
“tenang saja sayangku, jika kamu belum siap kita bisa melakukannya di saat kamu siap” Daniel membelai wajah Arinda dengan penuh cinta. Dia tidak ingin memaksakan kehendaknya pada perempuan yang kini telah sah menjadi istrinya.
“sekarang kamu mandi, sudah itu kita shalat zuhur berjamaah. setelah makan siang kita akan jalan-jalan di sekitar pulau, Bagaimana?” Daniel mengajak Arinda menikmati pulau pribadi yang juga di jadikan resort ladang bisnis miliknya.
Arinda menganggukkan kepalanya, lalu mengambil pakaian dari dalam koper miliknya dan masuk ke kamar mandi. Sementara itu Daniel meminta chef Rani menyiapkan makan siang untuk mereka berdua.
Setelah memberi perintah Daniel kembali ke lantai dua masuk ke dalam kamarnya.
“hilang deh harapan gue buat deketin tuan Daniel” maid ke empat tampak kecewa mengetahui Daniel sudah menikah.
“nyadar diri dong, nggak liat lu nona muda cantiknya pake banget. Mana mau tuan Daniel ama lu” maid ketiga ikut berkomentar.
“tuan Daniel dan nona Arinda terlihat serasi banget, aku jadi nge fans berat sama pasangan ini” maid pertama fans Daniel.
“sudah sudah sebaiknya kita kembali bekerja atau kita akan di pecat jika malas-malasan” maid kedua memilih melanjutkan pekerjaan mereka, chef Rani hanya menggeleng-geleng melihat tingkah ajaib para maid.
Setelah membersihkan dirinya, Arinda memakai pakaiannya lalu keluar dari kamar mandi. Rambut panjangnya yang basah tertutup handuk, dia lalu berjalan ke balkon kamar lalu membuka handuk yang menutupi rambutnya.
Daniel masuk kembali ke kamar melihat Arinda yang sedang berdiri di Balkon kamar mereka sambil mengeringkan rambutnya yang masih basah.
Dia termangu saat menatap Arinda memakai celana jeans tiga perempat dengan kemeja yang tidak terkancing di bagian dadanya memperlihatkan tanktop warna biru tua menutupi tubuh indahnya. Menyadari ada yang memperhatikannya, Arinda menatap Daniel yang berdiri menatapnya.
“kenapa kamu menatap ku? Apakah ada yang salah?” Arinda menatap Daniel lalu menatap baju yang di kenakannya. Daniel mendekat lalu meraih tangan Arinda untuk mendekat padanya, dia memeluk pinggang Arinda hingga handuk di tangan terjatuh ke lantai balkon kamar.
“kamu terlihat sangat cantik dan begitu menggoda, ingin rasanya aku mengikatmu untuk terus bersamaku” Daniel membelai lembut punggung Arinda.
“Daniel... air mu akan dingin jika kamu masih menggombal seperti ini” Arinda memegang tangan dan melepaskan pelukan Daniel. Namun bukannya terlepas Daniel malah makin mendekatkan Arinda hingga mereka berdua jatuh terduduk atas kursi santai di balkon dengan posisi Daniel berada di bawah Arinda.
“Danieelll...” Arinda menatap mata elang Daniel yang menghipnotisnya, sebelah tangan Daniel membelai lembut wajah cantik istrinya. Rambut panjang Arinda jatuh ke samping kanannya, Arinda menahan tubuhnya dengan kedua tangannya di dada bidang Daniel.
“Dan, lepaskan aku. Apa kamu sengaja melakukan ini agar kita tidak jadi jalan-jalan?” wajah Arinda mulai cemberut menggemaskan. Daniel mencubit lembut pipi Arinda,
“ baiklah aku akan mandi sekarang. Tapi... sepertinya ada yang kurang” Daniel menatap mata indah milik Arinda yang terlihat bingung. Tangan Daniel berada dia atas punggung Arinda, tangan Daniel mendorong punggungnya agar mereka semakin dekat.
Kini wajah cantik itu berada sangat dekat dengan wajah tampan Daniel. Perlahan bibir Daniel kembali memagut lembut bibir Arinda, menggigiti lembut dan mulai mengabsen setiap detail bibir juga mulut mungil Arinda. Tangan Daniel mulai membelai lembut punggung Arinda, membuatnya semakin terlena. Degupan jantung Arinda berdetak kencang seirama dengan milik Daniel yang juga berdegup kencang.
Tangan Daniel mulai bergerak sedikit nackal dan berani, perlahan dia menurunkan kemeja yang di pakai Arinda hingga tampaklah leher jenjang nan putih hingga bahu dengan tali tanktop selebar ibu jari. Tangan Daniel semakin lancang, tali tanktop milik Arinda di turunkan bersama dengan tali bra memperlihatkan bahu putih mulus. Bibirnya masih memagut lembut bibir Arinda, perlahan Daniel melepaskan pagutannya dari bibir manis Arinda.
