
"Aileen tau ma, hanya saja Aileen belum ingin Daniel keluar dari rumah ini" Aileen semakin sedih. Darren dan Michael baru kembali dari Perusahaan Arebeon dan melihat Aileen yang terlihat sedih. Amanda bangkit dari tempat duduknya berjalan ke dapur mengambil dua gelas air putih untuk Darren dan Michael.
"mommy kenapa?" Michael duduk di samping Aileen sambil melonggarkan dasi yang melingkar di lehernya.
“mommy rindu dengan anak-anak dad, mereka. Sedang apa ya sekarang?” Aileen tampak sedih.
“kan bisa VC mom” Darren memberi ide pada Aileen yang hanya di jawab dengan helaan nafas. Amanda datang menghampiri membawa minuman untuk Michael dan Darren,
“tadi mommy sudah mencoba VC, tapi tidak tersambung” jelas Amanda duduk di samping suaminya,
“sebentar my, Darren akan coba menghubungi Dan” Darren merogoh sakunya mengambil ponselnya menghubungi ponsel Daniel.
Tuuuut...tuuuut....
Angin bertiup sepoi-sepoi menggoyangkan tirai putih, dua sejoli tampak terlelap dalam tidurnya setelah pertempuran dahsyat mereka. Ponsel Daniel bergetar di nakas samping ranjang, masih belum ada pergerakan dari mereka yang masih nyaman dengan posisi mereka.
Drrrrt....drrrtt.....drrrrttt....
Ponsel itu berulang-ulang bergetar membuat Daniel terjaga dan kesal tidurnya terganggu. Tangannya yang semula memeluk tubuh istrinya berpindah meraih ponsel miliknya, Arinda masih terlelap di sampingnya. Matanya memicing melihat layar ponselnya tertera nama Darren di sana, di memaksakan membuka mata menatap layar ponsel miliknya,
VC dari kak Darren? Apakah ada masalah di Arabeon? Daniel menatap layar ponselnya.
King kobra masih berada dalam gua sempit itu, perlahan-lahan keluar meninggalkan sarangnya. Daniel dengan hati-hati mengangkat kepala Arinda mengganti lengannya dengan bantal, dia duduk menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjangnya. Jari tangan kanannya menggeser icon hijau, VC antara mereka tersambung
“Assalamualaikum kak” dengan sedikit berbisik Daniel menyapa Darren dan masih bertelanjang dada.
“waalaikum salam, lu baru bangun? ngapain lu bisik-bisik” Darren menatap wajah adiknya khas orang baru bangun tidur dan berbicara degan berbisik. Dia mengetahui jika di pulau Arda masih siang saat ini,
“Arin masih tidur gue gak mau ganggu dia, apalagi dia sudah sangat kelelahan” bisik Daniel kembali sambil membelai lembut rambut Arinda yang masih tertidur membelakanginya.
Mendengar perkataan Daniel, Aileen segera merebut ponsel Darren dari tangannya,
“Arin kenapa sayang?” Aileen tampak khawatir. Daniel menatap kepala Rambut panjang Arinda,
“Arin hanya kelelahan saja mom” Daniel tersenyum pada Aileen penuh arti. Semula Aileen tidak mengerti dengan arah pembicaraan putra keduanya, tapi saat melihat senyuman Daniel kini dia mengerti penyebab menantunya kelelahan.
“apa benar hanya kelelahan saja ato kamu sudah berbuat sesuatu?” curiga Aileen pada Daniel.
“ini bukan salah Dan mom, menantu mommy sudah berbuat nakal, jadi Dan hanya memberi hukuman ringan” Daniel membela diri.
“itu hanya alasan mu saja untuk mengambil keuntungan dari menantu mommy” Aileen tampak sewot,
“o ya ada apa telepon Dan mom? Apakah terjadi sesuatu dengan perusahaan?” Daniel menatap serius Aileen.
“tidak ada yang terjadi di perusahaan, kamu tenang saja berbulan di sana. Biar di sini daddy dan Darren yang akan mengurus semuanya, apalagi di sini ada Ansel yang akan membantu kami” Michael ikut berkomentar.
“baiklah dad, jika terjadi sesuatu segera hubungi Dan. Sekarang Dan akan bersiap-siap, kami hari ini berencana akan pergi ke pantai” Daniel masih membelai rambut Arinda.
__ADS_1
“jaga Arin baik-baik, jangan sampai dia kelelahan lagi” Aileen tersenyum senang.
Vc itu berakhir dengan Daniel memutuskan terlebih dahulu, Arinda yang masih terlelap mengubah posisinya menghadap Daniel. Dia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Arinda,
“Sayang ayo bangun, sudah siang” Daniel membelai wajah Arinda dan menciuminya, namun istrinya malah semakin terlelap. Tidak habis akal Daniel kembali berbisik e telinga Arinda.
“kamu yakin tidak akan bangun?” Tanya Daniel membuat Arinda sedikit berguman.
“hmmmm” Arinda kembali memunggungi Daniel,
“sayang, di bawah sana sudah siap untuk membangunkan kamu kembali” Daniel tersenyum nackal. Secepat kilat mata Arinda terbuka dengan sempurna, dia segera mendudukkan tubuhnya akan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang. Daniel langsung menarik tubuh istrinya untuk bersandar di dada bidangnya.
