Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 197


__ADS_3

Saat Arinda masih di kantor dia mendapat pencerahan dari emak Maya yang gemes dengan tingkahnya,


“lu kenapa si dingin gitu ama lekong lu?” tanya Maya yang penasaran.


Arinda menatap Maya yang duduk dengan santai di depan meja kerjanya,


“gue...”


“lu udah nggak sayang lagi ama my Idol?”


“Gue....” Arinda bingung menjawab pertanyaan Maya, dia masih sangat menyayangi suaminya. Namun, saat sikap Daniel yang dingin saat di acara pesta lelang membuat Arinda sedih. Kesedihannya bertambah saat dia harus kehilangan anak di kandungannya.


Maya tahu jika sahabatnya sangat mencintai Daniel, namun rasa ego masih bersemayam di hatinya membuat Arinda masih bersikap dingin pada Daniel.


“My Bunny, lu harusnya sadar di sini bukan lu saja yang terluka dan menderita my idol juga. Lu tahu gimana antusiasnya my idol saat tau lu hamidah? (Arinda menganggukkan kepalanya) Apa lu tau gi mana perasaan diana saat tau baby kalian kagak bisa di selamatin?(Arinda terdiam dan menggelengkan kepalanya)” Maya menatap Arinda tampak jelas di wajahnya kesedihan di hatinya.


“ May, gue bukannya marah ato gimna-gimananya ama Daniel. Gue hanya kecewa dengan dia, terlebih gue lebih merasa kecewa ama diri gue sendiri karena udah gagal jadi ibu. Seharusnya gue bisa jagain dia” setitik bening air mata menetes dari mata cantik itu.


“ My bunny, akika tau ini sangat berat buat lu. Tapi menurut akika my idol juga di posisi yang sama dengan lu, dia juga menderita saat tahu jika baby kalian tidak bisa di selamatkan. Seharusnya lu juga menghibur diana, bukan bersikap dingin ama diana. Jika lu bersikap seperti ini akan buat my idol menjauh dan kepincut ama pere-pere lain di luaran sana. Pelakor jaman sekarang pada serem-serem lebih serem dari pada si kunti” Maya memberi pencerahan pada Arinda.


Arinda menatap wajah lelah Daniel, tidak hanya memikirkan bagaimana nasib keadaan Oma Ayu yang belum di temukan. Sekarang dia arus di hadapkan dengan masalah perusahaan dan sikap istrinya berubah.


Apa yang di katakan Maya emang benar, bukan gue saja yang menderita. Dan juga menderita dan gue bersikap dingin membuatnya semakin menderita guman Arinda dalam hati membelai lembut pipi suaminya. Daniel memegang tangan Arinda yang membelai lembut wajahnya,


“maaf kamu jadi terbangun karena aku” Arinda akan menarik tangannya namun tertahan karena Daniel menahannya.


“Aku sangat merindukanmu” Arinda termenung saat melihat mata tajam Daniel berkaca-kaca.


“ada apa? Apakah ada kabar terbaru dari oma?” ibu jari Arinda menyeka setetes air mata yang jatuh. Hatinya terlihat iba menatap Daniel yang terlihat lelah dan sedih.


“Masih belum ada perkembangan, tapi aku dan yang lain terus berusaha untuk mencari oma sampai ketemu” sebelah tangan Daniel membelai wajah Arinda. Dia merasa tenang karena sekarang Arinda sudah kembali seperti biasa.


“Aku....aku.....” Arinda yang akan mengucapkan kata maaf terhenti saat bibir Daniel menempel di bibirnya dan mulai memagut, mengabsen setiap detail yang ada di bibir Arinda.


Ciuman dengan penuh hasrat dan menggebu-gebu membuat Arinda kelabakan hingga lupa dengan cara bernafas. Dengan perlahan Daniel melepaskan pagutannya, menatap wajah istrinya yang merona merah.


“Maaf... Aku terlalu bersemangat. Aku lupa belum bisa menyentuhmu” Daniel akan bangkit dari tempat tidur, namun tertahan saat merasakan lengan kemejanya di pegang Arinda.


“Kamu.... Kamu... Sudah...boleh...” Arinda menutup wajahnya dengan kedua tangan, Daniel masih menelaah dengan perkataan Arinda.

__ADS_1


Daniel langsung tersenyum dan mengerti dengan maksud Arinda, dia dapat melihat wajah Arinda yang merona merah hingga ke telinganya. Senyuman nackal tersungging di bibir seksi Daniel,


“Maksudnya?!” Daniel bertanya bermaksud memancing istrinya. Perlahan-lahan Arinda menurunkan tangannya dan menatap suaminya.


“Itu... Maksud ku... Itu... Kamu ...sudah...” Arinda memalingkan wajahnya ke arah lain, dia sungguh malu saat itu.


“Sudah apa?” tanya Daniel yang kembali mendekatinya. Dia lalu merangkul tubuh Arinda dan merebahkan tubuhnya. Kini posisi Arinda berada di atas tubuh Daniel, membuat Arinda semakin salah tingkah.


