
“Ah iya nona, maaf saya tidak fokus” kata Arinda.
“Aduuh Rin, kamu jangan panggil aku nona lagi. Rasanya begitu jauh, panggil nama aku aja” kata Amanda.
“Maaf nona, rasanya jadi canggung kalo saya memanggil anda dengan nama panggilan anda. Bagaimana kalo saya manggil anda kakak” kata Arinda.
“baiklah, itu juga tidak masalah. Ayo kasian mommy nungguin kita” ajak Amanda.
Arinda turun dari mobil, lalu masuk ke dalam salon bersama Aileen dan Amanda. Sebagian pegawai dan pemilik salon sudah mengenal Arinda.
“hai hai hai... My honey swetty bunny. Udah lama ya ga kesindang lagi, kemindang aja sih ciin? Ngilang-ngilang gitu” sapa pemilik salon yang berjenis kelamin sama dengan Maya.
“Maaf mi, kebetulan Arin lagi sibuk banget. Ini baru bisa ke sini karena bisa di ajak sama Mommy dan kak Amanda” kata Arin.
“baik mereka ciin?” tanya pemilik salon.
“o iya, mommy kenalkan ini mimi Peri pemilik salon ini dan mimi ini mommy Aileen nyonya dari keluarga Arsenio dan itu kak Amanda menantunya” Arinda memperkenalkan pemilik salon mimi peri pada Aileen dan Amanda.
“Keluarga Arsenio, aduuuuh suatu kehormatan nyonya Aileen bisa datang ke salon kami. Ya beginilah salon kami semoga nyonya senang dengan layanan kami” kata mimi peri.
“saya sangat senang dengan pelayanan ramah dari mimi. Apa anda sudah lama mengenal Arinda?” tanya Aileen pada mimi Peri.
“Akika kenal Arin dari Maya yang sudah lama jadi langganan di salon kami. Setiap ada waktu Arin dan Maya pasti kesalon buat perawatan. Tapi my sweety bunny ini udah jarang main kemari” jelas mimi peri.
Arinda hanya tersenyum mendengar perkataan mimi Peri,
“Aduuh karena asyik nge gosip jadi lupakan akika buat nanya. Ini mau perawatan kan?”tanya mimi peri.
“Kalo untuk mommy dan Aku perawatan rambut aja. Kalo Arin perawatan sekalian make over yang nartural ya” kata Amanda.
“loh kok musti make over kak, buat apa kak?” tanya Arinda heran.
“ya buat my bunny tambah imut dan cantik. Lihat ni udah lama nggak perawatan semuanya udah mulai kusam” kata mimi peri, menunjukkan wajah Arinda yang di katanya kusam.
Mimi peri segera memanggil para staffnya untuk memulai pekerjaan mereka pada Aileen dan Amanda. Untuk Arinda, Maya sudah berpesan pada mimi Peri hanya dia yang mengerjakan perawatan salonnya.
Dengan lincah tangan mimi Peri melakukan perawatan dari rambut dan wajah Arinda. Mimi Peri tidak terlalu memoles wajah Arinda yang sudah cantik natural, hanya mengaplikasikan sedikit make up membuat Arinda cantik natural.
Maya dan Davira datang ke salon dengan membawa paperbag berisi kotak yang cukup besar. Di dalam kotak itu berisi Gaun dress yang di perlihatkan Maya pada Aileen dan yang lainnya.
“haaiii sorry ya akika terlambat, hola halo mimi” sapa Maya sambil cipika dan cipiki dengan mimi Peri.
__ADS_1
“Abis dari mana sih May? Abis belanja ya?” tanya mimi Peri melihat paperbag di tangan Maya.
“tinta ciin, akika abis dari ngasih bahan buat bikin pesanan. Kalo yang ini buat pere sastra ini” kata Maya.
“apaan itu May? ” tanya Arinda penasaran.
“ ini dress buat lu, untuk acara makan malam. Si Cantika minta lu gantiin dia buat makan malam di resto” bohong Maya.
“Ooo jadi ini maksud lu nyuruh gue ke sini? Tapi nggak usah tampil cantik juga May toh Cuma acara makan malam” kata Arinda.
“ Ya musti dong my bunny. Lu kan jadi perwakilan Pearl Stars, masak lu mau tampil butek dengan wajah kusam nggak mungkin dong say” kata Maya.
“serah lu deh May,” kata Arinda pasrah di permak oleh Mimi Peri.
