Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep.116


__ADS_3

“ udah sana keluar, kamu mau di gantung di pohon toge ama tuan Daniel” kata Cantika. Maya tampak memanyunkan bibirnya lalu duduk di ruang tamu yang hanya di lapisi dengan karpet permadani berharga murah bersama Ansel dan Daniel.


Ifan tampak mengambil handuk bersih dan pakaian untuk Daniel.


“maaf bang, aku hanya punya pakaian yang mungkin nggak sebanding dengan punya abang. Tapi insyaallah pakaian ini bersih” kata Ifan, dia tahu jika Daniel bukanlah orang biasa atau sederajat dengan mereka. Dia pun sebenarnya enggan meminjamkan pakaiannya takut jika Daniel merasa risih dan tidak nyaman.


“tidak apa-apa ini saja sudah lebih dari cukup. Aku tidak memandang pakaian itu mahal atau bermerek yang terpenting bisa di pakai” kata Daniel. Ifan tersenyum senang mendengar penuturan Daniel, dia lalu menunjukkan kamar miliknya agar Daniel dapat mengganti pakaiannya. Sebenarnya Ansel bisa saja membelikan pakaian untuk Daniel di luar, tapi dia sengaja melakukan agar Daniel memiliki kesempatan untuk mengenal adik Arinda.


Setelah mengganti pakaiannya, Daniel pergi menuju kamar mandi satu-satunya di rumah sederhana itu dekat dapur untuk mengambil air wudu’. Setelah itu dia sholat berjamaah bersama Ansel dan Ifan. Maya memiliki keyakinan yang berbeda, hanya duduk di ruang tamu sambil memainkan ponselnya. Saat Daniel, Ansel dan Ifan masih sholat berjamaah, dokter perempuan yang di telepon Ansel datang. Maya langsung menyambut sang dokter.


“Assalamualaikum” kata dokter itu


“ya” kata Maya saat melihat seorang perempuan dengan jas dokternya berdiri di depan pintu dengan di kawal body guard Daniel.


“maaf Mas, tadi tuan Ansel menghubungi saya untuk datang segera ke sini” kata Dokter itu sedikit merasa cemas bodyguard bersetelan rapi.


“oooo mari akika antar ke tempat pasiennya Dok” kata Maya dengan bergaya gemulai. Dokter melihat tingkah Maya yang centil, tahu jika Maya adalah pria setengah jadi.


“mari Dokter” kata Maya melangkah menuju kamar Arinda dengan pintu yang masih tertutup rapat. Dia lalu mengetuk pintu kamar Arrinda,


Tok... tok... tok...


Cantika baru saja selesai mengganti pakaian Arinda beranjak ke pintu kamar lalu membukanya. Dia menatap Maya bersama dengan seorang dokter berdiri di depan pintu kamar Arinda.


“ni dokter mau periksa Arin, “ kata Maya pada Cantika yang lalu mempersilahkan dokter itu masuk. Maya yang akan masuk berhenti di depan pintu, dia merasa ada yang menarik bajunya.


“ is is is siapa sih yang narik baju akika” kata Maya kesal melihat ke belakangnya. Dia melihat Daniel berdiri baru saja selesai sholat dengan wajah datar dan dingin menatapnya.


“kamu mau ngapain?” tanya Daniel dingin, mata elangnya menatap tajam pada Arinda.


“iiiih, tuan Daniel. Cemburuan amat sih, akika janji nggak akan berpaling dari tuan. Akika Cuma mau liat Arinda di periksa aja” kata Maya manja. Ifan Dan Ansel melihat Maya dan Daniel hanya bisa tersenyum saat Maya dengan pede mengatakan rasa sukanya pada Daniel yang di tanggapi dengan dingin.


“kamu duduk sana” perintah Daniel untuk duduk di ruang tamu bersama Ifan dan Ansel.

__ADS_1


“is is is.... tuan ini nggak pingin kali ya pisah dari akika? Ya udah demi my idol akika temenin” kata Maya pede tingkat dewa.


Daniel hanya diam dan dingin menanggapi perkataan Maya, Ifan yang sedari tadi ingin bertanya siapa Daniel sebenarnya juga ikut diam menanti dokter yang memeriksa Arinda. Dia sangat mengkhawatirkan kakaknya, keluarga satu-satunya yang di miliki.


