Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 265


__ADS_3

Dengan berat hati umi Aisyah melepaskan putrinya pergi menuju kota J, Arvin dan Aisyah menyalami juga mencium punggung tangan kedua orang tua Aisyah dengan santun. Lalu mereka berdua menaiki mobil mereka, Riko duduk di belakang kemudi dan Ziko duduk di sampingnya. Beberapa body guard menaiki mobil lainnya mengikuti dari belakang mengawal mereka sampai selamat sampai di kota tujuan.


Arvin meminta Riko dan Ziko memesan tiket pesawat bisnis class menuju kota J, para body guard segera mengatur semua kebutuhan Arvin juga Aisyah. Barang-barang mereka sudah masuk ke dalam bagasi pesawat, rombongan Arvin memasuki pesawat dan duduk di masing-masing tempat duduk sesuai dengan tiket mereka.


Arvin membantu Aisyah menyimpan barangnya di bagasi pesawat tepat di atas kepalanya. Dia lalu duduk di samping Aisyah membuka ponselnya mengecek email yang baru saja di kirim Yuda. Aisyah menatap Arvin yang sangat fokus dengan ponsel di tangan,


“bang Arvin” sapa Aisyah, mata Arvin menatap ke Aisyah yang duduk di sampingnya.


“ iya Syah, kenapa?” tanyanya balik.


“ bang, maaf sebelumnya tapi ada perasaan yang mengganjal di hati Aisyah dengan kepulangan kita yang mendadak ini” Aisyah merasa ada sesuatu yang tidak beres.


“syah, semua yang abang sampaikan ke Umi dan Abi memang benar, kamu lihat saja ini” ujar Arvin memperlihatkan sebuah video di mana seorang pengunjung yang mendadak jatuh tidak sadarkan diri dengan mulut berbusa di restoran miliknya.


“astagfirullah.... terus bagaimana dengan orang ini bang?”


“kami masih dalam penyelidikan, takutnya jika abang kagak bertindak secepatnya akan berdampak buruk pada restoran abang lainnya” jelas Arvin kembali.


“ semoga semuanya baik-baik saja ya Bang” doa Aisyah,


“aamiin, doakan ya Syah. Doa istri yang sholehah lebih cepat terkabulnya” Arvin tersenyum pada Aisyah. Dia menatap lama Aisyah, ada perasaan yang mengganjal dalam hatinya, merasa ada yang menatapnya Aisyah melihat ke arah Arvin.


“kenapa bang?” Tanya Aisyah heran.


“nggak... “ Arvin kembali menatap layar ponselnya. Dia kembali tenggelam dalam pikirannya,


Sebaiknya gua jujur ke Aisyah tentang masa lalu, jika dia tahu dari orang lain dia bisa salah paham. Tapi apa dia bakalan bisa terima masa lalu gua? Guman Arvin dalam hati terlihat keraguan dalam hatinya.

__ADS_1


Pesawat pun lepas landas terbang tinggi di atas angkasa, lampu untuk sabuk pengaman pun telah padam. Aisyah sudah melepaskan sabuk pengamannya, dia menatap Arvin yang masih mengenakan sabuk pengamannya. Mata Arvin menatap ke arah ponsel namun pikirannya entah berada di mana, Aisyah memegang tangan Arvin sedikit menggoyangkannya.


“bang... abang tidak apa-apa?” tanya Aisyah cemas. Arvin masih larut dalam pikirannya, tak habis pikir Aisyah kembali mencoba memanggil Arvin. Tangannya menyentuh pundak Arvin sedikit menggoyangkan bahunya,


“bang....” panggil Aisyah kembali, Arvin tersadar dari lamunannya menatap ke arah istrinya.


“iya Aisyah, ada apa?” Arvin menatap Aisyah,


“bang, apa ada sesuatu yang mengganggu abang? Abang bisa cerita ke Aisyah, mungkin saja dengan abang cerita bisa mengurangi beban pikiran. Aisyah akan selalu berada di samping abang di saat senang maupun sedih” ujar Aisyah, Arvin menatap Aisyah ada keraguan di hatinya.


Gua kagak tahu apa reaksi lu saat tahu betapa bajingannya gua dahulu? Apa lu masih mau menerima gua sebagai suami dan imam lu Arvin terlihat ragu, tapi dia sudah mengambil keputusan untuk tidak menyembunyikan apa pun pada istri yang baru saja di nikahinya.