“Dan...” wajah Arinda semakin memerah merona.


“Hmm....” Daniel masih menatap wajah cantik istrinya. Kecantikannya semakin bertambah dengan dirinya yang terlihat malu-malu.


“a a a aku ingin ke kamar mandi” Arinda semakin salah tingkah dan berusaha bangun dari atas tubuh Daniel.


Pemilik mata elang itu menatap sambil tersenyum ke arah Arinda dia ikut bangkit dengan tetap memeluk erat tubuh istrinya. Punggung Daniel bersandar ke kepala tempat tidur tanpa sekalipun melepaskan pelukannya.


“Dan.... tolong lepaskan. aku harus ke kamar mandi” Arinda berusaha melepaskan dirinya dari pelukan erat Daniel.


Degupan jantung Arinda semakin berdetak kencang, Daniel tersenyum manis semanis gula lalu melepaskan pelukannya. Secepat kilat Arinda bangkit dari tubuh Daniel, namun langkahnya kembali terhenti saat tangannya di tahan oleh Daniel.


Daniel menurunkan kakinya dari Ranjang, duduk tepat di sampingnya. dia langsung menarik kuat Arinda hingga terjatuh di atas pangkuan Daniel.


“sayang... kita sudah lama bersama kenapa kamu masih saja malu kepada ku?”


“aku...aku... aku tidak malu...” Arinda berkilah dan menatap ke arah lain. Dia benar-benar merasa sangat malu dan canggung. Tangan Daniel membelai lembut punggung Arinda yang memberi sensasi berbeda.


“Daanieeel....” suara Arinda tertahan saat Daniel menempelkan bibirnya pada bibir Arinda. Mereka saling memagut dan saling mengabsen setiap jengkal yang ada.


Tangan Daniel perlahan-lahan menurunkan resleting dress yang berada di belakang punggung Arinda. Perlahan-lahan dia melepaskan dress bagian atas hingga nampaklah perbukitan indah yang masih terbungkus pengamanan terakhir.


Ciuman itu semakin membara dan membakar mereka dalam ke rinduan yang teramat dalam, bibir Daniel mulai turun ke leher jenjang putih itu. Meninggalkan jejak-jejak indah di setiap bibir Daniel lewati.


Tangan Daniel sudah melepaskan pengamanan yang memagari perbukitan itu, terpampanglah perbukitan indah yang hampir satu setengah bulan ini tidak di lihatnya.


Mata mereka berkabut penuh hasrat yang sudah lama tertahan, Daniel kembali bermain-main di perbukitan itu hingga ia puas. Dia mencoba menghisap dengan lembut berharap bisa meneguk cairan yang ada dalam perbukitan itu. Namun cairan itu tidak juga keluar, hanya terdengar suara nyanyian pemilik perbukitan yang semakin membuat Daniel bersemangat untuk menjelajahi perbukitan itu.


Daniel merasa tidak puas hanya dengan satu bukit saja, dia lalu pindah ke bukit satunya dan melakukan hal yang sama.


Davira baru kembali dari rumah sakit setelah menemani Aileen, dari maid dia mengetahui jika Arinda sudah pulang dan berada di kamarnya.

__ADS_1


Davira menaiki anak tangga melangkahkan kakinya menuju kamar Daniel.


Sungguh sial bagi Daniel, dia benar-benar lupa mengunci pintu. Davira yang tidak tahu jika Daniel berada di dalam kamar langsung membuka pintu tanpa mengetuknya.


“kaaak Ariin” Davira langsung membuka pintu kamar Daniel.


Matanya membulat sempurna saat melihat siaran langsung di depannya,


“aaa...” Arinda segera menyembunyikan dirinya dengan memeluk Daniel dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher suaminya.


Mata elang Daniel menatap tajam ke arah Davira yang berdiri termenung menatap pemandangan Siaran langsung 18+.


“sudah puas melihatnya?” tanya Daniel sedikit geram dengan Davira yang masih menatap mereka berdua.


“aaaaaa .... mataku ternoda....” Davira tersadar dan segera menutup matanya dengan kedua tangan.


Dia segera mengambil langkah seribu keluar dari kamar Daniel dan dengan cepat menutup pintu kamar kakaknya.


“maaf kak Dan... kak Arin...” teriak Davira dari luar pintu kamar Daniel.


*************


Dear reader 🙏🏻🙏🏻🙏🏻


maap author up hanya satu episode saja karena kondisi fisik Baby author masih kurang fit 🤒🤒🤒


secepatnya author akan up lagi tiap hari, mohon bersabar menunggu kelanjutannya...🤗🤗🤗🤗


tetap terus dukung Author😊😊😊


dengan cara like, vote dan tipnya.....ya.... plisss🙏🏻🙏🏻🙏🏻


jangan lupa juga kasih rate dan commetnya yang positif agar Author semakin semangat💪🏻💪🏻💪🏻 buat nulisnya...✍️✍️✍️


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗


❤️❤️❤️❤️❤️ all...

__ADS_1


__ADS_2