Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 174


__ADS_3

Perusahaan gua, jika bokap tahu hal ini bisa mati gua, sial banget gua hari ini. berniat mau melamar pujaan hati malah rugi kehilangan perusahaan GT, Bokap pasti ngamuk ama gua Ricard menghela nafas berat membayangkan apa yang akan terjadi padanya.


Saat ayahnya tahu apa yang terjadi dengan perusahaan di percayakan ada Ricard akan segera di akuisisi oleh perusahaan ternama Arebeon. Dengan langkah gontai dia keluar dari ruangan Arinda menuju parkiran mobilnya.


***


Mobil mercedes Benz milik Daniel melaju santai menuju kediaman Arsenio. Di Dalam mobil milik Daniel dengan posesif memeluk pinggang Arinda. Matanya memandang pemandangan di luar kaca mobilnya.


Arinda tahu jika Daniel saat ini sangat marah dan cemburu,


“sayang... kamu marah?” Arinda menatap suaminya dari samping. Daniel diam tidak menanggapi pertanyaan istrinya.


“sayang...” Arinda memanggil Daniel dengan manja membuatnya menatap istrinya.


Arinda memperlihatkan wajah yang begitu menggemaskan membuat hati Daniel terpanah panah asmara, membuat sebuah senyuman yang tersungging dia wajah tampan miliknya.


Namun senyum itu mulai mengabur saat Daniel memperhatikan wajah istrinya lain dari biasanya,


“Sayang, kamu sakit?” Tanya Daniel memegangi kening dan pipi istrinya yang tidak panas.


“hanya sedikit lelah saja sayang, “ Arinda menyandarkan kepalanya ke pundak suaminya.


“kalau begitu kita kembali saja ke penthouse, lain kali saja kita makan siang di rumah mommy” Daniel akan memerintahkan sakti untuk kembali ke pent house mereka langsung di cegah Arinda.


“aku nggak apa apa kok sayang, kapan lagi kita bisa makan bersama. Dalam beberapa hari ini saja kamu sangat sibuk dan aku sangat kesepian” Arinda menyandarkan dagunya di pundak Daniel dengan sangat manja.


“baiklah, kita ke mansion. Jika kamu merasa letih kita menginap saja di mansion oke?” Daniel menciumi hidung Arinda yang membalasnya dengan anggukkan.


Daniel merasa ada yang berubah dari istrinya, begitu pun Arinda yang jjuga merasakan perubahan dalam dirinya.


Gue kenapa ya? Kok pengen banget di manja terus dengan Daniel. Gue pengen terus di dekatnya guman Arinda menyadari perubahan sikap dari dirinya.


Mobil melaju masuk ke pekarangan kediaman Arsenio, Daniel turun dari mobil setelah body guard membukakan pintu untuknya.


Saat body guard akan membuka pintu mobil untuk Arinda, daniel mencegahnya dan menyuruhnya pergi. Daniel membukakan pintu untuk Arinda lalu mengulurkan tangannya membatu Arinda turus dari mobil.


Semua boduy guard, maid dan pekerja lain yang berada di perkarangan mansion tersenyum senang melihat kemesraan Daniel dan Arinda.


“aku senang melihat Tuan muda Daniel. Semenjak menikah dengan nona Arinda sifat tuan Daniel yang dingin berubah hangat. Aku merasa iri melihat kemesraan mereka” kata salah satu maid yang membicarakan daniel dan Arinda,

__ADS_1


“iya aku juga sangat suka melihat kemesraan mereka, apalagi nona Arinda baik hati, supel dan ramah orangnya” kata maid yang lainnya.


“aku jadi senang bekerja dengan keluarga Arsenio. Semuanya sangat baik dan memperlakukan kita seperti keluarga, gaji kita pun juga besar”


Para maid memuji-muji kebaikan keluarga Arsenio yang tidak membeda-bedakan mereka, membuat mereka bersyukur dengan senang hati dan ikhlas bekerja mengabdi pada keluarga Arsenio.


Kedatangan Arinda dan Daniel langsung di sambut Davira dan yang lainnya di ruang keluarga.


“kaaak Ariiiin.... kangen deh sama kakak ku ini” Davira memeluk erat Arinda yang membelai lembut rambutnya.


