Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 204


__ADS_3

Di apartemen, Marcus sangat marah dan kesal saat mengetahui jika oma Ayu yang menjadi kartu asnya menghilang dari tempat persembunyian. Dia pun tidak segan-segan menembak mati anak buah yang seharusnya menjaga oma Ayu.


“Bren***k, bod** kalian. Hanya menjaga satu wanita tua saja kalian tidak bisa”


Dor...dor....dor...


Suara tembakan kembali terdengar, mayat-mayat berjatuhan di apartemen itu, dia langsung menyuruh anak buahnya yang lain membuang mayat-mayat itu.


“siapa, siapa yang sudah menghancurkan rencana ku “ Marcus tampak gelap mata, dia segera menghubungi anaknya Lutfi yang sudah dalam perjalanan menuju MK atas permintaan Vivi.


Marcus semakin emosi saat tidak bisa menghubungi Lutfi,


“Dasar anak sia**n, Bren***k. Berani-beraninya dia menghilang begitu saja, lihat saja setelah semua ini selesai dan semua menjadi milikku akan ku habi** anak kurang ajar itu” Marcus semakin marah berusaha berkali-kali menghubungi Lutfi.


“bos, sudah waktunya pertemuan” Anak buah Marcus menghampirinya, dia terlihat semakin kesal karena keadaannya yang begitu terjepit.


Darren... dia satu-satunya langkah terakhirku, mereka juga pastinya belum mengetahui jika wanita tua itu tidak di tanganku. Setelah pertemuan ini akan ku habisi saja mereka berdua dan keluarga Arsenio. Terkecuali Aileen yang akan ku jadikan mainan ku Marcus kembali percaya diri, dia lalu memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan oma Ayu, dia juga akan mencari cara untuk membuat Daniel lebih dulu menyerahkan apa yang di inginkan olehnya.


Mereka segera berangkat menuju tempat pertemuan, di saat dalam perjalanan ke tempat pertemuan Darren menelepon Marcus yang tersenyum jahat menatap layar ponselnya.


“halo Darren” sapa Marcus,


“saya bersedia membantu anda untuk mendapatkan hak yang seharusnya milik anda”


“daddy sangat senang mendengarnya Darren, setelah kita mendapatkan hak kita tentunya kamu akan menduduki kursi CEO di Arebeon Corp.”


“jangan lupa perjanjian anda untuk melepaskan oma. Sekarang anda ada di mana?”


“daddy sedang dalam perjalanan menuju ke tempat pertemuan untuk bertemu dengan Daniel Arsenio”


“aku kan ke sana, Daniel akan mendengar perkataan ku dan itu akan mempermudah kita mendapatkan Arebeon”

__ADS_1


“baiklah, aku akan mengirim alamatnya padamu” Marcus segera mengirim alamat tempat pertemuan mereka.


Darren segera meminta supirnya untuk mengantarkan dirinya menuju ke alamat yang baru saja di terima. Wajahnya terlihat dingin menatap pemandangan di luar jendelanya.


Daniel dan Ansel sudah berada di sebuah ruangan yang cukup luas tepatnya di sebuah gudang tidak terpakai di pinggir kota J. Arvin, Yuda dan Para polisi sudah bersiap-siap di suatu tempat menunggu kesempatan bagus. Yuda sudah memanipulasi file yang akan di tanda-tangani oleh Marcus.


Daniel menggunakan spy listener menunggu kabar dari body guard yang akan menjemput oma Ayu. Dia meminta pada body guardnya dan ank buah Arvin untuk tetap mengawasi setiap anggota keluarganya dan melindungi mereka.


Mobil Marcus memasuki halaman gudang itu di ikuti dengan dua mobil anak buahnya. Tidak berapa lama mobil Darren datang, dia turun dan menghampiri Marcus yang sengaja menunggunya.


Mereka bersama-sama memasuki gudang di mana Daniel dan Ansel sudah menunggu Marcus. Dua orang tangan kanan Marcus senantiasa mengikuti dan berdiri di posisi mereka masing-masing. Sedangkan anak buah Marcus yang lain berjaga di luar gudang.


