Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 272


__ADS_3

“apa sayangku ini mau kembali ke penthouse sekarang saja?” tanya Daniel sambil membelai punggung Arinda yang memeluknya dengan kepala bersandar di dada bidang.


Arinda bangun menatap wajah Daniel, kali ini dia sangat setuju dengan ide Daniel.


“Kita berangkat sekarang?” Arinda hendak bangkit namun terhenti saat merasakan rasa sakit begitu hebat di perutnya.


“Aaaaww....”


“Saaayaaaang.... Kamu kenapa? Mana yang sakit? Kita ke rumah sakit sekarang”


Kedua tangan Arinda memegangi perut dengan sedikit membelainya untuk mengurangi rasa sakit. Daniel sangat khawatir segera bangkit hendak membawa Istrinya ke rumah sakit,


“ kamu ngapain?” tanya Arinda menatap Daniel bersiap-siap akan menggendong Arinda.


“Kita ke rumah sakit sekarang, aku tidak mau kamu kenapa-napa, ayo” Daniel bersiap akan menggendong Arinda langsung di cegahnya.


“sayang, aku benaran nggak apa-apa sayang. Tadi terasa sakit mungkin karen aku terlalu bersemangat membuat para baby terkejut” Arinda mengelus perut pada bagian yang sakit.


“benar, kamu tidak apa-apa sayang? Aku akan panggil Davira atau Sean saja bagaimana?” tanya Daniel semakin khawatir, Arinda kembali menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang menepuk-nepuk bantal di sampingnya.


Dia mengode untuk Daniel tidur di sampingnya, dengan patuh dia tidur di samping istrinya sambil mengelus lembut perut Arinda. Wajahnya masih terlihat sangat khawatir,


“sayang, aku benar-benar tidak apa-apa. Baby kita sangat senang merasakan belaianmu, lihat lah” ujar Arinda memperlihatkan perutnya di mana para baby twins bergerak aktif. Rasa khawatir kini berangsur berkurang saat merasakan gerakan aktif baby mereka, Daniel lalu menepuk-nepuk tangannya ke dada kiri agar Arinda dapat tidur dengan nyaman.


Dia tersenyum merebahkan kepalanya di dada bidang kiri Daniel, masih dapat dirasakan olehnya pergerakan aktif para baby yang menendang-nendang mengenai perut sixs pack.


“aku benar-benar sangat khawatir, jangan sampai terjadi apa pun padamu. Aku benar-benar tidak akan sanggup kehilanganmu sayang” tangan sebelah kiri Daniel membelai lembut rambut panjang Arinda yang bergelombang.


“sayang, semua sudah di atur oleh yang di Atas. Kita semua pasti akan kembali padanya suatu hari nanti, tapi aku tidak akan pernah meninggalkanmu lagi walaupun kamu mengusirku kelak” ujar Arinda membuat Daniel semakin memeluknya erat. Benar-benar dirinya tidak sanggup harus kehilangan perempuan yang sangat di cintainya.


“kamu adalah belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku akan mengusirmu” ujar Daniel mengecup pucuk kepala istrinya, dia melihat pergerakan bahu istrinya yang turun naik beraturan.


Mata elangnya menatap wajah Arinda yang sudah tertidur dengan lelapnya, wajah cantiknya terlihat damai dan tenang. Irama detakan jantung milik Daniel mengantarkan Arinda menuju alam mimpi, dengan perlahan dia meletakkan kepala istrinya ke arah bantal.


Bibirnya mengecup lembut kening, pipi dan bibir indah Arinda. Kepalanya mendekat ke arah perut yang masih tertutup dengan dress piama. Daniel menarik selimut menutupi kaki Arinda, membuka dress memperlihatkan perut istrinya.


Daniel meletakkan telinganya merasakan pergerakan baby mereka,

__ADS_1


“sayang, kalian tenang-tenang di sana ya. Beberapa bulan lagi kita akan bertemu, daddy sudah sangat tidak sabar bertemu dengan kalian” bisik Daniel di samping perut Arinda. Dia juga memberikan kecupan hangat, setelahnya dia menutup perut istrinya, menyelimuti hingga bagian dadanya.


Dia tidur di samping Arinda yang menyamping menghadapnya, sebelah tangan memeluk tubuh istrinya ikut terlelap dalam mimpi yang indah.


***


Pagi hari di apartemen Arvin...


Setelah melaksanakan kewajibannya bersama Arvin suaminya, Aisyah melangkah ke dapur bermaksud membuatkan sarapan untuk dia dan suaminya.


