
“da da dari mana an... da... ta.. hu..” Vivi gemetaran ketakutan, tidak pernah terbayang olehnya jika kemarahan Daniel begitu mengerikan.
“ nona Vivi, sepandai-pandainya anak menyimpan bangkai baunya akan tetap tercium. Anda mengira dengan memberikan suntikan penawar racun itu, kami akan berterima kasih? Anda salah nona Vivi, di saat anda memberi penawar racun dan menjatuhkan jarum suntik itu. Kami tahu jika anda sendiri yang meracuni oma Ayu” jelas Sean membuat Vivi tersadar dengan kesalahannya.
“ja... ja.... ja... di... ka... ka...li...an yang menemukan jarum suntik itu?”
“ bukan kami yang menemukan jarum suntik itu, anda tidak perlu tahu siapa yang menemukan jarum suntik itu. Tapi berkat kecerobohan anda kami bisa tahu jika andalah yang mencelakai oma” Ansel menatap dingin Vivi.
“sebaiknya kamu beri tahu, apa tujuan kamu melakukan hal ini?” tanya Daniel yang mulai tenang, namun aura membunuh masih tampak jelas di wajahnya.
“Aku.... Aku... Aku....” Vivi tidak mampu berkata apa-apa. Tujuannya yang ingin memisahkan Daniel dan Arinda dengan membuat Daniel mengira jika Arindalah yang mencelakai oma Ayu.
“Ini lah kebiasaan penjahat. Udah ketahuan, nah sekarang jadi gagu kalo di tanya. Udah Dan kita bawa aja si ja**ng ke kantor polisi biar dia bisa nemenin si Marcus” kata Arvin mengancam dan menakuti Vivi.
“sebaiknya lu ngaku, apa sebenarnya tujuan lu?” tanya Arvin kembali dengan menatap tajam Vivi yang terduduk di lantai.
Vivi gemetaran tampak sangat ketakutan melihat langsung kekejaman Daniel.
“se...se...sebenarnya, aku ingin... ingin menjebak Arinda dan menghancurkan pernikahan kalian. Jujur saat pertama kali aku bertemu dengan Daniel, aku jatuh cinta dan ingin memilikimu dengan bermaksud menjebak Arinda melalui oma. Tapi aku berubah pikiran saat melihat ketulusan oma yang benar-benar menganggapku penyelamatnya, aku... aku...” air mata penyesalan menetes dari mmata Vivi, dia menangis sesegukan mengingat kebaikan hati oma yang tulus menyayanginya.
“Dasar wanita ja**ng, tidak hanya berniat mencelakakan oma, kamu juga berniat mencelakakan istriku?” Daniel semakin gelap mata, dia sangat emosi dan segera ingin menghabisi Vivi.
“apa salahnya? semuanya adil dalam cinta dan perang, apa pun akan aku lakukan demi bisa mendapatkanmu Daniel aku benar-benar mencintaimu. Apa kurang nya aku dari Arinda? Dia hanya wanita rendahan, status dan derajatnya saja berada jauh dari maid di mansion ku” Vivi tidak habis pikir bagaimana seorang Daniel Arsenio bisa bertekuk lutut di hadapan Arinda yang bukanlah siapa-siapa.
Amarah Daniel memuncak, Arvin yang menahan Daniel di dorong kuat olehnya hingga jatuh terduduk di lantai. Ansel dan Sean mencoba untuk menahan Daniel, di buat tidak berkutik dengan tatapan mematikan dari Daniel. Dia segera mendekat ke arah Vivi yang masih terduduk di lantai, mencengkeram kuat kedua pipinya.
Vivi di paksa berdiri dan di dorong kuat ke dinding dengan Daniel yang masih memegang kuat pipinya.
__ADS_1
“kedudukan Istriku lebih tinggi dari mu pela**r, wanita ja**ng sepertimu tidak akan pernah mengerti. Harta, status dan derajat yang kamu miliki masih jauh berada di bawah dia. Bahkan kamu sama sekali tidak sebanding seujung kuku pun dengan Arin istriku” Daniel melepaskan dengan kasar pipi Vivi, air mata mengalir dengan deras, tubuhnya gemetaran melihat sikap kasar Daniel.
Arvin, Sean dan Ansel hanya diam menyaksikan apa yang di lakukan Daniel. Mereka tahu jika Daniel sekarang tidak bisa di hentikan lagi.