__ADS_1
Perlahan dia mencium Dagu, turun ke leher jenjang milik istrinya. Tercium bau harum dari sabun yang di pakainya, Daniel mulai menjelajahi leher jenjang milik Arinda yang terhiasi kalung berlian pemberiannya.
Bibir Daniel menjelajahi hingga mencapai bahu putih mulus, meninggalkan beberapa jejak kemerahan di leher jenjang dan bahu milik gadis yang sudah sah baginya.
Kini tangan Daniel mulai sedikit lebih berani, bibirnya kembali memagut lembut bibir Arinda. Sebelah tangannya mulai mendarat di perbukitan yang sangat pas dalam genggamannya dengan sedikit meremas lembut, membuat Arinda tersadar jika mereka saat ini sedang berada di tempat terbuka.
Arinda melepaskan pagutannya, langsung bangkit dari tubuh Daniel dan duduk bersimpuh di depannya.
Wajah Arinda merona merah, dia menundukkan pandangannya karena malu. Daniel menegakkan tubuhnya melihat Arinda di depannya dengan tatapan bingung,
“maaf, bu bu bukan maksud ku untuk... itu... ki ki kita sekarang di luar kamar ju juga di di depan umum, a a aku... aku...(menggelengkan kepalanya) kamu... kamu sebaiknya mandi sekarang” Arinda sangat gugup, dia segera bangkit dari duduknya lalu pergi ke dalam kamar meninggalkan Daniel yang tersenyum melihat istrinya gugup dan begitu polos.
“baiklah aku akan mandi dulu” Daniel melangkahkan kakinya melewati kamar di mana Arinda berpura-pura mengambil sesuatu di kopernya. Setelah melihat Daniel masuk ke kamar mandi, dia langsung menghela nafas lega dan mengatur degup jantungnya yang berdetak tidak karuan.
Arinda menuruni anak tangga berjalan menuju dapur untuk melihat apakah ada hal yang bisa di bantunya. Maid kedua dan chef Rani terkejut saat melihat Arinda berada di dapur, mata mereka tanpa sengaja melihat bekas kemerahan di leher nona muda mereka.
“apakah ada hal yang bisa aku bantu?” Arinda berdiri di depan sambil melihat chef Rani.
“tidak nona, semuanya sudah hampir selesai. Sebaiknya nona beristirahat, jika semuanya sudah selesai saya akan memanggil anda” Maid kedua tampak gugup dan malu-malu menatap Arinda.
“ kami tidak berani nona. Anda adalah majikan kami, jadi sudah seharusnya kami menghormati anda” chef Rani dengan sopan memberi tahu Arinda.
“tapi aku tidak terbiasa dengan hal itu, jadi aku harap kalian bisa bersikap santai padaku. Aku tidak suka dengan perlakuan seperti itu, seperti ada jarak pemisah begitu” jelas Arinda.
“baiklah nona kami akan semampu kami bersikap sewajarnya pada anda” Maid kedua mulai menegakkan kepalannya menatap Arinda. Wajahnya sedikit memerah saat melihat bekas kemerahan hasil karya Daniel. Begitu juga chef Rani,
“kalian kenapa, kok ngeliat aku kayak malu-malu gitu?” Arinda heran melihat tingkah Maid dan chef Rani.
“itu... itu nona, saya sarankan anda memakai scarf di leher anda” maid kedua memberanikan diri memberi saran pada Arinda.
“pakai scarf? Memang kenapa?” tanya Arinda semakin bingung.
Chef Rani dan maid kedua saling berpandangan, mereka bingung bagaimana menjelaskan hal yang begitu sensitif pada Arinda. Chef rani mengambil sebuah tempat yang terbuat dari alumunium yang bisa memantulkan bayangan.
Chef Rani memperlihatkan bayangan Arinda yang membelalakkan matanya saat menyadari ada bekas kemerahan di lehernya. Arinda segera berlari menuju kamarnya dan melihat ke cermin. Dia sangat terkejut melihat hasil karya Daniel yang tercetak jelas di sana.
“astagfirullah, kenapa bisa begini?” Arinda berkata pada dirinya sendiri, mukanya memerah saat melihat reaksi maid dan cheff Rani yang melihat tanda di lehernya.
__ADS_1
Wajahnya terlihat kesal saat melihat tanda itu tidak hanya di leher saja tetapi di pundaknya juga.
Kok bisa merah begini? Apa yang sudah di lakukan Daniel, kenapa merahnya nggak hilang gini? Arinda terus menerus mengusap berharap tanda itu menghilang.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
author halu part 2...
Daniel Arsenio versi blasteran...
Arinda Anindira...
Daniel Arsenio versi oppa korea
author jadi meleleh kalo di liatian ama bang Daniel begini 😍😍😍
Arinda Anindira versi k-pop
__ADS_1