel untuk menemani Daniel.
“kamu nanti akan bersama Ansel, Sean dan Arvin, kalian jaga Dan biar tidak mengganggu Arinda sebelum acara pesta di mulai. Ifan kamu temani kakak iparmu ya” perintah Aileen yang menggandeng tangan Arinda menuju mobil Aileen.
“tapi mom..” perkataan Daniel terhenti karena Aileen yang sudah berlalu bersama Cantika, Amanda, Davira, oma Ayu dan Tasya.
Mereka tersenyum jahil dan mulai memonopoli Arinda.
“ayo tuan muda, kita nikmati acara melajang sementara” Ajak Arvin di samping kanan Daniel.
“tenang saja, tiba saatnya nanti kamu bisa bersama dengan istrimu. Sekarang kita bersama-sama” Darren ikut bergabung merangkul adiknya di sebelah kiri.
“loh, Amanda mana?” tanya Sean heran melihat Darren yang ikut kubu para pria.
“dia pergi bersama para ladies tadi meninggalkanku. Padahal aku juga ingin bersama dengannya, tapi dia bilang dia ingin bersama Davira, mommy dan yang lainnya” Darren berwajah menyedihkan
“sebentar lagi Ansel bakalan nyusulin tuan muda kita ini” Arvin menatap ke arah Ansel. Para pria lajang memperhatikan mereka berdua,
“isss si aa, kagak tau ya namanya dunia milik mereka yang sedang kasmaran. Jadi yang para jomblo pada ngontrak deh” sindir Maya membuat Cantika jadi salah tingkah.
“ aku nyusulin para wanita dulu ya” Cantika lebih memilih mengambil langkah seribu meninggalkan Ansel yang berdiri termangu.
“eh Cantika, mo kemindang masak anak perawan di tinggal sendirian di sini bersama para serigala? Ntar yang ada akika nggak pperawann lagi nih” Maya memanggil Cantika yang kembali berbalik menarik tangan Maya. Para pria yang mendengar Maya serentak bergidik memegang tengkuk mereka masing-masing.
“sorry lupa May, ayo kita mesti nyusulin Arin dan yang lainnya” Cantika segera menarik Maya menyusul Arin dan Para wanita lainnya.
“kenapa Maya juga ikut kamu?” protes Daniel,
“aduuuh my Idol, yang mengatur gaun pestanya kan akika. Jadi akika ikut para ladies” Maya beranjak pergi bersama Cantika yang terus menarik tangannya.
__ADS_1
“apaaaa? Nggak bisa” Daniel kesal saat mendengar penuturan Maya membuatnya berhenti dan menatap Daniel.
“loh kenapa kagak bisa my Idol? Kan akika ladies juga?” Maya menatap bingung Daniel.
“walaupun kamu mengaku ladies, tapi kamu masih pria. Aku nggak akan membiarkan kamu melihat Arin” protes Daniel membuat semua tertawa terbahak-bahak.
Maya dan Cantika berlalu pergi meninggalkan Daniel begitu saja. Wajah Daniel berubah kesal membayangkan Arin berganti baju di depan Maya.
“nyantai Dan, walaupun chasingnya laki Maya bakalan nggak srek ama Arinda. Trus gua dengar juga kalo si Maya udah punya cowok” Sean menenangkan Daniel.
“kalian mau di sana seterusnya?” Michael memanggil para pria yang masih berdiri di parkiran bersama Daniel. Mereka menatap ke arah Michael yang di mobil sendirian.
“om, juga di tinggal tante pergi?” Tanya Sean heran pada Michael.
“gara-gara si tengil om di tinggal tante duluan pergi ke Vern de” Michael tampak kesal, Daniel dan yang lain otomatis tertawa karena mereka senasib sepenanggungan.
Mobil para ladies sudah dahulu sampai di hotel Vern De International, mereka di sambut oleh staff pegawai dan General Manager hotel dengan ramah. Merka juga mengucapkan selamat pada Arinda yang sudah resmi menjadi keluarga Arsenio.
“selamat datang di Vern De International, selamat buat atas pernikahannya” Sapa general Manager dengan ramah pada Aileen dan yang Lainnya.
“apa semua sudah beres?” tanya Aileen,
“sudah nyonya Aileen, mari saya antar ke kamar anda” General Manager mengantar para wanita keluarga Arsenio menuju kamar mereka masing-masing untuk beristirahat.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