Daniel ingin sekali mengirim Vivi ke penjara, dia bisa saja menyewa pengacara handal untuk memenangkan kasusnya tapi bukti-bukti yang di milikinya begitu lemah.
Vivi tentunya bisa melemparkan semua kesalahannya ke Marcus atau menjebak Arinda karena pada jarum suntik itu tentunya sudah ada sidik jari Arinda. Daniel juga merasa hutang budi dengan Vivi yang mau mengkhianati Marcus dan menyelamatkan oma Ayu.
“ini peringatan terakhirku, jangan pernah mengusik istri dan keluargaku. Atau kamu bisa aku kirim ke alam sana, kali ini aku melepaskanmu karena oma. Sekarang jangan pernah kamu menemui keluargaku atau kamu akan merasakan sendiri akibatnya” Daniel melangkah pergi meninggalkan Vivi yang gemetaran ketakutan.
Walaupun dia putri seorang mafia, dia tidak pernah di perlakukan kasar oleh siapa pun. Kebanyakan semua orang memperlakukannya seperti putri, kini wajahnya yang tampak cantik sempurna terlihat berantakan dengan ketakutan yang tergambar jelas di wajahnya.
Arvin, Sean dan Ansel bernafas lega karena Daniel dapat mengontrol dirinya, mereka tahu bagaimana Daniel. Jika ada yang mengusik keluarga yang di sayang dan di cintainya, dia tidak akan segan-segan mengirim orang itu ke alam sana.
Mereka bertiga mengikuti Daniel yang masih terlihat sangat emosi, Daniel cs pun meninggalkan perusahaan Vivi. Sean memilih kembali ke Arsen Medical ini masih jam kerjanya, Arvin juga memilih kembali ke restoran miliknya.
Keadaan dalam mobil Daniel saat itu, sangat dingin dan mencekam seperti adanya sebuah penampakan. Bulu kuduk Ansel dan Sakti pun merinding tidak berani melihat ke arah belakang mereka.
***
Siang itu, Arinda sudah tampak rapi dengan pakaian kemeja turtleneck berwarna maroon dan rok span berwarna hitam menambah kesan elegan, cantik dan modis.
Sepatu high heels berwarna hitam menghiasi kakinya menjadikan penampilannya sempurna. Kali ini Arinda terpaksa menggerai rambutnya menutupi jejak bekas kemerahan di lehernya hasil karya Daniel.
Dia sudah menutupi bekas kemerahan itu dengan foundation, tapi Arinda masih tidak nyaman dan menggerai rambut hitam panjangnya.Dia turun dari mobil Armored mercedes benz s 550 yang baru saja di beli Daniel untuknya.
Sudah berkali-kali Arinda meminta Daniel untuk tidak membelikan mobil untuknya, dia merasa lebih nyaman menggunakan angkutan umum atau setidaknya naik taksi online. Namun, Daniel sangat melarangnya dengan alasan keamanan.
__ADS_1
Daniel pun membuat pilihan di mana dia mau tidak mau terpaksa mengikuti keinginan Daniel.
“Oke sayang kamu tetap tidak mau memakai mobil itu tidak apa-apa. Aku akan mengantarmu ke Pearl Stars” senyuman mesum tergambar di wajah Daniel. Sebagai Catatan, setiap kali Daniel mengantarnya ke Pearl Stars selalu berakhir dengan dirinya yang berantakan.
Wajahnya akan merah merona, di tambah dia malu dan sungkan dengan Sakti supir pribadi Daniel yang harus terus menerus melihat kemesraan mereka.
Hal itu lah yang selalu membuat Arinda lebih memilih berangkat lebih siang, tidak hanya itu Daniel masih saja menyuruh para body guard menjaganya membuat tidak bebas.
Arinda terus melayangkan protes pada Daniel, sehingga suaminya menyerah dan mengikuti kemauan istrinya. Awalnya Arinda senang Daniel mau menarik para body guard, tapi dia kembali kesal saat suaminya hanya menarik satu dari tujuh body guard yang menemaninya.
Kini di dalam mobil mewah mercedes Itu hanya ada Arinda dan 2 body guard yang merangkap sebagai supir. Arinda meminta para body guard menunggunya di mobil saja, dia tidak ingin para pengunjung merasa terintimidasi dengan body guardnya yang serius dan dingin.
*************
secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗
tetap terus dukung Author😊😊😊
dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻
jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
❤️❤️❤️❤️❤️ all...
__ADS_1