Terjebak Cinta CEO Dingin

Terjebak Cinta CEO Dingin
Ep. 128


__ADS_3

“aduh Mayaaaaa, Aldo kan sahabat gua lagian siapa juga yang mau nyulik gua. Secara bukan siapa-siapa gini, sultan bukan, anak sultan juga bukan”


Lu emang bukan sultan Rin, tapi lu segera jadi nyonyanya sultan kata Maya dalam hati.


“akika ikut ya Riin, plisss. Masak lu tega ama akika yang belum makan siang dari tadi? Ya ya ya ya boleh ya pliiss”


“ya udah ayuk, tapi janji ya lu bakalan nggak macam macam di sana ya” Arinda mewanti-wanti Maya untuk tidak centil.


“iya my bunny akika janji Cuma satu macam aja. Yuk ah capcus ntar kita telat ke sindang” Maya langsung mengajak Arinda untuk pergi ke M J restoran. Ada niat terselubung di hati Maya yang bersikeras ingin ikut dengan Arinda.


Maya menjalankan mobilnya menuju ke restoran yang telah di share lokasinya oleh Aldo, Arinda tampil cantik dan segar menggunakan blazer hitam dress putih motif bunga-bunga yang cantik. Arinda menggunakan high hells berwarna senada dengan blazer yang di pakainya, rambut di ikat dengan gaya ponytail.


Mobil Maya memasuki pelataran M J restoran dan memarkirkannya di parkiran mobil. Dengan santai mereka berjalan masuk ke restoran, mata indah Arinda melihat ke arah kiri dan kanan mencari sahabatnya. Tampak pria tampan melambai ke arahnya, Arinda tersenyum senang lalu menghampiri meja Aldo.


“hei aldo, kita ketemu lagi” sapa Maya pada Aldo tersenyum ramah padanya.


“hi do, udah lama nunggu ya?” Arinda duduk setelah di bantu Aldo menarik dan mempersilahkannya duduk.


“nggak juga sih, gue juga baru datang” Aldo duduk di depan Arinda dan Maya, lalu memanggil waiter dan mulai memesan makanan.


Sebuah kebetulan yang tidak terduga, Daniel juga sedang berkumpul dengan sahabatnya dan Tasya. Mereka baru saja selesai makan dan sedang asyik mengobrol sambil mengingat masa lalu. Arvin tidak sengaja melihat ke arah meja Arinda, maya dan pria yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.


“Dan, bukannya itu Arinda?” tanya Arvin menunjukkan ke arah meja Arinda sedang menikmati makanan sambil bercanda dengan Maya dan pria di depannya. Daniel menatap ke arah meja yang di tunjuk Arvin, matanya menatap dingin menusuk ke arah pria yang di kenalnya saat di kota CH.


“siapa tuh cowok yang di depan mereka?” Sean kepo dengan pria yang tidak lain adalah Aldo sahabat Arinda.


“itu tuan Aldo, kami pernah ketemu di kota CH” Ansel berbisik pada Sean dan Arvin.


Daniel tampak sangat kesal dan cemburu saat melihat Arinda tersenyum manis pada Aldo, botol air mineral yang di pegangnya menjadi pelampiasan baginya.


Botol itu seketika remuk dengan tatapan dingin Daniel yang menusuk ke arah Aldo, sahabat-sahabat Daniel menatap takut padanya yang meremukkan botol minuman di tangannya.


Gadis ini, berani-beraninya dia bertemu dengan pria lain di belakangku Daniel sangat tidak menyukai apa yang di lihatnya.


Tasya dan yang lainnya tahu jika saat ini Daniel dalam mode cemburu, timbul ide jahilnya untuk membuat Arinda cemburu.


“guys, mau liat pertunjukkan nggak?” Tasya berbisik pada Arvin, Sean dan Ansel.

__ADS_1


“pertunjukkan apa sayang ku?” Arvin mulai dengan modusnya, Tasya menatap tajam ke arah Arvin yang tidak pernah serius jika berbicara dengannya. Daniel masih melihat tajam ke arah Arinda, memperhatikan setiap gerak geriknya.


“liat ya” tasya tersenyum nakal ke arah Arvin, Sean dan Ansel yang menatapnnya penuh tanda tanya.


“Sayaaaang” Tasya bergelayut manja di lengan Daniel dan sengaja mengeraskan suaranya. Perhatian Daniel teralihkan, dia melihat ke arah Tasya yang bergelayut manja padanya. Tasya menatap penuh Cinta pada Daniel yang alisnya kini bertaut,


Kalo bukan mau menyatukan lu berdua, gue ogah berlaku manja kayak gini ama manusia kutub es Tasya memaksakan dirinya untuk berlaku manja yang tentunya bukanlah sifatnya. Dalam hatinya dia harus menahan muntah berlaku manja pada sahabatnya Daniel.