Dia membuka kulkas yang kosong melompong, tidak ada satu pun bahan makanan yang bisa di masaknya.


Ting.... tong.... ting... tong....


Terdengar suara bel pintu, Aisyah meraih hijab sorongnya memakai lalu mengintip melihat di layar intercom siapa tamu yang datang sepagi ini. Aisyah mengenali tamu pria yang datang, mereka adalah Yuda dan Riko.


Sementara itu di kediaman Arsenio....


Pagi itu Daniel meminta Arinda untuk bersiap-siap kembali ke penthouse mereka, mereka berdua melangkah menuruni tangga menuju ruang makan.


“sayang, kamu tidak apa-apa?” tanya Daniel menatap wajah merona istrinya. Mereka berhenti sejenak di ruang keluarga, sebelah tangan Daniel memeriksa kening istrinya.


“aku nggak apa-apa, sayang. Cuma... itu... aku... aku..... aku malu dengan mommy dan Vira” ujar Arinda menundukkan kepalanya. Senyuman terkembang di wajah tampan Daniel.


“tenang saja sayang, mereka tidak mungkin akan mengingat apa yang terjadi. Ayo kita sarapan dulu, setelah itu kita kembali ke pent house” ajak Daniel menautkan jari jemarinya pada jari jemari Arinda.


Dia tidak memiliki pilihan lain, dia harus menghadapi apa yang akan terjadi.


“Arin sayang, ayo duduk di sini” oma Ayu meminta Arinda untuk duduk di sampingnya.


Semua keluarga sudah berkumpul dan menikmati sarapan mereka masing-masing, Aileen melihat piring Arinda kosong.


“Arin sayang, kamu tidak sarapan?” tanya Aileen heran.


“sudah mom, hanya saja Ain tidak bisa makan banyak masih sering merasa mual my” ujar Arinda.


“sayang, saat ini adalah masa di mana bayi tumbuh kembang dengan baik. Kamu harus makan makanan bergizi dan sehat, agar kamu bertenaga juga sehat” Oma Ayu menyuapi Arinda sandwich.

__ADS_1


“iya oma. Akan Arin ingat” Arinda memakan sandwich yang di suapi oma Ayu. Michael tersenyum melihat ibu mertuanya begitu juga yang lainnya,


“Arin, kamu tahu saat mommy hamil ketiga anak ini. Mommy juga selalu di suapi Oma, jika mommy malas makan oma pasti akan duduk di samping mommy dan menunggui sampai mommy selesai makan” ujar Aileen tersenyum mengingat masa hamilnya dulu.


“iya Rin, kak Manda juga begitu. Sewaktu hamil Nufaira tahu kakak tidak mau makan pasti oma datang dan menyuapi kakak” Amanda tersenyum begitu juga yang lainnya.


Keluarga Arsenio kembali terasa hangat, hal itu di rasakan oleh para maid, body guard dan para supir lainnya. Semenjak kepulangan Arinda suasana keluarga Arsenio kembali hidup.


“oma, Dad, mom. Setelah sarapan Dan juga Arin akan kembali ke penthouse,” ujar Daniel menyeruput teh hangat yang di hidangkan.


Kepulangan Arinda dan Daniel ke penthouse membuat Aileen merasa tidak senang. Daniel pun mengutarakan alasannya membuat semua keluarganya mengerti dan paham.


“baiklah, jika itu sudah menjadi keputusanmu. Daddy, mommy dan Oma mendukungnya” Michael dengan bijak menanggapi keinginan putranya.


“Arin sayang, jangan lupa untuk terus menghubungi mommy. Jika ada apa-apa atau si beruang kutub itu meninggalkan kamu sendirian di penthouse langsung hubungi mommy, kamu juga bisa langsung main ke sini. Oke” ujar Aileen menatap tajam ke arah Daniel yang hanya cuek dan dingin menanggapinya.


Darren dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak saat mendengar Aileen menjuluki Daniel dengan beruang kutub. Suasana mansion Arsenio yang semula mendung saat Arinda meninggalkan rumah kini berubah hangat dan menyenangkan. Para maid tersenyum senang melihat keluarga Arsenio kembali ceria seperti dulu.


*************


dear para Reader yang paling baik hati dan rajin menabung...


mohon maaf karena beberapa hari ini tidak up, karena kondisi author yang drop 🤒🤒🤒🤒 dan susah untuk berkonsentrasi.


secepatnya akan author usahakan up lagi dan akan di usahakan up tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya... 🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author 😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan comment nya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat menulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ for all...

__ADS_1


__ADS_2