“kak Darren” Daniel terlihat terkejut saat melihat kedatangan Darren bersama Marcus. Arvin dan Yuda saling berpandangan dengan kening mengkerut,


Kak Darren guman Arvin dalam hati.


“apa kau tidak akan menyapa pamanmu?” Marcus tersenyum smirk menatap Daniel.


“Daniel, bagaimanapun Marcus, dia tetap paman kita adik dari Daddymu Michael. Seharusnya kamu menghormatinya” bentak Darren pada Daniel.


Tangan Daniel terkepal erat melihat Darren yang membela Marcus, Ansel ikut menenangkan Daniel.


“kami sudah membawa apa yang anda inginkan, hanya dengan tanda tangan anda juga sidik jari dari darah anda maka Arebeon dan seluruh kekayaan keluarga Arsenio menjadi milik Anda” jelas Ansel.


Kening Marcus berkerut saat Ansel meminta sidik jari dari darahnya,


“kenapa harus menggunakan sidik jari dari darah ku? Apa kau mencoba bermain-main dengan ku?” Marcus menatap tajam Ansel dan Daniel.


“hal ini merupakan prosedur dri Arebeon yang menggunakan sistem mutakhir. Sistem ini menggunakan sidik jari darah untuk mengenali darah keturunan Arsenio” jelas Ansel kembali sambil mengeluarkan file yang sudah mereka persiapkan.


“ sudahlah ikuti saja kemauan mereka. Bukankah tujuan anda menginginkan ini semua yang ada di depan mata. Jangan di tunda lagi, sebelum mereka berulah dan meminta klaim yang lainnya” Darren membujuk Marcus untuk menuruti mereka.

__ADS_1


Mendengar apa yang di katakan Darren, akhirnya Marcus menuruti kemauan Daniel dan Ansel. Marcus akan menandatangani file itu terhenti saat Daniel menanyakan oma Ayu.


“sebelum kau menanda tangani file ini, di mana oma?” tanya Daniel dengan menatap tajam Marcus.


“kamu tenang saja, oma Ayu dalam keadaan baik-baik saja. Mana mungkin aku akan menyakiti beliau, setelah semuanya selesai anak buahku akan mengantar oma Ayu ke mansion Arsenio” Marcus tanpa sadar menegaskan jika dirinyalah yang menculik oma Ayu.


Darren, Daniel dan Ansel hanya diam bersabar menunggu waktu yang tepat, Daniel mempersilahkan Marcus untuk menanda tangani file itu. Tanpa rasa curiga Marcus menanda tangani file itu, di akhir file di melukai ibu jarinya dan memberikan sidik jari darah di kertas file itu.


Dia tersenyum senang dengan keberhasilannya menguasai harta kekayaan Arsenio, dia lalu mengode pada dua orang tangan kanannya yang segera mengeluarkan pistol mengarahkan pada Daniel dan juga Darren.


“Marcus apa maksud mu ini?” Darren tampak geram saat anak buah Marcus menodongkan senjata api padanya.


“hahahahahaha dasar anak bo**h, apa kau pikir aku akan menerimamu? hahahaha jangan menjadi naif begitu Darren. Demi mencapai tujuanku memanfaatkan anak har*m dengan cerita sedih hanyalah bagian dari rencanaku, sekarang pergilah ke dunia sana. aku sudah mendapatkan apa yang aku mau, ini saatnya aku menyingkirkan semua keturunan Michael dan menjadikan ibu kalian mainan yang akan menghangatkan ranjang ku. Tenang saja aku akan mengirim istri kalian untuk menemani” Marcus tertawa dengan angkuhnya.


Daniel dan Darren tampak emosi juga marah mendengar perkataan Marcus yang begitu merendahkan Aileen dan juga istri mereka. Di saat bersamaan body guard yang menjemput oma Ayu memberi kabar pada Daniel,


“tuan muda nyonya besar sudah bersama kami. Saat ini kami akan membawa beliau ke Arsen Medical,” lapor body guard Daniel yang membawa oma Ayu. Arvin dan anak buahnya juga berhasil menangkap anak buah Marcus yang bermaksud ingin mencelakai keluarga Arsenio yang lain.


*************


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


❤️❤️❤️❤️❤️ all...


__ADS_2