“kakak juga kangen sama kamu Vira,” Arinda perlahan melepaskan pelukan Davira yang kemudian beralih pada Amanda yang juga menyambutnya.


Davira beralih memeluk Daniel yang berdiri di samping Arinda,


“Kak Dan” sapa Davira lalu memeluk daniel yang membalasnya dengan membelai dan mengaca-acak rambut adik bungsunya.


“iiiih... kak Dan jahil banget deh” protes Davira yang di balas senyuman hangat Daniel.


Arinda dan Amanda tersenyum melihat tingkah kedua kakak adik itu,


“gi mana kabar kak Amanda dan calon debay nya?” Arinda mengelus perut Amanda yang sudah mulai terlihat.


“gi mana apanya kak?” Arinda balik bertanya pada Amanda,


“ maksud kakak, di sini udah ada blom temannya debay kakak” bisik Amanda kembali sambil mengelus perut rata Arinda yang tertutupi kemeja kerja miliknya.


Arinda tersenyum manis pada Amanda,


“doakan saja secepatnya ya kak” Arinda membuat Amanda merasa tidak enak dengan pertanyaannya.


“maaf ya Rin bukan maksud kakak...” perkataan Amanda langsung di potong oleh Arinda,


“nggak apa-apa kok kak, mungkin Allah ngasih kesempatan buat Arin dan Daniel untuk berduaan dulu seperti pengantin baru” Arinda tersenyum agar Amanda tidak merasa bersalah dengan apa yang baru saja di tanyakannya.


“sayang, kamu sudah sampai?” Aileen datang menghampiri Arinda dan memeluknya sembari cipika cipiki.


“Arin baru sampai my, o ya Daddy, oma dan kak Darren mana my?” Arinda menanyakan keberadaan keluarga Arsenio yang lainnya.


“Oma dan daddy sudah menunggu kita di meja makan,” kata Aileen,

__ADS_1


“Darren masih ada pekerjaan yang harus di selesaikannya, jadi dia akan datang terlambat” Amanda memberi tahu tentang suaminya pada Daniel dan Arinda


Aileen lalu mengajak mereka ke ruang makan di mana Oma Ayu dan Michael sudah menanti mereka. Arinda dan Daniel menyapa oma Ayu juga Michael, lalu duduk di tempat mereka masing-masing.


Hari itu Aileen meminta para koki untuk membuatkan makanan kesukaan setiap anggota keluarga. Semua makanan terhidang di atas meja makan dan terlihat begitu menggugah selera.


Arinda lalu mengambilkan nasi juga lauk kesukaan Daniel, setelah berdoa mereka mulai menikmati makan siang bersama. Daniel yang akan menyuap nasi beserta lauk ke dalam mulutnya, mendadak berhenti.


Entah mengapa, Daniel merasa perutnya bergejolak hebat saat mencium bau dari makanan kesukaannya. Dia merasakan perutnya bergejolak hebat hingga dia tidak dapat menahan,


“huek....” Daniel menutup mulutnya dengan sebelah tangan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi terdekat.


Arinda segera mengikuti suaminya dan membantu Daniel menepuk-nepuk punggung belakangnya. Daniel memuntahkan semua isi perutnya di wastafel kamar mandi.


“hueeek....hueeeek....”


“sayang, kamu kenapa? Kenapa bisa muntah-muntah seperti ini?” tanya Arinda yang sangat cemas, dia mengurut lembut punggung suaminya.


Oma Ayu dan yang lainnya tampak sangat khawatir, Aileen ikut menyusul Arinda dan Daniel.


“Daniel.... kamu kenapa sayang?” Tanya Aileen yang ikut membantu Arinda mengurut punggung Daniel.


“nggak tau mom, Saat Dan mau makan mendadak perut dan mual, apa lagi dengan bau makanan tadi” Daniel kembali merasakan mual lalu memuntahkan apa pun yang ada dalam perutnya.


“Arin, telepon Sean sekarang, suruh dia ke mansion sekarang” Aileen masih membantu putranya, sebelah tangannya menyerahkan ponsel miliknya pada Arinda untuk menghubungi Sean.


************


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2