Arinda dapat merasakan hangatnya tubuh Daniel di punggungnya yang tidak tertutup, dia menyandarkan kepalanya pada suaminya. Jam menunjukkan pukul dua siang, daniel menatap wajah istrinya dari samping yang mengernyit kesakitan.
“apakah masih sakit?” Tanya daniel membelai sayang kepala Arinda,
“hmmm hmm” Arinda tampak memijat lututnya yang tampak gemetaran.
“aku akan menyiapkan herbal seperti tadi pagi agar kamu rileks” Daniel akan beranjak ke kamar mandi untuk menyiapkan jacuzzi. Tangan Arinda memegang tangan Daniel yang langsung menatapnya.
“ada apa sayang”
“ada sesuatu yang ingin aku bicarakan denganmu” Arinda meminta Daniel untuk duduk kembali. Dia kembali duduk menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang, dengan Arinda yang kembali bersandar didada bidangnya yang masih terbuka.
“Ada apa sayang?” Daniel membelai lembut tangan Arinda.
“apa kamu sudah merasa bosan di sini bersama ku?”
“tidak bukan begitu, aku...aku...” Arinda ragu-ragu menyampaikan ke inginannya.
“sayang, aku akan mendengarkan semua keluh kesah mu. Katakanlah segala keinginanmu” Daniel membelai lembut pundak hingga tangan Arinda.
“Sayang setelah kita kembali ke IN, bolehkan aku kembali bekerja di Pearl Stars?” Arinda menatap Daniel dari samping dengan penuh harap.
“kenapa kamu ingin kembali bekerja di Pearl Stars? Kamu bisa saja membuka kantor Wo sendiri sayang”
“sayang, aku sudah sangat senang bekerja di sana, aku tidak ingin kemampuan ku ini sia-sia. Melihat para klien yang begitu puas dengan kinerja ku dan Team , membuatku senang dan bahagia. Jika aku membuka kantor wo sendiri tentunya orang-orang akan datang padaku karena namamu bukan karena kemampuan ku” jelas Arinda
Daniel menatap Arinda dari samping, dalam hatinya dia tidak ingin Arinda bekerja. Dia ingin istrinya di rumah mengurusnya dan anak-anak mereka nantinya kelak, namun melihat keinginan dan kemampuan istrinya Daniel pun luluh.
“aku mohon sayang, boleh ya” Arinda memasang wajah yang sangat menggemaskan di depan Daniel. Selimut yang ada di dadanya hampir saja turun, namun segera di tahan Arinda.
Daniel menatap wajah Arinda yang berharap jika dirinya mau mengabulkan keinginannya untuk kembali bekerja di Pearl Stars. Dia berpikir lama dan akhirnya memutuskan
“baiklah aku mengizinkan kamu bekerja, tapi tentunya ada kompensasi untukku” Daniel tersenyum licik tanpa Arinda ketahui.
“Kompensasi?” Arinda menatap mata elang Daniel yang menyiratkan sesuatu.
__ADS_1
“sayang, aku ini pebisnis tentunya harus ada kompensasi untuk segala sesuatunya berjalan dengan baik” Daniel memikirkan sesuatu yang sangat licik tanpa diketahui istrinya yang masih tampak berpikir.
Setelah berpikir panjang Arinda menatap mata suaminya,
“apa kompensasi yang kamu inginkan sayang?” Arinda menatap Daniel,
“ aku ingin .... kita... melakukan ini setiap hari” ujar Daniel membuat Arinda terkejut, dia saja masih harus menahan ngilu saat king kobra mengobrak-abrik dirinya. Sekarang dia harus menemani suaminya bermain setiap hari.
Dia menatap Daniel yang terlihat akan tertawa, kini dia tahu jika suaminya ini hanya bercanda dan tidak serius dengan ucapannya.
“Daniel...” Arinda menatap tajam pada Daniel yang tersenyum padanya.
“aku tidak bercanda sayang, kompensasi itu yang aku ingin kan” Daniel bersungguh-sungguh dengan ucapannya yang Arinda pikir dia hanya bercanda.
“Daniel aku mohon” Arinda kembali memasang wajah menggemaskan pada Daniel yang langsung mencubit hidung mancungnya.
“baiklah.... kamu boleh bekerja” Daniel mengizinkan Arinda.
“benarkah?” mta Arinda brbinar-binar menatap Daniel.
“iya... aku mengizinkanmu, tapi aku berharap kamu tidak melupakan tugas kewajibanmu sebagai istri dan ibu dari anak-anak kita kelak” Daniel menarik Arinda mendekat ke arahnya.
“sayaaaang.... disana... masih sangat ngilu” Arinda menundukkan wajahnya sambil memainkan jari jemarinya di dada bidang Daniel.
“aku akan menyiapkan Air herbalnya dulu, setelah itu kita sholat berjamah, oke!!!” Daniel menoel lembut hidung mancung Arinda dengan jari telunjuknya, langsung di balas Arinda dengan menganggukkan kepalanya.
************
Dear Readers....
maaf🙏🏻🙏🏻🙏🏻...
cuma update 1 episode dulu, karena author mau bantu bocilnya Author bikin tugas....😁😁😁😁😁
insya Allah Author akan terus update tiap hari...
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss 😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
aku ❤️❤️❤️❤️❤️ all
__ADS_1