
Terbayang oleh Arinda wajah sedih. Oma Ayu dan Aileen jika dia pergi begitu saja. Dia menatap lekat pada Cantika dan Maya, mereka menganggukkan kepala agar Arinda mau kembali ke acara akad nikah.
Mc acara berkali-kali memanggil penganten perempuan untuk masuk ke tempat acara akad nikah, sudah hampir dua puluh menit pengantin perempuan belum juga menampakkan batang hidungnya. Para tamu mulai berbisik-bisik menatap ke arah pengantin pria
“kok pengantin ceweknya belom masuk juga, ada apa ini?”
“jangan-jangan pengantin ceweknya kabur”
“mudah-mudahan penganten ceweknya nggak datang biar aku yang gantikan, bang neng di sini siap jadi pengganti”
“enak aja, gue yang bakalan duduk di sana ama ayang gue”
Beragam komentar dari baik positif dan negatif terlontar dari mulut para tamu yang hadir. Ada yang merasa simpati dan ada yang memiliki maksud tersembunyi.
Ifan merasa kasihan melihat Daniel jadi bulan-bulanan komentar negatif tamu yang hadir. Dia bangkit dari tempat duduknya, membuat Daniel menatap ke arahnya,
“mau kemana Fan?” tanya Daniel.
“sebentar bang” Ifan pergi keluar area taman, dia bertanya pada pelayan di mana ruang tunggu pengantin perempuan.
Setelah mendapat info di mana letak ruang tunggu dari salah satu pelayan, Ifan bergegas menuju ruang tamu. Sepatu yang di gunakannya bergema mengiring langkahnya menuju ruang tunggu, langkahnya terhenti saat melihat kakak satu-satunya tampak sedang merapikan kebayanya di bantu oleh Maya dan Cantika.
Arinda melangkah menuju tempat akad nikah saat MC acara terus menerus memanggil, langkahnya terhenti saat melihat Ifan tampak gagah dan tampan menggunakan seragam militer berdiri tidak beberapa langkah di depannya.
Arinda tersenyum manis di hadapan sang adik, selendang transparan yang di hiasi dengan payet swarovski terlampir cantik di atas kepalanya di hiasi dengan hiasan rambut cantik di rambutnya. Ifan terpana melihat kakaknya yang tampil cantik dan sempurna, dia segera menghampiri Arinda
“mbak.... mbak kelihatan sangat cantik. Mama dan papa pasti bahagia melihat mbak di atas sana” mata Ifan berkaca-kaca saat teringat dengan almarhum Ayah dan ibu mereka.
“kamu juga terlihat tampan dan gagah Fan. Papa, mama dan Mbak sangat bangga padamu” Arinda membelai wajah adiknya, Ifan memeluk Arinda dengan rasa rindu yang membucah di hatinya.
Arinda membalas memeluk adiknya, setetes bening menitik dari mata indahnya.
“hello, ini hari bahagia bukan acara sedih. Udah hapus air mata, ntar karya masterpiece akika jadi berantakan. Udah ayuk capcus, kasihan tu my idol nungguin lu dari tadi” Maya memegangi ekor kebaya Arinda yang menjuntai cantik. Cantika tersenyum manis memberikan tisu untuk Arinda menghapus air mata yang menetes.
__ADS_1
“benar kata Maya Rin, ini hari bahagia kamu sambutlah dengan senyuman” Cantika membantu Arinda menghapus air matanya.
“Mbak... ayuk (memberikan siku tangannya untuk Arinda) Ifan akan mengantar mbak” Ifan menggandeng kakaknya menuju ke tempat acara akad nikah.
Aileen oma Ayu tampak sangat gelisah karena Arinda yang belum muncul sama sekali. Michael berusaha menenangkan istrinya agar tidak panik dan gelisah, di bantu Davira yang duduk di sampingnya menggenggam erat tangan Aileen,
“my, tenang dong jangan sedih dan panik begini” Michael berusaha menenangkan Aileen.
“mommy kasian dengan Daniel semua tamu udah mulai membicarakan dia. Mommy juga khawatir jika Arin pergi begitu saja” Aileen semakin panik dan sedih,
“mom.... tenang ya, Vira akan coba liat ke ruang tunggu ya” Davira berdiri dari kursinya melangkahkan kaki menuju ruang Arinda , Amanda menggantikan Davira untuk menenangkan ibu mertuanya. Darren ikut menenangkan Oma Ayu juga terlihat cemas dan gelisah.