“syah... Ada sesuatu yang ingin aku ceritakan padamu. Setelah kamu mendengar semua ceritaku ini, semua terserah padamu masih ingin bersama ku atau ingin kebebasanmu” ujar Arvin membuat Aisyah semakin penasaran dengan apa yang kan di sampaikan Arvin.


“sebenarnya ada apa bang?” tanya Aisyah,


Arvin kecil di temukan oleh orang-orang di tempat pembuangan sampah di tepi jalan dalam sebuah kardus yang hanya di lapisi selembar kain usang, orang-orang pun membawa bayi kecil Arvin ke sebuah panti Asuhan. Orang-orang itu tidak tahu jika panti asuhan itu hanyalah sebuah kedok untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya, kenyataan di mana panti asuhan itu adalah tempat perdagangan manusia.


Arvin kecil di besarkan dengan cara yang buruk, tidak terurus dan kurus kering. Di panti asuhan itu berlaku sistem yang kuat yang berkuasa dan yang lemah hanya akan di jadikan alat latih atau di ambil organnya untuk di jual. Tidak ingin berakhir seperti teman-temannya, Arvin berusaha untuk menjadi kuat sehingga di bisa kabur dari tempat laknat itu saat usia sebelas tahun.


Hidup di jalanan kota J tidaklah mudah, Arvin melakukan berbagai cara agar dia dapat hidup. Suatu hari dia bertemu dengan seorang pria yang ternyata adalah seorang pemimpin dunia bawah. Darinya Arvin mulai mengenal kekejaman dunia bawah, di mana seseorang yang lemah bisa menjadi mangsa atau sasaran empuk bagi yang kuat dan berkuasa.


Arvin dengan cepat menjadi penguasa di dunia bawah di usianya yang sangat muda, tepatnya saat berumur lima belas tahun.


“saat pertama kali aku bertemu dengan Arvin, sewaktu kami duduk di bangku sekolah menengah pertama. Awal di mana persahabatan ini terjalin, saat itu aku hampir mati saat di hajar oleh siswa sekolah lain yang mengira jika aku adalah musuh mereka dari sekolah lain. Saat itu kebetulan Arvin sedang memantau wilayahnya, dia yang tidak mengenal siapa aku tanpa peduli apa pun menolong ku. Padahal saat itu dia sempat terluka oleh benda tajam dari musuhnya” Daniel menatap pemandangan di luar jendela mobilnya mengingat peristiwa di mana dia pertama kali bertemu.


Lampu rambu lalu lintas berwarna merah membuat iringan mobil Daniel berhenti sejenak. Arinda menatap kagum pada Daniel yang tidak melihat teman dari status dan asal usulnya.

__ADS_1


“lalu... apakah Arvin pernah mencoba mencari orang tua kandungnya?” tanya Arinda penasaran.


“pernah” jawab Daniel serentak dengan Arvin yang berada di pesawat saat Aisyah juga menanyakan pertanyaan yang sama. Arvin menerawang jauh menatap pemandangan gelap di luar jendela pesawat,


“aku pernah mencoba mencari mereka, berharap mereka bisa menjawab mengapa mereka membuangku. Namun bukan jawaban yang ku dapat tapi....” Arvin teringat saat ibu kandungnya yang memukulnya dengan sebuah tongkat besar mengusirnya jauh. Ibu kandung yang sangat menginginkan kematiannya, mendapati kenyataan pahit itu Arvin memilih pergi menjauh dengan kepala yang terluka. Dia tidak tahu harus melangkah ke mana, kakinya terus melangkah menjauh hingga dia berdiri tersandar di dinding pintu gerbang keluarga Arsenio.


Saat itu hujan turun dengan lebat, sebuah mobil mewah keluaran terbaru berhenti di depannya. Daniel menatap Arvin yang hampir tidak sadarkan diri dengan perasaan yang sangat cemas, dia pun membawa Arvin masuk ke dalam kediaman Arsenio. Di sambut Aileen yang terkejut melihat Arvin terluka dengan parah.


Dari Aileen lah Arvin mendapatkan kehangatan kasih sayang seorang ibu, dokter pribadi yakni Ayah Sean segera di panggil untuk merawat luka Arvin. Itulah awal Sean dan Ansel mengenal Arvin, seorang remaja pemimpin dunia bawah yang sempat membuat mereka takut. Mereka pula menjadi saksi hidup perjalanan Arvin menjadi manusia baru, berani meninggalkan dunia bawah untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Mata Aisyah berkaca-kaca mendengar cerita Arvin, dia tidak menyangka jika masa lalu suaminya sangat kelam.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


secepatnya author akan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...


__ADS_2