Maya melihat ke arah suara perempuan yang menarik perhatiannya, matanya terbelalak sempurna saat melihat Daniel dan teman-temannya berada di restoran yang sama dengan mereka.


“Rin tu bukannya tuan Daniel” maya menyenggol tangan Arinda dan menunjuk ke arah meja Daniel, mereka terlihat mesra.


Wajah Arinda semula ceria, berubah gelap dengan guntur saling bersahutan, dia tampak begitu kesal hingga menggenggam erat sendok dan garpu yang di pegangnya.


Perubahan sikap Arinda tidak luput dari penglihatan Aldo, dia juga melihat ke arah yang di lihat Arinda. Aldo tersenyum senang saat melihat alasan perubahan sikap Arinda yang semula ceria berubah kesal. Dia bisa melihat api ke cemburuan di mata Arinda,


“kenapa Rin?” Aldo pura-pura tidak tahu dengan apa yang terjadi pada sahabatnya.


“nggak... nggak ada apa-apa” Arinda menjawab ketus tapi matanya menatap tajam ke arah Daniel terlihat mesra dengan Tasya. Maya, Aldo, Arvin, Sean, Ansel dan Tasya melihat perubahan sikap Arinda sangat terlihat jika saat ini dia marah dan kesal.


“nggak ada” Arinda menatap ke arah Daniel di mana Tasya masih bergelayut manja.


Tangannya meraih gelas minuman milik Maya yang berwarna merah, rasa aneh yang terasa dalam mulutnya tidak di hiraukan,


“eh eh eh Rin” Maya langsung panik saat Arinda menghabiskan minuman miliknya.


Aldo pun ikut panik melihat Arinda yang dengan cepat menghabiskan minuman itu, Maya sengaja memesan wine merah untuk teman makannya menikmati Steak yang di pesan. Daniel mendengar Maya panik menatap ke arah Arinda, mereka semua membelalakkan matanya saat Arinda menenggak habis minuman milik Maya.


Maya menatap Arinda dengan khawatir,


“ lu nggak apa-apa Rin?” Maya melambaikan tangannya di depan wajah Arinda.


“air apaan yang baru gue minum. Kok rasanya aneh gitu?” Arinda baru merasakan minuman yang di minumnya terasa Aneh.


“ya iyalah aneh buat lu. Wine akika lu embat. Lu masih aman kan?” Maya semakin khawatir. Wajah Arinda memerah, dia mulai mengerjap-ngerjapkan matanya yang mulai buram.


“Rin, lu nggak kenapa-kenapa kan?” Aldo mulai melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Arinda yang tersenyum lalu mulai tidak sadarkan diri.

__ADS_1


“eh eh eh Rin” panggil Maya, Aldo segera memegang pundak Arinda agar tidak terbentur meja. Daniel langsung bereaksi menghampiri Arinda, dia mendorong Aldo untuk menjauh dari perempuan miliknya.


“Arin” panggil Daniel, mata Arinda menatap ke arah Daniel sebentar.


“dasar cowok rese,” Arinda bangkit dari duduknya berdiri dengan sempoyongan di hadapan Daniel, dia mengangkat tangannya secepat kilat tangannya melayang mengenai pipi Daniel.


plaaaaak....


Semua pengunjung di MJ restoran menatap syok dan terkejut saat melihat keberanian Arinda menampar wajah Daniel. Tasya tentunya tidak menyia-nyiakan kesempatan itu langsung mengeluarkan ponsel miliknya dan mengabadikan lewat video


“ARIN” bentak Daniel memegang kedua pundak Arinda, dia tidak menghiraukan pipinya yang sudah kemerahan karena ulah Arinda.


“APAAA?! Nggak usah teriak-teriak, kamu memang pantas mendapatkan itu” Arinda berdiri dengan tidak tegap.


Mata tajam Daniel menatap Arinda yang terpengaruh dengan Wine yang di minumnya. Tangan Arinda memegang kerah baju Daniel, dengan sedikit berjinjit dia menyetarakan tingginya dengan Daniel.


Wajahnya tampak sangat merah, matanya tidak fokus melihat Daniel.


“kamu cowok brengs*k yang suka ngambil kesempatan dari aku. Kamu juga mesra-mesraan ama cewek buat bales aku, sekarang kamu harus mendapatkan balasannya” Arinda terlihat sangat mabuk, dia lalu menarik kerah baju Daniel hingga


Cup.....


Arinda berani mencium Daniel di depan umum, semuanya yang melihat sangat terkejut. Dia lalu melepaskan ciumannya dengan Danie, bibirnya manyun dan dia terlihat senang.


************


tetap terus dukung Author


dengan cara like, vote dan tipnya.....😊😊😊


jangan lupa juga kasih rate nya ya.... plisss


🙏🏻🙏🏻🙏🏻


( Π_Π )


makasih..... tetap semangat 🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2