***


Jam menunjukkan pukul tujuh malam, Aldo berniat datang ke rumah Arinda untuk melayat saat dia mengetahui perihal atas meninggalnya ibu Arinda. Dia terlebih dahulu menelepon ke Pearl Stars Wo&Eo untuk menanyakan informasi tentang Arinda, Aldo mengetahui Arinda bekerja di sana setelah memaksa ibunya untuk memberi tahu.


Pintu pagar rumah terbuka, Aldo menjalankan mobilnya menuju rumah Arinda. Mobil milik Aldo terhenti saat di depan gerbang pagar rumah Aldo dia melihat mobil Raisa menghalangi. Raisa turun dari mobil, lalu melangkahkan kakinya ke samping mobil Aldo. Dia mengetuk kaca pintu mobil Aldo berharap bisa berbicara padanya.


Aldo sebenarnya sangat enggan untuk berbicara lagi dengan Raisa, rasa cinta dan sayang yang pernah ada di hatinya untuk Raisa kini berganti rasa benci padanya. Dengan dingin dia membuka kaca pintu mobilnya sedikit.


“Aldo, aku ingin berbicara dengan mu” kata Raisa. Aldo menatap ke arah Raisa yang terlihat sangat berantakan dengan mata bengkak dan wajah sembab.


“kita bicara di tempat lain saja, pindahkan mobil mu ke taman depan sana” kata Aldo


“baiklah sayang, aku akan memindahkan secepatnya” kata. Raisa bersemangat.


Aldo merasa jengah saat Raisa masih memanggil sayang padanya.


Mobil di lajukan Aldo ke taman di dekat rumahnya, hujan sudah berhenti sedari tadi. Raisa turun dari mobilnya dan duduk di bangku taman masih kering yang terlindungi oleh atap. Matanya berbinar saat melihat mobil Aldo berhenti di depan mobil miliknya.


Raisa segera berlari dan memeluk Aldo dengan erat. Kedua tangan Aldo melepaskan tangan Raisa dan memegang pundaknya untuk memberi jarak pada mereka. Raisa tidak terima dan ingin kembali memeluk Aldo, namun tangan Aldo mengisyaratkan untuk tetap berdiri di tempatnya.


“jika kamu mau bicara, bicara sekarang” kata Aldo dingin.


“Do, kenapa kamu memblock nomor ku. Aku sudah berkai-kali mencoba menghubungimu”


“untuk apa lagi kamu menghubungiku? Aku sudah mengatakannya padamu jika pertunangan kita batal”


“tidak Do, jangan kamu lakukan hal itu. Aku sungguh sangat mencintaimu. Aku rela melakukan apapun demi bersama dengan mu termasuk membuat nama cewek kampungan itu hancur”


Aldo terkejut saat mendengar ucapan Raisa yang sama sekali tidak menyesali perbuatannya.

__ADS_1


“aku senang dengan keputusan yang aku buat adalah benar” Aldo menatap Raisa.


“apa maksud kamu , Do?” Raisa bingung mendengar ucapan Aldo.


“aku mengira kamu akan berubah dan akan meminta maaf pada Arinda. Tapi ternyata kamu sama sekali tidak menyesal dengan apa yang sudah kamu lakukan pada Arinda”


“kenapa aku harus menyesali perbuatanku pada cewek kampungan itu? Apa yang aku lakukan pada dia memang pantas dia terima”


Aldo sangat geram mendengar perkataan Raisa.


“ternyata hati nuranimu sudah mati sehingga kamu dengan teganya menusuk Arinda dari belakang, sudah tidak ada gunanya lagi kita berbicara sekarang ini. Aku sudah mengatakan kepadamu pertunangan ini di batalkan dan kamu jangan pernah datang atau mencariku lagi”


“aldo, apa bagusnya cewek udik itu sampai kamu begitu membelanya? Dia tidak pantas untuk kamu bela. Sedangkan aku lebih dari dia segalanya dengan seenaknya kamu mencampakkanku”


“dengar Raisa, sikap egoismu inilah yang membuatku memutuskan meninggalkanmu. Tidak sadarkah kamu karena tindakan kamu yang tidak memiliki hati nurani sudah menghancurkan segalanya”


“tidak, aku tidak akan pernah menerima keputusanmu. Kamu milikku Aldo, siapapun perempuan yang ada di dekatmu akan aku hacurkan” Raisa meneteskan air mata karena tidak bisa menerima keputusan Aldo.


“kamu sudah tidak waras”


“ya.. aku memang tidak waras dan itu semua karena dirimu” Raisa menangis menghampiri Aldo dan ingin memeluknya, namun Aldo dengan segera menepisnya.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )

__ADS_1


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


__ADS_2