Davira akan melangkahkan kakinya menuju ruangan Arinda terhenti saat melihat Arinda yang sedang bersiap-siap akan masuk bersama Ifan di iringi Maya dan Cantika. Senyuman indah tersungging di bibirnya melihat Arinda yang terlihat sangat cantik dan sempurna. Dia kembali duduk ke tempat duduknya di samping Amanda, Aileen menatap heran Davira kembali dengan tersenyum tersungging di bibirnya.
“Vira, kenapa kamu kembali? Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu?” Aileen semakin bingung melihat putrinya.
“mommy tenang saja dan jangan panik, kita nikmati saja acaranya” Davira menenangkan Aileen sambil tersenyum manis.
Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang di gandeng Ifan, Daniel berdiri dari kursi membalikkan tubuhnya menatap perempuan yang menundukkan pandangannya. Perempuan yang kini telah sah menjadi istrinya terlihat sangat cantik dan sempurna di matanya, kembali terdengar komentar-komentar yang mengagumi kecantikan Arinda.
“kalo yang di tunggu secantik ini, Gue bakalan setia deh menunggu”
“ cantik banget, masih ada nggak ya cadangannya?”
“iiiss hilang deh kesempatan gue buat duduk di sana ama yayang gue”
“pengantin ceweknya cantik banget, perfect banget bersanding ama Tuan Daniel”
Berbagai macam komentar dari netizen yang iri dan kagum pada Arinda yang berhasil menaklukkan hati CEO terkenal dengan kejam dan sifat dinginnya. Arinda memberanikan dirinya untuk menatap ke arah Daniel seketika tersenyum bahagia menatap ke arahnya. Wajah Arinda merona menatap pria yang sudah lancang masuk kedalam hatinya,
Pada akhirnya gue nggak bisa mengelak dari perasaan ini, udah berkali-kali gue membohongi perasaan demi dia bisa mendapatkan yang lebih baik dari gue. semuanya sia-sia di mata-Mu, Arinda bermonolog dalam hati.
Kini Arinda sudah berdiri di hadapan Daniel menatap dirinya penuh cinta dan sayang. Ifan menggenggam tangan Arinda meraih tangan Daniel, di hadapannya Ifan meletakkan tangan Arinda di atas telapak tangan Daniel.
__ADS_1
“bang, aku titipkan mbak Arin padamu, jagalah, sayangilah dan cintai dia. Selalu tuntun mbak Arin menjadi istri yang solehah, terimalah segala kekurangannya dan jadilah penyempurna untuk mbak Arin” Ifan menggenggam tangan Arinda dan Daniel.
“aku berjanji Ifan, selamanya aku akan mencintai dan menyayanginya. Arin memang bukan cinta pertama bagiku, tapi dia adalah cinta terakhir dalam selamanya hanya dia yang ada di hatiku” Daniel menatap Arinda dengan penuh kasih sayang.
Ifan kembali duduk di samping penghulu, tangannya menyeka air mata yang hampir menetes. Daniel memegang erat tangan Arinda, menuntunnya untuk duduk di kursi samping tempat duduknya. Cantika dan Maya membantu merapikan pakaian kebaya Arinda dan kembali duduk di tempat duduk mereka.
Pak penghulu dan petugas pemerintah mulai mengeluarkan surat-surat yang harus di tanda tangani oleh mereka berdua. Arinda termangu saat melihat surat-surat dengan data diri yang lengkap,
Sejak kapan???
Arinda menatap ke arah Daniel dengan berbagai pertanyaan di benaknya. Daniel mendekatkan wajahnya ke dekat telinga Arinda dengan berbisik padanya
“kamu lupa. Siapa aku? Untuk mendapatkan semua surat yang di butuhkan dan informasi tentangmu merupakan hal yang mudah untukku” Daniel menatap wajah Arinda yang merona menambah kecantikannya.
Acara pun berlanjut dengan penyematan cincin pernikahan, kembali Arinda di buat terkejut saat melihat cincin yang akan di sematkan di jari manisnya.
Cincin itu...
Arinda menatap ke arah Daniel yang tersenyum nakal ke arahnya.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1