“Jangan lupa, lu musti pake dress yang akika bawa” kata Maya menyerahkan paperbag pada Arinda.
Davira memberi kode pada Aileen dan Amanda jika semuanya sudah beres dan siap. setelah selesai perawatan Aileen dan Amanda pamit duluan menuju resto milik Arvin, mereka ingin memastikan semua berjalan sesuai dengan rencana mereka.
Dalam perjalanan menuju resto Arvin, Ponsel Amanda bergetar menandakan ada pesan yang masuk
Dreeting...
📱
📱
Aku bersama mommy mau menuju ke resto Arvin temannya Daniel (kata Amanda yang langsung menceritakan rencana mereka untuk mendekatkan Daniel dan arinda dengan makan malam romantis)
📱
Baiklah jika kamu butuh bantuan segera hubungi aku mengerti (kata Darren )
Amanda juga mengatakan pada Aileen kalau Darren juga mendukung rencana mereka. Sesampai di resto Aileen dan Amanda menuju musholla terdekat untuk menunaikan kewajibannya. Barulah mereka masuk resto Arvin, melihat sebuah ruangan yang sudah di sulap begitu indah oleh anak buahnya Cantika.
Arvin dan Sean menghampiri Aileen dan Amanda
“Sstt tante jangan berisik, Daniel ada di ruang sebelah masih rapat bersama clientnya” kata Arvin.
“ trus di mana kita bisa mengawasi mereka tanpa ketahuan?” tanya Aileen.
“Tante tenang aja. Tadi Arvin dan Sean udah nyiapkan ruangan khusus untuk kita bisa mengamati mereka berdua, sekarang ayo kita ke sana” ajak Sean pada tante Aileen.
__ADS_1
Aileen dan Amanda mengikuti Sean menuju ruangan sebelah, mereka hanya tinggal menanti Arinda yang selesai dengan salonnya dan Daniel dengan client nya.
Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, setelah menunaikan ibadah sholat Magrib Arinda memakai dress pilihan Maya di ruang ganti. Setelah selesai memakainya Arinda keluar dari kamar ganti, semua menatap Arinda yang tampil sangat sempurna dan cantik.
“aih... Aih... Cucok banget sama lu Rin. Kanua cantik banget, kalo akika cowok tulen pasti akika cumi langsung” puji mimi peri.
“eitsss mawar cumi, mawar mataram?” tanya Maya tahu dengan sifat posesif Daniel.
“is baik mawar!!! Akika masih sayang nyawa” kata mimi peri.
“Udah-udah kok pada ribut. Kak Arin sebaiknya berangkat sekarang ntar telat hadiri acara makan malamnya” kata Davira.
“ oopss lupa, yu capcus Rin entar lu telat lagi” kata Maya mengantar Arinda dengan mobilnya.
Daniel baru saja menyelesaikan rapatnya dengan client dari Jepang, Ansel segera memberitahu pada Aileen jika Daniel sudah menyelesaikan pekerjaannya.
Aileen memerintahkan Sean untuk menahan Daniel di ruangannya sebentar, sampai Arinda datang.
Sementara itu Davira, Maya dan Arinda sudah sampai di resto milik Arvin. Davira segera mengirim pesan jika Arinda sudah sampai,
“Rin lu masuk duluan aja ya, akika mau nganterin Davira kerumahnya. Tadi akika udah janji sama tante Aileen buat ngantar diana ” kata Maya.
“Oke deh, hati hati ya Maya” kata Arinda berlalu pergi masuk ke dalam resto.
Daniel yang sempat di tahan oleh Ansel berjalan keluar dari ruangan tempat dia berada saat ini. Ansel lebih dulu jalan meninggalkan Daniel sendirian sedang membalas pesan email dari clientnya dan melewati jalan lain menuju tempat persembunyian Aileen, Sean , Arvin dan Amanda.
Daniel mencari-cari keberadaan Ansel namun tidak di jumpainya, sementara itu Arinda yang tampil sangat cantik malam itu menjadi pusat perhatian bagi tamu lain di resto itu. Daniel berjalan keluar resto temenung saat melihat gadis di depannya, gadis yang menghiasi di setiap mimpinya berdiri di hadapannya terlihat sangat cantik.
************
tetap terus dukung Author
dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊
jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss
🙏🏻🙏🏻🙏🏻
( Π_Π )
makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗
__ADS_1